Anda di halaman 1dari 7

Peralatan Untuk Teknik Pengecoran Beton

yang Baik
Penulis: strategiproyek.com

Semakin tingginya kebutuhan percepatan dalam pelaksanaan proyek bangunan,


memerlukan alat-alat bantu yang bisa mendukung kebutuhan tersebut.

Apalagi proyek bangunan skala besar. Tenaga manusia saja tidak akan mampu
melaksanakannya.

Berikut ini alat-alat yang digunakan untuk membantu teknik pengecoranyang baik.

# Internal Vibrator
Agar diperhatikan memilih internal vibrator yang berkualitas dan maksimal :

 Pilih vibrator dengan kekuatan terbesar di kelasnya


 Penting untuk diperhatikan: udara terperangkap bergerak keatas dalam campuran
mulai 1-3 inch per detik
Spesifikasi umum rata-rata dari beberapa vibrator, antara
lain:
Getaran : 11000-14000 VPM
Diameter head : 38-65 mm
Panjang vibrator : 345-490 mm
Protective hose : 4-5 m
Berat : 2.2-9.2 kg
Diameter pemadatan efektif (berdasarkan konsistensi beton) : 50-120 cm Berat
pengoperasian : 10.5-22.5 kg

# Agitator Truck

 Agitator truck biasanya dipakai untuk mengirim beton ready-mix, dengan drum yang
berputar untuk mencegah beton mengalami setting, berbeda dengan truck mixer yang
mencampur beton sekaligus mengangkutnya.
 Kontraktor harus mengecek nilai slump dari tiap batch individual untuk mengetahui
keseragaman konsistensi beton. Bila test ini memperlihatkan adanya variasi nilai
slump melebihi 50 mm, agitator disarankan untuk tidak digunakan sampai kondisi
tersebut diperbaiki.
 Beton harus sampai di site dan penuangan harus diselesaikan dalam waktu 1.5 jam
setelah air dimasukkan dalam campuran semen dan agregat.
 Agitator harus terawat baik, dan tidak ada akumulasi beton keras dan mortar
didalamnya, blade dan setiap bagiannya harus diganti bila telah aus sebesar 25 mm
dari design pabriknya.
Dibawah ini diuraikan kapasitas dan spesifikasi rata-rata
dari beberapa agitator truck di pasaran:
 Berat agitator truck kosong : 2800-3200 kg
 Kapasitas geometris drum : 8-14 m3
 Tekanan water system : 2 bar
 Kapasitas pencampuran : 5-8 m3
 Kecepatan putar drum : 0-18 rpm
 Volume water tank : 400-600 liter
 Kecepatan maksimum : 60 km/jam

Concrete Pump
 Ukuran maksimum agregat yang dapat dipompa hingga 63 mm (tergantung pada
spesifikasi pabrik)
 Concrete pump dilengkapi dengan pipa yang panjangnya tergantung pada jangkauan
horisontalnya
 Dilengkapi agitator pada feeding hopper-nya untuk mencegah beton mengalami
setting dan segregasi di lubang penyerapan
 Biasanya dilengkapi dengan 3-5 section untuk Z-boom
Spesifikasi rata-rata alat agitator truck :
1. Temperatur pengecoran optimal : -20 s.d +40 derajat Celcius (silahkan baca : Metode
Pendinginan Mass Concrete)
2. Jangkauan vertikal : 16-58 m
3. Jangkauan horizontal : 3-53 m
4. Tinggi alat dalam keadaan terlipat : 4.1-15.4 m
5. Kedalaman jangkauan : 8-42 m
6. Output : 48-154 m3/jam
7. Tekanan dalam pipa : 71-130 bar
8. Diameter pipa : 200x1400 – 280x2100 mm
9. Stroke : 18-34 per menit
# Placing Boom

 Merupakan tower yang terdiri dari substruktur turbular, kolom vertikal dan
boom/lengan yang dapat mengeluarkan aliran beton segar ke dalam formwork struktur
 Adanya instalasi alat untuk climbing dengan sistem hidrolis yang dioperasikan lewat
kabel dan terkoneksi dengan remote control
 Placing boom dapat ditambah ketinggiannya bersamaan dengan naiknya struktur
bangunan dan dapat berdiri hingga 100 ft (30.48 m) tanpa terikat dengan apapun
 Diperlukan 40 ft container untuk pengangkutan boom
 Pergerakan angular pada boom joint-nya besar, sehingga dapat menjangkau berbagai
lokasi yang relatif luas
Spesifikasi rata-rata alat placing boom:
 Jangkauan horizontal : 16-50 m
 Jumlah section dalam satu lengan : 4-5 buah
 Berat alat : 4050-9650 kg
# Tremie

 Adalah metode pengecoran beton didalam air melalui pipa atau tabung, tremie dapat
rigid maupun fleksibel
 Pengecoran dengan sistem tremie bertujuan agar dapat menghasilkan penuangan
yang terus menerus dan monolit dibawah air tanpa menyebabkan turbulensi
 Beton dialirkan secara gravitasi dengan mesin pengaduk beton yang mengalirkan
beton melalui bagian atas pipa atau dengan disambungkan secara langsung melalui
concrete pump
Syarat yang diperlukan dalam pengecoran dengan
tremie:
1. Diameter minimum 250 mm
2. Pengantaran/ pengangkutan beton harus tiba ditempat tujuan dalam jumlah yang
cukup dan tepat waktu
3. Penuangan beton dan maneuver tremie harus dilakukan secara hati-hati
4. Penetrasi tremie sekitar 3-4 inchi atau 8-10 cm
5. Kadar semen minimum 7 sack tiap kubik yard/0.76 m3
6. Slump berkisar 6-9 inchi
Demikian artikel mengenai peralatan yang diperlukan untuk teknik pengecoran beton
yang baik. Untuk teknik bangunan dan proyek lain Anda dapat menyimak terus blog
ini.