Anda di halaman 1dari 6

Nama: Yaumil Fathiyah

NPM: 200110150208
Pola Kebudayaan dan Masyarakat

POLA KEBUDAYAAN MASYARAKAT

Kebudayaan secara khusus dan lebih teliti dipelajari oleh antropologi

budaya. Walaupun demikian, seseorang yang memperdalam perhatiannya

terhadap sosiologi sehingga memusatkan perhatiannya terhadap masyarakat, tak

dapat menyampingkan kebudayaan begitusaja karena dalam kehidupan nyata,

kebudayaan tak dapat dipisahkan dan selamanya merupakan dwitunggal.

Masyarakat adalah orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Tidak


ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan dan sebaliknya taka da

kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.

Dua orang antripologi terkemuka, yaitu Melville J. Herskovits dan

Bronislaw Malinowski, mengemukakan bahwa Cultural Determinism bererti

segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh

kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu (Soemardjan dan Soelaeman,

1964). Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengethuan, kepercayaan,

kesenian, ,oral, hokum, adat istiadat dan lain kemampuan-keampuan serta

kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Denga kata lain, kebudayaan mencakup semua yang didapatkan atau dipelajari
oleh masunia sebagai anggota masyarakat.

Selo Soemardjian dan Soelaeman Soemardi (1964) merumuskan

kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya

masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau

kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk


menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk

keperluan masyarakat.

Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar

maupun kecil yang merupakan baian dari suatu kebuatan yang bersifat sebagai

kesatuan. Herskovits mengajukan empat unsur pokok kebudayaan, yaitu:

1. Alat-alat teknologi

2. Sistem ekonomi
3. Keluarga

4. Kekuasaan politik. (Soemardjan dan Soelaeman, 1964)

Tujuan unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat

rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transport, dan sebagainya)

2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian

peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan sebagainya)

3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem

hukum, sistem perkawinan)

4. Bahasa (lisan maupun tertulis)


5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebaainya)

6. Sistem pengetahuan

7. Religi (sistem kepercayaan)

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan

masyaakat. Masyarakat memerlukan pula kepuasan, baik dibidang spiritual

maupun materiil. Kebutuhan masyarakat sebgian besar dipenihu oleh


kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat

melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan

utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan dalamnya.

Teknologi pada hakikatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur, yaitu:

1. Alat-alat produktif

2. Senjata

3. Wadah
4. Makanan dan minuman

5. Pakaia dan perhiasan

6. Tempat berlindung dan perumahan

7. Alat-alat transport.

Keadaan berlainan denga masyarakat yang sudah kompleks, yang taraf

kebudayaannya lebih tinggi. Hasil karya manusia tersebut, yaitu teknologi,

memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan

hasil-hasil alam dan apabila mungkin, menguasain alam.perkembangan

teknologi di negara-negara besar seperti Amerika, Rusia, Prancis, JErman, dan

sebagainya, merupakan beberapa contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif


menghadapi tantangan alam sekitar.

Kebiasan menunjukan pada suatu gejala bahwa seseorang di dalam

tindakan-tindakan selalu ingin melakukan hal-hal yang teratur baginya.

Kebiasaan-kebiasaan yang baik akan diakui sertadilakukan pula oleh orang lain

yang semasyarakat. Unsur-unsur normative yang merupakan bagian dari

kebudayaan adalah :
1. Unsur-unsur yang menyangkut penilaian (valiational elements)

misalnya apa yang baik dan buruk, apa yang menyenangkan dan tidak

menyenangkan apa yang sesuai dengan keinginan dana pa yang tidak

sesuai dengan keinginan

2. Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya

(prescriptive elements) seperti bagaimana orang harus berlaku

3. Unsur-unsur yang menyangkut kepercayaan (cognitive elements)


seperti misalnya harus mengadakan upacara ada pada saat kelahiran,

pertunangan, perkawinan, dan lain-lain.

Walaupun setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang saling

berbeda satu dengan lainnya, setiap kebudayaan mempnyai sifat hakikat yang

berlaku umum bagi semua kebudayaan di mana pun juga. Sifat hakikat

kebudayaan adalah sebagai berikut:

1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia

2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu

generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi

yang bersangkutan
3. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah

lakunya

4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-

kewajiban, tindakan tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-

tindakan yang dilarang dan tindakan yang diizinkan.


Sifat hakikat kebudayaan adalah ciri setiap kebudayaan, tetapi bila

seseorang hendak memahami sifat hakikatnya yang esensial, terlebih dahulu

harus memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada didalamnya.

Masyarakat dan kebudayaan sebenarnya merupakan perwujudan atau abstraksi

perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia

dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar

belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu.


DAFTAR PUSTAKA

Soekarno, Soejono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Gafindo Persada.

Jakarta.

Soemardjan, Selo dan Soelaeman Soemardi. 1964. Setangkai Bunga Sosiologi.

Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Jakarta. hlm 78 dan 115.

Anda mungkin juga menyukai