Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

OM Swastyastu,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah Manajemen dan Kepemimpinan dalam
Keperawatan yang berjudul “Manajemen Perencanaan Dalam Fasilitas” dapat diselesaikan
tepat pada waktunya. Dalam penyelesaian makalah ini ada beberapa kesulitan yang kami
temukan. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan dan pengalaman kami, yang menyangkut
masalah teori dalam ilmu Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan. Untuk itu, pada
kesempatan yang berbahagia ini perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan anugerah-Nya kepada pihak yang telah
membantu penyelesaian makalah ini dan semoga makalah ini dapat berguna untuk memberikan
kontribusi dalam mata kuliah Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan. Di samping
itu kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu,segala kritik dan saran yang
bersifat konstruktif kami terima dengan senang hati demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja, khususnya para mahasiswa serta seluruh
pembaca.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Denpasar, 2 September 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 1


DAFTAR ISI................................................................................................................................................. 2
BAB I ............................................................................................................................................................ 3
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 3
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................................... 3
1.2 Rumusan masalah .............................................................................................................................. 3
1.3 Tujuan ................................................................................................................................................ 4
BAB II........................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................... 5
2.1 Definisi perencanaan fasilitas dan sistem kerja ................................................................................. 5
2.1.1 Definisi Manajemen Keperawatan............................................................................................... 5
2.1.2 Definisi Perencanaan Fasilitas ...................................................................................................... 6
2.2 Proses perencanaan fasilitas ............................................................................................................... 7
2.3 Penempatan fasilitas dan perencanaan fasilitas.................................................................................. 7
2.4 Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penempatan fasilitas ................................................... 7
2.4.1 Jenis tata letak ............................................................................................................................. 8
2.5 Metode penilaian lokasi dan sistem kerja .......................................................................................... 9
BAB III ....................................................................................................................................................... 11
PENUTUP .................................................................................................................................................. 11
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 12

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi yang berkembang menuntut manusia untuk bisa berfikir dan
bertindak dengan cepat tanpa mengkesampingkan ketepatan. Orang yang tidak mau mengikuti
teknologi canggih yang saat ini sedang berkembang akan terus berada dalam keterpurukan dan
keterlambatan. Dalam menghadapi perkembangan tersebut tentu saja diperlukan fasilitas atau
peralatan dalam kesiapan sarananya.
Suatu pekerjaan akan dikatakan efesien jika ia dapat dilakukan dengan mudah, murah,
singkat waktu, ringan bebannya, dan pendek jaraknya. Kalangan dunia usaha baik instansi
pemerintah maupun instansi swasta dalam melakukan usaha sangat mengandalkan fasilitas atau
peralatan kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan efisien dan hasil kerja yang
optimal. Dengan itu, dituntut kesiapan dan kesanggupan dari manusia itu sendiri dalam
mengoperasikan fasilitas atau peralatan kerja tersebut. Suatu sistem kerja terdiri dari empat
komponen penyusun, antara lain tenaga kerja, bahan, mesin atau peralatan, dan lingkungan kerja.
Pada suatu sistem kerja sangat terpengaruhi oleh manusia atau tenaga kerja yang bertindak
sebagai perencana, perancang, pelaksana, dan pengendali sistem kerja tersebut. Sistem kerja
tradisional, manusia berperan sebesar 75% dari kegiatan produksi, sedangkan sistem kerja
modern yang terotomatisasi, manusia hanya berperan sebesar 25% dari keseluruhan kegiatan
produksi.

1.2 Rumusan masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan definisi perencanaan fasilitas dan sistem kerja ?
2. Bagaimana proses perencanaan fasilitas ?
3. Apakah yang dimaksud penempatan fasilitas dan perencanaan fasilitas ?
4. Sebutkan faktor penempatan fasilitas ?
5. Sebutkan metode penilaian lokasi dan sistem kerja ?

3
1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi perencanaan fasilitas dan sistem kerja
2. Mengetahui proses perencanaan fasilitas
3. Mengetahui penempatan fasilitas dan perencanaan fasilitas
4. Menetahui faktor penempatan fasilitas
5. Mengetahui metode penilaian lokasi dan sistem kerja

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi perencanaan fasilitas dan sistem kerja

2.1.1 Definisi Manajemen Keperawatan

Manajemen adalah ilmu atau seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara
efisien, efektif, dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya
(Muninjaya, 2004).Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja dengan melibatkan
anggota staf keperawatan untuk memberikan perawatan, pengobatan dan bantuan terhadap para
pasien (Gillies,2000). Sedangkan menurut Kemenkes (2001), manajemen pelayanan keperawatan
merupakan suatu proses perubahan atau transformasi dari pemanfaatan sumber daya yang
dimiliki untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan fungsi perencanaan,
pengorganisasi, pengaturan ketenagaan, pengarahan, evaluasi dan pengendalian mutu
keperawatan.
Manajemen keperawatan merupakan suatu bentuk koordinasi dan integrasi sumber-
sumber keperawatan dengan menerapkan proses manajemen untuk mencapai tujuan dan
obyektifitas asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan (Huber, 2000). Kelly & Heidental
(2004) menyatakan bahwa manajemen keperawatan dapat didefenisikan sebagai suatu proses
dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan untuk mencapai tujuan.
Proses manajemen dibagi menjadi lima tahap yaitu perencanaan, pengorganisasian,
kepersonaliaan, pengarahan dan pengendalian (Marquis dan Huston, 2010). Swanburg (2000)
menyatakan bahwa manajemen keperawatan adalah kelompok dari perawat manajer
yang mengatur organisasi dan usaha keperawatan yang pada akhirnya manajemen
keperawatan menjadi proses dimana perawat manajer menjalankan profesi mereka.
Manajemen keperawatan memahami dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana
serta mengelola kegiatan keperawatan.Suyanto (2009) menyatakan bahwa lingkup
manajemen keperawatan adalah manajemen pelayanan kesehatan dan
manajemen asuhan keperawatan.Manajemen juga merupakan suatu pendekatan yang
dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi.Manajemen

5
mencakup kegiatan POAC(planning, organizing, actuating, controlling) terhadap staf, sarana,
dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant danMassey, 1999 dalam Nursalam,
2007).

2.1.2 Definisi Perencanaan Fasilitas

Perencanaan fasilitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah
perusahaan beroperasi, yaitu menentukan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan
secara baik untuk menunjang tujuan perusahaan. Perencanaan fasilitas dibagi atas dua bagian
yaitu perencanaan penempatan fasilitas dan perancangan.
Sistem kerja adalah serangkaian dari beberapa pekerjaan yang berbeda kemudian dipadukan
untuk menghasilkan suatu benda atau jasa yang menghasilkan nilai bagi pelanggan atau
keuntungan perusahaan/organisasi. Sistem kerja melibatkan banyak faktor manusia dan adanya
keterkaitan pola kerja manusia dengan alat atau mesin, faktor-faktor yang dikombinasikan antara
manusia dengan alat tersebut di buat suatu prosedur atau tahapan kerja yang sudah tetap dan
didokumentasikan sehingga menghasilkan suatu sistem kerja yang konsisten dan dapat
menghasilkan hasil yang berkualiatas. Contohnya :
a) Stabilitas : maksudnya bahwa sistem, tata, dan prosedur kerja itu harus
mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan
kerja.
b) Fleksibilitas : artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus
luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian
tugas.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
a. Salah seorang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka pekerjaan
harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.
b. Intruksi ataupun suatu peraturan dari perusahaan ataupun kesatuan organisasi,
misalkan dalam ketepatan waktu hadir kerja, rapat, dll
c. Di dalam suatu pembuatan motor, jadi ada bagian yang mengerjakan, masang bodinya,
masang lampu-lampu dll, terus disatukan dan jadilah suatu produk.

6
2.2 Proses perencanaan fasilitas
Perencanaan fasilitas memerlukan suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk
memperoleh hasil yang baik. Hal ini juga mencakup perencanaan lokasi yang merupakan suatu
kegiatan strategis yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan
sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan biaya rendah, dan
memungkinkan perusahaan dimasa datang.

Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan lain :


a. Melayani konsumen dengan memuaskan
b. Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dapat continuedengan harga yang
layak atau memuaskan
c. Mendapatkan tenaga kerja yang cukup
d. Memungkinkan perluasan perusahaan dikemudian hari

2.3 Penempatan fasilitas dan perencanaan fasilitas


Penempatan fasilitas adalah proses menentukan daerah atau tempat untuk sebuah aktivitas
atau fasilitas. Penempatan fasilitas berkaitan penentuan lokasi dari fasilitas yang menunjang
produksi dan distribusi barang atau jasa. Perancangan fasilitas adalah proses membangun
fasilitas sesuai dengan tujuan aktivitas.

2.4 Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penempatan fasilitas


Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat, perlu untuk
memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan denan kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu
diantara lain :
a. Letak pasar
b. Letak sumber bahan baku
c. Ketersediaan tenaga kerja
d. Ketersediaan tenaga listrik
e. Ketersediaan air

7
f. Fasilitas pengangkutan
g. Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi
h. Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
i. Peraturan pemerintah setempat
j. Sikap masyarakat
k. Biaya dari tanah dan bangunan
l. Luas tempat parkir
m. Saluran pembuangan
n. Kemunginan perluasan
o. Lebar jalan
Selain beberapa faktor yang disebutkan diatas, perusahaan juga harus mempunyai
perencanaan tata letak yang mencakup desain atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat kerja,
dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi barang jadi. Secara
umum, tujuan dari penyusunan tata letak adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang
efisien dan efektif, melaui :
a. Pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal
b. Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum
c. Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar
d. Kebutuhan persediaan yang rendah
e. Pemakaian ruang yang efisien
f. Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan
g. Biaya produksi dan investasi modal yang rendah
h. Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan
i. Keselamatan kerja yang tinggi
j. Suasana kerja yang baik

2.4.1 Jenis tata letak

Dalam industry manufaktur, secara umum tata letak bisa dikelompokkan dalam 3 jenis :
a) Tata letak proses

8
Tata letak proses (proses layout) atau tata letak fungsional adalah penyusunan tata letak
dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian
yang sama.
b) Tata letak produk
Tata letak produk (produk layout) dipilih apabila proses produksinya telah
distandarsasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar.

c) Tata letak posisi tetap


Tata letak posisi tetap (fixed position layout) dipilih apabila karena ukuran, bentuk
ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sukar untuk
dipindahkan.

2.5 Metode penilaian lokasi dan sistem kerja


Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu lokasi perusahaan
yaitu:
a. Pemeringkatan faktor
Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan umum yang berguna
untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternative lokasi.
b. Analisis nilai ideal
Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya bobot pada faktor
rating merupakan nilai ideal pada metode ini.
c. Analisis ekonomis
Metode ini menggunakan kuantitatif maupun kualitatif secara bersama-sama untuk
mendapatkan penilaian yang lebih lengkap.
d. Analisis volume biaya
Metode analisis volume biaya (cost volume analysis) menekankan pada faktor biaya
dalam memilih suatu lokasi yaitu dengan membandingkan biaya total produksi dari
berbagai alternative lokasi.
e. Pendekatan pusat gravity

9
Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini sering kali digunakan untuk memilih sebuah
lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yan sudah
ada.
f. Metode transfortasi
Metode transfortasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat
digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan pada prinsipnya metode ini
mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan
permintaan dan penawaran dengan biaya transfortasi yang rendah.

g. Metode sistem kerja


Metode sistem kerja merupakan kesatuan ide yang dapat di aplikasikan dimana
penggunaan konsep “sistem kerja” diangap sebagai titik untuk mamahami,
menganalisa, dan memperbaiki sistem dalam suatu organisasi, baik IT termasuk
didalamnya ataupun tidak.
Dasar dari metode sistem kerja, antara lain :
a) Hubungan antara sistem kerja dan bidang sistem informasi. Konsep dari sistem kerja
yaitu, kasus umum yang mencakup sistem informasi, projects, rantai nilai, rantai
supply, dan kasus special lainnya.
b) Warisan dari komponen dan property dari sistem kerja. Kasus spesial dari sistem
kerja, sistem informasi dan projects mungkin mewariskan elemen sistem, property,
dan generalisasi dari sistem kerja secara umum.
c) Pemahaman tujuan dan kunci sukses dari sistem informasi. Sistem informasi yang ada
mendukung satu atau lebih dari sistem kerja yang mungkin tidak sama sekali,
sebagian ataupun seluruhnya mengunakan sistem informasi.
d) Model siklus hidup sistem kerja. Sistem informasi dan sistem kerja. Aktifitas-aktifitas
dalam proses bisnis dibatasi dan bersifat komputerisasi ataupun manual.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perencanaan fasilitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah
perusahaan beroperasi yaitu menentukan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan
secara baik untuk menunjang tujuan perusahaan. Sedangkan sistem kerja adalah serangkaian dari
beberapa pekerjaan yang berbeda kemudian dipadukan untuk menghasilkan suatu benda atau
jasa yang menghasilkan nilai bagi pelanggan atau keuntungan perusahaan/organisasi.
Fasilitas adalah sarana dan prasarana untuk melancarkan atau mempermudah pelaksanaan
suatu pekerjaan. Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Jadi, pengertian fasilitas kerja adalah
segala sesuatu berupa sarana dan prasarana yang dapat membantu memudahkan suatu kegiatan
atau aktivitas. Dalam pelaksanaan proses perkantoran yang produktif, maka perusahan harus
menyediakan fasilitas kerja yang lengkap. Sementara itu dalam proses penyediaan fasilitas yang
baik dibutuhkan perencanaan fasilitas.

11
DAFTAR PUSTAKA

12