Anda di halaman 1dari 9

POA (PLANT OF ACTION ) TAHUNAN

PUSKESMAS WATUNOHU TAHUN 2016


Nama Kegiatan : Pemberian Vitamin A di POSYANDU

I. LATAR BELAKANG

Tujuan pembangunan kesehatan sesuai UU Kesehatan No.36 2009 tentang


kesehatan,adalah untuk meningkatkan pengetahuan,kesadaran,kemauan dan
kemmapuan hidup sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga memungkinkan
hidup produktif secara social dan ekonomi
Program perbaikan gizi merupakan bagian integral dari program kesehatan yang
mempunyai peranan penting dalam mewujudkan hidup sehat bagi setiap orang dalam
menciptakan derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui pemberian suplemen gizi yaitu
pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi kepada balita umur 6-59 bulan setiap
bulan Februari dan Agustus diposyandu.
Vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia karena zat gizi
ini sangat penting,dan konsumsi makanan kita cenderung belum mencukupi dan
masih rendah sehingga perlu dipenuhi dari luar.
Hal ini bertujuan untuk mencegah balita menderita kekurangan Vitamin A
yang dapat menyebabkan kebutaan ( menderita Xeroftalmia).Pada balita akibat
KVA akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian.Disamping itu juga
Vitamin A sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh
anak,meningkatkan kecerdasan,serta mencegah anak dari berbagai penyakit
infeksi berbahayan seperti Campak,Pneumonia serta Diare.

II. TUJUAN
Tujuan Umum
Untuk meningkatkan jumlah cakupan Vitamin A anak balita melalui pemberian Vitamin A di
posyandu.
Tujuan khusus
- Menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan Vitamin A pada anak balita
umur 6-59 bulan.
- Meningkatkan cakupan balita mendapat Vitamin A dosis tinggi setiap bulan Februari
dan Agustus.

III. SASARAN
Adapun sasaran pemberian Vitamin A di posyandu adalah anak balita umur 6-59 bulan.

IV. METODE

Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberian Vitamin A di Posyandu adalah


petugas Gizi secara langsung memberikan vitamin A kepada bayi umur 6-11 bulan
Vitamin A berwarna biru dan anak balita 12-59 mendapat Vitamin berwarna merah.
V. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan Distribusi Vitamin A di Posyandu dilaksanakan:


No Tanggal Desa Nama Posyandu
Pelaksanaan
1 4-02-2016 Tambuha Sipatuo

2 5-02-2016 Samaturu Seruni

3 6-02-2016 Sarona Sarojaya

4 7-02-2016 Nyule Mawar

5 8-02-2016 Lahabaru Melati

6 9-02-2016 Watunohu Matirodecceng

7 10-02-2016 Lelehao Flamboyan

8 11-02-2016 Sapoiha Mekar

VI. INDIKATOR KEBERHASILAN


Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah semua balita 6-59 bulan mendapat Kapsul
Vitamin A dosis tinggi 2 kali setiap tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.

VIII.PENUTUP
Demikian rencana kegiatan ini dibuat untuk menjadi kerangka acuan pelaksanaan kegiatan
Distribusi Vitamin A bagi balta 6-59 bulan diposyandu.

TPG Puskesmas

WA ODE HARIYATI, AMG


NIP. 19800802 200604 2 011
POA (PLANT OF ACTION ) TAHUNAN

PUSKESMAS POASIA TAHUN 2016


Nama Kegiatan : Kunjungan Tim ke Lapangan untuk Evaluasi
Perkembangan Balita Gizi Kurang (BGM) dan Gizi Buruk

I.LATAR BELAKANG

Masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan,dimulai sejak dalam kandungan(


Janin),bayi,anak,dewasa,dan usia lanjut.Pada periode 2 tahun pertama kehidupan
merupakan masa kritis,karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan
yang sangat pesat .
Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen,tidak dapat
dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi.
Selama ini telah dilakukan upaya perbaikan gizi mencakup promosi gizi seimbang
termasuk penyuluhan gizi di posyandu, fortifikasi pangan, pemberian makanan tambahan
termasuk MP- ASI, pemberian suplemen gizi (Kapsul Vitamin A dan Tablet tambah darah /
TTD), pemantauan dan penanggulangan gizi buruk. Namun kenyataannya masih banyak
keluarga yang belum berperilaku gzii yang baik sehingga penurunan masalah gizi berjalan
lamban. Masih banyaknya kasus gizi kurang bukan hanya d tentukan oleh asupan gizi di
tingkat keluargag yang belum memadai tetapi bisa di sebabkan oleh adanya penyakit
penyerta. Kurangnya nafsuh makan dan gangguan cerna akibat penyakit penyerta secara
klinis inilah yang juga harus mendapat perhatian sehingga petugas(dokter) mampu
mendiagnosis penyakit. Sehingga untuk penanganan kasus gizi kurang dan gizi buruk
berjalan secara optimal maka harus di lakukan kunjungan ke rumah balita untuk
memantau dan evaluasi balita BGM dan gizi buruk oleh TPG, Tim Medis dan Kapus.

II.TUJUAN
Tujuan Umum
Untuk Memantau dan evaluasi secara klinis Balita gizi kurang dan sangat kurang .

Tujuan khusus
- Menjaring semua balita gizi kurang ( BGM) dan Gizi Buruk melalui kunjungan rumah
- Meningkatkan cakupan balita gizi Buruk yang belum menmdapatkan intervensi agar
dapat ditangan

III.METODE
Metode yang digunakan dalam kegiatan kunjungan tim adalah mengunjungi secara
langsung rumah semua balita yang menderita gizi Kurang(BGM) dan Gizi Buruk..

VI.WAKTU DAN TEMPAT


Kegiatan Kunjungan Tim dilaksanakan di masing-masing wilayah kerja yang memiliki
anak balita gizi kurang dan sangat kurang.:
No Tanggal Desa Pelaksana
Pelaksanaan
1 Tambuha - Dr.bayu Sutrisno
- Hj.Marhawana.SKM
- Wa Ode Hariyati.AMG

2 Samaturu - Dr.bayu Sutrisno


- Hj.Marhawana.SKM

Wa Ode Hariyati.AMG

3 Sarona - Dr.bayu Sutrisno


- Hj.Marhawana.SKM

Wa Ode Hariyati.AMG

4 Watunohu - Dr.bayu Sutrisno


- Hj.Marhawana.SKM

Wa Ode Hariyati.AMG

5 Sapoiha - Dr.bayu Sutrisno


- Hj.Marhawana.SKM

Wa Ode Hariyati.AMG

V.BIAYA
Biaya yang dianggarkan untuk kegiatan ini selama 1 (satu) tahun dianggarkan melalui
dana BOK.

VI.INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah semua balita Gizi Kurang (BGM) dan Gizi Buruk
di kunjungi dan diperiksa.

VII.PENUTUP

Demikian rencana kegiatan ini dibuat untuk menjadi kerangka acuan dalam
melaksanakan kegiatan ini sehingga kegiatan pendampingan balita Gizi Kurang
(BGM) dan balita Gizi Buruk dapat terlaksanakan dengan baik.

TPG Puskesmas

WA ODE HARIYATI, AMG


NIP. 19800802 200604 2 011
POA (PLANT OF ACTION ) TAHUNAN

PUSKESMAS WATUNOHU TAHUN 2016


Nama Kegiatan : Distribusi PMT

I.LATAR BELAKANG
Setelah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan bayi harus di beri
makanan pendamping ASI karena setelah 6 bulan ASI tidak lagi memenuhi
kebutuhan gizi bayi akan energy dan mikronutrien penting. ASI hanya memenuhi
sekitar 65-80% dan sangat sedikit mengandung mikronutrien. Karena ini
kebutuhan energy mikronutrien terutama zat besi dan zink harus di perolehdari
MP-ASImerupakan proses transisi dariasupan yang semula hanya berupa susu
menuju makan semi padat. Periode pelahiran dari ASI Ekslusif ke makanan
keluarga di kenal pula sebagai sebagi masa penyampihan (weaning period).
Yang merupakan proses dimulai pemberiannya makanan khusus selain ASI
secara bertahap jenis, jumlah, frekuensi, maupun tektur dan konsistensinya
sampai seluruh kebutuhan zat gizi anak di penuhi dari makanan keluarga.
PMT adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi
yang mengandung zat gizi yang di berikan kepada bayi selama periode
penyamihan yaitu pada saat makanan / minuman lain di berikan bersama
pemberian ASI. Pada Global Strategy for infat and Yound Child Feeding
(GSIYCF,2002) di nyatakan bahwa MP-ASI harus memenuhi syarat sebagai
berikut :
1. Tepat waktu : PMT di berikan saat kebutuhan energy dan zat gizi melebihi
yang di dapat dari ASI
2. Adekuat : PMT harus mengandung cukup energy, protein, dan mikronutrien.
3. Aman : penyimanan penyiapan dan sewaktu di berikan pada bayi MP ASI
harus higienis
4. Tepat cara pemberian : PMT di berikan sejalan dengan tanda lapar dan ada
nafsu makan yang di tunjukkan bayi serta frekuensi dan cara pemberiannya
sesuai umur bayi.
MP-ASI ada dua jenis yaitu PMT yang di sediakan khusus (buatan pabrik
atau rumah tangga) dan makanan yang biasa di makan keluarga yang di
modifikasi sehingga mudah di makan bayi dan cukup memenuhi gizi. Tekstur
makan mulai dari yang halus sering encer (makanan lumat) bertahap menjadi
lebih kasar . MP-ASI buatan pabrik yang di sediakan Kemkes RI di berikan dalam
rangka pencegahan dan penanggulangan di daerah rawan gizi untuk
meningkatkan status gizi balita BGM dan gizi buruk.
I. TUJUAN
- Tujuan umun
Mencegah dan mengurangi bayi usia 6-24 bulan yang BGM. Gizi kurang dan
buruk
- Tujuan Khusus
1. Tersedianya MP-ASI bagi bayi usia 6-24 bulan terutama balita yang
terkena gizi kurang maupun gizi baik terutama balita Gakin
2. Keluarga balita memahami dan cara membuat MP-ASI secara lengkap
II. SASARAN
1. Anak BGM
2. Balita 2T dan gizi kurang
3. Balita sangat kurus
III. METODE
Pemberian PMT buatan pabrik berupa Susu formula
IV. MEDIA
Susu formula buatan pabrik
V . Waktu dan Tempat

Kegiatan Kunjungan Tim dilaksanakan di masing-masing wilayah kerja yang memiliki anak
balita gizi kurang dan sangat kurang.:

No Tanggal Desa Pelaksana


Pelaksanaan
1 18-10-2016 Tambuha Wa Ode Hariyati.AMG

2 19-10-2016 Samaturu Wa Ode Hariyati.AMG

3 20-10-2016 Sarona Wa Ode Hariyati.AMG

4 23-10-2016 Watunohu Wa Ode Hariyati.AMG

5 26-10-2016 Sapoiha Wa Ode Hariyati.AMG

V. BIAYA
VI. Biaya yang dianggarkan untuk kegiatan ini selama 1 (satu) tahun dianggarkan melalui
dana BOK.

VII. INDIKATOR KEBERHASILAN


Hasil yang di capai:
1. MP-ASI distribusi semua
2. Keluarga balita memahami cara membuat MP-ASI yang benar dan bergizi
serta cara memberikan yang benar pada bayinya.
VII.PENUTUP

Demikian rencana kegiatan ini dibuat untuk menjadi kerangka acuan dalam
melaksanakan kegiatan ini sehingga kegiatan distribusi MP ASI balita Gizi
Kurang (BGM) dan balita Gizi Buruk dapat terlaksanakan dengan baik.

TPG Puskesmas Watunohu

WA ODE HARIYATI, AMG


NIP. 19800802 200604 2 011
POA (PLANT OF ACTION ) TAHUNAN
PUSKESMAS POASIA TAHUN 2016

Nama Kegiatan : Sweeping D/S (pemantauan Pertumbuhan Bayi dan


anak Balita yang tidak datang ke Posyandu )

I.LATAR BELAKANG

Semua anak berhak untuk mendapatkan perhatian dan pola asuh yang baik dari
orang tua berupa asupan makanan bergizi dan prilaku sehat lainnya agar balita memiliki
pertumbuhan dan perkembangan yang baik sesuai umurnya.
Pemantauan pertumbuhan adalah mengikuti pertumbuhan balita secara terus
menerus dan teratur melalui pengukuran antropometri,agar dapat diketahui ada atau
tidaknya gangguan pertumbuhan.
Posyandu ( Pos Pelayanan Terpadu ) merupakan salah bentuk upaya pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan
dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan
bagi ibu dan anak balita. Di posyandu masyarakat bisa mendapatkan 5 pelayanan
kesehatan utama yaitu:

a.Kesehatan ibu dan anak.


b.Keluarga berencana ( KB)
c.Imunisasi
d.Gizi
e.Pencegahan dan penanggulangan Diare.
Salah satu manfaat posyandu adalah pertumbuhan anak balita terpantau setiap
bulannya sehingga tidak menderita gizi kurang / gizi buruk. Kegiatan rutin posyandu
dilaksanan oleh kader posyandu dengan bimbingan dari petugas puskesmas dan
penyelenggaraannnya dilaksanakan satu kali dalam sebulan tetapi jika dianggap perlu
maka dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam sebulan.
Namun karena banyaknya kendala dan hambatan d lapangan, banyak ibu yang
tidak membawa balita mereka ke posyandu. Sehingga pemantauan pertumbuhan balita
dengan pengukuran antropometri untuk mengetahui status gizi balita tidak dapat berjalan
secara maksimal. Untuk itu d laksanakan sweeping D/S dengan mengunjungi rumah
balita yang tidak datang ke posyandu.

II.TUJUAN
Tujuan Umum
- Untuk memantau tumbuh kembang balita dan gizi kurang/gizi buruk baru maupun lama
yang tidak datang ke posyandu.
- Untuk meningkatkan cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan.

Tujuan khusus

a.Di perolehnya data berat badan balita


b.Di perolehnya data tinggi badan balita
c.Diketahuinya status gizi balita yang tidak ke posyandu

III.SASARAN
Adapun sasaran kegiatan pemantauan pertumbuhan balita di tiap kelurahan adalah bayi
dan balita umur 0 – 59 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas watunohu dengan
jumlah sasaran 692 orang.

IV.METODE
Metode yang digunakan dalam kegiatan pemantauan petumbuhan balita yang d kunjungi
adalah pengukuran antropometri menggunakan timbangan dan pengukuran tinggi badan
menggunakan Microtoa.

V.WAKTU DAN TEMPAT


Kegiatan pemantauan pertumbuhan balita dilaksanakan di masing-masing wilayah kerja
posyandu di 8 desa :
No Desa Posyandu Tanggal Pelaksanaan

1 Tambuha Sipatuo 09-05-2016

2 Samaturu Seruni 10-05-2016

3 Sarona Sarojaya 11-05-2016

4 Nyule Mawar 12-05-2016

5 Lahabaru Melati 13-05-2016

56666666 6 Watunohu Matirodecceng 16-05-2016

7 Lelehao Flamboyan 17-05-2016

8 Sapoiha Mekar 18-05-2016

VI.BIAYA
Biaya yang dianggarkan untuk kegiatan ini selama 1 (satu) tahun dianggarkan
melalui dana BOK

VII.INDIKATOR KEBERHASILAN
Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah semua balita yang berada diwilayah kerja
Puskesmas Watunohu dapat terpantau pertumbuhannya.

VIII.PENUTUP
Demikian rencana kegiatan ini dibuat untuk menjadi kerangka acuan dalam
melaksanakan kegiatan sehingga Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan ini
dapat terlaksana dengan baik.

TPG Puskesmas Watunohu

WA ODE HARIYATI, AMG


NIP. 19800802 200604 2 011