Anda di halaman 1dari 25

PENGELOLAAN

GULMA

Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P.


M.P
a. Sortasi benih
b. Media tanam bersih
A. Pencegahan c. Seed law
d. Karantina (Quaranta = 40)
9 Cultivation
9 Hand weeding
a. Mekanis 9 Hoeing
9 Slashing/mowing
9 Flaming/burning
9 Mulching
¾ Varietas unggul
¾ Jarak tanam
Pengelolaan
B. Pengendalian b. Kultur ¾ Pemupukan
gulma ¾ Flooding
Teknis
¾ Drying
¾ Multiple croping

9 Creeping
™ Cover
9 Perdu
Crops 9 Pohon
c. Hayati/
Biologi ƒ Mamalia
ƒ Ikan
™ Pemangsa ƒ Siput
a. Kimiawi ƒ Tungau
C. Pemberantasan ƒ Serangga
9 Vertikal
b. Terpadu ƒ Nematoda
9 Horizontal
Definisi
ƒ Pengelolaan Gulma :
mengendalikan/membunuh jenis gulma yang mempunyai nilai negatif dan
melestarikan gulma yang mempunyai arti positif.
ƒ Pengendalian Gulma :
menekan pertumbuhan gulma sampai di bawah ambang ekonomi/kendali.
ƒ Ambang Ekonomi :
jumlah pertumbuhan gulma (biomas gulma) yang telah mengakibatkan hambatan
pertumbuhan tanaman (penurunan hasil).
ƒ Pencegahan :
menghalangi gulma explosif (dahsyat) yang akan masuk ke lahan pertanian.
Contoh : kaktus di Australia, enceng gondok di Asia, Afrika
mengendalikan gulma sebelum merugikan. Contoh : mengendalikan gulma
sebelum periode kritis.
ƒ Periode Kritis :
Periode dimana tanaman peka terhadap persaingan gulma. Pada jagung umur 3 –
6 minggu.
ƒ Eradikasi:
Memusnahkan semua jenis gulma.
I. Pencegahan Dengan Cara

1. Menghalangi sumber invasi dan sanitasi

2. Peraturan perundang-undangan

3. Karantina tumbuhan (quaranta = 40)


1. Menghalangi sumber invasi dan
sanitasi

a. Sortasi benih, alat pertanian bersih,


transportasi
b. Menghindari pemakaian pupuk
kandang segar
c. Membersihkan media tanam dari
tempat lain
d. Memasang filter pada pintu air
masuk
e. Mencegah pembentukan biji gulma
2. Peraturan perundang-
undangan
a. Seed laws:
- sertifikasi biji
- mencegah impor hasil panen
b. Mencegah impor tumbuhan dengan dalih
apapun
Pengalaman : Lantana camara – tan.hias
Eupatorium odoratum –
penutup tanah
3. Karantina Tumbuhan
ƒ Melarang masuknya tanaman denganperaturan
Convention of Plant Protection:
- plant termasuk biji
- plant product: hasil panen (mentah/
diolah).
Pengertian plant diperluas termasuk media tanam
sebagai tempat jasad pengganggu.

ƒ Tugas Dinas Karantina :


- Foreign Plant Quarantine : melarang antar
negara
- Domestic Plant Quarantine : melarang antar
pulau
II. Pengendalian

ƒ Mekanis
ƒ Kultur teknis
ƒ Pengendalian hayati
ƒ Pengendalian secara kimiawi
1. Mekanis
Merusak gulma secara fisik dengan alat sederhana
sampai modern.
ƒ Pengolahan tanah (tillage, cultivation):
- menghilangkan sifat dominansi apikal
(rimpang)
- memacu perkecambahan biji gulma/
tunas rimpang
- membunuh kecambah gulma
- masalah : mahal, erosi, tanah memadat
(alat berat)
ƒ Penyiangan (hand weeding, hand pulling)
- sasaran : gulma semusim, gulma masih muda
- masalah : jarak tanam rapat, mahal, gulma
menahun
tidak mati, sering terlambat
c. Pendangiran (hoeing)
- mengubur gulma dengan cangkul
- masalah : jarak tanam rapat sulit, meru-
sak akar, mahal
d. Pembabatan (slashing, mowing)
- Slashing :
* dilakukan di perkebunan
* 3 – 4 minggu sekali tergantung gulma
* menguras makanan cadangan
(gulma menahun)
* masalah : biaya mahal
- Mowing :
dilakukan di halaman rumah, halaman
kantor,
lapangan.
e. Pembakaran (flaming, burning)
- flaming : dengan semburan api
alat : flame gun, weed burner
bahan bakar : bensin, propan, butan,
solar.
Suhu semburan api : 45 – 55 °C, terjadi
kematian sel karena protoplasma
mengalami koagulasi, gulma layu
akhirnya mati
* masalah :
- rimpang, umbi dalam tanah tak mati
- biji gulma yang dorman dapat tumbuh
- burning :
* dilakukan pada pembukaan lahan
baru/ persiapan pengolahan tanah.
* gulma dibabat dulu setelah kering dibakar
f. Pemakaian mulsa (mulching)
merusak secara fisik atau mencegah
perkecambahan biji/tunas gulma
- mulsa organik
- black polyethylene sheet (lembaran
plastik hitam)
2. Kultur teknis

Memodifikasi keadaan habitat agar cocok


untuk tanaman dan tidak cocok untuk
gulma
a. Kultivar tanaman : dipilih habitus besar
b. Jarak tanam : optimum atau lebih rapat
c. Pengaturan air :
- digenangi/flooding (gulma darat)
- dikeringkan/drying (gulma air di
perairan/sawah)
ƒ Flooding :
- gulma darat : - ada tanaman (padi gogo
rancah)
- tidak ada tanaman : teki,
lalang
- gulma yang tidak mempunyai jaringan
aerenchym mati.
ƒ Drying :
- gulma di sawah, di perairan
- gulma air yang tenggelam lapisan
kutikula yang melindungi sel tipis, bila
kontak udara mati.
d. Pemupukan/kapur :
- dekat rumpun tanaman
e. Multiple cropping:
- inter cropping : * mixed cropping
* row inter cropping
* strip cropping
* relay cropping
* alley cropping
- sequential cropping :
mono cropping, double cropping, dst.
- crop rotation
Dengan perlakuan-perlakuan seperti pada a s.d. e
tanaman akan tumbuh mendahului gulma dan
akibatnya gulma tertekan mati.
3. Pengendalian hayati
(biologi)
Penghambatan/pengrusakan gulma dengan
tumbuhan/jasad pengganggu/makhluk hidup.
A. Penghambat gulma : cover crops
a. menjalar (creeping)
b. perdu
c. pohon
B. Perusak/pemangsa gulma
Mamalia, ikan, moluska, tungau, serangga,
nematoda.
A. Penghambat gulma : cover crops
a. Menjalar (creeping) biasanya berupa
LCC
* disebut juga smother crops
(pelengkap)
* disebut juga kompetitive crops
(pesaing)
Contoh LCC (legume cover crops) :
Calopogonium mucunoides (Cm),
Centrosema pubescens (Cp),
Pueria janica (Pj), Calpogonium
caeruleum (Cc), Psophocarpus
palustris (Pp).
Ditujukan untuk menekan gulma rumputan
menahun pada saat tanaman pokok masih
muda karena keadaan lahan masih terbuka.

* Pemakaian LCC pada karet :


Cm : Cp : Pj = 4 : 4 : 1 sebanyak 18 kg/ha biji.

* Pada kelapa sawit :


Cm : Cp : Pj = 8 : 12 : 1 atau
Pp : Cp : Pj = 8 : 12 : 1 sebanyak 21 kg/ha

Sifat- sifat :
Cm : tidak tahan naungan berat
Cp : tahan naungan berat
Pj : tahan naungan ringan
b. Perdu
Tephrosia candida :
tanah miskin dan tahan pangkas.
Tephrosia vogelii :
- tak tahan pangkas
- peka Heterodera sp. (nematoda)
- peka Corticium salmonicolor
- inang Helopeltis
Calliandra thyrsus – bunga merah
Calliandra tetragona :
- bunga putih
- tanah miskin, terbuka/terlindungi
- tahan pangkas
Flemingia congeata
- tahan naungan
- peka Regidoporus lignosus
c. Pohon
Leucaena glauca, L. leucocephala, Albizzia falcata.
B. Perusak/pemangsa gulma
Sifat : monofag, oligofag (terbatas)
Dactylopius opuntia memangsa
Opuntia dilennii (O. elatior).
Puccinia chondrillina memangsa
Chondrila juncea

Polifag : sapi, domba, babi, rusa, kijang.


Pemangsa digolongkan:
1. Mamalia : lembu, kerbau, kijang, dsb.
2. Ikan : Ctenepharyngodon idella
- Eichhornia crassipes
- Salvinia molesta
Tilapia mossambica
- Hydrilla verticillata
- Monochoria vaginalis
3. Moluska : Mariza corniculata
- Amaranthus spinosus
- Alternanthera sessilis
Achatina fulica
- Portulaca oleracea
- Amaranthus grasilis
4. Tungau : Orthogalumna tenebrantis
- Eichornia crassipes
5. Serangga (Arthropoda)
Valanga nigricornis (belalang) - polifag
Amale insulata - Eupatorium odoratum
Arthoria insignis – Lantana camara
Orseoliella javanica – Imperata cylindrica
Bactra trunculata – Cyperus rotundus
Neochetina eichhorniae (belalang hijau)
- enceng gondok
Psara basalis – Alternanthera philoxeroides
Nymphula responsalis – Salvinia molesta
Haltica sp. – Ludwigia adscendens
- L. hyssopifolia
6. Nematoda
Rodopholus similis – Panicum maximum
Gambar 1. Flame Gun
Gambar 2. Caliandra sp. Gambar 3.
Caliandra hameatochepala

Anda mungkin juga menyukai