Anda di halaman 1dari 8

MODUL PENGASUHAN & PENDIDIKAN ANAK

Selamat Datang....
Modul Pendidikan dan Pengasuhan Anak merupakan salah satu materi yang diberikan pada Diklat Pertemuan
Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Diklat ini ditujukan bagi para pendamping PKH yang memiliki peserta
PKH dampingan yang akan memasuki tahap keluar program PKH (exit program). Dalam diklat ini, pendamping PKH
dilatih untuk menjadi seorang fasilitator.

Setelah mengikuti diklat pendamping PKH diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator yang mampu
menyampaikan materi kepada peserta PKH yang menjadi dampingannya. Materi yang akan disampaikan oleh
pendamping PKH kepada peserta PKH dampingannya adalah Materi Bidang Pendidikan dan Pengasuhan Anak, Materi
Bidang Ekonomi, Materi Bidang Kesehatan dan Materi Perlindungan Anak.

Modul Pendidikan dan Pengasuhan Anak merupakan hasil kerjasama dari Kementerian Sosial RI dengan Bank
Dunia (World Bank).Modul ini terdiri dari 4 sesi yaitu:

o Sesi 1: Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik;


o Sesi 2: Memahami Perilaku Anak
o Sesi 3: Memahami Cara Anak Usia Dini Belajar
o Sesi 4: Membantu Anak Sukses di Sekolah

Sesi 1 Modul Pengasuhan & Pendidikan anak

Ada 2 (dua) pesan utama yang ingin disampaikan dalam sesi ini.

1. Orangtua merupakan panutan bagi anak. Poin pelajaran yang ingin disampaikan adalah orangtua memiliki
pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku anak.
2. Pentingnya kerjasama kedua orangtua dalam mengasuh anak. Meskipun ayah dan ibu memiliki peran yang
berbeda dalam pengasuhan,namun tanggung jawab ayah dan ibu adalah sama.

Peserta akan belajar berbagai macam cara untuk menjadi lebih kompak sebagai orangtua, menghindari konflik
dihadapan anak, termasuk secara khusus mendiskusikan bagaimana melibatkan ayah agar dapat membantu ibu dalam
pengasuhan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran

Melalui materi ini para peserta diklat P2K2 (Pendamping PKH) diharapkan mampu :

1. Membangun kesadaran peserta PKH dampingannya mengenai pentingnya peran mereka sebagai
orangtua dan pengaruh mereka sebagai orangtua dan pengaruh mereka terhadap tumbuh kembang anak
2. Membangun kesadaran peserta PKH dampingannya untuk menggunakan pola pengasuhan yang lebih
baik dalam keluarganya
Susunan Kegiatan
Sesi 1 (Menjadi orang tua yang lebih baik) terdiri dari 2 bagian:

No Tahapan Deskripsi
a. Ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta atas
kedatangan mereka.
b. Perkenalkan tujuan kegiatan: Pertemuan untuk belajar tentang Pengasuhan
& Pendidikan anak.
c. Sampaikan: nama ke-4 sesi dan kegiatan yang akan dilakukan selama
pertemuan (diskusi,permainan, menonton film, praktek di rumah). Keempat
sesi tersebut adalah:
o Sesi 1 - Menjadi orangtua yang lebih baik.
Salam & tujuan o Sesi 2 - Memahami perilaku anak.
1
sesi 1 o Sesi 3 - Memahami cara anak usia dini belajar.
o Sesi 4 - Membantu anak sukses di sekolah.
d. Tanyakan: "Kenapa kita harus menjadi orangtua yang lebih baik?".
e. Ucapkan terima kasih atas pendapat peserta.
f. Sampaikan: Kita akan belajar bagaimana menjadi orangtua yang lebih baik;
karena orangtua yang lebih baik akan membesarkan anak
yang lebih hebat!.

Langkah 2: Sikap dan perilaku orangtua


Tahapan Kegiatan
yang baik (15 menit)

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: Diskusi ini akan membantu mengetahui cara-cara
menjadi orangtua yang lebih baik.
b. Buat kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang.
c. Ajak peserta menyampaikan satu/dua hal yang paling
membahagiakan dan satu/dua hal yang paling menyulitkan sebagai
orangtua.
d. Ingatkan peserta untuk tidak memberi komentar apapun terhadap
teman yang sedang bercerita.
1 Diskusi awal e. Ajak beberapa peserta untuk menyampaikan pendapat dalam
kelompok besar.
f. Ucapkan terima kasih atas pendapat peserta.
g. Sampaikan:
o Cara 1 untuk menjadi orangtua yang lebih baik
adalah mengingat hal-hal yang membahagiakan karena hal
ini dapat memperkuat kasih sayang orangtua kepada anak.
o Berbagi dan berdiskusi mengenai masalah dalam mengasuh
anak agar masalah yang dihadapi lebih ringan.
h. Minta peserta untuk mempraktekkan kedua penyampaian tersebut.

a. Sampaikan: kita akan mempelajari pentingnya menyamakan


perkataan dengan perbuatansebagai orangtua.
b. Permainan: "Bermain terbalik". Instruksi permainan:
o Peserta diminta memegang kepala, pundak, lutut dan kaki
Permainan
secara berurutan beberapa kali, dan terus melakukannya
2 "Bermain
sesuai instruksi (4-6 kali).
terbalik"
o Percepat irama penyebutan kepala-pundak-lutut-kaki.
o Mulailah bertindak tidak konsisten, misal: menyebut kepala
namun memegang lutut.
o Perhatikan apa yang terjadi dengan peserta.

a. Ajak peserta untuk berdiskusi tentang permainan yang telah


dilakukan.
b. Tanyakan: "Apa yang terjadi saat permainan? Bagaimana perasaan
peserta ketika pendamping bertindak tidak konsisten? Mana yang
peserta ikuti:suara pendamping atau gerakan pendamping?"
c. Ucapkan terima kasih atas pendapat peserta.
d. Sampaikan:
o Lebih mudah mengikuti dari apa yang kita lihat dari pada apa
3 Kesimpulan yang kita dengar, begitu pula dengan anak-anak. Anak-anak
cenderung mencontoh/meniru perbuatan daripada
perkataan orangtua.
o Cara 2 untuk menjadi orangtua yang lebih baik
adalah sejalan antara perkataan dan perbuatan.
e. Minta peserta untuk mempraktekkan: Menjaga tutur kata dan
perilaku, selalu bertindak sesuai perkataan karena anak akan
mencontoh kedual hal tersebut.

Langkah 3: Memiliki Konsep diri yang positif (15 menit)


Alat Bantu

Berikut adalah alat & perlengkapan yang diperlukan dalam langkah 3 - Orangtua yang baik memiliki konsep diri yang
positif:

Deskripsi
Buku Pintar Mengasuh Anak (hal 11)
Tahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: Peserta akan belajar cara lain untuk menjadi orangtua
yang lebih baik.
b. Minta setiap peserta menyebutkan hal baik (Misal: sering menolong,
rajin, sering bercanda, etc) peserta sebelahnya. Jika peserta tidak
mengenal peserta di sebelahnya sebutkan penampilan fisik yang baik
(Misal: sering senyum, rambut rapi, etc).
c. Tanyakan: "Bagaimana perasaan peserta ketika mendengar orang
lain menyampaikan hal baik pada diri mereka?".
1 Diskusi awal d. Sampaikan:
o Cara 3 untuk menjadi orangtua yang baik adalah selalu
berusaha melihat hal-hal baikyang ada dalam diri masing-
masing.
o Pikiran positif terhadap diri sendiri akan
menjadi dorongan untuk berperilaku dan bertutur kata
dengan baik terhadap anak.
o Pujian dari orang lain dapat menumbuhkan pikiran positif
terhadap diri sendiri, tutur kata positif dan bertindak positif.
a. Buka BPMA halaman 11 mengenai cara mengubah berpikir negatif
Buku Pintar menjadi berpikir positif.
2 Mengasuh Anak b. Minta beberapa peserta untuk membacakannya secara bergantian.
c. Minta peserta mempraktekkan: selalu berpikir positif.

Langkah 4: Tidak Melakukan Kekerasan (20 menit)


Deskripsi

Buku Pintar Mengasuh Anak (hal 19 -20)


Film 1a
Film 1b
00:00

00:51

Tahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: Peserta akan belajar mengenai pengaruh sikap orangtua
terhadap anak.
b. Putar film 1a. Jika film tidak dapat diputar, ajak peserta membuka
BPMA hal 19.
c. Tanyakan: "Bagaimana perasaan Agus & Ibu Lili di bagian awal cerita?
Bagaimana hubungan ibu Lili dan Agus? Mengapa bisa terjadi
1 Film 1a demikian?".
d. Sampaikan:
o Permasalahan ekonomi keluarga adalah sebab tanpa
sadar yang membuat orangtua bertindak kasar dan sering
marah pada anak sehingga menjadikan keluarga tidak bahagia.
o Orangtua perlu menyadari bahwa semua hal yang dilakukan
sebagai orangtua akan mempengaruhi anaknya.
a. Sampaikan: Peserta akan belajar mengenai perubahan sikap bu Lili yang
memberikan pengaruh terhadap anak-anaknya.
b. Putar film 1b. Jika film tidak dapat diputar, ajak peserta membuka
BPMA hal 20.
c. Tanyakan: "Perubahan sikap apa yang ditunjukkan bu Lili? Bagaimana
perasaan anak-anak dengan perubahan sikap tersebut?"
d. Ucapkan terima kasih atas pendapat peserta.
e. Sampaikan:
o Ibu lili berusaha untuk lebih sabar, tidak cepat marah, dan
menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya.
2 Film 1b
o Pada bagian akhir, terlihat bahwa perubahan sikap ibu Lili
berdampak baik bagi anak-anaknya. Agus dan Ita bersedia
mengikuti ajakan ibu Lili membersihkan air yang tumpah.
f. Sampaikan:
o Menjadi orangtua yang baik tidak ditentukan oleh jumlah
uang yang kita miliki. Kita bisa menjadi orangtua yang baik
dengan mengendalikan emosi.
o Cara 4 menjadi orangtua yang lebih baik adalah dengan
selalu bersikap ,berperilaku dan bertutur kata dengan penuh
kasih sayang tanpa kekerasan.

Langkah 5: Melibatkan ayah dalam pengasuhan


sehari-hari (15 menit)
Tahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: orangtua tunggal tetap bisa menjalankan tugas sebagai
1 Diskusi awal orangtua dengan baik.
b. Minta peserta (terutama ayah yang hadir) untuk menceritakan kegiatan
apa yang biasanya dilakukan bersama anak.
c. Tanyakan: "Apa perasaan ayah ketika meluangkan waktu bersama
anak? Apa perasaan ibu saat ayah membantu mengasuh anak di
rumah?".
d. Sampaikan:
o Ayah bisa menunjukkan perhatian kepada anak dengan
meluangkan waktu bersama, misal: makan bersama,
membantu makan balita, membantu mengerjakan pr sekolah,
bercerita kepada anak, etc.
o Keterlibatan ayah dalam pengasuhan membantu anak
meningkatkan kemampuan sosial dan prestasi akademik di
sekolah. Keterlibatan ibu dalam pengasuhan membantu
perkembangan kemampuan emosional anak.
e. Minta peserta mempraktekkan: Berdiskusi dengan suami dan meminta
suami terlibat dalam pengasuhan anak.

Langkah 6: Membuat keputusan bersama dan


konsisten menjalankan (20 menit)
ahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: Peserta akan berdiskusi tentang cara membuat keputusan
bersama pasangan terkait pengasuhan anak.
b. Tanyakan: "Pernahkah peserta mendiskusikan dan memutuskan
bersama sebagai suami istri untuk hal terkait pengasuhan anak? Apa
yang biasanya peserta diskusikan dan putuskan bersama
1 Diskusi awal pasangannya?".
c. Ucapkan terima kasih atas apa yang telah disampaikan peserta.
d. Sampaikan:
o Cara 6 menjadi orangtua lebih baik adalah ayah dan ibu
berdiskusi bersamamemutuskan hal yang terkait dengan
pengasuhan anak sehingga orangtua akan memikul beban yang
sama dan merasa mendapat dukungan satu sama lain.
a. Putar film 1c. Jika film tidak dapat diputar, buka BPMA hal 21.
b. Minta peserta diskusi dengan teman sebelahnya apa yang telah
dipelajari sehubungan dengan sikap pak Rusli dan ibu Lili dalam cerita
tersebut.
c. Sampaikan:
2 Film 1c o Pak Rusli dan bu Lili menenangkan Ita dan tidak memenuhi
begitu saja permintaan Ita. Mereka sampaikan pada Ita bahwa
mereka akan berdiskusi terkait waktu Ita minum es.
o Orangtua yang baik adalah mereka yang memberikan apa
yang menjadi kebutuhananak bukan mereka yang selalu
memenuhi permintaan anak.
o Pak Rusli dan bu Lili berusaha memenuhi kebutuhan Ita:
membujuk Ita makan walaupun Ita menangis meminta es tong-
tong.

Langkah 7: Menghindari konflik di depan anak (15


menit)
ahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Sampaikan: Peserta akan belajar mengenai cara menghindari
konflik di hadapan anak dari keluarga bu Lili dan pak Rusli.
b. Putar film 1d. Jika film tidak dapat diputar, buka BPMA hal 22.
c. Sampaikan:
o Ibu Lili dan suaminya meluangkan waktu untuk
berdiskusi.
o Menghindari pertengkaran di depan anak sangat
penting karena pertengkaran akan menyebabkan anak
menjadi agresif, berperilaku kasar terhadap orang lain,
1 Film 1d konsentrasi belajar terganggu, menjadi penakut, dan
merasa tidak senang berada di rumah.
o Orangtua boleh berbeda pendapat dalam banyak hal.
Tetapi ketika hal tersebut berkaitan dengan pengasuhan
anak, maka perbedaan pendapat tersebut sebaiknya
tidak ditunjukkan di hadapan anak.
d. Sampaikan:
o Cara 7 menjadi orangtua yang baik
adalah: menghindari perbedaan pendapat ataupun
pertengkaran di hadapan anak.
a. Tanyakan: "Apa yang biasanya peserta lakukan untuk menahan
amarah ?".
b. Dengarkan pendapat secara umum.
Cara menangani c. Sampaikan cara menghindari perbedaan pendapat di hadapan
perbedaan anak yaitu:
2 pendapat dan o Berdiskusi dan menyepakati bersama pasangan untuk
menahan amarah tidak menunjukkan kemarahan dan perdebatan di
hadapan anak.
o Coba menenangkan diri dan tidak terpancing emosi
dengan cara: menarik nafas panjang, berhitung dalam
hati, berdoa, meminum segelas air, tetap tersenyum.
a. Sampaikan: peserta akan mempelajari cara menahan amarah.
3 Senam wajah b. Lakukan pembelajaran cara menahan marah dengan senam
wajah.
c. Minta semua peserta berdiri dan melakukan gerakan sesuai
arahan pendamping.
d. Instruksi senam wajah: Gerakan senyum, tertawa dari tertawa
pelan hingga terbahak-bahak, membuat wajah jelek, menarik
nafas dalam-dalam dan seterusnya.
e. Minta peserta mempraktekkan:
o Menyepakati dengan suami untuk mau menghindari
perbedaan pendapat dan pertengkaran dihadapan anak.
o Menahan amarah terhadap anak dan suami terhadap
cara-cara yang telah didiskusikan.

Langkah 8: Penutup (10 menit)


Tahapan Kegiatan

No Tahapan Deskripsi
a. Tanyakan: "Hal-hal penting apa yang telah dipelajari hari ini ?".
b. Tunjukkan Flipchart 1a, 1b tentang cara menjadi orangtua yang lebih
baik.
c. Ingatkan: mengasuh anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.
d. Minta peserta menyampaikan kepada pasangannya apa yang telah
dipelajari hari ini dan persilahkan peserta mengajak pasangannya untuk
1 Review sesi hadir dalam pertemuan berikutnya.
e. Minta mereka melakukan praktek BPMA hal 1-2.
f. Ingatkan: pertemuan selanjutnya akan bercerita tentang praktek
pengasuhan yang mereka lakukan di rumah dan bawa BPMA kembali.
g. Berikan motivasi untuk melakukan praktek pengasuhan di rumah.
h. Tutup pertemuan dengan mengucapkan terima kasih atas kesediaan
peserta untuk hadir dan mengikuti sesi ini.

Daftar pustaka
1. Andina, S., & Tomlinson, H. B. (2012). PKH Education Team Field Visit Report. Jakarta: Bank Dunia.
2. Andina, S. & Tomlinson, H.B. (2013). PKH Parenting Education Program Evidence Paper.
3. Gordon, T. (2000). Parent Effectiveness Training. New York: Crown Publishing Group.
4. UNESCO. (2011). Facilitators Handbook for Parenting Education. Bangkok: UNESCO.

Anda mungkin juga menyukai