Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 10

Muafa Mahdi Ramadhan 101511133156


Jihan Adella Iyik Be 101511133220

Tugas Analisis Kebijakan / Minat AKK 2015

Ringkasan Kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik

Permenkes No. 9 Tahun 2014 mengatur tentang penyelenggaran klinik di


Indonesia. Klinik terbagi menjadi 2 berdasarkan jenis pelayanannya yaitu klinik pratama
dan klinik utama, klinik pratama menyelenggarakan pelayanan medik dasar sedangkan
klinik utama menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau spesialistik dan dasar.
Peraturan ini juga menjelaskan bahwa siapa saja boleh memiliki klinik. Persyaratan untuk
mendirikan klinik juga diatur dalam Permenkes No 9 Tahun 2014 mulai dari syarat
bangunan, ruangan yang harus dimiliki, sumber daya manusia yang harus tersedia, syarat
kefarmasian, syarat laobratorium, hingga sarana prasaranan yang harus dilengkapi.
Kebijakan ini juga menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam memperoleh izin
operasional klinik.

Klinik juga mempunyai kewajiban yang harus dijalankan dan hak yang harus
dipenuhi, keduanya tertuang dalam Permenkes no 9 tahun 2014. Bentuk pelayanan,
pembinaan, dan pengawasan juga diatur sehingga menjamin kualitas mutu pelayanan
yang baik. Permenkes ini dibuat untuk mencegah masalah terkait penyelenggaraan klinik
seperti munculnya klinik secara liar dan tidak bertanggung jawab, serta menyediakan
layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kualitas mutu pelayanan
yang baik karena sudah ditentukan standar dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum
mendirikan klinik.

Tujuan disusunnya Peraturan Menteri Kesehatan no 9 tahun 2014 tentang klinik


yaitu

1. Mengatur pembangunan klinik di Indonesia sehingga dapat mencegah


timbulnya klinik liar yang tidak sesuai standar
2. Memberi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut andil dalam menyediakan
pelayanan kesehatan dengan memenuh syarat yang sudah ditetapkan
3. Melengkapi dan mengganti peraturan tentang klinik yang sebelumnya sudah
diterbitkan
4. Mencegah dampak negatif dari pembangunan klinik terhadap lingkungan
5. Sebagai panduan dan acuan dalam pembangunan dan manajemen klinik

PENDEKATAN ANALISIS KEBIJAKAN

Setiap siklus analisis kebijakan yang berupa policy formulation, policy


implementation, dan policy review mempunyai pendekatan masing-masing. Metode
pendekatan analisis kebijakan ada beberapa macam dan tiap siklus mempunyai
pendekatan analisis kebijakan sendiri. Berikut merupakan pendekatan analisis kebijakan
pada Permenkes No.9 Tahun 2014

1. Pendekatan normatif
Permenkes No.9 Tahun 2014 pada tahap ini menggunakan pendekatan normatif
dimana peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya yang sudah terbit.
Peraturan yang digantikan yaitu Permenkes No 28 Tahun 2011 tentang klinik
dan Kepmenkes No 666 Tahun 2007 tentang klinik rawap inap pelayanan medik
dasar. Pembentukan peraturan ini guna melengkapi dan membenahi peraturan
sebelumnya sehingga dapat digunakan sabagai acuan dan patokan pada masa
yang akan datang terkait penyelenggaraan klinik.
2. Pendekatan empiris
Dengan adanya Permenkes No 9 Tahun 2014 tentang Klinik diharapkan memiliki
panduan dan acuan dalam dan manajemen klinik. Selain itu dari peraturan ini
diperuntukkan untuk mencegah dampak negatif dari pembangunan klinik
terhadap lingkungan.

Implementasi Kebijakan

Pada saat peraturan ini berlaku, peraturan sebelumnya yaitu Permenkes No 28


Tahun 2011 tentang klinik dan Kepmenkes No 666 Tahun 2007 tentang klinik rawap inap
pelayanan medik dasar sudah tidak berlaku.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh R. Arif Rachmad, dkk (2015) tentang
implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik Pada
Penyelenggaraan Poliklinik Kesehatan Desa Di Kabupaten Batang di Kabupaten Batang,
pelaksanaan PKD di Kabupaten Batang belum seluruhnya sesuai dengan Permenkes Nomor 9
Tahun 2014 tentang Klinik. Pengaturan klinik meliputi jenis klinik, kepemilikan, lokasi, bangunan,
prasarana, sumberdaya manusia, peralatan, kefarmasian, laboratorium, perijinan, pelayanan,
pembinaan dan pengawasan, hanya terpenuhi syarat kepemilikan dan lokasi.