Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teori sistem sangat penting dalam dunia keperawatan, karena dalam
teori sistem ini kita dapat mempelajari suatu kerangka kerja yang
berhubungan dengan keseluruhan aspek sosial manusia, struktur masalah-
masalah organisasi, serta perubahan hubungan internal dan lingkungan di
sekitarnya.Keberhasilan sistem pelayanan kesehatan yang terjalin pada
perawat, dokter atau tim kesehatan lain akan berhasil secara sempurna
apabila ada sikap saling menunjang dalam melakukan praktek keperawatan.
Sistem ini akan memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang efektif
dengan melihat nilai-nilai yang ada di masyarakat. Dalam pelayanan
kesehatan, keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan
kesehatan.Para perawat diharapkan juga dapat memberikan pelayanan
secara berkualitas sehingga masyarakat akan merasa di dukung dan di
perhatikan dalam meningkatkan kesehatan, sehingga tidak ada perbedaan
pendapat yang akan terjalin antara perawat dan pasien. Di samping itu
dalam menerapkan prinsip-prinsip perubahan perawat harus menerapkannya
secara bersama-sama tidak membeda-bedakan, harus menyeluruh (Holistik).
Secara holistik dalam keperawatan diperlukan adanya suatu
perubahan dengan merubah cara pikir masyarakat tentang jenis-jenis
pelayanan kesehatan yang muncul di dalamnya. Karena perubahan itu
merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari
status tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat
menyesuaikan diri dari lingkungan yang ada atau beranjak untuk mencapai
kesehatan yang optimal.
Suatu perubahan dan sistem pelayanan kesehatan yang ada dalam
masyarakat sangat penting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan
mereka, apalagi bila seorang perawat berhasil menerapkan praktek

1
kesehatan yang baik dalam masyarakat. Karena itu akan memudahkan
seorang perawat dalam menyelesaikan tugas sebagai seorang perawat, dan
nantinya dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, seorang perawat akan
merasa bangga karena bisa melakukan praktek kesehatan apapun jenisnya
dan akan merasa bahwa inilah seorang perawat yang profesional karena
dapat memberikan pelayanan yang terbaik dari yang lainnya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Konsep system khususnya dalam lingkup keperawatan
2. Konsep berubah dan perubahan dalam manusia dan lingkup keperawatan
3. Konsep holisti care ( caring, holism, humanism ) dalam pelayanan
keperawatan
4. transcultural nursing

1.3 Tujuan Penulisan


1. Tujuan Umum
Untukmengidentifikasi prinsip-prinsip pendekatan secara holistik
dalam bidang keperawatan.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui penerapan teori sistem dalam keperawatan
b. Untuk mengetahui Konsep Berubah yang ada dalam pelayanan
kesehatan
c. Untuk mengetahui konsep holistic care dalam keperawatan
d. Untuk mengetahui transcultural nursing

1.4 Manfaat
1. Mahasiwa dapat mempelajari bagaimana cara menerapkan prinsip-
prinsippendekatansecara holistik.
2. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana cara menerapkan teori sistem
dalam keperawatan.

2
3. Mahasiswa dapat mempelajari bahkan dapat menerapkan konsep
berubahserta bagian-bagiannya dalam melakukan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat.

3
BABII

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep sistem khususnya dalam lingkup Keperawatan


Teori keperawatan pada dasarnya terdiri atas 4 konsep yang
berpengaruh dan menentukan kualitas praktik keperawatan yang konsep
manusia,keperawatan,konsep sehat sakit,lingkungan.
a. Konsep manusia : Manusia adalah boipsikososial dan spirtual yang
utuh,jasmani dan rohani dan unit mempunyai berbagi macam kebutuhan
sesuai alat–alat ukur.
b. Konsep individu sebagai klain : individu adalah anggota keluarga yang
unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi,psiologi,sosial dan
spiritual.
c. Konsep sehat-sakit : rentag ini merupakan suatu alat-alat ukur dalam
menilai status kesehatan yang bersifat dinamis dan selalu berubah dalam
setiap waktu.
d. Konsep lingkungan : faktor eksternal yang berpengruh terdapat
perkembangan manusia dan mencakup antara lain : lingkunga
sosial,status ekonomi,dan kesehatan konsep lingkungan dalam
paradikma kesehatan adalah :
1. Lingkungan fisik yang dimaksud adalah segala bentuk lingkungan
secara fisik yang dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan.
Contoh : pembuagan air limbah,sampah,lingkungan kotor dll.
2. Lingkungan psikologis artinya keadaan yang menjadikan
terganggunya psikologis seseorang seperti lingkungan yang kurang
aman,yang mengakibtkan kecemasan dan ketakutan akan bahaya
yang di timbulkan.
3. Lingkungan sosial budaya yang di timbulkan adalah masyarakat luas
serta budaya yang ada juga dapat mempengaruhi status kesehatan
seseorang serta adanya kehidupan spiritual juga mempengaruhi

4
perkembangan seseorang dalam kehidupan beragam serta
meningkatkan keyakinan.
Teori sistem keperawatan : salah satu bagian kuno
perkembangan ilmu keperawatan dan pekembangan profesi
keperawatan yang diharapkan untuk dapat memberikan kenyataan-
kenyataan yang di hadapi dalam pelayanan perawatan dan untuk
pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan keperawatan
dapatterusbertambahdanberkembang.

A. Teori Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani
(sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau
elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi atau energi.Sistem merupakan suatu kerangka kerja
yang berhubungan dengan keseluruhan aspek sosial manusia, struktur,
masalah-masalah organisasi, serta perubahan hubungan internal dan
lingkungan disekitarnya.Sistem tersebut terdiri atas tujuan, proses dan
isi.Tujuan adalah sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga tujuan
dapat memberikan arah pada sistem. Proses berfungsi dalam
memenuhi tujuan yang hendak dicapai, dan Isi terdiri atas bagian yang
membentuk suatu sistem. Dalam mempelajari sistem, maka terlebih
dahulu harus memahami teori tentang sistem. Karena teori tentang
sistem akan memudahkan dalam memecahkan persoalan yang ada
dalam sistem. Sistem tersebut terdiri dari subsistem yang membentuk
sebuah sistem yang antara satu dengan yang
lainnyaharussalingmempengaruhi.
Sistem merupakan suatu komponen yang didalamnya memiliki
subsistem yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan yang
jelas. Dalam keperawatan, teori sistem merupakan suatu kesatuan yang
harus di pelajari oleh seorang perawat sehingga dapat diterapkan dalam
proses pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dalam sistem ada

5
beberapa subsistem yang saling mendukung. Dalam hal ini perawat
harus mengetahui apa keluhan atau masalah yang dialami pasien di
dalam kehidupan masyarakat, di sini seorang perawat harus tahu
bagaimana mempelajari masalah yang timbul dalam kehidupan
masyarakat karena persepsi setiap orang dalam menanggapi suatu
masalah yang terjadi berbeda. Proses tindakan yang akan di lakukan
perawat untuk mengubah masukan yang telah muncul dalam
kehidupan masyarakat, perawat harus mengubah cara pikir dari
masyarakat terhadap berbagai masukan yang muncul. Setelah
memberikan pelayanan kesehatan perawat melihat dan memahami
bagaimana cara dari anggota masyarakat dalam menerima pelayanan
kesehatan serta dampak atau apa akibat yang timbul dalam masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan yang di berikan. Pasien akan
memberikan Umpan balik terhadap pelayanan kesehatan yang
diberikan perawat, dan pasien akan bertanya atau memberikan kritik
tentang suatu masalah yang di hadapi. Disamping itu juga, Perawat
harus mengetahui bagaimana lingkungan kediaman dari pasien tersebut
sehingga memudahkan perawat mengetahui apa sebernarnya yang
dialami pasien sampai menyebabkan penyakit. Perlu di ketahui jika
dalam suatu sistem telah kehilangan satu komponen maka sistem
tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Suatu sistem akan
berjalan dengan baik apabila di lakukan secara bertahap dan tetap
berdasarkantujuan.
1) TujuanSistem
Suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau
mencapai suatusasaran(objectives). Goal meliputi ruang lingkup
yang luas, sedangkan objectives meliputiruanglingkup yang
sempit. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka
operasisistemtidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat
menentukan sekali masukanyangdibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem. Karena suatu systemdikatakan

6
berhasil jika mencapai tujuan dan dikatakan gagal jika tujuannya
tersebut tidak tercapai.
2) KlasifikasiSistem
Kesatuan atau Nonsumatisivitas. Suatu sistem yang dicirikan oleh
sifat-sifat kesatuan. Keseluruhan lebih besar dari pada jumlah
bagian-bagiannya, dan merupakan cara yang lazim
untuk mendefinisikan konsep ini (Wright dan Leahey, 18984,
young, 1982).Sistem sendiri mempunyai beberapa aspek yaitu:
a. SistemSosial
Sistem sosial ialah suatu model organisasi sosial, sistem sosial
merupakansuatusistem yang hidup, yang memiliki suatu sistem
unit yang berbeda-bedadengan bagian-bagian komponennya
dan dapat dibedakan dari lingkungan olehsuatu batas yang
didefinisikan secara jelas. Parson dan Bales
(1955),mendefinisikan suatusistem sosial suatu sistem yang
terdiri dari peran-peran socialyang dilihat oleh interaksi dan
saling ketergantungan satu sama lain. (Anderson &Carter,
1974).
b. SistemTerbuka
Sistem yang dicirikan oleh tingkat interaksi sistem tersebut
dengan lingkungansekitarnya. Sebuahsistem terbuka adalah
terdapat dalam suatu lingkungan yangdengannya sistem
tersebut berinteraksi, sistem terbuka tersebut memperoeh
asupandan terhadap lingkungan sistem tersebut memberikan
keluaran.Interaksi lingkungan sangat penting bagi
keberlangsungan hidup sistem tersebut ( Buckley,
1967).Berdasarkan definisi ini suatu sistem yang hidup adalah
sestem terbuka.
c. SistemTertutup
Secara teoritis, sebuah sistem tertutup berbeda dengna sistem
terbuka, systemini tidak berinteraksi dengan lingkungan.

7
Sebuah inti yang self complete, untukkelangsungan hidupnya,
sistem ini tidak tergantung kepada pertukaran lingkunganyang
berlangsung terus-menerus. Karena belum ada sistem tertutup
murni yangmendemonstrasikan dalam realita, tertutup
menyatakan suatu kurangnya pertukaranenergi yang melewati
batas-batas suatu sistem(Parson & Bales, 1955).
3). Pendekatan Yang Dapat digunakan untuk Menerangkan
Dalam Sistem
a. Prosedur
Prosedur yaitu “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang berupa urutankegiatan yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
Prosedur adalah “rangkaian operasi klerikal (tulis menulis),
yang melibatkanbeberapa orang di dalam satu atau lebih
departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang
seragam.
b. Komponen/elemen
Komponen yaitu “kumpulan komponen yang saling berkaitan
dan bekerja samauntuk mencapai suatu tujuan tertentu”. Suatu
sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem, dan sub-sub sistem
tersebut dapat pula terdiri dari beberapa sub-subsistem yang
lebih kecil.

2.2 Berubah dan Perubahan Dalam Keperawatan


Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang; berubah adalah
cara seseorang bertumbuh, berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat
positif atau negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses
membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya ( Sullivan dan
Decker,2001). Jadi Perubahan adalah suatu proses dimana terjadinya
peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi status yang

8
bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari lingkungan yang
ada.Perubahan dapat mencakup keseimbangan personal, sosial maupun
organisasi untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan serta
dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam mencapai tujuan tertentu.
Proses berubah bersifat integral dengan banyak bidang keperawatan,
seperti pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi kesehatan.
Proses berubah ini melibatkan klien individu, keluarga, komunitas,
organisasi, keperawatan sebagai profesi, dan seluruh sistem pemberian
perawatan kesehatan.
Perubahan dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan
keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi
informasi baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan terhadap
nilai dan keyakinan seseorang, cara berpikir, atau cara berhubungan.
Misalnya, orang yang kecewa menjadi marah dan berbuat negatif serta
melakukan perilaku destruktif (Tomey,2000).
Perubahan akan mengganggu bagi mereka yang mengalaminya, dan
seringkali berkembang resistensi. Perubahan paling mengancam apabila ada
perasaan tidak aman.Penyebab resistensi terhadap perubahan adalah
ancaman terhadap kepentingan diri, keadaan memalukan, perasaan tidak
aman, kebiasaan, kepuasan dengan diri sendiri, kehilangan kekuasaan, dan
ketidak setujuan objektif.
Perubahan tidak selalu merupakan hasil pengambilan keputusan
rasional. Perubahan biasanya terjadi sebagai respons terhadap tiga aktifitas
yang berbeda yaitu :
a) Perubahan Spontan
Perubahan spontan juga disebut perubahan yang reaktif atau tidak
direncanakan, karena perubahan ini tidak benar-benar di antisipasi, tidak
dapat dihindari dan terdapat sedikit atau tidak ada waktu untuk
merencanakan strategi respons.Contoh perubahan spontan yang
memengaruhi individu adalah infeksi virus akut, cedera medula spinalis,
dan tawaran sukarela posisi baru.

9
b) Perubahan Perkembangan
Perubahan perkembangan mengacu pada perubahan fisiopsikologis yang
terjadi selama siklus kehidupan individu atau perkembangan organisasi
menjadi lebih kompleks.Contoh perubahan perkembangan individu
adalah bertambahnya ukuran dan kompleksitas embrio manusia dan
janin dan berkurangnya kemampuan fisik pada lansia.
c) Perubahan Terencana
Menurut Lippitt (1973), perubahan terencana adalah upaya yang
disengaja dan bertujuan oleh individu, kelompok, organisasi, atau sistem
sosial yang lebih besar untuk memengaruhi status quo (menetap) itu
sendiri, organisme lain, atau suatu situasi.Keterampilan memecahkan
masalah, keterampilan mengambil keputusan, dan keterampilan
interpersonal adalah faktor-faktor penting dalam perubahan terencana.
Contoh perubahan terencana adalah individu yang memutuskan untuk
memperbaiki status kesehatannya dengan menghadiri program berhenti
merokok atau melakukan program olahraga.

A. Teori Proses Berubah


Perkembangan profesi keperawatan tidak lepas dari konsep
berubah yang dimiliki oleh para praktisi, akedemisi atau seorang yang
masih ingin mengembangkan keperawatan, yang memiliki keyakinan
dan teori perubahan yang dimilikinya. Sebagai gambaran dalam
merubah profesi keperawatan kearah yang lebih professional, ada
beberapa teori perubahan yang dapat diketahui seperti :
a. Kurt Lewin (1951)
Perubahan Menurut pandangan Kurt Lewin 1951, seseorang yang
akan mengadakan suatu harus memiliki konsep tentang perubahan
yang tercantum dalam tahap proses perubahan agar proses
perubahan tersebut menjadi terarah dan mencapai tujuan yang ada.
Tahap tersebut antara lain:

10
1. Tahap Pencairan (Unfreezing)
Pada tahap awal ini yang dapat dilakukan bagi seseorang yang
mau mengadakan proses perubahan adalah harus memiliki
motivasi yang kuat untuk merubah dari keadaan semula dengan
merubah terhadap keseimbangan yang ada. Di samping itu juga
perlu menyiapkan diri dan siap untuk merubah atau melakukan
perubahan.
2. Tahap Bergerak (Moving)
Pada tahap ini sudah dimulai adanya suatu pergerakan kearah
sesuatu yang baruatau perkembangan terbaru. Proses perubahan
tahap ini dapat terjadi apabila seseorang telah memiliki
informasi yang cukup serta sikap dan kemampuan untuk
berubah, Juga memiliki kemampuan dalam memahami masalah
serta mengetahui langkah-lanhkah dalam menyesuaikan
masalah
3. Tahap Pembekuan (Refreezing)
Tahap ini merupakan tahap pembekuan dimana seseorang yang
mengadakan perubahan kelak mencapai tingkat atau tahapan
yang baru dengan keseimbangan yang baru. Proses pencapaian
yang baru perlu dipertahankan dan selalu terdapat upaya
mendapatkan umpan balik, pembinaan tersebut dalam upaya
mempertahankan perubahan yang telah dicapai.
Berdasarkan langkah-langkah menurut Kurt Lewin
dalam proses perubahan ditemukan banyak hambatan.
Hambatan tersebut yang akan mempertahankan status quo
(menetap) agar tidak terjadi perubahan. Karena itu diperlukan
kemampuan yang benar-benar ada dalam konsep perubahan
sesuai dengan tahapan berubah.

11
b. Rogers E (1962)
Menurut Rogers E untuk menandakan suatu perubahan perlu ada
beberapa tersebut antara lain :
1. Tahap Awareness
Tahap ini merupakan tahap awal yang mempunyai arti bahwa
dalam mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran
untuk berubah apabila tidak ada kesadaran untuk berubah, maka
tidak mungkin tercipta suatu perubahan.
2. Tahap Interest
Tahap yang kedua dalam mengadakan perubahan harus timbul
perasaan minat terhadap perubahan yang selalu memperhatikan
terhadap sesuatu yang baru dari perubahan yang dikenalkan.
Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran
untuk berubah.
3. Tahap Evaluasi
Tahap ini terjadi penilaian tarhadap sesuatu yang baru agar tidak
terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakan
perubahan. Evaluasi ini dapat memudahkan tujuan dan langkah
dalam melakukan perubahan.
4. Tahap Trial
Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap sesuatu yang baru
atau hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat
diketahui hasilnya sesaui dengan kondisi atau situasi yang ada,
dan memudahkan untuk diterima oleh lingkungan.
5. Tahap Adoption
Tahap ini merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses
penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji
coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru
sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan.

12
c. Lippit (1973)
Lippit memandang teori perubahan dapat dilaksanak dari
tinjauan sebagai seorang pembaharu, dengan memperkenalkan
terjadinya perubahan, sehingga terdapat beberapa langkah yang
ditempuh untuk dapat mengadakan pembaharuan. Langkah yang
dimaksud adalah :
1. Menetukan diagnosis terlebih dahulu masalah yang ada
2. Mengadakan pengkajian terhadap motivasi perubahan serta
kemampuan perubahan.
3. Melakukan pengkajian perubahan terhadap hasil atau manfaat
dari suatu perubahan.
4. Menetapkan tujuan perubahan yang dilaksanakan berdasarkan
langkah yang ditempuhnya.
5. Menetapkan peran dari pembaharuan sebagai pendidik, peneliti
atau pemimpin dalampembaharuan.
6. Mempertahankan dari hasil perubahan yang dicapainya.
7. Melakukan penghentian bantuan secara bertahap dengan
harapan peran dan tanggung jawab dapat tercapai secara
bertahap.
d. Teori Havelock
Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan
menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan.
Enam tahap sebagai perubahan menurut Havelock.
1. Membangun suatu hubungan,
2. Mendiagnosis masalah,
3. Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan,
4. Memilih jalan keluar,
5. Meningkatkan penerimaan,
6. Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri.

13
e. Teori Spradley
Spradley menegaskan bahwa perubahan terencana harus
secara konstan dipantau untuk mengembangkan hubungan yang
bermanfaat antara agen berubah dan sistem berubah. Berikut adalah
langkah dasar dari model Spradley:
1. Mengenali gejala
2. Mendiagnosis masalah
3. Menganalisa jalan keluar
4. Memilih perubahan
5. Merencanakan perubahan
6. Melaksanakan perubahan
7. Mengevaluasi perubahan
8. Menstabilkan perubahan

2.3 Konsep Holistic Care (Caring,Humanisme&Holisme )


Didasarkan pada konsep keperawatan holistik yang meyakini
bahwa penyakit yang dialami seseorang bukan saja merupakan masalah
fisik yang hanya dapat diselesaikan dengan pemberian obat
semata.Pelayanan keperawatan holistik memberikan pelayanan kesehatan
dengan lebih memperhatikan keutuhan aspek kehidupan sebagai manusia
yang meliputi kehidupan jasmani, mental, sosial dan spiritual yang saling
mempengaruhi. Klinik ini tidak saja menawarkan pelayanan keperawatan
dengan memanfaatkan teknologi perawatan moderen maupun beragam
terapi alternatif ataupun komplementer, tetapi juga pelayanan konseling
dan promosi kesehatan untuk semua. Aspek dari holistic care yaitu :
1. Caring
Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan.
Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan
memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil

14
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all,
1999) Sikap caring diberikan melalui kejujuran, kepercayaan, dan
niat baik
 Konsep Caring
Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan
dengan cara seseorang berpikir, berperasaan dan bersikap
ketika berhubungan dengan orang lain. Caring dalam
keperawatan dipelajari dari berbagai macam filosofi dan
perspektif etik . Mayehoffmemandang caring sebagai suatu
proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain
bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Mayehoff juga
memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar, jujur,
rendah hati. Sedangkan Sobel mendefinisikan caring
sebagai suatu rasa peduli, hormat dan menghargai orang
lain. Artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan-
kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berpikir,
bertindak dan berperasaan Marriner dan Tomey
(1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan
kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat
etik dan filosofikal.Caring bukan semata-mata
perilaku..Caring menolong klien meningkatkan perubahan
positif dalam aspek fisik, psikologis, spiritual, dan
sosial.Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama
dengan klien dari berbagai lingkungan merupakan esensi
keperawatan.Dalam memberikan asuhan, perawat
menggunakan keahlian, kata-kata yang lemah lembut,
sentuhan, memberikan harapan, selalu berada disamping
klien, dan bersikap caring sebagai media pemberi
asuhan (Curruth, Steele, Moffet, Rehmeyer, Cooper, &
Burroughs, 1999).

15
2. Human care
Merupakan hal yang mendasar dalam teori caring.
Menurut Pasquali dan Arnold (1989)serta Watson (1979), human
care terdiri dari upaya untuk melindungi, meningkatkan, dan
menjaga atau mengabdikan rasa kemanusiaan dengan membantu
orang lain mencari arti dalam sakit, penderitaan, dan
keberadaannya serta membantu orang lain untuk meningkatkan
pengetahuan dan pengendalian diri .Watson (1979) yang terkenal
dengan Theory of Human Care, mempertegas bahwa caring
sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara
pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi
pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi
kesanggupan pasien untuk sembuh .Caring sebagai suatu moral
imperative (bentuk moral) sehingga perawat harus terdiri dari
orang-orang yang bermoral baik dan memiliki kepedulian terhadap
kesehatan pasien, yang mempertahankan martabat dan menghargai
pasien sebagai seorang manusia, bukan malah melakukan tindakan
amoral pada saat melakukan tugas pendampingan
perawatan.Caring juga sebagai suatu affect yang digambarkan
sebagai suatu emosi, perasaan belas kasih atau empati terhadap
pasien yang mendorong perawat untuk memberikan asuhan
keperawatan bagi pasien. Dengan demikian perasaan tersebut harus
ada dalam diri setiap perawat supaya mereka bisa merawat pasien .
Para perawat dapat diminta untuk merawat, namun tidak dapat
diperintah untuk memberikan asuhan dengan menggunakan spirit
caring . Spirit caring seyogyanya harus tumbuh dari dalam diri
perawat dan berasal dari hati perawat yang terdalam.Spirit caring
bukan hanya memperlihatkan apa yang dikerjakan perawat yang
bersifat tindakan fisik, tetapi juga mencerminkan siapa dia. Oleh

16
karenanya, setiap perawat dapat memperlihatkan cara yang berbeda
ketika memberikan asuhan kepada klien .
2.4 Transcultural Nursing
Transcultural Nursing adalah suatu area/wilayah keilmuwan
budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus
memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai
asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia,
kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan
asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada
manusia(Leininger,2002).
Asumsi mendasar dari teori adalah perilaku Caring.Caring adalah
esensidari keperawatan, membedakan, mendominasi serta mempersatukan
tindakan keperawatan.Tindakan Caring dikatakan sebagai tindakan yang
dilakukan dalam memberikan dukungan kepada individu secara utuh.
Perilaku Caring semestinya diberikan kepada manusia sejak lahir, dalam
perkembangan dan pertumbuhan,masa pertahanan sampai dikala manusia
itu meninggal. Humancaring secara umum dikatakan sebagai segala
sesuatu yang berkaitan dengan dukungan dan bimbingan pada manusia
yang utuh. Human caring merupakan fenomena yang universal dimana
ekspresi, struktur dan polanya bervariasi diantara kultur satu tempat
dengan tempat lainnya.
Konsep dalam transcultural nursing
Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok
yangdipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berfikir,
bertindak dan mengambil keputusan.

17
a. Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih
diinginkan atausesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu
tertentu dan melandasitindakandankeputusan.
b. Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang
optimal dalam pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada
kemungkinan variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk
memberikan asuhan budayayang menghargainilai budaya individu,
kepercayaan dan tindakan termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari
individu yang datang dan individuyang mungkin kembali lagi
(Leininger, 1985).
c. Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang
menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-
budaya yang dimiliki oleh oranglain.
d. Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya
yangdigolongkan menurutciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.
e. Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendis
kreditkan asal muasal manusia.
f. Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan
metodologi padapenelitian etnografi memungkinkan perawat untuk
mengembangkan kesadaranyang tinggi pada perbedaan budaya setiap
individu, menjelaskan dasar observasiuntuk mempelajari lingkungan
dan orang-orang, dan saling memberikan timbalbalik diantara
keduanya.
g. Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan,
bantuan, dukungan perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan
adanya kejadianuntuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun
potensial untuk meningkatkankondisi dan kualitas kehidupan manusia.
h. Carinadalah tindakan langsung yang diarahkan untuk
membimbing,mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau
kelompok pada keadaanyang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk
meningkatkan kondisi kehidupan manusia.

18
i. CulturalCare berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk
mengetahui nilai, kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan
untuk mebimbing, mendukung ataumemberi kesempatan individu,
keluarga atau kelompok untuk mempertahankankesehatan, sehat,
berkembang dan bertahan hidup, hidup dalam keterbatasan
danmencapaikematiandengandamai.
j. Culturtal imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga
kesehatanuntuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas
budaya orang lain karenapercaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat
lebih tinggi daripada kelompok lain.
 Keperawatan Transkultural dapat disimpulkan sebagai
berikut:
a. Keperawatan transkultural adalah suatu proses pemberian
asuhan keperawatan yangdifokuskan kepada individu dan
kelompok untuk mempertahankan, meningkatkanperilaku sehat
sesuai dengan latar belakang budaya.
b. Pengkajian asuhan keperawatan dalam konteks budaya sangat
diperlukan untukmenjembatani perbedaan pengetahuan yang
dimiliki oleh perawat dengan klien.
c. Diagnosa keperawatan transkultural yang ditegakkan dapat
mengidentifikasi tindakan yang dibutuhkan untuk
mempertahankan budaya yang sesuai dengan
kesehatan,membentuk budaya baru yang sesuai dengan
kesehatan atau bahkan mengganti budayayang tidak sesuai
dengan kesehatan dengan budaya baru.
d. Perencanaan dan pelaksanaan proses keperawatan transkultural
tidak dapat begitu sajadipaksakan kepada klien sebelum
perawat memahami latar belakang budaya kliensehingga
tindakan yang dilakukan dapat sesuai dengan budaya klien.

19
e. Evaluasi asuhan keperawatan transkultural melekat erat dengan
perencanaan danpelaksanaan proses asuhan keperawatan
transkultural.

20
BAB III

PEMBAHASAN

Pada tahun 1964 model ini banyak digunakan sebagai falsafah dasar danmodel
konsep dalam pendidikan keperawatan, model adaptasi Roy adalah
sistemmodelyang essensial dalam keperawatan, asumsi dasar model ini adalah :
1. Individu adalah mahluk biopsikososial sebagai satu kesatuan yang utuh,
seseorang dikatakan sehat jika memenuhi kebutuhan biologis, psikologis dan
social
2. Setiap orang selalu menggunakan koping yang bersifat positif maupun negatif
untuk beradaptasi
3. Setiap individu berespon terhadap kebutuhan fisiologis maupun untuk hidup
mandiri.

3.1 Perubahan dalam keperawatan


Dalam perkembangannya keperawatan juga mengalami proses
perubahan
seiring dengan kemajuan dan teknologi. Alasan terjadinya perubahan
dalam keperawatan antara lain:
1) Keperawatan Sebagai Profesi
Keperawatan sebagai profesiyang diakui oleh masyarakat dalam
memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan tentu
akan dituntut untuk selalu berubah kearah kemandirian dalam profesi
keperawatan, sehingga sebagai profesi akan mengalami perubahan
kearah professional dengan menunjukan agar profesi keperawatan
diakui oleh profesi bidang kesehatan yang sejajar dalam pelayanan
kesehatan.
2) Keperawatan Sebagai Bentuk Pelayanan Asuhan Keperawatan
Keperawatan sebagai bentuk pelayanan asuhan keperawatan
professional yang diberikan kepada masyarakat akan terus memenuhi

21
tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengadakan perubahan dalam
penerapan model asuhan keperawatan yang tepat, sesuai dengan
lingkup praktek keperawatan.
3) Keperawatan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan terus selalu berubah dan
berkembang sejalan dengan tuntutan zaman dan perubahan teknologi,
karena itu dituntut selalu mengadakan perubahan melalui penelitian
keperawatan sehingga ilmu keperawatan diakui secara bersama oleh
disiplin ilmu lain yang memiliki landasan yang kokoh dalam keilmuan.
4) Keperawatan Sebagai Komunikasi
Keperawatan sebagai komunikasi dalam masyarakat ilmiah harus
selalu menunjukkan jiwa professional dalam tugas dan tanggung
jawabnya dan selalu mengadakan perubahan sehingga citra sebagai
profesi tetap bertahan dan berkembang.
 Manfaat perubahan dalam keperawatan
a. Meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan bagi perawat
dan klien,
b. Meningkatkan profitability,
c. Meningkatkan kinerja ,
d. Memberikan kepuasan bagi individu dan kehidupan
sosialnya.

3.2 Konsep Holistic Care


Konsep holistic care pada dasarnya mempunyai 3 aspek yaitu :
a. Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan dengan cara
seseorang berpikir, berperasaan dan bersikap ketika berhubungan
dengan orang lain.
b. Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang
berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam
masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia.

22
Humanisme telah menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya
diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan
dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi
kelompok-kelompok etnis.
c. Holisme adalah nama yang diberikan kepada keyakinan bahwa adalah
penting bahwa semua terkait erat. Holistik Sebuah melihat dirinya
terus-menerus sebagai bagian dari keseluruhan dan menganggap yang
lain (manusia, hewan, tumbuhan atau objek) sebagai yang lain aku.
Holistik ini memandang pemisahan sebagai ilusi yang diciptakan oleh
pikiran.

3.3 Transcultural nursing


Transcultural Nursing adalah bagaimana keperawatan profesional
berinteraksi dengan konsep budaya.Berbasis di antropologi dan
keperawatan, hal ini didukung oleh teori keperawatan, penelitian, dan
praktik.Ini adalah khusus kognitif tertentu dalam keperawatan yang
berfokus pada budaya global dan peduli budaya komparatif, kesehatan,
dan fenomena keperawatan.Ini didirikan pada tahun 1955 sebagai daerah
resmi penyelidikan dan praktek.

Konsep Transcultural
Menurut Kazier Barabar tahun 1983 dalam bukunya yang berjudul
fundamental of nursing concept and procedurs mengatakan pada konsep
keperawatan adalah tindakan keperawatan yang merupakan konfigurasi
dari ilmu kesehatan dari seni merawat yang meliputin pengetahuan ilmu
humanistic, philosopi perawat,praktik klinis keperawatan,komunikasi dan
ilmu sosial.

Kesimpulan Transcutural Nursing


Keperawatan Transkultural adalah suatu proses pemberian asuhan
keperawatan yang difokuskan kepada individu atau kelompok untuk

23
mempertahankan , meningkatkan prilaku sehat sesuai dengan latar
belakang . hal ini bertujuan untuk menjembatani perbedaan pengetahuan
yang dimiliki oleh perawatdemgan klien . dan hal ini dibutuuhkan untuk
mempertahankan , membentuk dan mengganti budaya yg sesuai dengan
kesehatan .

24
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Pengobatan Holistic adalah, Pengobatan dengan menggunakan


Konsep Menyeluruh,yaitu keterpaduan antara Jiwa dan raga, dengan
method Alamiah yang ilmiah, serta ilahia yang mana Tubuh manusia
merupakan keterpaduan system yang sangat Kompleks, dan saling
berinteraksi satu sama lainnya dengan sangat kompak dan otomatis
terganggunya satu fungsi/ elemen / unsure tubuh manusia dapat
mempengaruhi fungsi yang lainnya.Holisme, bila ditelusuri dari akarnya
berasal dari konsep Aristoteles (filosof dariYunani), Baruch Spinoza
(filosof Belanda), dan WilliamJames (filosof dan psikolog
dariAmerika),yang berkaitan dengan pergerakan Gestalt sebelum perang
dunia. Holisme adalahnama yang diberikan kepada keyakinan bahwa
adalah semua terkait erat. Holistik melihatdirinya terus-menerus sebagai
bagian dari keseluruhan dan menganggap yang lain (manusia,hewan,
tumbuhan atau objek) sebagai yang lain. Konsep holisme selalu
mengemukakanbahwa organisme merupakan satu kesatuan yang utuh,
bukan terbagi-bagi dalam bagian-bagian. Sehingga pikiran dan tubuh
bukan merupakan bagian yang terpisah, tetapi merupakansatu bagian yang
utuh, dan apabila terjadi sesuatu pada salah satunya maka akan
berpengaruhpada keseluruhanPerkembangan psikologi humanistik tidak
lepas dari pandangan psikologi holistik danhumanistik. ”Humanisme”
dipandang sebagai sebuah gagasan positif oleh kebanyakan
orang.Humanisme mengingatkan kita akan gagasan-gagasan seperti
kecintaan akan perikemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan. Tetapi,

25
makna filosofis dari humanisme jauhlebih signifikan: humanisme adalah
cara berpikir bahwa mengemukakan konsep perikemanusiaan sebagai
fokus dan satu-satunya tujuan. Kamus umum mendefinisikan humanisme
sebagai “sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan pada berbagai nilai,
karakteristik, dan tindak tanduk yang dipercaya terbaik bagi manusia,
bukannya pada otoritas supernatural mana pun.

4.2 SARAN

Setelah membaca dan memahami makalah ini diharapkan agar


mahasiswa/ mengerti dan menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari
lebih-lebih kita sebagai Perawat.

26
DAFTAR PUSTAKA

Hannamargareth. (2011). prinsip-prinsippendekatansecara


holisticdalamkontekskeperawatan-2

Nasir,abdul.(2009).komunikasi dalam keperawatan teori dan


aplikasi.salemba.medika

27