Anda di halaman 1dari 30

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KEGIATAN REHABILITASI REKONSTRUKSI PASCA BENCANA


PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI REKONSTRUKSI TALUD
DI SUNGAI WAY RAJABASA

1. LATAR BELAKANG :

Untuk menunjang peningkatan pelayanan


kepada masyarakat Pemerintah Kota Bandar
Lampung melalui DPA Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kota
Bandar Lampung Tahun Anggaran 2017
akan melaksanakan Pekerjaan Pengawasan
Rehabilitasi Rekonstruksi Talud Di Sungai
Way Rajabasa yang lokasinya di Kota
Bandar Lampung.
Setiap konstruksi harus direncanakan dan
dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga
dapat memenuhi kriteria teknis yang layak
dari segi mutu,biaya dan kriteria
administrasi.
Penyedia jasa pekerjaan konstruksi perlu
diarahkan secara baik dan menyeluruh,
sehingga mampu melaksanakan pekerjaan
konstruksi dengan baik memadai dan layak
diterima menurut kaidah, norma serta tata
laku profesional .
Dengan demikian diperlukan pengawasan
yang baik dalam pelaksanaannya, dengan
melibatkan konsultan pengawas untuk
melaksanakan Pengawasan pekerjaan
tersebut agar dapat berjalan sesuai dengan
apa yang diharapkan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN :


1) Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini
merupakan petunjuk bagi Konsultan
Pengawas yang memuat masukan, azas,
kriteria, proses dan keluaran yang harus
dipenuhi dan diperhatikan serta
diinterpretasikan kedalam petaksanaan
tugas pengawasan.
2) Dengan penugasan ini diharapkan
Konsultan Pengawas dapat
melaksanakan tanggung jawabnya
dengan baik untuk menghasilkan
keluaran yang memenuhi sesuai KAK
ini.
3) Maksud dan tujuan pekerjaan ini adalah
melaksanakan pengawasan
Pembangunan Talud.

3. TARGET/SASARAN
:
Target/sasaran yang ingin dicapai dalam
pengadaan pekerjaan ini adalah tersedianya
Jasa Konsultan Pegawas untuk pengawasan
pekerjaan pembangunan Talud
Di Sungai Way Rajabasa yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4. NAMA ORGANISASI
PENGADAAN

BARANG/JASA :
Nama Organisasi yang menyelenggarakan/
melaksanakan pengadaan Jasa Konsultansi :
- Organisasi : Pemerintah Kota
Bandar Lampung.
- SATKER/SKPD : Badan
Penanggulangan
Bencana Daerah
Bandar Lampung
- Nama PPK :
- Nama PPTK :

5. SUMBER DANA DAN


PERKIRAAN BIAYA :a. Sumber dana yang diperlukan untuk
membiayai pengadaan Pengawasan
Rehabilitasi Rekonstruksi Talud di
Sungai Way Rajabasa adalah berasal dari
Dana APBD Pemerintah Kota Bandar
Lampung Tahun Anggaran 2017 .
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan
adalah sebesar Rp. 126.000.000 ,-
(Seratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah).
c. Pekerjaan yang diawasi adalah Pekerjaan
Rehabilitasi Rekonstruksi Talud Di
Sungai Way Rajabasa.
6. RUANG LINGKUP, LOKASI
PEKERJAAN, FASILITAS
PENUNJANG :
A. Lingkup Kegiatan : adalah
Pengawasan Rehabilitasi
Rekonstruksi Talud di Sungai Way
Rajabasa
B. Lokasi Kegiatan : Kota Bandar
Lampung.
C. Data Lokasi / Informasi :
1) Untuk melaksanakan tugasnya,
konsultan Pengawas harus mencari
sendiri informasi yang dibutuhkan
selain dari informasi yang diberikan
oleh Pejabat Pembuat Komitmen
termasuk melalui Kerangka Acuan
Kerja ini.
2) Konsultan Pengawas harus
memeriksa kebenaran informasi yang
digunakan dalam pelaksanaan
tugasnya, baik yang berasal dari
Pejabat Pembuat Komitmen maupun
yang dicari sendiri, Kesalahan
pengawasan/ kelalaian pekerjaan
sebagai akibat dari kesalahan
informasi menjadi tanggung jawab
sepenuhnya dari konsultan Pengawas.
3) Informasi pengawasan antara lain :
a. Dokumen pelaksanaan yaitu :
i. Gambar-gambar pelaksanaan,
ii. Rencana Kerja dan Syarat-
syarat,
iii. Berita Acara Aanwijzing sampai
dengan penunjukan Pemborong,
iv. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/
Pemborongan.
b. Bar Chart dan S-Curve serta Net
Work Planning dari pekerjaan
yang dibuat oleh Pemborong
(setelah disetujui).
c. Kerangka Acuan Kerja (KAK)
pengawasan.
d. Peraturan-peraturan, standar dan
pedoman yang berlaku untuk
pekerjaan pengawasan teknis
konstruksi, termasuk petunjuk
teknis simak pengawasan mutu
pekerjaan, dll.
e. Informasi lainnya.
4) Program alih teknologi.
5) Staf/ tim teknis pelaksanaan
pekerjaan.
Pejabat Pembuat Komitmen akan
mengangkat petugas sebagai
wakilnya yang bertindak sebagai
Tim Teknis untuk pengawas,
pendamping dalam pelaksanaan
pekerjaan ini.
7. LINGKUP PEKERJAAN :

A. Lingkup Kegiatan :
Konsultan harus berusaha untuk mendapatkan
informasi umum mengenai kondisi eksisting,
melalui Gambar Kerja beserta Dokumen
Teknisnya maupun perencanaan masterplan
wilayah pengawasan. Konsultan terdiri dari Tim
Supervisi Lapangan yang bertanggung jawab
untuk melaksanakan pengawasan pekerjaan
fisik selama waktu pelaksanaan yang telah
ditentukan dengan menggunakan data lapangan
yang diperoleh dari Penyedia Jasa dan
menggunakan standard design serta cara yang
telah ditentukan oleh Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kota Bandar Lampung.

B. Lingkup Pekerjaan :
Lingkup Pekerjaan yang harus dilaksanakan
oleh konsultan pengawas adalah sebagai
berikut :
1) Memeriksa dan mempelajari kondisi
eksisting dan dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar
dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
2) Mengawasi dan menyetujui pemakaian
bahan, peralatan, tenaga kerja, dan metoda
dan produk pelaksanaan, serta mengawasi
ketepatan waktu, mutu dan biaya pekerjaan
konstruksi.
3) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan
laju pencapaian volume / realisasi fisik.
4) Mengumpulkan data dan informasi di
lapangan untuk memecahkan persoalan yang
terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
5) Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan
secara berkala, membuat laporan mingguan
dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan
masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan
harian, mingguan dan bulanan pekerjaan
konstruksi yang dibuat oleh Pemborong.
6) Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan,
pemeliharaan pekerjaan, serah terima
pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.
7) Menyetujui program kerja harian/mingguan
dan gambar-gambar pelaksanaan (Shop
Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.
8) Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai
dengan pelaksanaan (As-Built Drawings)
sebelum serah terima pertama.
9) Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum
serah terima pertama, mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan
laporan akhir pekerjaan pengawasan.
10) Pekerjaan Supervisi ini dapat dibagi dalam
beberapa tahapan proses, yaitu :
a. Tahap Persiapan.
b. Tahap Pelaksanaan Pengawasan.
c. Tahap Penyerahan Laporan :
1) Laporan Pendahuluan.
2) Laporan Bulanan.
3) Laporan Akhir.
4) Dokumentasi.
11) Konsultan Supervisi harus memerinci sendiri
kegiatannya dan dalam menjalankan
tugasnya akan mendapatkan pula arahan dari
Pengelola Kegiatan secara tertulis agar
fungsi dan tanggung jawab Konsultan
Supervisi dapat terlaksana dengan baik, dan
menghasilkan keluaran (produk)
sebagaimana yang diharapkan. Secara garis
besar, uraian tugas Konsultan Supervisi
secara bertahap di lapangan antara lain
adalah sebagai berikut :
a. Pekerjaan Persiapan
1) Menyusun program kerja, alokasi
tenaga dan konsepsi/ metodologi
pelaksanaan pekerjaan supervisi.
2) Memeriksa Time Schedule, Bar
Chart, S-Curve dan Net Work
Planning yang diajukan oleh
Rekanan/ Kontraktor pelaksana
untuk selanjutnya diteruskan kepada
Pengelola Kegiatan untuk
mendapatkan persetujan.
b. Pekerjaan Teknis Supervisi Lapangan
1) Melaksanakan Kegiatan Supervisi
secara umum, Supervisi lapangan,
koordinasi dan inspeksi kegiatan-
kegiatan pembangunan agar
pelaksanaan teknis maupun
administrasi teknis yang dilakukan
secara terus menerus sampai dengan
pekerjaan diserahkan untuk terakhir
kalinya.
2) Mengawasi kebenaran ukuran,
kualitas dan kuantitas dari bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan
perlengkapan selama pekerjaan
pelaksanaan di lapangan atau di
tempat kerja lainnya.
3) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan
mengambil tindakan yang tepat dan
cepat, agar batas waktu pelaksanaan
minimal sesuai dengan jadual yang
telah ditetapkan. (jadual harus jelas
mengingat waktu pelaksanaan fisik
sangat terbatas)
4) Memberikan masukan pendapat teknis
tentang penambahan atau
pengurangan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi biaya dan waktu
pekerjaan serta berpengaruh pada
ketentuan kontrak, untuk
mendapatkan persetujuan dari
Pengguna Jasa/ Kuasa Pengguna
Anggaran/Pelaksana Kegiatan/Pejabat
Pembuat komitmen.
5) Memberikan petunjuk, perintah sejauh
tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu
pekerjaan serta tidak menyimpang dari
kontrak, dapat langsung disampaikan
kepada Rekanan/ Kontraktor
pelaksana, dengan pemberitahuan
secara tertulis kepada Pengelola
Kegiatan.
c. Konsultasi
1) Melakukan konsultasi dengan
Pengguna Jasa/Kuasa Pengguna
Anggaran/Pengendali
Kegiatan/Pejabat Pembuat Komitmen
untuk membahas segala masalah dan
persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan pembangunan.
2) Mengadakan rapat lapangan secara
berkala sedikitnya 2 (dua) kali setiap
bulannya, dengan Pengguna
Jasa/Kuasa Pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen/Pelaksana
Kegiatan/Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan; Konsultan Perencana
Teknis; Rekanan/ Kontraktor
pelaksana; dan Tim Teknis, dengan
tujuan untuk membicarakan masalah
dan persoalan yang timbul dalam
pelaksanaan, untuk kemudian
membuat risalah rapat dan
mengirimkan kepada semua pihak
yang bersangkutan, serta sudah
diterima masing-masing pihak paling
lambat satu minggu kemudian.
3) Mengadakan rapat di luar jadual rutin
tersebut apabila dianggap perlu dan
karena ada permasalahan mendesak
yang perlu dipecahkan.
d. Pelaporan
1) Memberikan laporan dan pendapat
teknis administrasi dan teknis
teknologis kepada Pengguna
Jasa/Kuasa Pengguan Anggaran/
Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat
Pelaksana Kegiatan atau Pengelola
Kegiatan mengenai volume,
prosentase dan nilai bobot bagian-
bagian
pekerjaan yang akan dilaksanakan
Rekanan/ Kontraktor pelaksana.
2) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang
nyata mengenai volume, prosentase
dan nilai bobot bagian-bagian
pekerjaan yang telah dilaksanakan
Rekanan/ Kontraktor pelaksana dan
dibandingkan dengan jadual yang
telah disetujui.
3) Melaporkan bahan-bahan bangunan
yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan
alat yang digunakan.
4) Memeriksa gambar-gambar kerja
tambahan yang dibuat oleh Rekanan/
Kontraktor pelaksana terutama yang
mengakibatkan tambah atau
berkurangnya pekerjaan, dan juga
perhitungan serta gambar konstruksi
yang dibuat oleh Rekanan/ Kontraktor
pelaksana (shop drawings).
5) Melaporkan semua kegiatan
pengawasan dalam laporan bulanan
dan laporan akhir pekerjaan.
e. Penyiapan/ Pemeriksaan Dokumen
Pekerjaan
1) Menerima dan menyiapkan Berita
Acara sehubungan dengan
penyelesaian pekerjaan di lapangan,
serta untuk keperluan pembayaran
angsuran.
2) Memeriksa dan menyiapkan daftar
volume dan nilai pekerjaan, serta
penambahan atau pengurangan
pekerjaan guna keperluan
pembayaran.
3) Mempersiapkan formulir laporan
mingguan dan bulanan, Berita Acara
Kemajuan Pekerjaan, Berita Acara
Penyerahan Pertama dan Kedua serta
formulir-formulir lainnya yang
diperlukan untuk kebutuhan dokumen
pembangunan.

C. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN


1) Konsultan Pengawas bertanggung jawab
secara profesional atas jasa pengawasan yang
dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata
laku profesi yang berlaku.
2) Secara umum tanggung jawab konsultan
adalah minimal sebagai berikut :
a. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi
dengan dokumen pelelangan/
pelaksanaan yang dijadikan pedoman,
serta peraturan, standar dan pedoman
teknis yang berlaku.
b. Kinerja pengawasan telah memenuhi
standar hasil kerja pengawasan yang
berlaku, baik kualitas dan kuantitas
Tenaga Ahli maupun laporan-laporan
yang disyaratkan.
c. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak
yang ditimbulkan.
3) Penanggung jawab profesional pengawasan
adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu
perusahaan, tetapi juga bagi para tenaga ahli
profesionall pengawasan yang terlibat.
4) Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai
dengan pelaksanaan (As-Built Drawings)
sebelum serah terima pertama.
5) Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum
serah terima pertama, mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan
laporan akhir pekerjaan pengawasan.

8. JANGKA WAKTU
PELAKSANAAN :
Jangka waktu pelaksanaan Pengawasan
diperkirakan selama 150 (seratus lima puluh)
hari kalender/ mengikuti selama
pelaksanaan Konstruksi Fisik berlangsung,
terhitung sejak terbit SPMK.

9. TENAGA AHLI :

Keterlibatan tenaga-tenaga ahli yang


profesional dan berpengalaman dalam
Supervisi sesuai dengan bidang pekerjaan
yang dilaksanakan merupakan faktor utama
optimalnya pelaksanaan Kegiatan Supervisi.
Untuk itu dalam melaksanakan tugasnya,
Konsultan Supervisi harus menyediakan
tenaga-tenaga yang memenuhi kebutuhan
kegiatan, baik ditinjau dari lingkup atau besar
kegiatan maupun tingkat kerumitan
pekerjaan. Untuk melaksanakan tugasnya,
Konsultan Supervisi harus menyediakan
tenaga ahli yang memenuhi kebutuhan
kegiatan, yaitu minimal terdiri dari :
1) Site Engineer Dan Tenaga teknis atau
tenaga pendukung lainnya sesuai
kebutuhan dan lingkup kompleksitas
pekerjaan. Kualifikasi masing-masing
tenaga pendukung tersebut disesuaikan
dengan lingkup penugasan dan keahlian
yang dibutuhkan untuk masing-masing
jabatan, sehingga diharapkan personil
tersebut benar-benar dapat melaksanakan
tugas masing-masing dengan optimal.
2) Tugas Dan Kualifikasi Personil Tenaga
Ahli.
Personil-personil yang tercantum di
bawah ini harus bekerja secara penuh
untuk pekerjaan ini, yaitu terdiri dari :

A. TENAGA AHLI. Site Engineer


(Team Leader)
Adalah seorang Sarjana S1
Teknik Sipil pengalaman minimal
3 (tiga) tahun efektif atau S2
Teknik Sipil/Struktur, memiliki
SKA dalam bidang Ahli Muda
Sumber Daya Air, dan
mengetahui
dengan baik proses pelaksanaan
dan Pengawasan Pembangunan Talud
dan utilitas beserta
permasalahannya. Tugas dan
tanggung jawab Site Engineer
meliputi :
1. Mengkoordinasikan semua
personil yang terlibat dalam
pekerjaan ini sehingga bisa
menghasilkan pekerjaan
seperti yang ditentukan.
2. Memahami isi dokumen
kontrak dari kontraktor
3. Memahami strategi
pelaksanaan kontraktor
(berdasarkan hasil PCM)
4. Memahami strategi
pelaksanaan fisik
5. Menyetujui proses dan hasil
opname pekerjaan apabila
kontraktor melakukan
penagihan
6. Memberi saran dan masukan
kepada pemborong/kontraktor
pekerjaan mengenai
pelaksanaan pembangunan
talud
7. Mengarahkan
Pemborong/Kontraktor
terhadap pelaksanaan
pekerjaan di lapangan
8. Menyusun laporan
pengamatan periodic yang
berisi ;
a) hasil konsolidasi laporan/
catatan-catatan dari
pengawas;
b) Catatan-catatan apabila ada
penyimpangan disertai
bukti-bukti yang memadai
(foto hasil sampling/copy
hasil test material dari
laboratorium dll.);
c) Rekomendasi-rekomendasi
yang diperlukan untuk
perbaikan pelaksanaan
dimasa mendatang
9. Memonitor secara seksama
kemajuan dari semua
pekerjaan dan melaporkannya
segera/tepat waktu bila
kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada
buku Spesifikasi Umum dan hal
itu benar-benar berpengaruh
terhadap jadwal penyelesaian
yang direncanakan. Dalam hal
demikian, maka Site Engineer
juga membuat rekomendasi
secara tertulis bagaimana
caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
10. Memeriksa dengan teliti semua
kuantitas hasil pengukuran
setiap pekerjaan yang telah
selesai yang disampaikan oleh
Inspector.
11. Menjamin bahwa sebelum
kontraktor diijinkan untuk
melaksanakan pekerjaan
berikutnya, maka pekerjaan-
pekerjaan sebelumnya yang
akan tertutup atau menjadi
tidak tampak harus sudah
diperiksa/diuji dan sudah
memenuhi persyaratan dalam
Dokumen Kontrak.
12. Memberi rekomendasi kepada
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kota Bandar
Lampung menyangkut mutu
dan jumlah pekerjaan yang
telah selesai dan memeriksa
kebenaran dari setiap sertifikat
pembayaran bulanan
kontraktor.
13. Membuat perhitungan dan
sketsa-sketsa yang benar untuk
bahan SKPD Dinas Pekerjaan
Umum Kota Bandar Lampung
pada setiap akan
memerintahkan perubahan
pekerjaan.

14. Mengawasi dan memeriksa


permbuatan Gambar
Sebenarnya
Terbangun/Terpasang (as built
drawing) dan mengupayakan
agar semua gambar tersebut
dapat diselesaikan sebelum
Penyerahan Pertama Pekerjaan
(Provisional Hand Over/PHO).

15. Memeriksa dengan


teliti/seksama setiap gambar-
gambar kerja dan
analisa/perihtungan-
perhitungan konstruksinya dan
kuantitasnya, yang dibuatoleh
kontraktor sebelum
pelaksanaan.

16. Menyusun/memelihara arsip


korespondensi proyek, laporan
harian, laporan mingguan,
bagan kemajuan pekerjaan,
pengukuran, gambar-gambar
dan lainnya.
17. Menyusun Laporan Bulanan
dan Akhir
B. Inspector
Tenaga pendukung Inspector,
adalah 2 orang lulusan minimal
D3 Teknik dengan disiplin ilmu
yang sama pengalaman minimal 2
tahun.
Inspector bertanggung jawab atas
pengawasan pekerjaan dan
bertanggung jawab langsung
kepada Site Engineer tetapi harus
mengkoordinasikan diri kepada
Pejabat Pembuat Komitmen
Pekerjaan Pengawasan
Rehabilitasi Rekonstruksi Talud
di Sungai Way Rajabasa Tugas
dan tanggung jawab inspector
mencakup, tapi tidak terbatas
pada, hal-hal sebagai berikut :
a. Melaporkan Progress
Pekerjaan Site Engineer.
b. Mengadakan pengawasan
yang terus menerus di lokasi
proyek yang sedang
dikerjakan dan memberikan
laporan kepada Site Engineer
atau Quality / Quantity
Engineer atas pekerjaan yang
tidak sesuai dengan Kontrak
Dokumen. Semua hasil
pengamatan harus dilaporkan
secara tertulis pada hari itu
juga.
c. Terus menerus mengawasi
dan mencatat serta mengecek
hasil pengukuran.
d. Menyiapkan pengawasan
yang terus menerus di
lapangan setiap harinya,
termasuk menyiapkan catatan
harian untuk peralatan, tenaga
dan bahan yang digunakan
oleh Kontraktor untuk
menyelesaikan pekerjaan
harian.
e. Setiap hari senantiasa
meringkas semua kegiatan
konstruksi, mencatat cuaca,
material yang dikirim
kelapangan, perubahan dan
kebutuhan tenaga kerja
peralatan di lapangan, jumlah
pekerjaan yang telah selesai
dan pengukuran lapangan,
hal-hal khusus dan sebagainya
dengan formulir laporan yang
standar dan dikirim ke Site
Engineer atau Quantity
Engineer.
f. Membantu Direksi lapangan
untuk meng”opname” hasil
pekerjaan yang telah selesai.

10. KELUARAN/PRODUK
YANG DIHASILKAN :

Tugas Supervisi secara umum adalah


mengawasi kelancaran pekerjaan
pembangunan yang dikerjakan oleh
Rekanan/Kontraktor pelaksana, yang
menyangkut kuantitas, kualitas, biaya dan
ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan,
sehingga wujud akhir Pembangunan talud dan
kelengkapannya yang sesuai dengan
Dokumen Kontrak
Pelaksanaan/Pemborongan, dan telah
diterima dengan baik oleh Pengguna
Jasa/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat
Pembuat Komitmen/Pejabat Pengendali
Kegiatan dan kelancaran penyelesaian
administrasi yang berhubungan dengan
pekerjaan di lapangan, serta penyelesaian
kelengkapan Dokumen Pembangunan
lainnya. Konsultan Supervisi diminta
menghasilkan keluaran (output) yang
lengkap sesuai dengan kebutuhan kegiatan.
Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang
berhubungan dengan Kegiatan Supervisi
menjadi tanggung-jawab Konsultan
Supervisi. Keluaran yang diminta dari
Konsultan Supervisi berdasarkan KAK ini
diantaranya :

1. Program kerja, alokasi tenaga, dan


konsepsi pekerjaan supervisi.
2. Buku harian (bila diperlukan), yang
memuat semua kejadian,
perintah/petunjuk yang penting dari
Konsultan Supervisi/ Direksi Kegiatan,
yang dapat mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan, menimbulkan konsekuensi
keuangan, kelambatan penyelesaian dan
tidak terpenuhinya syarat teknis.
3. Meneliti laporan harian yang dikerjakan
bersama dengan kontraktor, berisi
keterangan tentang :
a. Tenaga kerja.
b. Bahan-bahan yang datang, diterima
atau ditolak.
c. Alat-alat.
d. Pekerjaan yang diselenggarakan.
e. Waktu pekerjaan.
f. Laporan mingguan, sebagai resume
laporan harian.
4. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, untuk
pembayaran angsuran.
5. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan, dan
Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan
Tambah/ Kurang, jika ada tambah/kurang
pekerjaaan.
6. Berita Acara Penyerahan I Pekerjaan.
7. Berita Acara Pernyataan Selesainya
Pekerjaan.
8. Gambar-gambar sesuai dengan
pelaksanaan (as built drawings) yang
dibuat oleh kontraktor dan diteliti oleh
konsultan supervisi.
9. Gambar Perincian (shop drawings) bila
perlu, dan Kurva S (S Curve) dari
Rekanan/ Kontraktor.

11. PENDEKATAN DAN METODOLOGI :

Pekerjaan yang akan dilaksanakan


oleh Konsultan Pengawas pada
Kerangka Acuan Kerja ini harus
memperhatikan persyaratan-
persyaratan sebagai berikut :

A. PERSYARATAN UMUM
PEKERJAAN
Setiap bagian dari pekerjaan
pengawasan harus dilaksanakan
secara benar dan tuntas sampai
dengan memberi hasil yang telah
ditetapkan dan diterima dengan
baik oleh Pejabat Pembuat
Komitmen.

B. PERSYARATAN OBYEKTIF
Pelaksanaan pekerjaan
pengawasan teknis konstruksi
yang obyektif untuk kelancaran
pelaksanaan, baik yang
menyangkut macam, kualitas, dan
kuantitas dari setiap bagian
pekerjaan sesuai standar hasil
kerja pengawasan yang berlaku.

C. PERSYARATAN
FUNGSIONAL
Pekerjaan pengawasan konstruksi
fisik harus dilaksanakan dengan
komitmen dan profesionalisme
yang tinggi, sebagai konsultan
Pengawas yang secara fungsional
dapat mendorong peningkatan
kinerja kegiatan.
D. PERSYARATAN
PROSEDURAL
Penyelesaian administratif
sehubungan dengan pekerjaan di
lapangan harus dilaksanakan
sesuai dengan prosedur dan
peraturan yang berlaku.

E. PERSYARATAN TEKNIS
LAINNYA
Selain kriteria umum diatas, untuk
pekerjaan pengawasan berlaku
pula ketentuan-ketentuan seperti
standar, pedoman, dan peraturan
yang berlaku, antara lain :
Peraturan Pemerintah Nomor 29
Tahun 2000 tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi,
Ketentuan yang diberlakukan
untuk pekerjaan satuan kerja yang
bersangkutan, yaitu Surat
Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan
beserta kelengkapannya, dan
ketentuan-ketentuan sebagai
dasar perjanjiannya.

12. LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN :


Laporan Konsultan Pengawas adalah
sebagai berikut :
1) Laporan Pendahuluan
2) Laporan Bulanan
Laporan bulanan memuat dan dengan
susunan yang berisi :
1. Pengantar
2. Progress Report Summary berisi
ringkasan prestasi kemajuan fisik
dan prestasi keuangan dan
permasalahan-permasalahan yang
timbul pada saat periode tersebut.
3. Jadwal pelaksanaan
4. Laporan mengenai personil
konsultan
5.Data foto lapangan Laporan harus
diserahkan selambat-lambatnya satu
minggu setelah akhir bulan
sebelumnya, diterbitkan sebanyak 5
(Lima) buku.

3) Laporan Akhir
Laporan akhir (Final Report) dibuat
dengan isi uraian pelaksanaan
pekerjaan dari awal hingga selesai.
Laporan Akhir juga memuat informasi
lain mengenai pelaksanaan pekerjaan
tersebut. Laporan harus diserahkan
selambat-lambatnya pada hari
berakhirnya pekerjaan, diterbitkan
sebanyak 5 (Lima) buku dan
menyerahkan pula dalam bentuk soft
file dalam 1 (satu) Hardisk dan 2 (dua)
CD.