Anda di halaman 1dari 3

NAMA : VIEN FADHILAH ILHAM

NIM : A31115509

FOUNDATION OF INTERNAL AUDITING

(DASAR – DASAR AUDIT INTERNAL)

Hasil dari definisi IIA tentang audit internal meliputi sejumlah hal penting yang
berlaku untuk profesi.

 Istilah independen digunakan untuk audit yang bebas dari pembatasan yang
dapat secara signifikan membatasi cakupan ruang lingkup dan efektivitas dari
setiap tinjauan auditor atau laporan selanjutnya dari penemuan dan kesimpulan
yang dihasilkan.
 Kata penilaian menegaskan kebutuhan dari sebuah evaluasi yang ditekankan
oleh auditor internal dalam mengembangkan kesimpulan mereka
 Kata dibentuk menegaskan bahwa audit internal adalah formal, fungsi yang
pasti dalam perusahaan modern.
 Ungkapan mengujian dan mengevaluasi menggambarkan peran aktif dari
auditor internal, yang pertama dari fakta-pertanyaan yang ditemukan dan
kemudian untuk keputusan evaluasi.
 Istilah kegiatannya menegaskan cakupan yurisdiksi yang luas dari pekerjaan
audit internal yang diaplikasikan untuk seluruh aktivitas dari perusahaan
modern
 Kata pelayanan bahwa bantuan untuk komite audit, manajemen, dan anggota
lain dari perusahaan adalah produk akhir dari seluruh pekerjaan audit internal
 Ungkapan kepada organisasi menegaskan bahwa jumlah cakupan audit
internal berkaitan pada seluruh perusahaan, termasuk seluruh anggota, dewan
direksi, dan komite audit mereka, pemegang saham, dan pemilik lainnya.
“Audit internal adalah sebuah fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam
sebuah organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan sebagai pelayanan
kepada organisasi”

1.1 Sejarah Audit Internal dan Latar Belakangnya


Audit internal tidak mengakui sebuah proses yang penting oleh banyak
perusahaan dan audit eksternal sampai tahun 1930. Hal ini disebabkan karena
adanya pembentukan U.S Securities and Exchange Commision SEC) dalam
perkembangannya SEC mengharuskan perusahaan terdaftar wajib
menyediakan laporan keuangan yang disertifikasi oleh auditor independen.
SEC pada awalnya fokus pada perubahan sasaran audit eksternal dan tekniknya.
Selanjutnya SEC mengeluarkan berbagai kebijakan untuk melakukan koreksi
terhadap kondisi depresi pada sistem perekonomian pada saat itu. Peraturan
SEC tersebut kemudian menghasilakn audit pada pembatasan sampel dari
transaksi disamping mengandalkan prosedur pengendalian internal. Meskipun
begitu banyak pendapat agar SEC dapat mendorong dan mengembangkan
potensi dari audit internal. Namun hal itu baru dilakukan setelah Victor Z Brink
melengkapi tesisnya pada kebutuhan untuk auditing internal modern sebelum
dia terjun pada perang dunia ke II.
Pada tahun 1942 beberapa daerah mulai dari kota New York dan Chicago sudah
mulai menerapkan dan memberikan gelar auditor internal sebagai cakupan
profesi baru tersebut. Mulai sejak saat itulah profesi auditor internal lahir dan
mulai mengalami perubahan terkait berbagai profesi auditor internal.
Tahun 1940an, beberapa perusahaan sudah mensyaratkan sebuah keterampilan
audit yang berbeda seperti yang terjadi pada saat ini. Dalam perkembangannya
auditor internal melakukan peran yang lebih focus hanya pada perusahaan
mereka dan dengan tanggung jawab yang terbatas.
Memahami auditor internal sangat penting agar dapat menghilangkan persepsi
lama terkait audior internal yang masih ada meskipun fungsi yang ada sekarang
sangat pun beda. Dengan demikian auditor internal memiliki kesempatan yang
baru untuk mengembangkan profesinya secara bertahap dan lebih berorientasi
pada manajemen tanggung jawab dalam upaya pekerjaannya. Auditor internal
berorientasi akuntansi secara luas diawal perkembangannya dari pada hanya
focus pada laporan akuntansi seperti kesalahan dokumentansi.
Bab IV membahas sebuah sebab peningkatan keberlanjutan dalam kebutuhan
atas layanan auditor internal. Selain itu etika dan isu tanggung jawab social akan
didiskusikan dalam bab 24 sebagai bagian dari hasil penekanan pelayan auditor
internal yang baru dan menarik. Dalam bab 8 membahas standar audit internal
yang telah diakui oleh auditor eksternal.
Kondisi saat ini aktivitas audit internal telah diperluas pada semua area
operasional dari perusahaan dan telah ditetapkan sebagai sebuah nilai dan
bagian yang menjadi perhatian manajemen senior. Kondisi ini menunjukkan
sebuah kemajuan yang lebih besar dalam perkembangan audit internal

1.2 Bagian Dari Buku Ini


Bagian dari buku ini secara keseluruhan mendefiniskan praktik audit internal
modern yang ada saat ini menggambarkan sebuah bagian umum dari profesi
audit internal. Sementara pada umumnya orang beranggapan bahwa profesi
auditor internal berafiliasi dengan IIA dan standarnya.
Tujuan dari buku ini khususnya pada bab 34 adalah mendefinisikan praktik dari
audit modern dengan menggambarkan sebuah audit internal CBOK. Dalam bab
2 dibahas pentingnya auditor internal CBOK dan menjadikan kebutuhan IIA
untuk membangun dan sebagai pengalaman pada profesi lain.
Bagian ke 2 membahas pentingnya control internal sebagai bagian besar
kekuatan audit internal. Bagian ke 3 membahas mengenai bagaiamana
merencanakan dan melakukan audit internal (mencakup keseluruhan proses dari
audit internal dengan sebuah pengenalan dari standar internasional audit
internal IIA dan bimbingan dalam melakukan audit internal secara efektif.