Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL JURNAL REVIEW

DISUSUN
O
L
E
H

Fauzi kesuma wardana

5183520004

PROGRAM STUDI D-3 TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA, atas berkat
dan rahmatnya saya masih dapat diberi izin dan kesempatan didalam mengerjakan dan
menyelesaikan tugas saya dalam Mata Kuliah “Kesehatan dan keselamatan kerja” yaitu
mengenai tugas critical jurnal review.
Adapun tugas ini diberikan kepada saya, untuk melengkapi tugas yang ada. Dan tugas
ini diselesaikan untuk menambah kelengkapan nilai mahasiswa.
Saya mengerjakan tugas ini dengan didahului kata pengantar saya, dimana dengan
tujuan dan harapan kiranya Bapak dapat memaklumi hasil kerja saya. Dengan melihat tata
bahasa dan cara pengerjaan yang saya berikan dan yang saya kumpulkan kepada Bapak.
Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita untuk mencapai hidup
yang lebih baik lagi. Dan tak lupa saya juga menerima kritik dan saran terhadap hasil kerja
yang sudah saya buat ini. Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih.

Medan, 26 November 2016

Penulis

A. PENDAHULUAN
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kerja
agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan
ditempat kerja, serta sumber dan proses produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Tenaga kerja merupakan faktor yang sangat menentukan bagi perusahaan, tenaga kerja juga
merupakan faktor produksi yang memiliki peran penting dalam kegiatan perusahaan.

Dalam melaksanakan pekerjaannya tenaga kerja ini akan menghadapi ancaman bagi
keselamatan dan kesehatannya yang akan datang dari pelaksanaan tugas mereka tersebut.
Karena itu dalam rangka menjalankan usaha yang aman (safe business), maka program
perlindungan bagi karyawan melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) harus dilakukan secara konsisten. Hal ini sesuai dengan Undang-
Undang No. 1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang No. 13 Tahun
2003, tentang Ketenagakerjaan, yang menyatakan kewajiban pengusaha melindungi tenaga
kerja dari potensi bahaya yang dihadapinya (Shiddiq, dkk, 2013).

Kesehatan berpengaruh penting bagi terwujudnya keselamatan. Sebaliknya gangguan


kesehatan atau penyakit dapat menjadi sebab kecelakaan. Sekalipun ringan, gangguan
kesehatan menurunkan konsentrasi dan mengurangi kewaspadaan, sehingga kecelakaan
terjadi (Suma’mur, 2009).

Identifikasi Jurnal

1. Judul Jurnal
Health and safety aspects of textile workers from Solapur (India) textile industries
2. Volume, Edisi dan Halaman
Vol 26/Issue 04/ Oct-Dec2014
3. Penerbit/Tahun Terbit
Penerbit : Indian Journal of Community Health
Tahun Terbit : 2014
4. Penulis
Rahul B Hiremath, Ruth Kattumuri, Bimlesh Kumar, Gurudevi R Hiremath

B. RINGKASAN JURNAL
Sektor tekstil di India memainkan peran penting dalam perekonomian negara,
menyediakan lapangan kerja untuk penduduk yang signifikan di daerah pedesaan dan
perkotaan. Ini menghasilkan sekitar 27% dari devisa bagi negara dengan kata lain merupakan
gudang warisan budaya bangsa. Diperkirakan, industri ini akan menghasilkan lebih dari 12
juta pekerjaan baru dengan proyeksi pendapatan sekitar US $ 115 miliar pada tahun 2012.
Negara bagian Maharashtra di India dengan perkiraan investasi US $ 224 juta untuk berbagai
proyek tekstil adalah penyumbang terbesar untuk pasar tekstil India. Cluster tekstil terkemuka
di Maharashtra adalah Kolhapur, Nashik, Solapur dan Thane. Penelitian ini berfokus pada
cluster tekstil kota Solapur. Sektor tekstil mengandung banyak bahaya dan risiko untuk
pekerja, mulai dari paparan kebisingan dan zat berbahaya, untuk penanganan manual dan
bekerja dengan mesin berbahaya.
Selama survei lapangan, wawancara semi-terstruktur dari pemilik unit dan pekerja di
berbagai kelompok tekstil dilakukan dengan bantuan checklist. Berbagai langkah yang
terlibat dalam proses setiap tekstil seperti bahan baku yang digunakan, skenario lingkungan
akibat penggunaan bahan baku, review unit CETP yang ada. Pada tahap pertama dari 29 unit
tekstil dari kota total 6 pabrik tekstil terpilih dengan teknik random sampling dari semua
tekstil. Ini adalah sekitar 21% dari seluruh penduduk. Survei telah dilakukan selama
Desember 2010 hingga Desember 2011. Pada tahap kedua, pekerja dipilih dari pabrik tekstil
tersebut. Untuk tujuan pemilihan responden daftar lengkap dari pekerja permanen antara usia
20 hingga 55 yang memiliki 3 tahun pengalaman kerja minimum yang proporsional dipilih
dari semua pabrik tekstil.
Hasil
- Jumlah tahun keterlibatan dalam perusahaan saat ini:
124 dari mereka telah bekerja hingga 5 tahun, sementara 56 telah bekerja selama lebih
dari 5 tahun.
- Body Mass Index (BMI):
menunjukkan bahwa orang-orang yang tersisa di unit yang sama untuk jangka waktu yang
lebih lama memiliki kesehatan yang lebih baik.
- Paru Fungsi Test (PFT) dan paru Kesehatan:
Pekerja dapat terkena uap, gas, serat, dan partikel dalam suasana kerja yang tidak
kondusif untuk kesehatan paru.

Melalui riset ini diharapkan untuk memperkaya kehidupan para pekerja tekstil dan
orang-orang di kabupaten. Hal ini juga dipertimbangkan bahwa keberhasilan secara efektif
akan menunjukkan kelangsungan hidup masalah kesehatan dan keselamatan. Hasil yang
diperoleh dapat disebarluaskan melalui teknologi informasi ke daerah pedesaan terdekat
dengan mendirikan Pusat Inovasi dan Pusat Keunggulan di tingkat institusi. Dana dan
dukungan kebijakan yang diperlukan untuk keberhasilan proyek tersebut yang dapat
memainkan peran kunci dalam meningkatkan kualitas hidup para pekerja tekstil di dekade
mendatang.

C. ISI PEMBAHASAN

Jurnal ini membahas tentang kesehatan di lingkungan produksi tekstil di daerah India.
Dimana sektor tekstil merupakan penghasilan penting dalam perekonomian di India,
menyediakan lapangan kerja untuk penduduk yang signifikan di daerah pedesaan dan
perkotaan. Ini menghasilkan sekitar 27% dari devisa bagi negara adalah gudang warisan
budaya bangsa. Diperkirakan, industri ini akan menghasilkan lebih dari 12 juta pekerjaan
baru dengan proyeksi pendapatan sekitar US $ 115 miliar pada tahun 2012.

Survey dilakukan dengan mengambil sampel dari 180 pekerja dari industri tekstil
diidentifikasi untuk fisik mereka, umumnya otot, kondisi paru-paru, dan penglihatan
menggunakan teknik yang berbeda. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengembangkan
kerangka kerja untuk memahami risiko untuk pekerja tekstil akibat kurangnya standar
kesehatan dan keselamatan di perusahaan.

D. Kekuatan dan Kelemahan Penelitian


a. Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa kuisioner
sehingga cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian. Dalam pengambilan datanya tidak
dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode analisis data secara deskriptif yang harus
merangkum berdasarkan kelompok-kelompok variael yang terpilih.

b. Kelemahan Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah kuisioner hanya diberikan kepada beberapa pabrik di
suatu daerah, bukan pabrik dikeseluruhan India, yang membuat kita hanya mengetahui
tentang sebagian kecil, bukan menyeluruh tentang prosedur keselamatan kerja di India.
Disarankan untuk penelitian yang akan datang, kuisioner diberikan kepada beberapa pabrik di
India secara menyeluruh.

E. KESIMPULAN
Keselamatan dan kesehatan kerja disuatu tempat atau pabrik haruslah diperhatikan
secara seksama, harus ada penyeluruhan kepada setiap pekerja tentang bagaimana
mengoperasikan alat-alat yang ada di pabrik tersebut agar para pegawai tidak sembarangan
dalam menggunakannya. Dan juga perlunya kepedulian pemimpin perusahaan terhadap
karyawan demi tercapainya tujuan produksi yang diidam-idamkan perusahaan.

Jika pekerja terjadi kecelakaan, kedua belah pihak akan mengalami kerugian yang
cukup parah, baik dari perusahaan maupun individu. Perusahaan tidak akan maksimal dalam
menghasilkan produksinya, dan individu kemungkinan akan mengalami cacat di dalam
hidupnya.