Anda di halaman 1dari 8

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 04.04.

03
RUMAH SAKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA STAF MEDIS,


KEPERAWATAN DAN STAF PROFESIONAL KESEHATAN
RUMKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

Salatiga, 2015
DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 04.04.03
RUMAH SAKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

KETETAPAN KARUMKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR


NOMOR : SK / 197 / V / 2015

TENTANG

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA STAF MEDIS,


KEPERAWATAN DAN STAF PROFESIONAL KESEHATAN
RUMKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

KARUMKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

Menimbang : a. Bahwa dengan harapan tercapainya keselarasan antara kebutuhan


pasien di bidang pelayanan kesehatan dengan pelayanan yang
tersedia di rumah Sakit, maka diperlukan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang memiliki kompetensi memadai untuk memberikan
pelayanan yang bermutu tinggi;

b. Bahwa untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang


professional sesuai dengan kompetensi pendidikan, maka diperlukan
perencanaan penerimaan Staf Rumkit Tk. IV 04.07.03 sesuai dengan
kebutuhan; dan

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a


dan b, perlu ditetapkan dengan ketetapan kepala Rumah Sakit Tk. IV
04.07.03 dr. Asmir-.

Mengingat : a. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

b. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 81 / MENKES / SK / I / 2004


Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten,
Kabupaten/Kota, Serta Rumah Sakit;

c. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369 / MENKES / SK / III / 2007


Tahun 2007 tentang Standar Profesi Bidan;

d. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 370 / MENKES / SK / III 2007 /


Tahun 2007 tentang Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium
Kesehatan;

e. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 371 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang Standar Profesi Elektromedis
f. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 373 / MENKES / SK / III / 2007
tahun 2007 tentang Standar Profesi Sanitarian;

g. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 374 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang Standar Profesi Gizi;

h. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 375 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang Standar Profesi Radiografer;

j. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 376 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang Standar Profesi Fisioterapi;

i. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 337 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi
Kesehatan;

k. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 378 / MENKES / SK / III / 2007


tahun 2007 tentang standar Profesi Perawat Gigi; dan

l. PERKASAD Nomor 74 Tahun 2014 tentang Peta Jabatan Denkesyah


04.04.03 termasuk didalamnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

Pertama : Pedoman Perencanaan Kebutuhan Tenaga Staf Medis, Keperawatan


dan Staf Profesional Kesehatan lainnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir;

Kedua : Proses Perencanaan Kebutuhan Tenaga Staf Medis, Keperawatan dan


Staf Profesional Kesehatan lainnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir
sesuai pada lampiran surat ketetapan ini; dan

Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di


kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Salatiga
Pada tanggal Mei 2015

Karumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir

Agung Siswanto,drg,Sp.KGA
Mayor Ckm NRP 11010014670275
DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH 04.04.03
RUMAH SAKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

PEDOMAN PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA STAF MEDIS,


KEPERAWATAN DAN STAF PROFESIONAL KESEHATAN
RUMKIT TK. IV 04.07.03 dr. ASMIR

1. PENDAHULUAN

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi saat ini berimplikasi pada
semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan masyarakat akan pelayanan kesehatan
yang bermutu tinggi. Untuk itu Rumah Sakit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir Salatiga berupaya
untuk melakukan pengembangan dan inovasi dalam memberikan pelayanan agar dapat
memenuhi tuntutan masyarakat. Dengan harapan menyelaraskan kebutuhan pasien di
bidang pelayanan kesehatan dengan pelayanan yang tersedia di rumah Sakit, maka
diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi memadai untuk
memberikan pelayanan yang bermutu tinggi.

Pengelolaan SDM kesehatan khususnya perencanaan kebutuhan SDM kesehatan


selama ini masih bersifat administratif kepegawaian dan belum dikelola secara profesional,
masih bersifat top down (dari pusat), belum bottom up (dari bawah), belum sesuai kebutuhan
organisasi dan kebutuhan nyata di lapangan, serta belum berorientasi pada jangka panjang.

Diharapkan dalam menyusun perencanaan SDM sebaiknya ditetapkan terlebih dahulu


Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan untuk mengantisipasi masalah-masalah
kesehatan yang mungkin akan terjadi, karena SDM Kesehatan merupakan bagian tidak
terpisahkan dari pelayanan kesehatan.

2. TUJUAN

a. Sebagai acuan dalam penyeleggaraan perencanaan Kebutuhan tenaga Staf Medis,


Keperawatan, dan profesional tenaga kesehatan lainnya serta tenaga administrasi di
Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir.

b. Meningkatkan mutu pelayanan Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir dan terpenuhinya
Sumber Manusia (SDM) Rumkit Tk. IV 04.07.03 sesuai dengan kebutuhan.

c. Memenuhi tenaga kesehatan Rumah Sakit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir sesuai dengan
misi rumah sakit yaitu ”Memberikan Pelayanan Kesehatan yang Prima Dilandasi Disiplin,
Profesionalisme dan Bermoral”.

3. METODE PENYUSUNAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN

Perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Rumah Sakit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir
dihitung dengan menggunakan metode Daftar Susunan Pegawai (DSP), dan menggunakan
metode WISN (Work Load Indikator Staff Need).
a. Perhitungan dengan Metode DSP

Prosedur penghitungan kebutuhan SDM kesehatan dengan menggunakan metode


Daftar Susunan Pegawai (DSP) (“Authorized Staffing List”). Metode perhitungan
kebutuhan SDM berdasarkan DSPP ini bisa digunakan di berbagai unit kerja. Di Rumkit
Tk. IV 04.07.03 DSPP yang digunakan merupakan dasar dalam penyusunan oarganisasi
di Rumkit Tk. IV 04.07.03 yang telah ditentukan oleh Direktorat Kesehatan Angkatan
Darat dengan mengacu pada ketetapan: Perkasad nomor 74 Tahun 2014 tentang peta
jabatan Denkesyah 04.04.03 termasuk didalamnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir.

DSPP Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir

NO PANGKAT/GOL DSPP NYATA KURANG LEBIH KET


A. MILITER
1. Pamen 3 1 2 -
2. Pama 11 2 9 -
3. Bati - 5 - 5 5 menduduki
Jab PNS
4. Bintara 5 7 - 2 7 menduduki
jab PNS
5 Tamtama 2 2 -

JUMLAH 21 17 11 7

B. PNS
IV 2 - - -
III 6 14 - 8
II 64 19 45 -

JUMLAH 72 33 45 8

C. Tenaga Sukarela - 187 - -


JUMLAH - 237 - -

Rekapitulasi

RUMKIT TK IV
NO PANGKAT/GOLONGAN KETERANGAN
DSPP NYATA
1. Militer 21 17
2. PNS 72 33
3 KWB - 187
JUMLAH 93 237
Data diatas merupakan penghitungan pola ketenagaan berdasarkan DSP yang telah
ditentukan. Untuk memenuhi kekurangan tenaga kesehatan, maka Rumkit Tk. IV
04.07.03 dr. Asmir berusaha untuk menambah kebutuhan tenaga kesehatan dengan
menggunakan standar perhitungan pola ketenagaan sesuai perhitungan pola ketenagaan
dengan teori WISN (Work Load Indikator Staff Need).

b. Perhitungan dengan metode WISN

1) Data yang dibutuhkan dalam menetapkan waktu kerja tersedia atau hari kerja

a) Hari kerja, sesuai ketentuan yang berlaku di RS dr Asmir Salatiga. Pada


umumnya dalam 1 bulan26 hari kerja (26 hari sebulan x 12 bulan) = A

b) Cuti tahunan, sesuai ketentuan SDM memiliki hak cuti 12 hari = B

c) Pendidikan dan pelatihan, sesuai ketentuan yang berlaku di RS untuk


mempertahankan kompetensi dan profesionalisme setiap kategori SDM
mempunyai hak untuk untuk mengikuti pelatihan/seminar dalam 6 hari kerja = C

d) Hari libur nasional 14 hari = D

e) Ketidakhadiran kerja karena sakit atau tanpa pemberitahuan = E

f) Waktu kerja, sesuai waktu kerja di RS pada umumnya waktu kerja 1 hari
adalah 8 jam (F)

2) Menetapkan waktu tersedia

Rumus menghitung waktu kerja : Waktu kerja = (A – (B + C + D + E)) × F

3) Menetapkan unit kerja dan kategori sumber daya manusia (SDM)

Untuk menetapkan unit kerja dan kategori sumber daya manusia maka data dan
informasi yang dibutuhkan adalah:

a) Struktur orang, uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing unit

b) Keputusan Direktur rumah sakit tentang pembentukan Unit Kerja

c) Data pegawai berdasarkan pendidikan yang bekerja di Rumah Sakit

d) Undang – undang tentang standar profesi kesehatan di rumah sakit.

4) Menyusun Standar Beban Kerja

Standar beban kerja merupakan volume atau kuantitas beban kerja satu tahun.
Disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan (rata-rata waktu)
dan waktu yang tersedia atau yang dimiliki oleh masing-masing kategori tenaga.
Beban Kerja Meliputi:
a) Kegiatan pokok yang dilaksanakan

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok


Standar beban kerja/ tahun

b) Rata-rata Waktu

Suatu waktu yang dibutuhkan untuk suatu kegiatan pokok oleh masing-
masing tenaga. Kebutuhan waktu untuk menyelesaikan kegiatan sangat bervariasi
dan dipengaruhi : standar pelayanan, SOP, sarana prasarana yang tersedia
dan kompetensi SDM

Ditetapkan berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama bekerja


dan kesepakatan bersama. Sebaiknya ditetapkan berdasarkan waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok oleh SDM yang memiliki
kompetensi, kegiatan pelaksanaan, standar pelayanan, SOP dan memiliki etos
kerja yang baik.

c) Standar Beban Kerja

Volume atau kuantitas beban kerja selama satu tahun. Disusun berdasarkan
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan (waktu rata-rata) dan waktu kerja
tersedia yang dimiliki oleh masing-masing kategori SDM. Rumus perhitungannya
adalah:

𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂


𝑺𝒕𝒂𝒏𝒅𝒂𝒓 𝑩𝒆𝒃𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒓𝒋𝒂 =
𝒓𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 (𝒎𝒆𝒏𝒊𝒕)

5) Standar Kelonggaran

Tujuan dari diperolehnya faktor kelonggaran tiap kategori SDM meliputi jenis
kegiatan dan kebutuhan waktu adalah untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang tidak
terkait langsung atau dipengaruhi tinggi rendahnya kualitas atau jumlah kegiatan pokok
atau pelayanan. Contoh fakto kelonggaran adalah:

a) Rapat, penyusunan laporan, menyusun pengebonan barang

b) Frekuensi kegiatan dlm suatu hari, minggu, bulan

c) Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan

Rumus menyusun standar kelonggaran :

𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑟 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛


𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛 =
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎
6) Penghitungan tenaga kerja

Sumber data yang dibutuhkan adalah

a) Waktu kerja tersedia

b) Standar beban kerja

c) Standar kelonggaran

7) Kebutuhan SDM di rumah sakit Rumusnya adalah:

𝑘𝑢𝑎𝑛𝑡𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘


𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑆𝐷𝑀 = ÷ 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛
𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎

4. PENUTUP

Demikian pedoman Perencanaan Kebutuhan Tenaga Staf Medis, Keperawatan dan Staf
Profesional Kesehatan lainnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir disusun sebagai acuan
dalam pelaksanaan perencanaan penghitungan kebutuhan Tenaga Staf Medis, Keperawatan
dan Staf Profesional Kesehatan lainnya Rumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir

Karumkit Tk. IV 04.07.03 dr. Asmir

Agung Siswanto,drg.Sp.KGA
Mayor Ckm NRP 11010014670275