Anda di halaman 1dari 15

Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas-tugas yang saya buat merupakan hasil karya

sendiri yang saya kerjakan berdasarkan referensi yang saya baca dan saya cantumkan dalam
tugas, dan saya tidak menyalin tugas orang/mahasiswa lain tanpa membaca buku sumbernya.
Apabila terbukti bahwa tugas-tugas yang saya kerjakan merupakan jiplakan atau plagiat dari
karya orang/mahasiswa lain, maka saya bersedia mengulangi kembali mengerjakan tugas-tugas
tersebut.

1. Jelaskan peranan kurikulum dalam pendidikan

Peranan Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan
pencapaian tujuan pendidikan. Apabila dirinci secara lebih mendetail tiga peranan yang dinilai
sangat penting, yaitu peranan konservatif, peranan kreatif, dan peranan kritis/evaluative.
a. Peranan Konservatif
Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk
mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa
kini kepada generasi muda, dalam hal ini para siswa. Peranan konservatif ini pada hakikatnya
menempatkan kurikulum yang berorientasi ke masa lampau.
b. Peranan Kreatif
Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat.
Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru
sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa
sekarang dan masa mendatang.
c. Peranan Kritis/Evaluatif
Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai dan budaya yang hidup
dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya
masa lalu kepada siswa perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang.
Selain itu, perkembangan yang terjadi pada masa sekarang dan masa mendatang belum tentu
sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
2. Identifikasi komponen-komponen RPP disertai penjelasan singkat dalam kontek
implemnetasi kurikulum
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan
di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah:
a. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program
keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
b. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang
menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai
pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
c. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam
mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
d. Indikator pencapaian
kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi
untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan
keterampilan.
e. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh
peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
f. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam
bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
g. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
h. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang
telah ditetapkan.
Kegiatan pembelajaran
(1) Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan
untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi
aktif dalam proses pembelajaran.
(2) Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran
di-lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi.
(3) Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang
dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik,
dan tindak lanjut.
i. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator
pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
j. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta
materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
3. Jelaskan unsur-unsur utama kurikulum

Ada 4 unsur utama yaitu, unsur tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi, pencapaian tujuan
dan komponen evaluasi. Sebagai suatu system,setiap komponen harus saling berkaitan satu sama
lain. Manakala salah satu unsur yang terbentuk sister kurikulum terganggu atau tidak berkaitan
dengan unsur lainnya maka system kurikulum juga akan terganggu

1. Unsur Tujuan
Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah sesuwatu
yang abstrak, ruwet, dan komplek. Tujuan dari kurikulum adalah sebagai arah, pedoman, atau
sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran (belajar mengajar)

2. Unsur isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan
belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi
yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi
tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada. Isi kurikulum
merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa

3. Unsur Metode/Strategi
Strategi adalah pola-pola umum kegiatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar
mengajar atau kegiatan kurikuler untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
4. Komponen Evaluasi
Tujuan evaluasi yang komprehensif dapat ditinjau dari tiga dimensi, yakni diemnsi I (formatif-
sumatif), dimensi II (proses-produk) dan dimensi III (operasi keseluruhan proses kurikulum atau
hasil belajar siswa).

Oleh sebab ketiga dimensi itu masing-masing mempunyai dua komponen, maka
keseluruhan evaluasi terdiri dari enam komponen yang bertkaitan satu sama lainnya.
a) Dimensi I
 Formatif : evaluasi dilakukan sepanjang oelaksanaan kurikulum. Data dikumpilkan
dan dianalisis untuk menemukan masalah serta mengadakan perbaikan sedini
mungkin.
 Sumatif : proses evaluasi dilakukan pada akhir jangka waktu tertentu, misalnya
pada akhir semester , tahun pelajaran atau setelah lima tahun untuk mengetahui
evektifitas kurikulum dengan menggunakan semua data yang dikumpulkan selama
pelaksanaan dan akhir proses implementasi kurikulum
b) Dimensi II
 Proses : yang dievaluasi ialah metode dan proses dalam pelaksanaan kurikulum.
Tujuannya ialah untuk mengetahui metode dan proses yang digunakan dalam
implementasi kurikulum.
 Produk : yang dievaluasi ialah hasil-hasil yang nyata, yang dapat dilihat dari
silabus, satuan pelajaran dan alat-alat pelajaran yang dihasilkan oleh guru dan hasil-
hasil siswaberupa hasil test, karangan, termasuk tesis, makalah, dan sebagainya.
c) Dimensi III
 Operasi : disini dievaluasi keseluruhan proses pengembangan kurikulum termasuk
perencanaan , disain, implementasi, administrasi, pengawasan, pemantauan dan
penilaiannya. Juga biaya, staf pengajar, penerimaan siswa,pendeknya seluruh
operasi lembaga pendidikan itu
 Hasil belajar siswa : disini yang dievaluasi ialah hasil belajar siswa berkenaan
dengan kurikulum yang harus dicapai, dinilai berdasarkan standar yang telah
ditentukan dengan mempertimbangkan determinan kurikulum, misi lembaga
pendidikan serta tuntutan dari pihak konsumen luar

4. Jelaskan landasan-landasan pengembangan Kurikulum 2013


 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Indonesia.
 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5670).
 Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun
2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun
2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013
pada Pendidikan Dasar dan Menengah

5. Jelaskan hubungan kurikulum dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan


Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI)

Sesuai ketentuan yang tercantum dalam Standar Nasional Pendidikan, setiap program studi
wajib dilengkapi dengan target capaian pembelajaran sebagai bentuk akuntabilitas
penyelenggaraan program terhadap para pemangku kepentingan. Standar nasional pendidikan
melalui capaian pembelajaran lulusan program studi selain merupakan rumusan tujuan
pembelajaran yang hendak dicapai dan harus dimilki oleh semua lulusannya, juga merupakan
pernyataan mutu lulusan. Oleh karena itu, program studi berkewajiban untuk memiliki rumusan
capaian pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan baik isi, pelengkapan deskripsi Sesuai
dengan ketentuan dalam SNP DIKTI, serta kesetaraan level kualifikasinya Dengan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Karena merupakan rumusan tujuan pendidikan dan
pernyataan mutu lulusan, perumusan CP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pengembangan kurikulum program studi. Manfaatnya selain untuk mengarahkan pengelola
program studi agar mencapai target mutu lulusan, juga memberikan informasi kepada
masyarakat tentang pernyataan mutu lulusan program studi

6. Jelaskan rancangan pemenuhan tuntutan standar nasional pendidikan dalam


kurikulum, terutama standar kelulusan, isi, proses, dan penilaian

Daftar Standar Nasional Pendidikan yang telah menjadi Permendiknas :

A. Standar Isi
Nomor 22 tahun Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
2006 Dasar dan Menengah
2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun
2006 tentang standar Isi untuk satuan
pendidikan Dasar dan Menengah dan
Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 23 Tahun 2006
Tentang Standar Kompetensi Lulusan
untuk satuan pendidikan Dasar dan
Menengah
3 Nomor 14 Tahun 2007 Standar Isi Program Paket A,
Program Paket B, dan Program Paket
C

B. Standar Kompetensi Lulusan :


NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah
2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan
pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan
pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Penilaian :
NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 20 Tahun 2007 Standar Penilaian Pendidikan

Standar Proses :
NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 41 Tahun 2007 Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah
2 Nomor 1 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Khusus
3 Nomor 3 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket
A, Paket B, dan Paket C

Hubungan fungasi, tujuan, standar pendidikan nasional dan kurikulum sebagai berikut.

Keterkaitan Fungsi, Tujuan, Standar Pendidikan Nasional


dan Kurikulum

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional

Standar nasional

Standar Standar Standar Standar Standar Standar Standar Standar


Isi Proses Kompe Tenaga Sarana & Penge- Pembia- Penilaia
tensi Kependi Prasarana lolaan yaan n
Lulusan dikan

Kurikulum
(Depdiknas, 2004 )
Komponen-komponen utama pendidikan
-------------------------------------- Lingkungan ------------------------------------

Pendidik/Sumber Belajar

Kurikulum

Isi

Proses Tujuan pendidikan

Evaluasi

Peserta didik

--------------------- Alam-sosial-budaya-politik-ekonomi-agama -----------------

7. Perbedaan prinsip model-model konsep kurikulum berikut.

Model Konsep Kurikulum


Pembeda Disiplin Ilmu (Subject Teknologi dan
Humanistik Rekonstruksi Sosial
Academic) Kurikulum
Konsep Dipandang sebagai Lebih mengarah pada Memberikan Tidak sekedar
wahana untuk kurikulum yang dapat pandangan bahwa menekankan pada
mengendalikan mata memuaskan setiap kurikulum harus minat individu,
pelajaran yang akan individu agar mereka dibuat sebagai tetapi juga pada
dipelajari oleh peserta dapat mengaktualisasi suatu proses kepada kebutuhan
didik. dirinya sesuai dengan teknologi untuk sosialnya.
potensi dan keunikan dapat memenuhi
masing-masing keinginan
pembuatan
kebijakan.
Evaluasi Menggunakan bentuk Lebih mengutamakan Evaluasi Siswa terlibat
evaluasi yang penilaian proses dilakukan setiap langsung dalam
bervariasi disesuaikan daripada hasil serta saat, pada akhir memilih, menyusun
dengan tujuan, sifat tidak ada kriteria satuan pelajaran, dan menilai bahan
mata pelajaran (berupa pencapaian satuan unit yang akan diujikan.
tes uraian atau objektif) ataupun semester Jadi evalusi tidak
dan kriteria pencapaian hanya menilai apa
yang dikuasai siswa
tetapi juga menilai
pengaruh kegiatan
sekolah terhadap
masyarakat

8. Identifikasi komponen-komponen silabus disertai penjelasan sibgkat dalam kontek


implemnetasi kurikulum

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber belajar.
Silabus yang dianalisis sudah cukup menjawab pertanyaan tentang apa kompetensi yang
harus dikuasai siswa, bagaimana cara mencapainya, serta bagaimana cara mengetahui
pencapaiannya. Jawaban atas pertanyaan tersebut tertera pada komponen silabus yang meliputi:
Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran,
Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar.
Analisis Komponen Silabus
A. Standar Kompetensi
Pada standar kompetensi pada silabus yang dianalisis tertera “Applying the
concepts of physical quantities, Units and Measurement”. Dari segi redaksi, penulisan
“Applying” seharusnya diganti dengan “Understanding” karena standar kompetensi
hanya bersifat penjabaran umum dan belum dapat diukur dengan penilaian. Mekipun
terdapat kesalahan dalam penulisan namun standar kompetensi ini sudah diurutkan
berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu yaitu Besaran, Satuan, dan Pengukuran serta
standar kompetensi yang ditentukan sudah saling berkaitan dengan kompetensi dasar
dalam mata pelajaran.
B. Kompetensi Dasar
Penulisan kompetensi dasar pada silabus yang sudah merupakan penjabaran dari
standar kompetensi dan sudah menyertakan kata kerja operasional yang dapat terukur dan
dapat dijabarkan lagi ke dalam indikator sehingga dapat diukur dengan penilaian.
C. Materi Pokok/Pembelajaran
Penulisan Materi Pokok/Pembelajaran pada silabus yang dianalisis sudah
menjabarkan kompetensi dasar berdasarkan struktur keilmuan yang harus dicapai siswa.
Materi Pokok/Pembelajaran yang tertera pada silabus sudah sesuai dengan kurikulum
spiral yaitu sudah diperluas sesuasi dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual,
emosional, sosial, dan spritual peserta didik.
D. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik
dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD.
Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan
pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar
memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
E. Indikator
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh
perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Silabus yang dianalisis sudah dikembangkan sesuai dengan karakteristik
peserta didik dan satuan pendidikan namun belum menyentuh potensi daerah. Terdapat
beberapa perumusan indikator masih kurang (tidak lebih dari 2) sehingga menyulitkan
guru dalam melakukan penilaian.
F. Penilaian
Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian
dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan,
pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek
dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian pada silabus yang dianalisis sudah meliputi ranah kognitif psikomotor
namun belum meliputi ranah afektif (sikap). Penilaian afektif sangat diperlukan karena
merupakan salak satu indikator ketercapaian pendidikan karakter di sekolah dan pada
dasarnya dalam KTSP terdapat tiga jenis penilaian yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor.

G. Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif
dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD,
keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang
dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang
dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
H. Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta
lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK
dan KD serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi.

9. menjelaskan eksisitensi model-model kurikulum dari aspek konsep, pengembangan,


pengelolaan, dan evaluasi kurikulum

Model Objective
 Model terbalik hilda taba
Model yang dikemukakan Hilda ini berbeda dengan cara lazim yang bersifat deduktif
karena caranya bersifat induktif. Itulah sebabnya ini dinamakan model terbalik.Model ini
diawali justru dengan percobaan, kemudian baru penyusunan dan kemudian penerapan. Hal
ini dimaksudkan untuk meneukan antara teori dan praktek

 The administrative model


Model ini merupakan model pengembangan kurikulum yang paling lama dan paling
banyak digunakan. Gagasan pengembangan kurikulum datang dari para administrator
pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya,
membentuk suatu Komisi atau Tim Pengarah pengembangan kurikulum. Anggotanya, terdiri
dari pejabat di bawahnya, para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu, dan para
tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep
dasar, landasan-landasan, kebijaksanaan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum

 The grass root model;


Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya
pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau
sekolah.

 Model Beuchamp
Sesuai dengan namanya, model ini diformulasikan oleh GA. Beucamp, yaitu
mengemukakan lima langkah penting dalam pengambilan keputusan pengambangan
kurikulum, yaitu :
a. Menentukan arena pengambangan kurikulum yang dilakukan, yaitu berupa kelas, sekolah,
system persekolahan regional atau nasional.
b. Memilih dan kemudian mengikutsertakan pengembang kurikulum yang terdiri atas spesialis
kurikulum, kelompok professional, penyuluh pendidikan dan orang awam.
c. Mengorganisasikan dan menentukan perencanaan kurikulum yang meliputi penentuan
tujuan, materi dan kegiatan belajar.
d. Merapatkan atau melaksanakan kurikulum secara sistematis di sekolah.
e. Melakukan penilaian.
 Model Pengembangan Kurikulum Rogers
Ada beberapa model yang dikemukakan Rogers, yaitu jumlah dari model yang paling
sederhana sampai dengan yang komplit. Model-model tersebut disusun sedemikian rupa
sehingga model yang berikutnya sebenarnya merupakan penyempurnaan dari yang
sebelumnya. Adapun model-model tersebut sebagai berikut :
Model I (paling sederhana) menggambarkan bahwa kegiatan pendidikan semata-mata terdiri
dari kegiatan memberikan informasi dan ujian. Hal ini didasari atas asumsi bahwa
pendidikan adalah evaluasi dan evaluasi adalah pendidikan, serta pengetahuan adalah
akumulasi materi dan informasi.
Model II adalah penyempurnaan dari model I dengan menambahkan pokok yang belum
tercover pada model I yaitu mengenai metode dan organisasi bahan pelajaran

Model III pengembangan kurikulum merupakan penyempurnaan dari model II yang belum
bias memberikan alternative pokok atas unsure teknologi pendidikan kedalamnya.

Refrensi

Anonim.2009. Kurikulum SMP Negeri 2 Singaraja. Singaraja. tidak dipublikasikan

Anonim. 2012. Komponen-Komponen Kurikulum. Tersedia dalam:


http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195705101985031-
ENDANG_RUSYANI/Landasan_Pengembangan_Kurikulum.pdf..diakses pada tanggal: 3
Oktober 2017
BSNP.2006. Panduan Penyususnan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dasar dan menengah.
Jakarta : BSNP

http://bsnp-indonesia.org/standar-nasional-pendidikan/

Hamalik, O. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara

Hamalik, Oemar. 2006. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta:


Bumi Aksara.

Nasution, S. 1999. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Bumi Aksara

Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004; Pertanyaan & Jawaban. Jakarta: Grasindo

Sukmadinata, N.S. 2005. Pengembangan Kurikulum; Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya

Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Perangkat Kurikulum 2004. Jakrata: Depdiknas

UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 19


............................, .../..../....

...........................................