Anda di halaman 1dari 15

laporan ekstraksi cair-cair

laporan ekstraksi cair-cair

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya

terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut

organikPenyiapan bahan yang akan diekstrak dan plarut Selektivitas Pelarat hanya boleh

melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi.

Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar

(kebutuhan pelarut lebih sedikit). Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-

cair, pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi. Kerapatan

Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar

antara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini dimaksudkan agar kedua fase dapat dengan mudah

dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Bila beda

kerapatannya kecil, seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya

sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal). Reaktivitas Pada umumnya pelarut tidak

boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponen-kornponen bahan ekstarksi.

Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan.1[1]

Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 - 24 bulan) yang menyimpan

karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Pada
wortel mentah hanya 3% β-ririencha yang dilepaskan selama proses pencernaan, proses ini

dapat ditingkatkan hingga 39% melalui pulping, memasaknya dan menambahkan minyak

sawit. Wortel mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi

wortel baik untuk penglihatan pada mata, terutama bisa meningkatkan pandangan jarak

jauh.2[2]

Ekstraksi pelarut atau sering disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan

atau penggambilan zat terlarut dalam larutan (biasanya dalam air) dengan menggunakan

pelarut air (biasanya organik)3[3].

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari percobaan ini adalah bagaimana mengetahui

pemisahan wortel dengan pelarut kloroform dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut

cair-cair?

C. Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pemisahan wortel dengan

pelarut kloroform dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut cair-cair.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan

dengan bantuan pelarut. Ekstraksi juga merupakan proses pemisahan satu atau

lebihkomponen dari suatu campuran homogen menggunakan pelarut cair (solven)

sebagaiseparating agen. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari

komponen-komponen dalam campuran4[4]

Ekstraksi pelarut atau sering disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan

atau pengambilan zat terlarut dala m larutan (biasanya dalam air) dengan menggunakan

pelarut lain (biasanya organik).5[5]

Pemisahan zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak saling mencampur antara lain

menggunakan alat corong pisah. Ada suatu jenis pemisahan lainnya dimana pada satu fase

dapat berulang-ulang dikontakkan dengan fase yang lain, misalnya ekstraksi berulang-ulang

suatu larutan dalam pelarut air dan pelarut organik, dalam hal ini digunakan suatu alat yaitu

ekstraktor sokshlet. Metode sokshlet merupakan metode ekstraksi dari padatan dengan

solvent (pelarut) cair secara kontinu. Alatnya dinamakan sokshlet (ekstraktor sokshlet) yang

digunakan untuk ekstraksi kontinu dari sejumlah kecil bahan.6[6]

Ekstraksi pelarut menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solute) di antara dua fasa

cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara

cepat dan “bersih” baik untuk zat organik maupun zat anorganik. Cara ini juga dapat
digunakan untuk analisis makro maupun mikro. Selain untuk kepentingan analisis kimia,

ekstraksi juga banyak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan preparatif dalam bidang kimia

organik, biokimia dan anorganik di laboratorium. Alat yang digunakan dapat berupa corong

pemisah (paling sederhana), alat ekstraksi soxhlet sampai yang paling rumit berupa alat

“Counter Current Craig”.7[7]

Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau dise but juga

ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Alasan utamanya

adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro.

Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah. Prinsip

metode ini didasarkan padsa distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua

pelarut yang tidang saling bercampur, seperti benzen, karbon tetraklorida, atau kloroform.

Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase

pelarut. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, memperkaya,

pemisahan serta analisis pada semua skala kerja. Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia

analisis, kemudian berkembang menjadi metode yang baik, sederhana, cepat dan dapat

digunakan untuk ion-ion logamyang bertindak sebagai trace (pengotor) dan ion-ion

logamdalam jumlah makrogram8[8]

Menurut Estien Yazid (2005), berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi, suatu

ekstraksi dibedakan menjadi ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair.

1. Ekstraksi padat-cair; zat yang diekstraksi terdapat di dalam campuran yang berbentuk

padatan. Ekstraksi jenis ini banyak dilakukan di dalam usaha mengisolasi zat berkhasiat yang
terkandung di dalam bahan alam seperti steroid, hormon, antibiotika dan lipida pada biji-

bijian.

2. Ekstraksi cair-cair; zat yang diekstraksi terdapat di dalam campuran yang berbentuk cair.

Ekstraksi cair-cair sering juga disebut ekstraksi pelarut banyak dilakukan untuk memisahkan

zat seperti iod atau logam-logam tertentu dalam larutan air.

Menurut Indra Wibawa (2010), Istilah-istilah berikut ini umumnya digunakan dalam

teknik ekstraksi:

1. Bahan ekstraksi: Campuran bahan yang akan diekstraksi

2. Pelarut (media ekstraksi): Cairan yang digunakan untuk melangsungkan ekstraksi

3. Ekstrak: Bahan yang dipisahkan dari bahan ekstraksi

4. Larutan ekstrak: Pelarut setelah proses pengambilan ekstrak

5. Rafinat (residu ekstraksi): Bahan ekstraksi setelah diambil ekstraknya

6. Ekstraktor: Alat ekstraksi

7. Ekstraksi padat-cair: Ekstraksi dari bahan yang padat

8. Ekstraksi cair-cair (ekstraksi dengan pelarut = solvent extraction): Ekstraksi dari bahan

ekstraksi yang cair.

Pada ekstraksi tidak terjadi pemisahan segera dari bahan-bahan yang akan diperoleh

(ekstrak), melainkan mula-mula hanya terjadi pengumpulan ekstrak dalam pelarut.

Ekstraksi cair-cair digunakan untuk memisahkan senyawa atas dasar perbedaan

kelarutan pada dua jenis pelarut yang berbeda yang tidak saling bercampur. Jika analit berada

dalam pelarut anorganik, maka pelarut yang digunakan adalah pelarut organik, dan

sebaliknya.9[9]
Pada metode ekstraksi cair-cair, ekstraksi dapat dilakukan dengan cara bertahap

(batch) atau dengan cara kontinyu. Cara paling sederhana dan banyak dilakukan adalah

ekstraksi bertahap. Tekniknya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstrak yang tidak

bercampur dengan pelarut pertama melalui corong pemisah, kemudian dilakukan pengocokan

sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi solut pada kedua pelarut. Setelah didiamkan

beberapa saat akan terbentuk dua lapisan dan lapisan yang berada di bawah dengan kerapatan

lebih besar dapat dipisahkan untuk dilakukan analisis selanjutnya.10[10]

Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau dise but juga

ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Alasan utamanya

adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro.

Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah. Prinsip

metode ini didasarkan padsa distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua

pelarut yang tidang saling bercampur, seperti benzen, karbon tetraklorida, atau kloroform.

Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase

pelarut. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, memperkaya,

pemisahan serta analisis pada semua skala kerja. Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia

analisis, kemudian berkembang menjadi metode yang baik, sederhana, cepat dan dapat

digunakan untuk ion-ion logamyang bertindak sebagai trace (pengotor) dan ion-ion logam

dalam jumlah makro gram11[11]

Cara ini digunakan jika harga D cukup besar (˃ 1000). Bila hal ini terjadi, maka satu

kali ekstraksi sudah cukup untuk memperoleh solut secara kuantitatif. Nmaun demikian,
ekstraksi akan semakin efektif jika dilakukan berulangkali menggunakan pelarut dengan

volume sedikit demi sedikit.12[12]

Bila suatu zat terlarut membagi diri antara dua cairan yang tak dapat campur, ada

suatu hubungan yang pasti antara konsentrasi zat terlarut dalam dua fase pada kesetimbangan.

Nernst pertama kalinya memberikan pernyataan yang jelas mengenai hukun distribusi ketika

pada tahun 1981 ia menunjukkan bahwa suatu zat terlarut akan membagi dirinya antara dua

cairan yang tak dapat campur sedemikian rupa sehingga angka banding konsentrasi pada

kesetimbangan adalah konstanta pada suatu temperatur tertentu:

= tetapan

menyatakan konsentrasi zat terlarut A dalam fase cair 1. Meskipun hubungan ini berlaku

cukup baik dalam kasus-kasus tertentu, pada kenyataannya hubungan ini tidaklah eksak.

Yang benar, dalam pengertian termodinamik, angka banding aktivitas bukannya rasio

konsentrasi yang seharusnya konstan. Aktivitas suatu spesies kimia dalam satu fase

memelihara suatu rasio yang konstan terhadap aktivitas spesies itu dalam fase cair yang lain:

= KDA

Di sini menyatakan aktivitas zat terlarut A dalam fase 1. Tetapan sejati KDA disebut

koefisien distribusi dari spesies A.13[13]

Dalam klasifikasi ekstraksi, ekstraksi adalah suatu proses pemisahan substansi atau

zat dari campuranya dengan mernggunakan yang sesuai. Menurut Estien Yazid (2005, h,181-

18) Ekstraksi dapat digolongkan berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi dan proses

pelaksanaannya.
a. Bentuk campuranya

Berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi, suatu ekstraksi dibedakan menjadi

ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair.

1. Ekstraksi padat-cair

Zat yang diekstraksi terdapat didalam campuran yang berbentuk padatan. Ekstraksi

jenis ini banyak dilakukan didalam usaha mengrisolasi zat berkhasiat yang terkandung

didalam bahan alam seperti steroid, hormon, antibiotika, dan lipida pada biji-bijian.

2. Ekstraksi cair-cair

Zat yang diekstraksi teradpat didalam campuran yang berbentuk cair. Ekstraksi cair-

cair sering juga disebut ekstraksi pelarut banyak dilakukan untuk memisahkan zat seperti iod,

atau logam-logam tertentu dalam larutan air.

b. Proses pelaksanaannya

Menurut proses pelaksanaannya ekstraksi dibedakan menjadi ekstraksi

berkesinambungan (kontinyu) dan ekstraksi bertahap.

1. Ekstraksi kontinyu (Continues Extraction)

Pada ekstraksi kontinyu, pelarut yang digunakan secara berulang-ulang sampai

proses ekstraksi selesai. Tersedia berbagai alat dari jenis ekstraksi ini seperti alat soxhlet atau

Craig Countercurent.

2. Ekstraksi bertahap (batch)

Pada ekstraksi bertahap, setiap kali ekstraksi selalu digunakan pelarut yang baru

sampai proses ekstraksi selesai. Alat yang biasa digunakan adalah berupa corong pisang.

Ekstraksi cair-cair selalu terdiri atas sedikitnya dua tahap, yaitu pencampuran secara

intensif bahan ekstraksi dengan pelarut dan pemisahan kedua fasa cair itu sesempurna

mungkin. Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa, yaitu ekstrak meninggalkan

pelarut yang pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi).
Sebagai syarat ekstraksi ini, bahan ekstraksi dan pelarut tidak saling melarut (atau hanya

dalam daerah yang sempit). Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti

performansi ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas

mungkin di antara kedua cairan tersebut. Untuk itu salah satu cairan distribusikan menjadi

tetes-tetes kecil (misalnya dengan bantuan perkakas pengaduk).14[14]

Tentu saja pendistribusian ini tidak boleh terlalu jauh karena akan menyebabkan

terbentuknya emulsi yang tidak dapat lagi atau sukar sekali dipisah. Turbulensi pada saat

mencampur tidak perlu terlalu besar. Yang penting perbedaan konsentrasi sebagai gaya

penggerak pada bidang batas tetap ada. Hal ini berarti bahwa bahan yang telah terlarutkan

sedapat mungkin segera disingkirkan dari bidang batas. Pada saat pemisahan, cairan yang

telah terdistribusi menjadi tetes-tetes hanis menyatu kembali menjadi sebuah fasa homogen

dan berdasarkan perbedaan kerapatan yang cukup besar dapat dipisahkan dari cairan yang

lain.15[15]

Pada metode ekstraksi cair-cair, ekstraksi dapat dilakukan dengan cara bertahap

(batch) atau dengan cara kontinyu. Cara paling sederhana dan banyak dilakukan adalah

ekstraksi bertahap. Tekniknya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstrak yang tidak

bercampur dengan pelarut pertama melaluicorong pisah, kemudian dilakukan pengocokan

sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi solut pada kedua pelarut.setelah didiamkan

beberapa saat akan terbentuk dua lapisan, dan lapisan yang berada dibawah dengan kerapatan

lebih besar dapat dipisahkan untuk dilakukan analisa selanjutnya16[16]


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat dilakukanya percobaan ini adalah sebagai berikut :

Hari/Tanggal : Jum’at / 31Mei 2013

Pukul : 08.00-12.00 WITA

: Laboratorium Kimia Analitik Lantai Dasar UIN Alauddin Makassar

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Adapun alat yang digunakan adalah corong pisah 100 mL, pipet skala 10 mL, gelas

piala 100 mL, gunting, erlenmeyer 250 mL, mortal dan lumpang, statif dan klem.

2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah aquadest, aluminium foil, kain blacu, larutan

kloroform, tissue, wartel.

C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Memotong kecil-kecil wortel

2. Menimbang potongan wortel sebanyak 50,0030 gr.

3. Menggerus wortel dalam mortel hingga ekstraknya keluar.

4. Mengambil ekstraknya dengan cara memeras hasil tumbukan wortel kedalam gelas kimia

menggunakan kain blacu.


5. Memindahkan ekstrak kecorong pisah.

6. Menambahkan 50 mL larutan kloroform kedalamnya.

7. Mengkocok corong pisah searah jarum jam selama 5 menit, dengan sekali-kali membuka

tutup corong.

8. Mendiamkan sampai terjadi pemisahan.

9. Mengeluarkan lapisan organik sedangkan ekstraknya dituang ke Erlenmeyer.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Perlakuan

Wortel ditmbang wortel digerus ekstrak sampel dipindahkan


50,0030 gr mortal corong pisah

Kloroform tambahkan diamkan sampai terjadi pemisahan pindahkan


5 mL, kocok

Pisahkan lapisan organiknya, lapisan ekstrak pindahkan lapisan ekstrak


Dalam Erlenmeyer

Ditambah pelarut organic pemisahan I kuning tua Pemisahan II kuning bening.

2. Tabel Pengamatan

No. perlakuan Warna Gambar

1 penimbangan Orange

2 penggerusan Orange

3 Ekstrak wortel Orange

(1 fase)

4 Pemisahan I Kuning tua

(2 fase)

5 Pemisahan II Kuning bening

(2 fase)
Hasil ekstraksi Kuning

B. Pembahasan

Pada percobaan ini dilakukan proses ekstraksi cair-cair dengan sampel, yaitu sampel

wortel pada ekstraksi dengan menggunakan corong pisah. dilakukan dengan cara menggerus

sampel wortel agar diperoleh ekstrak kentalnya. Ekstrak buah wortel yang diperoleh

selanjutnya dimasukkan ke dalam corong pemisah dan menambahkan dengan kloroform

(CHCl3) kemudian mengocok selama beberapa menit, fungsi pengocokan disini ialah

membantu proses pemisahan. Kloroform merupakan pelarut nonpolar yang sering digunakan

dalam proses ekstraksi. Tujuan penambahan kloroform (CHCl3) digunakan sebagai

pelarutnya adalah karena kloroform bersifat nonpolar, sedangkan ekstrak buah wortel bersifat

polar, sehingga keduanya tidak saling melarutkan. Hal ini terlihat ketika kloroform

ditambahkan ke dalam corong pisah membentuk dua fase (tidak bercampur) pada pemisahan

pertama, dimana fase yang dibawah adalah kloroform yang ditandai dengan warna orange,

sedangkan fase yang diatasnya adalah fase kloroform. Mendiamkan selama beberapa menit

dan mengeluarkan lapisan organik dan menuangkan lapisan ekstraknya. Hasil yang diperoleh

untuk pemisahan pertama ialah terjadi dua lapisan yaitu lapisan atas yang berwarna kuning

bening, dan lapisan bawahnya berwarna kuning pekat ini disebabkan karena bobot jenis

kloroform memiliki bobt jenis yang lebih besar dibanding dengan bobot jenis wortel

menyebabkan ekstrak ada dibawah, setelah menuangkan ekstraknya, ditambahkan lagi

kloroform, dan hasil yang diperoleh terjadi pemisahan dimana lapisan atas berwarna kuning

bening dan lapisan atas berwarna kuning pucat.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan pada percobaan ini ialah hasil yang diperoleh untuk pemisahan pertama

terbentuk dua fase dimana fase yang diatas adalah fase kloroform dan untuk fase yang di

bawah adalah ekstrak wortel dan untuk pemisahan ke dua fase atasnya ialah ekstraknya

sedangkan yang dibawah adalah kloroform.

B. Saran

Saran pada percobaan ini adalah sebaiknya pada percobaan berikutnya menggunakan

sampel lain lebih banyak mengandung ekstrak seperti daun sirih.


DAFTAR PUSTAKA

Alimin, Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik Makassar: Alauddin Press, 2007

Estien Yazid, Kimia Fisika untuk Paramedis Yogyakarta: Andi, 2005

“Ekstraksi” Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikipedia.org/wiki/Ekstraksi (09 juni 2013).

Khamidinal, Teknik Laboratorium Kimia Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009

Khopkar, Konsep Dasar kimia Analitik Jakarta: UI-PRESS, 2010

R.A. Day dan A.L. Underwood, Quantitative Analysis, terj. Iis Sopyan, Analisis Kimia Kuantitatif
Edisi Keenam Jakarta: Erlangga, 2001

Sumar Hendayana, Kimia Pemisahan Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010

Sukma, Dwi wibawa indra, ekstraksi cair-cair, http://indrawibawads.files.wordpress.com (09 juni


2013)

Suparni Setyowati Rahayu, “Ekstraksi Cair”, chem.-is-try.org. 28 Agustus 2009. http://www.chem-is-


try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologi-proses/ekstraksi-cair/ (02 juni 2013)

“Wortel” Wikipedia the free encyclopedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Wortel (09 juni 2013).

Anda mungkin juga menyukai