Anda di halaman 1dari 16

Negara Demokrasi vs Negara Otoriter

Tugas Mandiri 3.1


Lakukanlah studi literature dengan membaca berbagai macam buku maupun artikeldari
Koran atau internet yang berkaitan dengan perbedaan antara negara demokrasi dengan negara
otoriter.Tuliskanlah hasil temuan kalian pada table di bawah ini dan informasikanlah kepada
teman-teman yang lain.

Kata demokrasi berasal dari dua kata dalam bahasaYunani, yaitu demos yang berarti
rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Jadi, dapat diartikan sebagai
pemerintahan rakyat.Dan Indonesia adalah salah satu Negara penganut system demokrasi
(walau akhir-akhir ini mengalami kemunduran).Dan ada juga Negara yang pemerintahannya
tidak berdasarkan aspirasi rakyat, melainkan dari keinginan penguasanya yang mementingkan
kepentingan pribadi.Sebagaicontoh, Husni Mubarak (Mesir), Muammar
Khadafi (Libya),Saddam Husein (Irak). Mereka semua adalah diktator yang memimpin
Negaranya dengan penuh kekejaman dan seenaknya sendiri.Negara yang dipimpin orang-
orang macam ini bias disebut Negara otoriter.

No Negara Demokrasi Negara Otoriter

1 Penyelenggaraan pergantian pimpinan Tidak ada pergantian pimpinan Negara


negara( Presiden / PerdanaMenteri) karena sang penguasa (diktator) tidak
secara teratur (di Indonesia setiap 5 mau melepas jabatannya.
tahunsekali).

2 Mengakui serta menganggap wajar Menentang adanya keaneka-ragaman /


adanya keanekaragaman. perbedaan, dan jika ada yang berbeda
sikap dengan penguasa, orang tersebut
akan ditumpas.
3 Partai politik memiliki fungsi sebagai Partai politik lebih menge-depankan
sarana komunikasi timbal balik antara fungsi sebagai sarana pendoktrinan
pemerintah dengan masyarakat pemerintah kepada masyarakat.
4 Negara menjamin terhadap perlindungan Tidak adanya perlindungan HAM,
HAM dan adanya jaminan hak minoritas sehingga terjadi banyak pelanggaran
HAM tapi kasusnya ditutup-tutupi.

5 Pers (jurnalis) mendapat kebebasan Manajemen pemerintahan tertutup,


untuk memberitakan pengelolaan sehingga tidak diketahui oleh publik
Negara oleh pemerintah

6 Hukum memenuhi kebutuhan Hukum untuk memenuhi visi politik


kepentingan individu dan masyarakat penguasa

7 Pemerintahan konstitusional atau Pemerintahan tidak berdasarkan


berdasarkan hukum. konstitusional.

8 Pemerintahan mayoritas (dipilih oleh Pemilu tidak demokratis. Pemilu


suara terbanyak / pemilihan umum) dijalankan hanya untuk memperkuat
secara demokratis. keabsahan penguasa atau pemerintah
Negara.

9 Terdapat lebih dari satu partai politik. Sistem satu partai politik atau beberapa
partai politik tapi hanya ada satu partai
yang memonopoli kekuasaan.

10 Penyelesaian masalah diselesaikan Penyelesaian masalah diputuskan oleh


secara damai melalui musyawarah atau penguasa / pemimpin secara sepihak.
perundingan.

11 Badan peradilan bekerja dengan bebas Badan peradilan tidak bebas dan bias
sesuai hokum dan tidak bias diintervensi diintervensi oleh penguasa.
oleh siapa pun.

12 Proses pembuatan hokum partisipatif Proses pembuatan huku tidak partisipatif

13 Sistem politik Negara demokrasi Sistem politik Negara otoriter hanya


berlandaskan pada keputusan rakyat berlandaskan pada keputusan penguasa
dalam mengambil keputusan melalui tanpa memperhatikan aspirasi rakyat.
perwakilan rakyat.

14 Adanya pembagian kekuasaan. Pemusatan kekuasaan pada satu orang


atau sekelompok orang.

15 Fungsi hokum sebagai instrument Fungsi hokum sebagai legitimasi progam


pelaksana kehendak rakyat. penguasa.
16 Partai politik berperan sebagai alat Partai politik lebih mengedepankan
untuk mensosialisasikan budaya politik sosialisasi budaya dan pola pikir yang
Negara dari satu generasi kegeneras ditentukan oleh partai.
iberikutnya.

Sumber: http://rakaraperz.blogspot.com/2014/10/perbedaan-negara-demokrasi-dengan-
negara-otoriter.html
Tugas mandiri 3.3

Contoh Demokrasi Di Lingkungan Keluarga,Sekolah,Masyarakat


Demokrasi adalah ideologi bangsa kita Indonesia, dan dalam penerapan sistem demokrasi
kita tidak hanya di tuntut untuk negara saja, tetapi juga berdemokrasi dalam lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat, berikut adalah Contoh Demokrasi Di Lingkungan
Keluarga, Sekolah, Masyarakat

DEMOKRASI DI LINGKUNGAN KELUARGA

1. Berlaku adil terhadap semua anggota keluarga tanpa pilih kasih


2. Memberikan kesempatan pada anggota keluarga untuk memberikan saran, kritik demi
kesejahteraan keluarga
3. Mengerjakan tugas rumah sesuai dengan perannya dalam keluarga
4. Saling menghormati dan menyayangi
5. Menempatkan Ayah sebagai kepala keluarga
6. Melakukan rapat keluarga jika diperlukan
7. Memahami tugas & kewajiban masing-masing
8. Menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya
9. Mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat.
10. Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
11. Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

DEMOKRASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

1. Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah


2. Pembagian tugas piket yang merata
3. Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan
sekolah
4. Pelaksanaan upacara dengan bergantian
5. Menghadiri acara yang diadakan sekolah
6. Ikut berpartispasi dalam OSIS
7. Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas,
maupun kegiatan yang lain yang relevan.
8. Memberikan usul, saran, dan pesan kepada pihak sekolah
9. Menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding.
10. Hadir disekolah tepat waktu
11. Membayar SPP atau iuran wajib skolah
12. Saling menghargai pendapat orang lain.

DEMOKRASI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

1. Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat.


2. Pemilihan organisasi masyarakat melalui musyawarah
3. Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih.
4. Mengikuti kegiatan yang diadakan oleh desa
5. Mengikuti kegiatan kerja bakti
6. Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat.
7. Saling tenggang rasa sesama warga
8. Menghargai pendapat orang lain
9. Memberi usul, kritik, dan saran untuk kesejahteraan desa
10. Mengimplikasikan dana untuk desa dengan benar
11. Ikut berpartisipasi dalam iuran desa
12. Memecahkan masalah dengan musyawarah mufakat

Sumber: http://remajasampit.blogspot.com/2012/04/contoh-demokrasi-di-lingkungan.html

Tugas mandiri 4.4

Pengertian Sentralisasi, Desentralisasi, dan Dekonsentrasi:

Indonesia adalah negara kesatuan. Di dalam konsepsi negara kesatuan, kedaulatan adalah
tunggal. Maksudnya di sini adalah di dalam negara tersebut tidak ada kedaulatan yang
menjadi hak atau dimiliki oleh kesatuan – kesatuan pemerintahan di dalamnya. Sekalipun
ada kesatuan – kesatuan pemerintahan di dalam pemerintahan pusat, mereka tidak memiliki
kekuasaan untuk membentuk UU/UUD. Hal tersebut sangat berbeda dengan negara federal,
dimana negara – negara bagian mempunyai kekuasaan untuk membentuk UUD/UU.

Dimulai dari sentralisasi, kita kupas sedikit mengenai hal ini. Apa itu sentralisasi? Apa
hubungannya dengan pemerintahan? Jelas sangat berhubungan. Secara etimologis,
sentralisasi berasal dari bahasa inggris yang berasal dari kata centre yaitu pusat atau tengah.
Menurut B.N. Marbun dalam bukunya Kamus Politik mengatakan bahwa sentralisasi yang
pahamnya kita kenal dengan sentralisme adalah pola kenegaraan yang memusatkan seluruh
pengambilan keputusan politik ekonomi, sosial di satu pusat.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sentralisasi adalah penyerahan kekuasaan serta
wewenang pemerintahan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Pemerintah pusat di sini
maksudnya adalah presiden dan Dewan Kabinet. Kewenangan yang dimaksud adalah
kewenangan politik dan kewenangan administrasi. Kewenangan politik adalah kewenangan
membuat dan memutuskan kebijakan sedangkan kewenangan administrasi adalah
kewenangan melaksanakan kebijakan.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah suatu kebijakan dan keputusan – keputusan untuk
daerah berada di pusat, sehingga butuh waktu yang lama untuk melakukan itu. Selain itu,
karena semua bentuk pemerintahan berada di pusat, maka akan memberikan beban kerja yang
tinggi karena pekerjaan rumah tangga yang akan semakin menumpuk. Contoh dari
sentralisasi saat ini adalah pada lembaga keamanan negara yaitu TNI, melaksanakan
perlindungan terhadap Indonesia memalui tiga titik yaitu udara, darat dan laut. Selain itu
adalah Bank Indonesia yang menjadi pusat pengaturan segala kebijakan moneter dan fiskal.

Desentralisasi

Secara etimologi desentralisasi berasal dari bahasa latin, yaitu ‘de’ yang berarti lepas, dan
‘centrum’ yang berarti pusat. Decentrum berarti melepas dari pusat. Desentralisasi adalah
penyerahan wewenang dari pusat kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri,
namun tidak untuk semua hal, kemananan, hukum dan kebijakan fiskal adalah beberapa hal
yang masih terpusat, namun ada pendelegasian kepada daerah.

Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah dari
pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan Daerah, semata- mata
untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien.

Pelimpahan wewenang tersebut menghasilkan otonomi. Otonomi itu sendiri adalah


kebebasan masyarakat yang tinggal di daerahnya itu sendiri untuk mengatur dan mengurus
kepentingannya sendiri. Secara sederhana, pelimpahan wewenang pusat kepada daerah
menjadi apa yang disebut desentralisasi dan bentuk penerapannya adalah adanya otonomi
tersebut.

Segala hal yang telah pusat berikan, yaitu wewenang dan tanggung jawab yang diserahkan
menjadi tanggung jawab daerah baik politik pelaksanaannya, rencana, pembiayaan, dan
pelaksanaan adalah wewenang dan tanggung jawab daerah itu sendiri.

Contoh dari desentralisasi salah satunya adalah di intansi dinas yang ada di daerah, misalnya
Dinas Pendidikan yang mengatur bagaimana pola – pola pendidikan, Dinas Perikanan yang
mengatur bagaimana potensi perikanan yang ada di suatu daerah, dan lain-lain.

Desentralisasi menurut Rondinelli mencakup dekosentrasi, devolusi, pelimpahan pada


lembaga semi otonom (delegasi), dan pelimpahan fungsi pemerintahan tertentu pada lembaga
non-pemerintah (privatisasi).
Dekonsentrasi merupakan bentuk dari sentralisasi dan juga desentralisasi, ada pelimpahan
wewenang di sini, tapi tak seluas desentralisasi. Menurut Harold F. Aldelfer (19964:176)
menjelaskan bahwa pelimpahan wewenang dalam bentuk dekonsentrasi semata – mata
menyusun unit administrasi atau field administration, baik tunggal ataupun ada dalam
hierarki, baik itu terpisah atau tergabung, dengan perintah mengenai apa yang seharusnya
mereka kerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Tidak ada kebijakan yang dibuat di tingkat
lokal serta tidak ada keputusan fundamental yang diambil. Badan pusat memiliki semua
kekuasaan dalam dirinya sementara pejabat lokal merupakan bawahan sepenuhnya dan
mereka hanya menjalankan perintah.

Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang administrasi dari pemerintah pusat kepada


pejabat di daerah. Perlu digaris bawahi, pelimpahan wewenang di sini adalah hanya sebatas
wewenang administrasi, untuk wewenang politik tetap dipegang oleh pemerintah pusat.

Pejabat di daerah yang dimaksud adalah para orang – orang diangkat oleh pemerintah pusat
yang kemudian ditempatkan di daerah – daerah tertentu. Pada dekosentrasi, wewenang yang
diberikan adalah sebatas wewenang administrasi yaitu implementasi kebijkan publik
sedangkan kebijakan politiknya tetap berada di pusat. Karena itu, pejabat yang diangkat oleh
pemerintah pusat tersebut dalam menjalankan seluruh tugas yang dia emban di suatu daerah,
bertanggung jawab bukan kepada masyarakat yang dilayaninya, melainkan bertanggung
jawab kepada pejabat pusat yang telah mengangkatnya atau menyerahkan wewenang
kepadanya. Salah satu contoh dari dekonsentrasi adalah kantor pelayanan pajak. Dimana
intansi tersebut tetap dalam status pusat namun para pejabatnya ditempatkan di beberapa
daerah.

dikutip dari :http://djangka.com/2012/04/30/sentralisasi-desentralisasi-dan-dekonsentrasi-


suatu-pengertian/

sumber: http://fileesa.blogspot.in/2013/08/pengertian-sentralisasi-desentralisasi.html?m=1

Tugas kelompok 4.2

Era perjuangan kemerdekaan


Awal masa Akhir masa Pimpinan Jumlah
No Nama Kabinet Jabatan
kerja kerja Kabinet personel

2 September 14 November
1 Presidensial Ir. Soekarno Presiden 21 orang
1945 1945

14 November 12 Maret Perdana


2 Sjahrir I Sutan Syahrir 17 orang
1945 1946 Menteri

12 Maret 2 Oktober Perdana


3 Sjahrir II Sutan Syahrir 25 orang
1946 1946 Menteri

2 Oktober Perdana
4 Sjahrir III 3 Juli 1947 Sutan Syahrir 32 orang
1946 Menteri

Amir 11 November Amir Perdana


5 3 Juli 1947 34 orang
Sjarifuddin I 1947 Sjarifuddin Menteri

Amir 11 November 29 Januari Amir Perdana


6 37 orang
Sjarifuddin II 1947 1948 Sjarifuddin Menteri

29 Januari 4 Agustus Mohammad Perdana


7 Hatta I 17 orang
1948 1949 Hatta Menteri

19 Desember S.
* Darurat 13 Juli 1949 Ketua 12 orang
1948 Prawiranegara

4 Agustus 20 Desember Mohammad Perdana


8 Hatta II 19 orang
1949 1949 Hatta Menteri

Era demokrasi parlementer


Awal masa Akhir masa Pimpinan Jumlah
No Nama Kabinet Jabatan
kerja kerja Kabinet personel

20
6 September Mohammad Perdana
* RIS Desember 17 orang
1950 Hatta Menteri
1949

20 Pjs
21 Januari Susanto
9 Susanto Desember Perdana 10 orang
1950 Tirtoprodjo
1949 Menteri

21 Januari 6 September Perdana


10 Halim Abdul Halim 15 orang
1950 1950 Menteri

6 September 27 April Mohammad Perdana


11 Natsir 18 orang
1950 1951 Natsir Menteri

Sukiman- 27 April 3 April Sukiman Perdana


12 20 orang
Suwirjo 1951 1952 Wirjosandjojo Menteri

3 April Perdana
13 Wilopo 30 Juli 1953 Wilopo 18 orang
1952 Menteri

Ali 12 Agustus Ali Perdana


14 30 Juli 1953 20 orang
Sastroamidjojo I 1955 Sastroamidjojo Menteri

Burhanuddin 12 Agustus 24 Maret Burhanuddin Perdana


15 23 orang
Harahap 1955 1956 Harahap Menteri

Ali
24 Maret 9 April Ali Perdana
16 Sastroamidjojo 25 orang
1956 1957 Sastroamidjojo Menteri
II
9 April Perdana
17 Djuanda 10 Juli 1959 Djuanda 24 orang
1957 Menteri

Era Demokrasi Terpimpin

Nama Awal masa Akhir masa Pimpinan Jumlah


No Jabatan
Kabinet kerja kerja Kabinet personel

18 Februari
18 Kerja I 10 Juli 1959 Ir. Soekarno Presiden 33 orang
1960

18 Februari
19 Kerja II 6 Maret 1962 Ir. Soekarno Presiden 40 orang
1960

13 November
20 Kerja III 6 Maret 1962 Ir. Soekarno Presiden 60 orang
1963

13 November 27 Agustus
21 Kerja IV Ir. Soekarno Presiden 66 orang
1963 1964

27 Agustus 22 Februari
22 Dwikora I Ir. Soekarno Presiden 110 orang
1964 1966

24 Februari
23 Dwikora II 28 Maret 1966 Ir. Soekarno Presiden 132 orang
1966

Dwikora
24 28 Maret 1966 25 Juli 1966 Ir. Soekarno Presiden 79 orang
III

17 Oktober
25 Ampera I 25 Juli 1966 Ir. Soekarno Presiden 31 orang
1967
17 Oktober Pjs
26 Ampera II 6 Juni 1968 Jend. Soeharto 24 orang
1967 Presiden

Era Orde Baru

Awal masa Akhir masa Pimpinan Jumlah


No Nama Kabinet Jabatan
kerja kerja Kabinet personel

28 Maret
27 Pembangunan I 6 Juni 1968 Jend. Soeharto Presiden 24 orang
1973

28 Maret 29 Maret
28 Pembangunan II Jend. Soeharto Presiden 24 orang
1973 1978

Pembangunan 29 Maret 19 Maret


29 Soeharto Presiden 32 orang
III 1978 1983

Pembangunan 19 Maret 23 Maret


30 Soeharto Presiden 42 orang
IV 1983 1988

23 Maret 17 Maret
31 Pembangunan V Soeharto Presiden 44 orang
1988 1993

Pembangunan 17 Maret 14 Maret


32 Soeharto Presiden 43 orang
VI 1993 1998

Pembangunan 14 Maret
33 21 Mei 1998 Soeharto Presiden 38 orang
VII 1998

Era reformasi

No Nama Kabinet Jabatan


Awal Akhir masa Pimpinan Jumlah
masa kerja Kabinet personel
kerja

Reformasi 21 Mei 26 Oktober


34 B.J. Habibie Presiden 37 orang
Pembangunan 1998 1999

Persatuan 26 Oktober 9 Agustus Abdurahman


35 Presiden 36 orang
Nasional 1999 2001 Wahid

9 Agustus 21 Oktober Megawati


36 Gotong Royong Presiden 33 orang
2001 2004 Soekarnoputri

Indonesia Bersatu 21 Oktober 22 Oktober Susilo Bambang


37 Presiden 37 orang
I 2004 2009 Yudhoyono

Indonesia Bersatu 22 Oktober 27 Oktober Susilo Bambang


38 Presiden 38 orang
II 2009 2014 Yudhoyono

27 Oktober
39 Kerja Petahana Joko Widodo Presiden 34 orang
2014

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabinet_indonesia

Penyelenggaraan pemerintahan negara baik ditingkat pusat maupun daerah, tidak akan efektif
apabila tidak didukung oleh seluruh rakyat indonesia. kalian sebagai rakyat indonesia juga
mempunyai kewajiban mendukung setiap penyelenggaraan pemerintahan dinegara kita, salah
satunya adalah dengan mengetahui dan memahami tugas dan kewenangan pemerintah. Nah,
berikut ini terdapat beberapa indikator perilaku yang mencerminkan salah satu bentuk
dukungan terhadap pemerintah. Bubuhkan tanda ceklis (v) pada kolom ya atau tidak sesuai
dengan kenyataan, serta jangan lupa berikan alasannya.

No Contoh indikator pemahaman terhadap ya Tidak Alasan


penyelenggaraan pemerintahan.
1. Mengetahui nama-nama lembaga tinggi V Karena pernah membaca
negara yang ada di indonesia. materi tentang nama-nama
lembaga tinggi negara
yang ada di Indonesia di
buku PPKN, tepatnya bab
4.
2. Memahami tugas dan fungsi dari setiap V Karena pernah membaca
lembaga tinggi negara. materi tentang nama-nama
lembaga tinggi negara
yang ada di Indonesia di
buku PPKN, tepatnya bab
4.
3. Mengetahui nama-nama pimpinan ketua V Karena pernah
lembaga-lembaga tinggi negara selain mengetahui info tersebut
lembaga kepresidenan. dari internet ataupun
media cetak seperti koran.
4. Mengenal nama-nama kementrian negara Karena pernah
republik indonedia. V mengetahui info tersebut
dari internet ataupun
media cetak seperti koran.
5. Mengetahui nama-nama menteri yang V Karena pernah
memimpin kementrian negara. mengetahui info tersebut
dari internet, dan
bapak/ibu guru juga sudah
pernah menyampaikan
materi tersebut.
6 Memahami tugas dan fungsi setiap V Karena pernah membaca
kementrian negara materi tersebut di buku
PPKN, dan pernah
mengetahui info tersebut
dari sumber internet.
7. Mengetahui perbedaan kewenangan Karena pernah membaca
pemerintah daerah. V materi tersebut di buku
PPKN tepatnya bab 4.
8. Mengenal batas-batas wilayah provinsi dan Karena pernah
kabupaten/kota tempat tinggal kalian. V mengidentifikasinya lewat
atlas atupun sering
mendengarkan dari
penjelasan bapak/ibu guru
sewaktu masih SMP.
9. Mengetahui peraturan daerah yang V Karena pernah
diberlakukan didaerah tempat tinggal mendengarkan penjelasan
kalian. dari bapak/ibu guru
sewaktu masih SMP.
10. Mengetahui nama-nama lembaga daerah V Karena pernah membaca
yang ada di provinsi dan kabupaten/ kota materi tersebut di internet.
tempat kalian tinggal.
11. Mengetahui nama gubernur/wakil gubernur Karena pernah
dan bupati/wakil bupati atau V menyaksikan siaran
walikota/wakil walikota. televisi yang berisikan
penjelasan mengenai
nama gubernur/ wakil
gubernur, bupati/wakil
bupati dan walikota/wakil
walikota.
12. Mengetahui hari ulang tahun Karena pernah
kebupaten/kota tempat kamu tinggal. V menyaksikan siaran
televisi mengenai hari
ulang tahun kabupaten
sleman dan ulang tahun
provinsi DIY.
13. Berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti. Karena setiap akan ada
V acara atau event-event
tertentu, didesa saya
selalu mengadakan kerja
bakti dan saya selalu
mengikutinya.
14. Membayar retribusi parkir Karena setiap saya pergi
V ke pusat perbelanjaan
entah swalayan atau pasar
saya selalu membayar
parkir (entah sebesar Rp
1000,00 atau Rp 500,00)
15. Mengkritisi setiap kebijakan pemerintah V Karena mungkin cara saya
baik pusat atau daerah. mengkritisi tidak saya
tunjukkan secara
langsung. Misalnya lewat
aksi demonstrasi dll.

Uji kompetensi Bab 4.

1. Jelaskan jenis-jenis kekuasaan yang berlaku dalam penyelenggaraan negara di


republik indonesia.
2. Jelaskan karakteristik pemerintahan indonesia setelah diberlakukannya perubahan
UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
3. Jelaskan mekanisme pembagian kekuasaan yang dilaksanakan di indonesia.
4. Jelaskan fungsi dari kementerian negara republik indonesia.
5. Jelaskan pentingnya keberadaan pemerintahan daerah dalam proses penyelenggaraan
pemerintahan di republik indonesia

Jawab :

1. Jenis-jenis kekuasaan yang berlaku dalam penyelenggaraan negara republik


indonesia dibagi menjadi 2, yaitu :
a.pembagian kekuasaan secara horizontal.
yaitu pembagian kekuasaan menurut fungsi lembaga-lembaga tertentu (legislatif,
eksekutif dan yudikatif). Klasifikasi kekuasaan negara yang umumnya terdiri atas
tiga jenis kekuasaan (legislatif, eksekutif dan yudikatif) menjadi enam kekuasaan
negara, yaitu:
1. Kekuasaan konstitutif, yaitu kekuasaan untuk mengubah dan menetapkan
undang-undang dasar. Kekuasaan ini dijalankan oleh majelis permusyawaratan
rakyat sebagaimana ditegaskan dalam pasal 3 ayat (1) UUD Negara republik
indonesia tahun 1945 yang menyatakan bahwa majelis permusyawaratan
rakyat berwenang mengubah dan menetapkan undang-undang dasar.
2. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk menjalankan undang-undang dan
penyelenggaraan kekuasaan negara. kekuasaan ini dipegang oleh presiden
sebagaimana ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1) UUD Negara republik
indonesia 1945 yang menyatakan bahwa presiden republik indonesia
memegang kekuasaan pemerintahan menurut undang-undang dasar.
3. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang.
Kekuasaan ini dipegang oleh dewan perwakilan rakyat sebagaimana
ditegaskan dalam pasal 20 ayat (1) UUD Negara republik indonesia yang
menyatakan bahwa dewan perwakilan rakyat memegang kekuasaan
membentuk undang-undang.
4. Kekuasaan yudikatif atau disebut kekuasaan kehakiman, yaitu kekuasaan
untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.
Kekuasaan ini dipegang oleh mahkamah agung dan mahkamah konstitusi.
5. Kekuasaan eksaminatif atau inspektif, yaitu kekuasaan yang berhubungan
dengan penyelenggaraan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab
tentang keuangan negara. kekuasaan ini dijalankan oleh badan pemeriksa
keuangan sebagaimana ditegaskan dalam pasal 23 E ayat (1) UUD Negara
republik indonesia tahun 1945.
6. Kekuasaan moneter, yaitu kekuasaan untuk menetapkan dan melaksanakan
kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran,
serta memelihara kestabilan nilai rupiah. Kekuasaan ini dijalankan oleh bank
indonesia selaku bank sentral yang ada di indonesia sebagaimana ditegaskan
dalam pasal 23 D UUD Negara republik indonesia tahun 1945.
b.pembagian kekuasaan secara vertikal.

Pembagian kekuasaan secara vertikal merupakan pembagian kekuasaan menurut


tingkatnya, yaitu pembagian kekuasaan antara beberapa tingkatan pemerintahan.
Pasal 18 ayat (1) UUD Negara republik indonesia tahun 1945 menyatakan bahwa
negara kesatuan republik indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah
provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten,
dan kota itu mempunyai pemerintah daerah, yang diatur dengan undang-undang.
Berdasarkan ketentuan tersebut, pembagian kekuasaan secara vertikal dinegara
indonesia berlangsung antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah
(pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota).

2. Karakteristik pemerintahan indonesia setelah terjadi perubahan Undang-undang


negara republik indonesia tahun 1945 menjadikan indonesia sebagai negara
demokrasi dan kedaulatan berada ditangan rakyat sesuai dengan pasal 1 ayat (2)
UUD Negara republik indonesia tahun 1945 (setelah diamandemen) berbunyi
“kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang”.
3. Menurut pasal 18 ayat (1) UUD Negara republik indonesia tahun 1945 secara
tegas menyatakan bahwa negara kesatuan republik indonesia dibagi atas daerah-
daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-
tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintah daerah, yang diatur
dengan undang-undang. Ketentuan tersebut secara jelas menunjukkan bahwa
dinegara kita terdapat mekanisme pembagian kekuasaan secara vertikal, yaitu
pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
4. Penilaian diri
5. Berikut ini disajikan beberapa contoh perilaku yang mungkin saja biasa kalian
lakukan. Tugas kalian adalah membaca terlebih dahulu semua contoh perilaku,
kemudian kalian tentukan perilaku tersebut termasuk yang baik atau buruk dengan
memberi tanda silang (x) pada kolom pilihanmu, jangan lupa berikan alasannya.
6.
No Pelakonan Baik Buruk Alasan
1. Memutuskan Karena setiap orang berhak untuk berpendapat dan
sesuatu yang V menentukan pilihan tanpa adanya paksaan dari orang
menyangkut lain.
kepentingan
keluarga secara
mufakat.
2. Melaksanakan Karena tugas harian rumah merupakan kewajiban yang
tugas harian di V harus dilaksanakan,seperti menyapu halaman atau
keluarga, misalnya mengepel lantai. Semua tindakan itu dilakukan demi
dalam hal tercapainya kenyamanan bagi keluarga.
membersihkan
rumah.
3. Memaksakan Karena setiap orang berhak untuk menyampaikan
kehendak kepada V pendapat, dan menentukan pilihannya sendiri.
anggota keluarga
yang lain.
4. Memilih-milih Karena setiap orang berhak untuk bersosial dan
teman dalam V berinteraksi dengan orang lain. Karena interaksi dengan
bergaul disekolah. orang lain merupakan hal yang penting sebagai makhluk
sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
5. Menghargai V Sesuai dengan pasal 28 A-J bahwa setiap orang berhak
pendapat teman untuk berpendapat, walaupun terkadang pendapat kita
sekalipun sangat bertentangan dengan mereka.
bertentangan
dengan pendapat
kita.
6. Menghindari Karena alangkah lebih baik kita hidup rukun dengan
permusuhan V siapapun. Karena kerukunan akan mempererat tali
dengan siapapun. persaudaraan.
7. Berani V Karena kepentingan masyarakat jauh lebih penting dari
menyampaikan kepentingan individual.
pendapat untuk
kepentingan
masyarakat.
8. Menerima V Karena dengan belajar menerima perbedaan pendapat
perbedaan orang lain, kita dapat bertindak bijak dan bertoleransi
pendapat. dengan sesama.
9. Memotong V Karena memotong pembicaraan orang lain, merupakan
pembicaraan orang perilaku yang kurang baik dan tidak sopan apabila
lain. dilakukan.
10. Memberikan V Karena kita berusaha menghargai hak seseorang untuk
kesempatan berpendapat sesuai pasal 28 A-J.
kepada orang lain
untuk
menyampaikan
pendapatnya.

Anda mungkin juga menyukai