Anda di halaman 1dari 9

Asumsi Biaya Budidaya

Pohon Jabon
Friday, April 23, 2010 Posted by BITAY
Investasi Usaha Hutan Tanaman Jabon
sebagai pelaku penyedia bahan baku
tanamanan industri pada kebutuhan
industri-industri pengolahan kayu, kertas
maupun industri pengolahan yang
bersumber dari bahan baku kayu
merupakan langkah bijak, dapat
memberikan harapan kesejahteraan yang
cerah dengan sumber pendapatan/ profit
yang tinggi.

Jabon merupakan satu diantara kayu


unggulan dimana pada saat ini dan untuk
kedepannya Jabon diandalkan sebagai
bahan baku dalam perindustrian kayu,
karena Jabon memiliki keunggulan
dibangdingkan kayu unggulan lainnya, baik
dari pertumbuhan, struktur, maupun mutu
kayunya, dan dari sisi ekonomisnya, pohon
jabon juga dapat dipanen dengan cepat,
mudah dirawat, dan harganya juga bernilai
tinggi.

Kebutuhan kayu Jabon akan terus


meningkat akibat efek dari kebijakan
pemerintah, tentang pelarangan
penebangan kayu dari hutan alam, namun
disamping itu sisi baiknya, Pemerintah
Menerbitkan PP No.6 Tahun 2007 tentang
HTR Hutan Tanaman Rakyat, terutama salah
satunya adalah HTR Pola mandiri , untuk
jenis tanaman masyarakat diberi kebebasan
dalam memilih, namun disarankan tanaman
yang mempunyai daur (umur) pendek 8
tahun, memiliki nilai ekonomi tinggi serta
mudah dalam pemasarannya, pemerintah
juga dapat membantu mengatur
mekanisme pemasaran dengan pengusaha
perkayuan, tentu dalam hal ini adalah
sebuah Nuasa baru dalam tata kelola hutan
di indonesia , dimana pemerintah pasti
melandasinya dengan niat baik bagi
kesejahteraan Rakyat, Perubahan yang
patut disambut dengan gembira.

Budidaya Jabon merupakan pilihan yang


tepat dilihat dari segala sisi kelebihannya,
maka bisa dikatakan kita telah menjadi
pelaku sebagai penyedia kebutuhan bahan
baku bagi industri kayu.

Asumsi Biaya
Budidaya Jabon Per 1
Hektar
INVESTASI KEBUN JABON
Masih Tersedia Lahan untuk berinvestasi kayu
jabon bagi anda yang tidak memiliki waktu dan
lahan, Tanaman jabon sudah tertanam di
lahan,lokasi di Aceh Timur.
biaya investasi Rp. 20 juta per haktar, bisa
diangsur selama 3 tahun.
Pemasaran kayunya juga sudah ditampung oleh
perusahaan.
untuk informasi investasi kebun jabon KLIK
DISINI
Benih Jabon dan cara
Penanamannya
1. Biji jabon standar,dengan tingkat
perkecambahan per ons antara 2000 sd
20.000 kecambah.
2. biji jabon yang disemai disiram dengan
memakai sprayer dan dicampur
fungisida antrakol dosis rendah(untuk
menghindari jamur).
3. Setelah kecambah setinggi 2 sampai 3
cm dan berdaun 4, dicabut untuk
dipindahkan ke media polybag sedang
diameter minimal 8 sd 12 cm.
4. Sebelum ditanam di polybag, maka
cukup di cuplik bagian bawah akarnya
memakai bilah bambu.
5. Jabon pindahan dari cabutan belum
kuat panas, pemindahan efektif di sore
hari. penyiraman sehari 2 kali.
6. Gunakan pupuk dan antrakol serta
pestisida guna mencegah penyakit
jamur dan ulat.
7. Bersihkan kalau ada gulma.
8. Dalam waktu sekitar 3 bulan jabon
siap tanam.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. kunci penanaman, bila dirasa tidak


hujan setelah ditanam, siram dengan
segayung air. maka jabon akan bertahan
sampai 10 hari bila menunggu hujan.
2. hama yang muncul setelah tanam
sampai saat ini adalah, uret, busuk
jamur(hujan tinggi), belalang dan ulat,
hama ini mudah diatasi dengan
indektisida, fungisida, campurkan
dengan perekat.
3. bila terpaksa dipangkas cabangnya,
paling tidak 30 cm dari pangkal batang,
untuk menghindari air masuk ke batang
utama.
4. pilihlah bibit yang berdaun hijau tua,
batang hijau tua, jangan terkecoh jabon
tinggi kayak lidi dan daunnya kuning.
5. uret biasanya muncul bila intensitas
hujan tinggi, gunakan disinon 10g bila
furadan kurang mengatasi.
6. hama yang muncul adalah ulat keket
berduri, bisa disemprot atau diamb