Anda di halaman 1dari 30

SENDOK CETAK INDIVIDU DAN TAHAPAN KERJA BORDER

MOULDING

Penulis :
drg. I Gst Ayu Fienna Novianthi Sidiartha, Sp.KG

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
BALI
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa k a r e n a
atas berkat dan rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan kajian pustaka ini. Penulis
menyadari bahwa tanpa bantuan, bimbingan, dan masukan dari berbagai pihak
pada penyusunan kajian pustaka ini, sangatlah sulit untuk dirampungkan. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu pembuatan kajian pustaka ini.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dari kajian pustaka
ini, maka dari itu penulis memohon maaf apabila ada kesalahan maupun kekurangan
dari penulisan kajian pustaka ini. Semoga kajian pustaka ini dapat memberikaan
manfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Denpasar, 10 Mei 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan Penulisan 2
1.4 Manfaat Penulisan 2
Bab II Tinjauan Pustakan 3
2.1 Sendok Cetak Individu 3
2.1.1 Pengertian Sendok Cetak Individu 3
2.1.2 Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Membuat Sendok Cetak
Individu 4
2.1.3 Desain Sendok Cetak Individu 5
2.1.4 Tahap Pembuatan Sendok Cetak Individu 5
2.1.5 Syarat-Syarat dari Sendok Cetak Individu 10
2.2 Border Moulding 11
2.2.1 Pengertian Border Moulding 11
2.2.2 Hubungan antara Sendok Cetak Individu dan Border Moulding 12
2.2.3 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Border
Moulding 13
2.2.4 Tahapan Kerja Border Moulding 13
Bab III Simpulan dan Saran 20
3.1 Simpulan 20
3.2 Saran 20
Daftar Pustaka 21

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Edentulism adalah masalah umum yang sering dialami oleh populasi
geriatri 65 tahun ke atas. Untuk mengembalikan fungsi dan estetika pada pasien
edentulous bisa dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan lengkap.1 Pembuatan
complete denture atau gigi tiruan lengkap merupakan salah satu bagian yang
dianggap penting dalam pendidikan dan praktik kedokteran gigi. Hal ini dianggap
penting sejak kehilangan gigi menyebabkan kerusakan dan kecacatan, dan
restorasi pada gigi meningkatkan kualitas hidup terkait dengan peningkatan
kesehatan mulut.2
Pembuatan cetakan model kerja merupakan salah satu prosedur atau
tahap penting dalam pembuatan gigi tiruan lengkap. Kebutuhan untuk membuat
cetakan yang akurat adalah dasar dalam praktek prostodonsia. Hal ini
mengharuskan dokter gigi untuk berhati-hati dalam menilai jaringan yang akan
dicetak dalam cetakan, jenis sendok cetak, bahan cetak dan teknik yang akan
digunakan.3
Dalam pembuata cetakan akhir erat kaitannya dengan teknik border
molding. Border moulding dianggap sebagai langkah penting dalam pembuatan
gigi tiruan lengkap, karena retensi gigi tiruan lengkap bergantung pada beberapa
faktor, seperti faktor biologis, fisik dan mekanik, faktor-faktor ini dapat dicapai
dengan border moulding yang akurat dan diikuti oleh cetakan akhir yang akurat.2
Pembuatan sendok cetak individu dan border moulding merupakan
tahapan yang saling berkaitan satu sama lain. Untuk itu, pada student project ini
akan membahas mengenai sendok cetak individu dan border moulding
berdasarkan literatur dan artikel-artikel pada jurnal.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka
permasalahan yang akan dibahas pada student project ini adalah sebagai berikut :
a Bagaimana tahapan pembuatan sendok cetak individu ?
b Bagaimana hubungan antara sendok cetak individu dan border moulding ?
c Bagaimana tahapan kerja border moulding ?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan student project ini ada tiga, yaitu :
1. Untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam pembuatan sendok cetak individu.
2. Untuk memahami hubungan antara sendok cetak individu dan border moulding.
3. Untuk mengetahui tahapan kerja border moulding yang tepat.

1.4 Manfaat
Manfaat dari pembuatan student project ini ada tiga, yaitu :
1. Mahasiswa/i dapat mengetahui tahapan-tahapan dalam pembuatan sendok
cetak individu.
2. Mahasiswa/i dapat memahami hubungan antara sendok cetak individu dan
border moulding.
3. Mahasiswa/i dapat mengetahui tahapan kerja boder moulding yang tepat.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sendok Cetak Individu


2.1.1 Pengertian Sendok Cetak Individu
Dalam pembuatan gigi tiruan lengkap ada dua macam cetakan yang
diperlukan yaitu cetak anatomi (preliminary impression) dan cetak fungsional
(final impression). Untuk membuat suatu cetakan kita memerlukan sebuah
sendok cetak, dimana terdapat dua macam sendok cetak yaitu sendok cetak
prefabrikasi (stock tray) dan sendok cetak individu (custom trays). Untuk
fungsi dari sendok cetak itu sendiri berbeda, dimana sendok cetak prefabrikasi
(stock tray) yang terbuat dari logam, biasanya tersedia dalam berbagai ukuran
dan digunakan untuk membuat cetakan awal (cetak anatomi), sedangkan
sendok cetak individu (custom tray) yang dibuat dari pengecoran hasil cetakan
awal dan digunakan untuk membuat cetakan akhir (cetakan fungsional).4
Sendok cetak individu ini merupakan sendok cetak yang dibuat sendiri
menyesuaikan ukuran dan bentuk dari rahang pasien. Sendok cetak individu
(custom tray) dibuat dari pengecoran hasil cetakan awal dan digunakan untuk
membuat cetakan akhir (cetakan fungsional). Tujuan dari pembuatan sendok
cetak individu yaitu : (1) untuk menahan dan mengontrol bahan cetak, (2) untuk
mendapatkan detail catatan daerah bantalan gigi tiruan, (3) meningkatkan
border seal, (4) memastikan distribusi bahan cetak yang beraturan, dan (5)
memastikan distribusi tekanan pada residual ridge sesuai dengan ketentuan.5
Sendok cetak individu digunakan ketika, (1) sendok cetak prefabrikasi
(stock tray) tidak mampu menutupi daerah bantalan gigi tiruan lengkap, (2)
sendok cetak prefabrikasi tidak sesuai dengan bentuk rahang pasien, (3) tepi
sendok cetak prefabrikasi bertabrakan dengan jaringan rongga mulut, (4)
distribusi kehilangan gigi tidak normal, (5) gigi terakhir dalam rahang harus
dicetak juga, (6) dan pergerakan gigi harus dicetak dengan bahan cetak yang

3
memiliki viskositas rendah, yang jika menggunakan sendok cetak prefabrikasi
lebih sulit untuk menahan bahan cetak. Sendok cetak ini juga memiliki
kelebihan yaitu, menggunakan bahan cetak lebih sedikit, lebih akurat,
memberikan ketebalan yang cukup pada bahan cetak sehingga mengurangi
perpindahan jaringan dan perubahan dimensi dari bahan cetak, lebih cepat dan
mudah digunakan, dan hasil cetakan pada daerah vestibulum lebih baik
sehingga menghasilkan retensi yang baik pada pembuatan gigi tiruan lengkap.3

2.1.2 Bahan- Bahan yang Digunakan untuk Membuat Sendok Cetak Individu
Sendok cetak individu biasanya dibuat dari bahan resin akrilik
autopolymerizing (self-cured) atau light-activated (light-cured). Jika
menggunakan resin akrilik light-activated, hanya membutuhkan selembar resin
untuk disesuaikan dengan model diagnostik, yang telah dimodifikasi dengan
relief dan block out wax. Pegangan sendok cetak dibuat menggunakan sisa
bahan, dan sendok cetak dimasukkan ke dalam unit light-curing untuk
dipolimerisasi, mengikuti aturan pabrik. Jika menggunakan resin akrilik
autopolymerizing, secara umum rasio yang digunakan 3 perbanding 1 untuk
polimer terhadap monomer dan dicampur, disesuaikan dengan model
diagnostik, dan mengalami polimerisasi secara kimiawi. Pegangan sendok
cetak dapat ditambahkan sesuai keinginan dengan menggunakan bahan
tambahan. Sendok cetak bisa dipotong sesuai dengan panjang yang diinginkan,
seperti yang sudah ditandai pada model diagnostik, dirapikan dan lakukan
finishing.(6)
Kedua bahan ini memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga menjadi
suatu pertimbangan dalam penggunaanya. Resin akrilik autopolymerizing
memiliki kelebihan bersifat kaku, mudah untuk dibentuk, mudah untuk
dipotong atau dirapikan dan diatur, juga tidak mahal. Kekurangan bahan ini
adalah mengalami perubahan dimensi selama 24 jam setelah dibuat, untuk itu
sebaiknya digunakan setelah waktu tersebut, dan dapat menimbulkan alergi.
Kemudian, untuk resin akrilik light-activated memiliki kelebihan dimana

4
mudah untuk dibentuk dan dimensinya stabil sehingga bisa langsung
digunakan. Kekurangannya adalah bersifat brittle, menghasilkan partikel halus
pada saat diasah, dan membutuhkan tempat curing khusus. Selain itu ada
beberapa bahan yang juga bisa digunakan untuk membuat sendok cetak
individu yaitu shellac dan impression compound. Shellac telah digunakan
sebelumnya. Bahan ini memiliki sifat brittle dan mudah mengalami distorsi.
Oleh sebab itu, bahan ini tidak disarankan untuk digunakan. Impression
compound telah digunakan untuk membentuk cetakan awal pada sendok cetak
prefabrikasi. Cetakan tersebut dipotong untuk diubah menjadi sendok cetak
individu dan cetakan akhir dibuat dengan bahan yang sesuai.5

2.1.3 Desain Sendok Cetak Individu


Ada beberapa spesifikasi dari desain sendok cetak yang dianjurkan,
yaitu : (1) perpanjang sendok cetak yang adekuat, (2) desain spacer dan
ketebalan yang diperlukan, (3) teknik pencetakan selective pressure, (4)
letak stopper, (5) pegangan sendok cetak, dan (6) waktu polimerisasi. Tebal
spacer malam untuk edentulous lengkap dan edentulous sebagian masing-
masing 1 mm dan 2-3 mm. Penempatan empat stopper jaringan dengan lebar
2 mm di daerah cuspid dan molar yang membentang dari ridge palatal
sampai lipatan muco bukal. Pegangan sendok cetak berfungsi untuk orientasi
dan penempatan sendok cetak di mulut pasien. Panjang pegangan sendok
cetak 25 mm dari tepi labial sendok cetak dan lebarnya 12 mm. Pegangan
tersebut diposisikan kira-kira pada posisi gigi anterior atas sehingga tidak
mendistorsi bibir atas saat sendok cetak berada pada posisinya.3

2.1.4 Tahap Pembuatan Sendok Cetak Individu


Tahap-tahap dalam membuat sendok cetak individu adalah sebagai
berikut :

5
A. Dengan bahan resin akrilik light-cured :
1) Evaluasi model diagnostik terhadap undercut dan desain bentuk dan
dimensi sendok cetak. Gambar dengan pensil batas lilin spacer, batas
dari sendok cetak individu, dan stop oklusal (gambar 1).
2) Panaskan dan atur lapisan base plate wax ke model diagnostik untuk
mendapatkan ketebalan 2 sampai 4 mm mengikuti garis panduan yang
telah ditentukan. Stopper oklusal dibuat dengan menggunakan scalpel
blade dan diposisikan untuk memberikan stabilitas seperti tripod
(gambar 2).
3) Bahan light-cured diletakkan di atas spacer dan dengan hati-hati
disesuaikan dengan desain yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah
adaptasi bahan ke batas yang diharapkan, kelebihan materialnya
dipotong dengan menggunakan scalpel blade. Pegangan sentral dan
sayap dikontur dan dibentuk (Gambar 3a-3b). Sayap lateral posterior ini
memberikan daya tarik aksial untuk pemindahan sendok cetak yang seragam
(gambar 3c).
4) Setelah lapisan penghalang udara diaplikasikan di atas bahan sendok
cetak, sendok cetak individu ditempatkan di unit light-curing dan
dipolimerisasi selama 5 menit (gambar 4a-4b).
5) Sendok cetak individu yang dipolimerisasi, saat masih di model
diagnostik, direndam dalam air mendidih (gambar 5a) selama beberapa
menit. Lilin spacer dilepas dan penghalang udara diaplikasikan pada
permukaan internal sendok cetak dan ditempatkan di unit light-cured
selamat 5 menit untuk curing permukaan interior. Setelah tekanan uap
mengenai permukaan internal, wax remover diaplikasikan pada
permukaan internal sendok cetak untuk menghilangkan sisa residu lilin
(gambar 5b).
6) Sendok cetak dievaluasi pada model diagnostik dan setiap tepi yang
tajam dan tidak rata diratakan dengan bur karbida tungsten. Untuk

6
meningkatkan retensi bahan cetak, perforasi dibuat dengan
menggunakan bur karbida (gambar 6).
7) Sendok cetak individu dengan bahan resin akrilik light-cured telah jadi
(gambar 7).
8) Evaluasi sendok cetak individu pada mulut pasien untuk perpanjangan,
stabilitas dan orientasi yang tepat (gambar 8).
9) Lapisan tipis bahan adhesive dioleskan ke permukaan internal sendok
cetak dan harus diperpanjang beberapa milimeter di luar batas sedok
cetak. Bahan adhesive dibiarkan kering paling tidak 15 menit sebelum
prosedur pencetakan (gambar 9).7

Gambar 1. Batas lilin spacer (hijau), batas dari sendok cetak individu (biru) dan stop
oklusal (merah)

7
Gambar 2. Lapisan base pate wax diletakkan di atas model diagnostik

(a)

8
(b)

(c)

Gambar (3a-3b) Pegangan sentral dan sayap dikontur dan dibentuk (3c) Sayap lateral
posterior memberikan daya tarik aksial untuk pemindahan sendok cetak yang seragam.

9
Gambar 4. Pemberian lapisan penghalang udara

Gambar 5. Sendok cetak dimasukkan ke dalam unit curing

10
Gambar 6. Sendok cetak direndam di dalam air mendidih

Gambar 7. Lilin spacer dilepas

11
(a) (b)

Gambar (8a) Pembuatan perforasi (8b) Sendok cetak individu sudah selesai

Gambar 9. Evaluasi sendok cetak di dalam rongga mulut

12
Gambar 10. Pemberian lapisan bahan adhesive

B. Dengan bahan resin akrilik autopolymerizing :


1) Gambar batas sendok cetak individu pada model studi dan lapisi model
diagnostik dengan malam kurang lebih 2 mm. Tahap ini dilakukan
sesuai dengan pada tahap ke-1 dan ke-2 pada tahap pembuatan sendok
cetak individu dengan bahan resin akrilik light-cured (gambar 1 dan 2).
2) Lapisi permukaan dengan cold mold seal (CMS).
3) Siapkan adonan akrilik self-curing sesuai aturan pabrik dan tunggu
sampai dough stage (gambar 10)
4) Kemudian di atas adonan diberi plastik selofan dan diratakan dengan
botol.
5) Bentuk adoanan sesuai bentuk rahang (ketebalan 2 mm) dengan jari
(gambar 11).
6) Sebelum akrilik benar-benar keras, angkat sendok cetak individu, dan
kembalikan pada model lagi.
7) Kurangi kira-kira 2 mm dari batas sendok cetak individu dan frenulum
harus bebas.

13
8) Bentuk pegangan sendok cetak individu.10

Gambar 11. Adonan resin akrilik self-cured (autopolymirizing) pada


dought stage.

Gambar 12. Pembentukan adonan sesuai bentuk rahang.

14
2.1.5 Syarat – Syarat dari Sendok Cetak Individu
Ada beberapa syarat-syarat dari hasil pembuatan sendok cetak
individu, yaitu : (1) kaku, (2) dimensinya stabil (2) mudah diatur, (3) mudah
untuk disusun, dan (4) halus tanpa ujung yang tajam. Selain itu pertimbangan
desain dari sendok cetak individu juga harus diperhatikan dimana harus
mencakup seluruh daerah bantalan gigi tiruan, periphery harus sedemikian
rupa sehingga bahan cetak dapat mengalir tanpa perpindahan jaringan lunak,
pegangannya dirancang untuk menghindari bergesernya bibir,
memungkinkan otot bergerak bebas.5
Sendok cetak inidividu yang telah selesai harus kaku dan halus,
dengan ketebalan 2 sampai 3 mm. Sendok cetak diperpanjang sekitar 3
sampai 5 mm dari servikal ke margin gingiva dan dibentuk untuk
memungkinkan otot melekat. Sendok cetak harus stabil pada cetakan dengan
stopper yang dapat menjaga ketebalan cetakan 2 sampai 3 mm. Pada
akhirnya, pegangannya harus kuat dan dibentuk agar sesuai dengan bibir
pasien. Bila sendok cetak diperlukan dalam keadaan mendesak, dapat
diletakan di dalam air mendidih selama 5 menit dan dibiarkan sampai dingin
sesuai dengan suhu ruangan.8 Jika menggunakan bahan resin akrilik light-
activated, untuk menghindari distorsi dari polimerisasi polimer yang terus
menerus, sendok cetak harus dibuat paling tidak 24 jam sebelum
digunakan.(5)

2.2 Border Moulding


2.2.1 Pengertian Border Moulding
Border moulding merupakan teknik pembentukan daerah tepi bahan
cetak dengan manipulasi fungsional atau manual pada jaringan lunak yang
berdekatan dengan tepi untuk mengikuti kontur dan ukuran vestibulum
sehingga dapat mempertahankan peripherial seal selama berfungsi. Tujuan
dari border moulding adalah untuk mendapatkan batas mukosa bergerak dan
tidak bergerak dari rahang atas dan rahang bawah penderita dalam keadaan

15
berfungsi.Batas dasar gigi tiruan yang telah dilakukan finishing dan
polishing harus mensimulasikan batas gigi tiruan akhir, dan salah satu faktor
penting dalam retensi gigi tiruan lengkap adalah border seal, yang
merupakan faktor biologis yang melibatkan kontak batas gigi tiruan dengan
jaringan lunak mulut di sekitarnya.
Border moulding juga digunakan untuk menentukan perpanjangan
protesa dengan menggunakan fungsi jaringan atau manipulasi jaringan
secara manual untuk membentuk daerah tepi dari bahan cetak. Tepi sendok
cetak pada umunya dibuat 2 – 3 mm lebih rendah dibandingkan tepi yang
pada proses pencetakan akhir yang berguna sebagai tempat pelekatan bahan
border moulding. Bahan border moulding yang digunakan ialah bahan yang
halus dan memiliki viskositas rendah yang berubah bentuk menjadi semi-
rigid setelah mengalami proses polimerisasi. Material border moulding
nantinya diharapkan agar meluas sekitar 3-4 mm atau setidaknya
menjangkau semua jaringan yang berfungsi.5
Beberapa bahan telah digunakan untuk border moulding pada sendok
cetak fisiologis, antara lain modeling compound, heavy bodied vinyl
polysiloxane dan polyether. Greenstick compound merupakan bahan yang
paling bagus digunakan karena memiliki beberapa keuntungan antara lain
setting cepat, dapat digunakan kembali apabila dilakukan pengulangan
prosedur border moulding, karena kekakuannya dapat digunakan untuk
memperpanjang sendok cetak yang terlalu pendek sekitar 3-4 mm, umumnya
bahan cukup kental untuk mempertahankan bentuknya bila dalam keadaan
lunak sehingga memberikan lebar yang ideal (2-3 mm) pada tepi sendok
cetak, tidak menyebabkan perubahan dimensi yang signifikan setelah
pengerasan serta menghasilkan detail jaringan secara halus. Bahan ini juga
memiliki kelemahan yaitu dapat menyebabkan distorsi ketika dikeluarkan
dari daerah undercut dan dapat mengiritasi mukosa palatal.6

16
2.2.2 Hubungan antara Sendok Cetak Individu dan Border Moulding
Sendok cetak individu yang telah kita buat harus mampu mencetak
jaringan di dalam rongga mulut secara detail karena akan mempengaruhi
retensi dari gigi tiruan lengkap. Selain itu kerapatan antara tepi gigi tiruan
dengan jaringan juga perlu diperhatikan. Retensi dan kestabilan gigi tiruan
amat penting untuk keberhasilan pemakaian gigi tiruan lengkap. Pasien
sering mengeluhkan gigi tiruan lengkap yang dipakainya longgar, terutama
pada rahang bawah. Hal ini biasanya terjadi karena kontak antara mukosa
dan gigi tiruan penuh tidak maksimal, sehingga retensinya tidak maksimal.
Untuk mendapatkan hubungan yang rapat antara tepi gigi tiruan dengan
jaringan di sekitarnya, harus dilakukan pencetakan secara mukofungsional
dengan melakukan border moulding. Pencetakan secara mukofungsional ini
dilakukan pada tepi sendok cetak individu yang telah dibuat sebelumnya
untuk mendapatkan peripheral seal.11

2.2.3 Hal-Hal yang Harus diperhatikan Sebelum Melakukan Border


Moulding
Sebelum melakukan border moulding, sendok cetak diletakkan di
dalam mulut dan periksa hal-hal berikut dan lakukan trimming jika
diperlukan :
1. Tepi dari sendok cetak harus lebih pendek 2 mm dari sulkus dan
harus memberikan jarak ruang frenulum yang adekuat.
2. Perpanjangan posterior pada maksila harus menutupi hamular
notch dan diperpanjang sampai vibrating line.
3. Sendok cetak mandibula harus menutupi daerah retromolar pad.
4. Jika ada spacer, hanya boleh diambil setelah dilakukannya border
moulding.5
Selain itu modeling compound harus dipanaskan dan diletakkan pada
tepi sendok cetak secara bertahap dan didinginkan sedikit demi sedikit
sebelum dimasukkan ke mulut.6

17
2.2.4 Tahapan Border Moulding
Lilin spacer masih berada pada sendok cetak selama prosedur border
moulding berlangsung dan sebelum melakukan prosedur border moulding,
tepi sendok cetak dikurangi terlebih dahulu 2 mm dari batas jaringan yang
harus dicetak. Apabila menggunakan greenstick compound sebagai bahan
border moulding, secara bertahap compound dipanaskan dengan lampu
spiritus dan didinginkan dengan cara direndam di dalam air selama
beberapa detik hingga mencapai suhu kerja sekitar 490 C (1200 F) sampai
600 C (1400 F), agar pasien tidak merasakan panas dari greenstick yang
sudah dilunakkan dan agar greenstick tidak terlalu cair. Greenstick
ditambahkan sedikit demi sedikit pada tepi luar sendok cetak individu,
kemudian dimasukkan ke dalam rongga mulut pasien untuk membentuk
tepi yang cocok dengan gerakan fisiologis dari struktur anatomi pembatas
gigi tiruan. Prosedur border moulding dilakukan secara berurutan dimulai
dari vestibulum bukal, kemudian vestibulum labial, daerah posterior
palatum pada rahang atas dan bagian lingual dari rahang bawah. Setelah
prosedur border moulding selesai, lilin spacer dibuang dari permukaan
dalam sendok cetak fisiologis.6, 9
Ada 2 metode dalam melakukan border moulding yaitu :
1. Incremental / sectional border moulding
Pada metode ini bagian luar dari sendok cetak disempurnakan secara
terpisah, sesuai dengan anatomi landmark pada daerah tersebut. Material
yang digunakan pada metode ini adalah greenstick compound. Putty dan
heavy body elastomer juga dapat digunakan.
A. Border Moulding Rahang Atas
Moulding dapat dilakukan dengancara mengikuti bagian dan urutan
sebagai berikut:

18
1. Labial flange :
a Pasif : bibir diangkat lalu ditarik ke arah luar dan ke bawah,
lalu baru ditekan ke gingiva.
b Aktif : pasien diinstruksikan untuk mengerutkan bibir dan
menghisap jari sang dokter (gambar 12).

Gambar 13. Sendok cetak individu yang telah dibentuk bagian


labial flange.

2. Bukal flange :
a Pasif : pipi diangkat lalu ditarik ke arah luar, ke bawah, dan ke
dalam lalu digerakkan mundur dan maju.
b Aktif : pasien diinstruksikan untuk mengerutkan bibir dan
tersenyum (gambar 13).

19
Gambar 14. Sendok cetak individu dengan daerah frenulum
bukal pada pembentukan bukal flange.

3. Daerah distobukal :
a Pasif : pipi ditarik ke arah luar, ke bawah, dan ke dalam.
b Aktif : pasien diinstruksikan untuk membuka mulut dengan
lebar, tutup dan gerakkan mandibula dari sisi ke sisi. Membuka
mulut dengan lebar menggambarkan kedalaman dan lebar dari
distobukal flange seperti yang diatur oleh otot, sementara
mandibula bergerak dari sisi ke sisi, disediakan untuk pergerakan
dari prosesus koronoid (gambar 14).

20
Gambar 15. Sendok cetak individu dengan daerah distobukal
pada pembentukan bukal flange.

4. Daerah posterior palatal :


a Aktif : pasien diinstruksikan untuk mengatakan “AH” dengan
singkat (gambar 15).

Gambar 16. Sendok cetak individu dengan pembentukan pada


daerah posterior seal.

21
B. Border Moulding Rahang Bawah
1. Labial flange :
a Pasif : bibir sedikit terangkat ke arah luar, ke bawah, dan ke
dalam (gambar 16).

Gambar 17. Pembentukan daerah labial flange.

2. Bukal flange :
a Pasif : pipi diangkat ke arah luar, ke atas, dan ke dalam dan
digerakkan mundur dan maju.
b Aktif : pasien diinstruksikan untuk mengerutkan bibir dan
tersenyum (gambar 17).

22
Gambar 18. Pembentukan daerah bukal flange.

3. Bukal flange ( daerah distobukal) :


a Pasif : pipi ditarik ke bukal untuk memastikan agar tidak
terjebak pada sendok cetak lalu digerakkan ke atas dan ke dalam.
b Aktif & pasif : masseteric notch dicatat dengan cara interview
dengan pasien, sementara dokter gigi menekan sendok cetak ke
bawah (gambar 18).

Gambar 19. Pembentukan daerah distobukal.

23
4. Anterior lingual flange :
a Aktif : pasien diinstruksikan untuk menjulurkan lidah dan
mendorong lidah kearah palatal anterior. Panjang dan ketebalan
masing-masing tepi dari area tersebut dapat bertambah (gambar
19).

Gambar 20. Pembentukan bagian anterior dari lingual flange.

5. Middle portion dari lingual flange :


a Aktif : pasien diinstruksikan untuk menjulurkan lidah dan
menjilat bibir bagian atas dari sisi ke sisi (gambar 20).

Gambar 21. Pembentukan bagian tengan dari lingual flange.

24
6. Distolingual flange :
a Aktif : pasien diinstruksikan untuk menjulurkan lidah
kemudian letakkan lidah pada bagian distal palatal pada kanan
dan kiri vestibulum distal (gambar 21).(5)

Gambar 22. Pembentukan bagian distolingual dari lingual


flange.

2. Single-step/simultaneous border moulding


Pada metode ini seluruh pinggiran pada sendok cetak dihaluskan pada
setiap tahapan. Material border moulding diletakkan disekeliling tepi
dengan single step dan dicetak dengan teknik sectional secara
bersamaan. Putty dan heavy body elastomer ideal untuk metode ini.
Greenstick compound tidak dianjurkan untuk metode ini, selama
material tersebut tidak memungkinkan untuk menghaluskannya melalui
keseluruhan panjang tepi.(5)

25
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan
Penggunaan sendok cetak individu pada pembuatan gigi tiruan lengkap
sangat dibutuhkan untuk membuat cetakan fisiologis. Sendok cetak individu ini
penting untuk dibuat karena dapat menahan dan mengontrol bahan cetak dengan
baik, dapat mencetak daerah bantalan gigi tiruan secara detail, dapat
meningkatkan border seal, memastikan distribusi bahan cetak yang beraturan,
dan memastikan distribusi tekanan pada residual ridge sesuai dengan ketentuan.
Untuk menyesuaikan sendok cetak individu dengan keadaan rongga mulut kita
perlu dilakukannya border moulding. Border moulding penting untuk
menentukan perpanjangan protesa dengan menggunakan fungsi jaringan atau
manipulasi jaringan secara manual untuk membentuk daerah tepi dari bahan
cetak. Selain itu perlu dilakukan border moulding pada tepi sendok cetak
individu untuk mendapatkan peripheral seal agar gigi tiruan lengkap yang dibuat
memiliki retensi yang baik ketika digunakan.

3.2 Saran
Saran untuk kedepannya agar lebih banyak lagi penelitian-penelitian yang
membahas mengenai sendok cetak individu, dan hubungannya dengan teknik
border moulding.

26
DAFTAR PUSTAKA

1. Alqattan WA, Alalawi HA, Khan ZA. 2016. Impression Techniques and
Materials for Complete Denture Construction. Dental Health: Current
Research.
2. Al-Judy HJ. 2015. Comparison Of The Effect Of Sectional Border moulding
Using Different Molding And Final Impression Material On The Retention Of
Maxillary Complete Denture Bases. IOSR Journal of Dental and Medical
Sciences. Vol. 14.
3. Kinra M, Kalra A, Nagpal A, Kapoor V. 2012. Custom Impression Trays In
Prosthodontics -Clinical Guidelines. Indian Journal of Dental Sciences. Vol. 4.
4. Ferro KJ, Chairman. 2017. The Glossary of Prosthodontic Terms. 9th ed.
Academy of Prosthodontics.
5. Rangarajan V, Padmanabhan TV. 2017. Textbook of Prostodontic. 2nd ed. India
: Elsevier. p. 65-75
6. Rahn AO, Ivanhoe JR, Plummer KD. 2009. Textbook of Complete Denture. 6th
ed. Shelton, Connecticut : People’s Medical Publishing House. p. 97-119
7. Terry DA, Tric O, Blatz MB, Burgess JO. The Custom Impression Tray:
Fabrication And Utilization. International Dentistry SA Vol. 12, No. 3. Clinical.
8. Rosenstiel SF, Land MF, Fujimoto J. 2006. Contemporary Fixed
Prosthodontic. 4th ed. Philadelphia : Mosby Elsevier. p. 368.
9. Madhav VNV, Prabhudesai. 2012. Elastomeric Impression Technique for
Complete Denture Impressions. Journal of International Dental and Medical
Research. Vol. 5.
10. Soeprapto A. 2017. Buku Pedoman dan Tatalaksana Praktik Kedokteran Gigi.
2nd ed. Yogyakarta : STPI Bina Insan Mulia. p. 252.
11. Kusmawati FN, Taher P, Dewi SRP. 2013. Luas Kontak Permukaan Hasil
Cetakan Anatomis Basis Gigi Tiruan Penuh Dengan Bahan Cetak Polyvinyl
Siloxane. Jurnal PDGI. Vol. 64, No 2. p. 31-34.

27