Anda di halaman 1dari 5

ASPEK KEPERILAKUAN PADA DESENTRALISASI

A. ARTI DARI DESENTRALISASI

Definisi desentralisasi menurut H.A simon merupakan suatu organisasi administratif


adalah tersentralisasi sejauh keputusan dibuat pada tingkatan yang relatif tinggi dalam
organisasi tersebut, terdesentralisasi sejauh keputusan itu didelegasikan oleh manajemen
puncak kepada tingkatan wewenang eksekutif yang lebih rendah. Semakin luas kesempatan
berpartisipasi diberikan kepada bawahan pada aspek struktur organisasi akan semakin
mengarah pada struktur desentralisasi.

B. LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU DESENTRALISASI

Bagian ini membahas mengenai kondisi-kondisi pendahulu yang menciptakan


kebutuhan akan jenis-jenis perilaku manajerial yang dijelaskan oleh Vancil (1980). Suatu
pembahasan umum mengenai alasan-alasan dibutuhkannya desentralisasi mencakup hal-hal
sebagai berikut :
a. Desentaralisasi membebaskan manajemen puncak untuk fokus pada keputusan-
keputusan strategis jangka panjang dan bukannya terlibat dalam keputusan-keputusan
operasi.
b. Desentralisasi memungkin organisasi untuk memberikan respon secara cepat dan
efektif terhadap masalah (manajer lokal) memiliki informasi yang paling baik dan
oleh sebab itu, dapat memberikan respon yang lebih baik pada kebutuhan-kebutuhan
lokal.
c. Sistem yang tersentralisasi tidak mampu menangani semua informasi yang rumit yang
diperlukan untuk membuat keputusan yang optimal.
d. Desentralisasi menyediakan dasar pelatihan yang baik bagi manajemen puncak masa
depan.
e. Desentralisasi memenuhi kebutuhan akan otonomi dan dengan demikian merupakan
suatu alat motivasional yang kuat bagi para manajer.

1
C. MEMILIH SUATU STRUKTUR

Pilihan atas struktur desentralisasi yang sesuai membutuhkan dua keputusan inti:
1. Pembagian Tugas/Keputusan
Jenis fungsional-divisional dari struktur organisasi mencerminkan dua cara berbeda untuk
membagi tugas/keputusan suatu organisasi. Struktur fungsional membagi suatu organisasi
sepanjang lini fungsi-fungsi utama seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan
sebagainya. Struktur divisional biasanya membagi suatu organisasi sepanjang lini produk.
2. Merencanakan Akuntabilitas Sumber Daya
Langkah kedua dalam memilih suatu struktur adalah merencanakan suatu sistem yang
sesuai untuk akuntabilitas sumber daya pada berbagai subunit fungsional, produk, atau
wilayah. Biasanya, suatu struktur akuntabilitas sumber daya mengikuti logika dari
distribusi fisik aktivitas dan keputusan yang dicapai oleh penciptaan subunit. Empat jenis
unit akuntansi sumber daya yang dikenal dalam literatur terdiri atas: pusat biaya, pusat
pendapatan, pusat laba, dan pusat investasi.

D. PENGEMBANGAN ANGGARAN DASAR

Pendelegasian Aktivitas
Persyaratan penting dari desentralisasi adalah penentuan aktivitas yang sebaiknya
dikendalikan secara sentral. Dalam teori, sistem yang terdesentralisasi penuh akan
mendelegasikan seluruh aktivitas yang dapat dipisahkan kepada subunit, dengan hanya
sedikit atau tidak sama sekali peran dari manajemen sentral. Pemeriksaan lebih lanjut
menyarankan enam pedoman yang dapat menjelaskan praktik saat ini dan dapat berguna bagi
organisasi yang sedang dalam proses untuk melakukan desentralisasi. Keenam pedoman
tersebut adalah:1) pemanfaatan bakat khusus; 2) Skala Ekonomi; 3) Keseragaman; 4)
Konsekuensi yang bertahan lama; 5) Kerangka waktu; 6) Dorongan eksperimentasi.

Menetapkan Norma-norma Keperilakuan

2
Anggaran dasar harus mengikuti pembagian aktivitas dengan menyatakan norma-norma
keperilakuan diharapkan oleh kantor pusat dari para manajer subunit dalam melaksanakan
aktivitas-aktivitas ini. Norma-norma keprilakuan yang paling penting adalah:
1. Sosialisasi. Sosialisasi adalah proses melakukan orientasi terhadap anggota-anggota baru
mengenai norma-norma suatu organisasi.
2. Spesialisasi. Spesialisasi mengacu pada jumlah keahlian khusus dan tingkat
profesionalisasi dalam organisasi.
3. Standardisasi. Standardisasi mengacu pada sejauh mana aturan-aturan standar berfungsi.
Harus dibuat suatu perbedaan antara perilaku standar, seperti kode etik, dan perilaku
terstandardisasi, seperti memproduksi produk sesuai dengan standar kualitas.
4. Formalisasi. Atau tingkat sejauh mana terdapat peraturan, prosedur dan rutinitas tertulis,
merupakan teknik lain untuk mengomunikasikan norma

Klarifikasi Hubungan Antarunit


Anggaran dasar yang baik juga memberikan peraturan-peraturan dasar untuk mengelola
pertukaran unit. Pertukaran ini adalah perlu ketika subunit-subunit saling bergantung satu
sama lain untuk input dan output.

Pendekatan Kompetitif versus Kolaboratif


Pendekatan kompetitif mengandalkan pada mekanisme pasar dan mensubstitusi pasar
internal yang fiktif dengan pasar ekstrenal. Pendekatan kolaboratif menekankan pada
keanggotaan dan mendorong individu untuk bekerja sebagai suatu tim dengan menggunakan
aturan, penghargaan, dan nilai yang sesuai.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pilihan


1. Terjadinya Pasar Ekternal. Ada dua alasan mengapa jenis pasar ekstrenal yang dapat
diperbandingkan semacam ini sulit untuk ditemukan dalam praktik. Pertama, sejumlah
unit internal diciptakan untuk kemudahan administratif. Kedua, pasar eksternal tidak
dapat dinggap aktif jika pasar tersebut melibatkan pertukaran diantara sejumlah kecil
pelaku pasar.
2. Saling Ketergantungan yang Strategis. Faktor utama dalam memilih antara kompetisi dan
kolaborasi merupakan strategi bagi suatu organisasi. Bahkan ketika produk-produknya

3
secara teknis independen, strategi suatu organisasi dapat membuat produk-produk
tersebut saling tergantung.
3. Ketidaklengkapan Harga. Selama harga mencakup semua variabel keputusan yang
relevan, pendekatan kompetitif akan berhasil.
4. Tersedianya Opsi untuk Keluar. Opsi untuk keluar memungkinkan seorang produsen
internal yang tidak efisien diberikan sanksi dengan cara mengizinkan pembeli menolak
untuk membeli secara internal.

Desentralisasi dan Penentuan Harga Transfer


Harga transfer mendukung dan mendorong jenis-jenis perilaku tertentu dalam
organisasi. Karena anggaran dasar untuk desentralisasi mencoba untuk melakukan hal yang
sama, maka terdapat suatu hubungan yang erat diantara keduanya.

Jenis-jenis Harga Transfer


1. Harga pasar digunakan ketika terdapat berbagai jenis pasar eksternal untuk produk
tersebut.
2. Biaya plus dapat berupa biaya penuh atau biaya variable plus margin laba.
3. Biaya variabel mungkin optimal secara ekonomi karena biaya tersebut mendekati biaya
produksi marginal dalam jangka pendek.
4. Harga transfer yang dinegosiasikan akan mendorong keterampilan bernegosiasi dengan
mengorbankan produktivitas karena negosiator yang paling baik dapat mengenakan harga
yang lebih tinggi.
5. Harga yang diputuskan atau diperintahkan digunakan ketika dua subunit tidak mencapai
kesepakatan mengenai harga transfer yang memuaskan kedua belah pihak atau jika satu
divisi menolak untuk melakukan transaksi dengan divisi lainnya.

Harga Transfer dan Anggaran Dasar Desentralisasi


Anggaran dasar harus 1) Memutuskan aktivitas dan keputusan manakah yang akan
dibuat oleh kantor pusat dan manakah yang akan didelegasikan kepada unit-unit individual.
2) Menyediakan norma perilaku yang sesuai untuk diikuti oleh unit-unit dalam melaksanakan
aktivitas yang ditugaskan. 3) Menetapkan apakah pertukaran antarunit akan diatur terutama

4
oleh aturan-aturan kompetisi atau kolaborasi. Interpretasi yang mungkin terhadap harga
transfer sebagai suatu cara untuk mengatur pertukaran antarunit juga ditawarkan.

E. MENGUKUR DAN MENGEVALUASI KINERJA

Langkah terakhir dalam desentralisasi adalah menetapkan suatu sistem untuk


mengevaluasi dan menghargai kinerja. Atribut-atribut dari ukuran-ukuran kinerja yang
kemungkinan besar akan mengarah pada keselarasan tujuan adalah:
1. Kemampuan untuk mengendalikan kontrolabilitas (controllability)
kontrolabilitas dianggap diinginkan karena kontrolabilitas mengeluarkan aspek-aspek
kinerja yang tidak dapat dikendalikan oleh seorang manajer dari pengukuran. sebaliknya.
2. Kelengkapan
Kelengkapan mengacu pada tingkat sejauh mana suatu ukuran dapat mencakup semua
dimensi kinerja yang relevan.
3. Pemisahan aktivitas dan evaluasi manajerial
pemisahan aktivitas dan evaluasi manajerial dirancang untuk membedakan daya tarik
ekonomi dari suatu aktivitas dengan cara aktivitas tersebut dikelola.

Disarankan bahwa untuk desentralisasi yang efektif, ukuran-ukuran kinerja harus


mendorong, baik itu usaha yang independen maupun kerjasama tim. Agar hal tersebut dapat
terjadi, ketiga atribut berikut ini harus ada dalam ukuran-ukuran kinerja yakni:
1. Memfokuskan perhatian manajer pada variabel-variabel penting,
2. Memberikan pedoman-pedoman tindakan spesifik yang memberikan hasil yang
diinginkan, dan
3. Meningkatkan persepsi keadilan untuk risiko-risiko yang dihadapi bersama.

Ketiga atribut sebelumnya menyediakan suatu mekanisme yang konkret untuk


membahas tiga pertanyaan operasional yang khas dalam evaluasi kinerja yaitu apakah
sebaiknya: (1) menggunakan ukuran kinerja tunggal atau multiukuran, (2) menggunakan
ukuran-ukuran keuangan atau nonkeuangan, dan (3) mengukur output (hasil) atau perilaku.
Dalam analisis final, sistem pengukuran harus menyeimbangkan berbagai atribut dalam
memilih ukuran-ukuran dari kinerja