Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Hasanah,Nanda.,U. 2014 Hubungan Dukungan Sosial Suami Dengan Kecenderungan Baby


Blues Syndrome Pada Ibu Pasca Melahirkan ( Studi Kasus di Rumah Sakit Umum
Sigli dan BPS Nurlaila ) Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pembimbing : Dr. Yulia Solichatun, M. Si


Kata Kunci : Dukungan Sosial Suami dan Baby Blues Syndrome
Baby blues syndrome adalah bentuk gangguan emosional yang beresiko terjadinya depresi
postpartum dengan berbagai dampak yang menyertainya. Bagi para ibu, kelahiran seorang anak
sebetulnya tidak sesederhana seperti yang terlihat. Sebaliknya, kelahiran seorang anak biasanya
membanjiri ibu dengan sejumlah peristiwa baru, terutama terkait dengan perubahan peran dan
gaya hidup dalam kehidupan pasangan suami istri, serta perubahan identitas sebagai ayah dan
ibu. Bagi seorang perempuan, pengalaman menjadi seorang ibu merupakan hal yang seringkali
dinantikan. Namun ternyata perubahan peran tersebut tidak selalu menimbulkan perasaan-
perasaan yang menyenangkan sehingga sangat dibutuhkan dukungan sosial Suami.

Penelitian ini menggunakan kuantitatif, dengan menggunakan sampel purposive sampel,


dilaksanakan pada 44 ibu postpartum yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Sigli dan BPS
Nurlaila. Metode pengambilan data yang digunakan angket, dan wawancara. Analisis hasil
menggunakan Koefisien Korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS 19.0 for windows.

Dari 29 orang yang mendapat dukungan rendah, sebanyak 18 orang (62,1%) yang akan
mengalami postpartum blues. Sedangkan pada kelompok orang yang mendapatkan dukungan
tingkat sedang dari suami yaitu 15 orang, sebanyak 6 orang (40,0%) akan mengalami
postpartum blues. Dengan menggunakan uji korelasi Spearman didapatkan nilai rshitung sebesar
0,436 dengan nilai Signifikansi = 0,003. rstabel dengan derajat bebas (n-2 = 42) untuk α = 0,05
didapatkan nilai 0,305 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat dukungan suami dengan tingkat terjadinya baby blues. Maka diperlukan dukungan suami
yang lebih kepada istri melahirkan untuk mencegah gejala Postpartum Blues.