Anda di halaman 1dari 13

Memberikan pelatihan secara profesional untuk meningkatkan

kompetensi kerja bagi sektor jasa perbankan dan asesmen


 Profile Zinsari
 Artikel
 Inhouse
 Ceritaku
 Buku
 Video
 Kataku Bijak
 Daftar Materi Pelatihan
 Hubungi Kami
 Galeri 2014
 Galeri 2015
 Galeri 2016
16 Apr 2011
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat
PENGERTIAN

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank merupakan pendekatan kualitatif dari berbagai


aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank dengan
menilai beberapa faktor yang meliputi permodalan, kualitas aktiva produktif,
manajemen, rentabilitas dan likuiditas (CAMEL).

TUJUAN PENILAIAN

Tolok ukur bagi manajemen untuk mengetahui apakah pengelolaan bank dilakukan
sejalan dengan azas-azas perbankan yang sehat, prinsip kehati-hatian dan sesuai
dengan ketentuan yang belaku. Tolok ukur untuk menetapkan arah pembinaan dan
pengembangan bank baik secara individual maupun perbankan nasional secara
keseluruhan.

PENILAIAN TKS
Penilaian dilakukan dengan mengkuantifikasi aspek CAMEL dan faktor penilaian
terhadap pelaksanaan ketentuan yang sanksinya dikaitkan dengan tingkat
kesehatan. Penilaian menggunakan sistem kredit dengan nilai 0 s/d 100.

Tingkat kesehatan digolongkan dalam 4 kategori


 81 s/d 100 Sehat
 66 s/d <81 Cukup Sehat
 51 s/d <66 Kurang Sehat
0 s/d <51 Tidak Sehat
UNSUR-UNSUR PENILAIAN
1. PERMODALAN
Rasio Kecukupan Modal Minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR)
2. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
Rasio Kualitas Aktiva Prduktif (KAP)
Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)
3. MANAJEMEN
Manajemen Umum
Manajemen Risiko
4. RENTABILITAS
Rasio Return On Assets (ROA)
Rasio Beban Operasional thd Pendapatan Operasional (BOPO)
5. LIKUIDITAS
Cash Ratio (CR)
Loan to Deposit Ratio (LDR)

PERMODALAN
CAR (Capital Adequacy Ratio) atau Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM)
merupakan indikator terhadap kemampuan bank dalam rangka pengembangan
usaha dan menanggulangi risiko kerugian.

Penyediaan modal didasarkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Rasio CAR = Modal / ATMR x 100 %

CAR = 8%, predikat Sehat, Nilai Kredit (NK) = 81


Setiap kenaikan 0,1% NK +1, max 100

Rasio dibawah 8% atau 7,9%, Kurang Sehat, NK=65


Setiap penurunan 0,1% dari 7,9% NK -1, min 0

Hasil Penilaian:
>= 8% Sehat
6.5% s/d <8% Kurang Sehat
<6.5% Tidak Sehat

KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF


Penilaian Kualitas Aktiva Produktif menggunakan Rasio Kualitas Aktiva Produktif dan
Rasio PPAP.
RASIO KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF:
Menunjukkan kualitas penanaman aktiva produktif.

Aktiva produktif diklasifikasikan (APD):


 50% x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Kurang Lancar
 75% x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Diragukan
 100% x Baki Debet Aktiva Produktif tergolong Macet

Unsur Aktiva Produktif (AP) dari:


 Kredit yg diberikan
 Penempatan pada bank lain (kecuali giro)

Rasio KAP = APD / AP x 100%

Penilaian Rasio KAP:


Rasio KAP >=22,5% NK=0
Setiap penurunan 0,15% NK +1, max 100

Hasil Penilaian:
0,00% s/d <= 10.35% Sehat
>10,35% s/d <= 12,60% Cukup Sehat
>12,60% s/d <= 14,85% Kurang Sehat
>14,85% Tidak Sehat

RASIO PPAP:
Rasio PPAP merupakan perbandingan antara PPAP yg telah dibentuk dengan PPAP yg
wajib
dibentuk.

Penilaian Rasio PPAP:


Rasio PPAP = 0 NK = 0
Setiap kenaikan 1% NK +1, max 100

Hasil Penilaian:
>=81,0% Sehat
>=66,0% s/d <81,0% Cukup Sehat
>=51,0% s/d <66,0% Kurang Sehat
< 51,0% Tidak Sehat

MANAJEMEN

• Menilai kualitas manajemen bank.


• Penilaian faktor manajemen meliputi manajemen umum dan manajemen risiko, yang
terdiri dari 25 aspek , yaitu:
• 10 aspek manajemen umum dan
• 15 aspek manajemen risiko.
• Skala penilaian 0,1,2,3,4 dimana 0 adalah kondisi lemah dan 4 adalah kondisi baik.
Manajemen Umum:

Strategi/Sasaran:
1. Rencana kerja tahunan bank digunakan sbg acuan
kegiatan usaha bank selama 1 tahun.
Struktur:
1. Bagan organisasi yang ada telah mencerminkan seluruh
kegiatan bank dan tidak terdapat jabatan kosong atau perangkapan
jabatan yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas.
2. Bank memiliki batasan tugas dan wewenang yg jelas untuk
masing-masing karyawannya yg tercermin pada kegiatan
operasionalnya.

Sistem:
1. Kegiatan operasional dari pemberian kredit telah dilaksanakan
sesuaidengan sistem dan prosedur yang tertulis.
2. Pencatatan setiap transaksi dilakukan secara akurat dan
laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi
keuangan yg berlaku.
3. Bank mempunyai sistem pengamanan yg baik terhadap semua
dokumen penting.
4. Pimpinan senantiasa melakukan
pengawasan terhadap perkembangan dan pelaksanaan kegiatan.

Kepemimpinan:
1. Pengambilan keputusan-keputusan yang bersifat operasional
dilakukan oleh Direksi secara independen.
2. Pimpinan bank komit untuk menangani permasalahan bank
yang dihadapi serta senantiasa melakukan langkah-langkah
perbaikan yang diperlukan.
3. Direksi dan karyawan memiliki tertib kerja yang meliputi disiplin
kerja serta komitmen dan didukung sarana kerja yang memadai
dalam melaksanakan pekerjaan.
Manajemen Risiko:
Risiko Likuiditas:
1. Bank melakukan pemantauan dan pencatatan tagihan dan
kewajiban yang jatuh tempo untuk mencegah kemungkinan timbulnya
kesulitan likuiditas.
2. Bank senantiasa memelihara likuiditas dengan baik.

Risiko Kredit:
1. Dalam memberikan kredit bank melakukan analisis terhadap
kemampuan debitur membayar kembali kewajibannya.
2. Setelah kredit diberikan bank melakukan pemantauan terhadap
penggunaan kredit, serta kemampuan dan kepatuhan debitur dalam
memenuhi kewajibannya.
3. Bank melakukan peninjauan, penilaian dan pengikatan terhadap
agunan.

Risiko Operasional:
1. Bank menerapkan kebijaksanaan pembentukan penyisihan
penghapusan piutang berdasarkan prinsip kehati-hatian.
2. Bank tidak menetapkan persyaratan yang lebih ringan kepada
pemilik/pengurus bank untuk memperoleh fasilitas dari bank.
3. Pimpinan senantiasa melakukan tindak lanjut
secara efektif terhadap temuan hasil pemeriksaan oleh Bank
Indonesia.

Risiko Hukum:
1. Perjanjian kredit telah sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Bank telah memastikan bahwa agunan yang diterima telah
memenuhi persyaratan ketentuan yang berlaku.
3. Bank menatausahakan secara baik dan aman blangko bilyet
deposito dan buku tabungan yang belum digunakan (kosong) dan
blangko bilyet deposito yang telah dicairkan dananya serta buku
tabungan yang dikembalikan ke bank karena rekeningnya telah
ditutup.
Risiko Pemilik/Pengurus:
1. Pemilik bank tidak mencampuri kegiatan operasional sehari-hari
yang cenderung menguntungkan kepentingan sendiri, keluarga atau
grupnya sehingga merugikan bank.
2. Pemilik bank mempunyai kemampuan untuk meningkatkan
permodalan bank sehingga senantiasa memenuhi ketentuan yang
berlaku.
3. Direksi bank di dalam melaksanakan kegiatan operasional tidak
melakukan hal-hal yang cenderung menguntungkan diri sendiri,
keluarga dan grupnya atau berpotensi akan merugikan bank.
4. Dewan Komisaris/Pengawas melaksanakan fungsi pengawasan
terhadap pelaksanaan tugas direksi dalam batasan dan wewenang
yang jelas, yang dilakukan secara efektif.

RENTABILITAS

Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam pengelolaan aktiva dan tingkat efisiensi
operasionalnya.

Rentabilitas diukur dengan 2 rasio berikut:


RASIO ROA:
ROA = Laba sebelum pajak/Rata-rata Total Aset x 100%
dimana rata-rata total aset dihitung selama 12 bulan terakhir.

RASIO BOPO:

BOPO = Beban Operasional / Pendapatan Operational x 100%

Penilaian ROA:
Rasio ROA = 0 atau negatif, NK = 0
Setiap kenaikan 0,015% NK +1, max 100

Hasil Penilaian:
>= 1,215% Sehat
>= 0,999% s/d < 1,215% Cukup Sehat
>= 9,765% s/d < 0,999% Kurang Sehat
< 0,765% Tidak Sehat

Penilaian BOPO:
Rasio BOPO = 100 atau lebih, NK = 0
Setiap penurunan 0,08%, NK +1, max 100

Hasil Penilaian:
<= 93,52% Sehat
>= 93,52% s/d < 94,72%% Cukup Sehat
>= 94,72% s/d < 95,92% Kurang Sehat
< 95,92% Tidak Sehat

LIKUILITAS

Aspek likuiditas diukur dengan rasio berikut:

CASH RATIO:

Untuk mengukur kemampuan bank memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar
dengan harta likuid yang dimiliki bank.

Cash Ratio = Alat likuid / Hutang Lancar x 100 %

Alat Likuid :
1. Kas
2. Giro
3. Selisih lebih tabungan pada bank lain dikurangi tabungan dari bank lain
Hutang Lancar :
1. Kewajiban Segera Dapat Dibayar
2. Tabungan
3. Deposito

Penilaian Cash Ratio:


Rasio 0%, NK = 0,
setiap kenaikan 0,05% NK +1, max 100

Hasil Penilaian:
>= 4,05% Sehat
>= 3,30% s/d < 4,05% Cukup Sehat
>= 2,55% s/d < 3,30% Kurang Sehat
< 2,55% Tidak Sehat

LOAN TO DEPOSIT RATIO:

Untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah
dana masyarakat dan dana sendiri yang digunakan.

LDR = Kredit yang diberikan / Dana yang dihimpun x 100%

Dana Dihimpun :
1. Tabungan
2. Deposito
3. Pinjaman dari Bank Indonesia
4. Pinjaman/Deposito bank lain > 3 bln
5. Pinjaman dari Non Bank lebih dari 3 bulan
6. Modal Inti
7. Modal Pinjaman

Penilaian Rasio LDR:


Rasio >115%, NK = 0,
setiap penurunan 1%, NK +4, max 100

Hasil Penilaian:
<= 94,75% Sehat
> 94,75% s/d <= 98,50% Cukup Sehat
>98,50% s/d <= 102,25% Kurang Sehat
>102,25% Tidak Sehat

PROGRAM PERHITUNGAN TKS

Untuk memudahkan perhitungan rasio-rasio keuangan tersebut dan sekaligus penilaian


TKS, saya telah menyiapkan satu program dengan spreadsheet, sehingga para
pemakai cukup menginput data neraca dan laporan laba rugi serta sedikit perincian
data tentang antarbank aktiva, kredit yang diberikan berdasarkan kolektibilitas,
deposito dan pinjaman yang diterima, tabel penilaian TKS akan secara otomatis
dapat dihasilkan.
Ini adalah contoh hasil penilaian TKS:
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknis penilaian dapat mengikuti pelatihan TKS bersama saya
dan dapatkan program perhitungan TKS ini.
ditulis oleh: Zinsari Ir

Reaksi:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
13 komentar:
1.

Handry Krisnandi11/12/2014

Selamat siang pak zinsari


saya mau tanya kalau mengukur tingkat kesehatan bisa diukur secara komulatif
tidak?
Balas
Balasan

1.
Solusi cepat kaya11/26/2016

,,.,KISAH NYATA ,,,,,,,


Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan
berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya
adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan
mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain
sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya
kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman
saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya
menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank
totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2
orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana
dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg
menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus
keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu
dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau
memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya
stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya
berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan
menghubungi KI JAMBRONG di No 0853-1712-1219. Semua
petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim,
Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan
sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI
JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN
TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA
SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI JAMBRONG
DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).
Balas

2.

Tamara Gustavson1/27/2015

HALO JUGA
Apakah Anda memiliki kartu kredit yang rendah dan Anda menemukan kesulitan
untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank / lembaga keuangan lokal lainnya?
Kami menawarkan pinjaman jangka panjang dan pendek sangat dengan harga
murah dan moderat tingkat 2%, kami bersertifikat, terdaftar dan perusahaan kredit
yang sah. Anda dapat memperoleh pinjaman mulai dari $ 5.000 hingga $
100.000.000,00 Serikat menyatakan dolar. Durasi pembayaran pinjaman kami
adalah antara 1-20 tahun. Jika Anda tertarik silakan hubungi kami melalui:
tamaragustavsonloanfirm@gmail.com
Balas

3.

bpr arsham Sejahtera2/18/2016

halo pak zinsari..


untuk perhitungan tks bisa minta soft copynya pak,,
jika bpk bersedia ini email saya: bpr.arsham@gmail.com

BPR.Arsham Sejahtera
Balas

4.

Jon Adi Batam2/28/2016

Selamat Siang Pak Zinsari...


saya berminat software perhitungan TKS nya pak...
infokan di email saya pak ya
jonadibatam@bankbagong.com
trimakasih pak

Best Regards..
Balas

5.

TIPS TRIK4/04/2016

MOHON INFO TENTANG PROGRAMNYA YA BANG DI reinasinkha@gmail.com


Balas

6.

VENTABELLA7/12/2016

Alat Likuid :
1. Kas
2. Giro
3. Selisih lebih tabungan pada bank lain dikurangi tabungan dari bank lain
Hutang Lancar :
1. Kewajiban Segera Dapat Dibayar
2. Tabungan
3. Deposito
yang ingin aku tanyakan yaitu untuk HUTANG LANCAR ada pos Tabungan
Deposito. apakah Tabungan dan Deposito tersebut juga termasuk penempatan dari
bank lain juga ..???
mengingat Pada Kas dan Bank Tabungan sudah dikurangi dengan penempatan
tabungan dari bank lain...

Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya


Balas

7.

Novri Saldiansyah9/18/2016

Selamat sore Pak, itu penilaian nya berdasarkan peraturan BI nomor berapa ya ?
Balas

8.

klaten sejahtera9/18/2016
selamat siang pak, setelah dikeluarkannya SE OJK No 8/OJK/SEOJK.03/2016
tentang KPMM, apakan perhitungan ATMR khususnya dalam penentuan bobot
risiko aktiva juga sudah diberlakukan? mengingat ada perbedaan dalam komponen
dan bobot risiko antara SEOJK tersebut dengan yang tercantum dalam SE PBI
tentang KPMM
Balas

9.

OLAH DATA STATISTIK10/03/2016

TErimakasih informasi, ini sangat bermanfaat bagi tambahan tambahan analisa


saya
Balas

10.

tirta maya11/22/2016

Selamat malam pak, mohon bantuannya saya sedang skripsi. untuk SE OJK
tersebut saya lihat untuk BPR, apakah bisa berlaku juga untuk bank syariah?
apabila bapak berkenan mohon dibalas ke email saya mayaradika@gmail.com
terima kasih sekali sebelumnya atas bantuan bapak
Balas

11.

ultimastats4/20/2017

Info yang sangat bermanfaat dari ahlinya, terima kasih pak :)


Balas

12.

dewi ratnasari4/27/2017

selamat malam pak, sy mau tanya tentang landasan teori ataupun peraturan yang
mengatur penilaian TKS yang sudah bapak jelaskan. terimakasih.
Balas

Link ke posting ini


Buat sebuah Link

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

IR.ZINSARI,MM,MBA
Total Visitor

Daftar Link
 BPR
 Facebook
 Twitter
 wordpress

Arsip Blog
 ► 2016 (1)
 ► 2014 (3)
 ► 2013 (10)
 ► 2012 (18)
 ▼ 2011 (6)
o ► November (1)
o ► Oktober (1)
o ► Juli (1)
o ▼ April (1)
 Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakya...
o ► Februari (2)
 ► 2010 (2)
 ► 2009 (15)
Entri Populer


Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat
PENGERTIAN Penilaian Tingkat Kesehatan Bank m erupakan pendekatan kualitatif dari berbagai
aspek yang berpengaruh terhadap kondisi d...


Menghitung Nilai Tunai dari Kredit yang Direstrukturisasi
Sesuai Pedoman Akuntansi BPR yang diberlakukan sejak 1 Januari 2010 berdasarkan Surat Edaran
Bank Indonesia no 14/12/DKBU tanggal 1 Juni 201...
 Fit & Proper Test Calon Komisaris BPR
Dalam Peraturan Bank Indonesia no 8/26/PBI/2006 tentang BPR, pasal 22 disebutkan bahwa
anggota Direksi dan Dewan Komisaris BPR wajib mem...


Keterampilan Teller
Sebagian besar masyarakat menilai citra suatu bank melalui penampilan, pelayanan dan
pengetahuan para pegawai di front office. Peran peg...


Prinsip Kehati-hatian Bank (Prudent Principles)
Usaha perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah usaha yang berisiko, dimana
sebagian besar dana dihimpun dari masyarakat...


Sertifikasi Direksi BPR
oleh Zinsari Seperti diketahui bahwa Bank Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia
no 6/22/ PBI /2004 tanggal 09-08-2004...


Pedoman Standar Kebijakan Perkreditan BPR
Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan no 13/26/PBI/2011 pada tanggal 28 Des 2011 tentang:
PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESI...


Analisa Kredit Mikro dan Secangkir Kopi Panas
Kredit mikro memiliki keunikan. Kenapa? ya, karena umumnya para pengusaha mikro tidak memiliki
cukup bukti usaha yang terekam dengan baik...


Sukses Sebagai Komisaris BPR
Dewan Komisaris pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sekurang-kurangnya berjumlah 2 (dua)
orang anggota, demikian ketentuan yang terdapa...


Menguasai Akuntansi Kredit BPR
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) termasuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik yang signifikan,
namun diperkenankan menggunakan SAK-ET...

zinsari. Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.