Anda di halaman 1dari 4

MEKANISME TRANPORT MEMBRAN SEL

A. Pendahuluan
Membran sel dikenal dengan nama membran plasma. Membran plasma
membatasi isi sel dari lingkungan luarnya. Secara umum membran sel terdiri dari
senyawasenyawa lipida, protein dan karbohidrat. Membran memiliki berbagai macam
fungsi, antara lain: Melekatkan membran pada sitoskeleton atau rangka sel,
Membentuk junction (pertemuan) diantara dua sel yang bertetangga, Sejumlah protein
membran berperan sebagai enzim, sejumlah protein membran berfungsi sebagai
resptor permukaan bagi pesuruh-pesuruh kimia dari sel-sel lain, dan beberapa protein
membran membantu pergerakan subtansi-subtansi melintasi membrane.

Berbagai organel yang terdapat di dalam sitoplasma memiliki membran yang


strukturnya sama dengan membran plasma. Walaupun tebal membran plasma hanya ±
0,1 μm, membran plasma merupakan penghalang bagi gerakan molekul dan ion zat-
zat. Keleluasaan gerak ion dan molekul sangat penting untuk menjaga kestabilan pH
yang sesuai, mengendalikan konsentrasi ion di dalam sel untuk kegiatan enzim,
memperoleh pasokan zat makanan bahan energi dan bahan mentah lainnya, serta
membuang sisa-sisa metabolisme yang dapat bersifat racun. Hal tersebut di atas
dilakukan dengan cara difusi, osmosis, transpor aktif, dan endositosis atau eksositosis.

B. Transport Membran Sel


Membran sel atau membran plasma terletak di sebelah luar sitoplasma. Di
dalam sitoplasma terdapat bagian-bagian yang disebut organel. Semua organel
dibatasi oleh membran. Membran yang membatasi organel mempunyai struktur
molekul yang sama dengan membran sel, yaitu terdiri atas molekul lemak dan
protein.membran sel berguna sebagai batas antara organel-organel di bagian dalam sel
dan cairan yang membasahi sel.

Transpor mikromolekul dapat berlangsung secara pasif, misalnya melalui


difusi, difusi terbantu dan osmosis dan dapat pula berlangsung secara aktif. Transpor
makromolekul dapat berlangsung secara endositosis, eksositosis dan pertunasan. Ciri
khas transport makromolekul adalah subtansi atau materi yang diangkut selalu
dikemas dalam suatu vesikula yang berbatas membran. Sebagai pengatur
permeabilitas Mengontrol lalu lintas zat keluar dan masuk sel .
1) Transport aktif
yaitu transportasi yang membutuhkan energi, dan transportasi ini
melawan gradien konsentrasi. Transpor ada beberapa macam, yaitu:
 Pompa Kalium natrium :
Ion kalium penting untuk mempertahankan muatan listrik yang
berfungsi untuk memacu transpor aktif zat zat lain. Sebenarnya
ion kalium dan natrium dapat melewati membran, namun
karena ion kalium diluar sel mempunyai konsentrasi rendah
sedangkan didalam sel mempunyai konsentrasi yang tinggi dan
sebaliknya ion natrium di dalam sel memiliki konsentrasi yang
rendah sedangkan di luar sel memiliki konsentrasi yang tinggi
maka untuk menukar 2 ion kalium dengan 3 ion natrium dan
memasukkan semua ion kalium ke dalam sel membutuhkan
energi ATP. Proses pompa kalium - natrium dimulai dari
berubahnya protein intergal (protein pembawa) yang
memungkinkan ion 3 natrium untuk masuk kedalan protein itu.
Kemudian enzim akan memecah ATP dan fosfat akan
menempel pada protein. Proses pemecahan energi ATP
mengubah bentuk protein yang memungkinkan keluarnya ion
natrium dan masuknya ion 2 kalium. Kemudian protein intergal
melepaskan fosfat yang menempel pada protein dan bentuknya
pun berubah menjadi membuka ke dalam lalu ion kalium keluar
dari protein dan masuk ke dalam sel.
 Endositosis
Endositosis adalah proses pemasukan partikel atau cairan ke
dalam sel melalui membran. Endositosis terbagi menjadi dua,
yaitu:
Fagositosis : Proses dimana membran plasma membungkus
partikel yang berukuran kurang dari 250 nm yang berada di luar
sel dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan ( vakuola
makanan yang terbentuk pada proses fagositosis disebut
fagosom ). Contoh proses fagositosis adalah sel amoeba yang
memakanbakteri.
Pinositosis : Proses dimana suatu sel memakan zat cair yang
berukuran kurang dari 150 nm. Caranya, sel akan mengelilingi
cairan yang akan dimakan lalu membentuk sebuah gelembung
dan disimpan dalam suatu vakuola yang disebut pinosom.
 Eksositosis
Eksosotosis adalah proses pengeluaran zat yang tidak
diperlukan di dalam sel melalui membran pada peristiwa
sekresi ( proses keluarnya zat cair melalui kelenjar ). Caranya
zat akan di masukkan ke dalam vakuola lalu berjalan menuju
tepi sel. Setelah berada di tepi membran itu akan membuka dan
zat zat tersebut akan keluar dari sel.
2) Transport Pasif
 Difusi
Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas)
dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan
konsentrasi rendah (hipotenis). Dengan kata lain setiap zat akan
berdifusi menuruni gradien konsentrasinya. Hasil dari difusi
adalah konsentrasi yang sama antara larutan tersebut
dinamakan isotonis. Kecepatan zat berdifusi melalui membran
sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga
pada besar, muatan, dan daya larut dalam lemak (lipid).
Membran sel kurang permeabel terhadap ion-ion (Na+, Cl–,
K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang tidak bermuatan.
Dalam keadaan yang sama molekul kecil lebih cepat berdifusi
melalui membran sel daripada molekul besar. Molekul-molekul
yang bersifat hidrofobik dapat bergerak dengan mudah melalui
membran daripada molekul-molekul hidrofolik. Molekul-
molekul yang besar dan ion dapat bergerak melalui membran.
 Difusi Terfasilisasi
Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion
melewati membran dengan bantuan protein transpor. Protein
transpor merupakan protein khusus yang menyediakan suatu
ikatan ſ sik bagi molekul yang sedang bergerak. Protein
transpor juga merentangkan membran sel sehingga
menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakan molekul.
Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya
mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien
konsentrasi.
 Osmosis
Osmosis merupakan difusi air melalui selaput semipermeabel.
Air akan bergerak dari daerah yang mempunyai konsentrasi
larutan rendah ke daerah yang mempunyai konsentrasi larutan
tinggi. Tekanan osmosis dapat diukur dengan suatu alat yang
disebut osmometer. Air akan bergerak dari daerah dengan
tekanan osmosis rendah ke daerah dengan tekanan osmosis
tinggi. Sel akan mengerut jika berada pada lingkungan yang
mempunyai konsentrasi larutan lebih tinggi. Hal ini terjadi
karena air akan keluar meninggalkan sel secara osmosis.
Sebaliknya jika sel berada pada lingkungan yang hipotonis
(konsentrasi rendah) sel akan banyak menyerap air, karena air
berosmosis dari lingkungan ke dalam sel. Jika sel-sel tersebut
adalah sel tumbuhan, maka akan terjadi tekanan turgor apabila
dalam lingkungan hipotonis. Sebaliknya jika sel tumbuhan
beradapada lingkungan hipertonis, dapat mengalami
plasmolisis yaitu terlepasnya sel dari dinding sel.

C. Kesimpulan
Mekanisme transport melalui membran dapat kami simpulkan bahwa
mekanisme transport melalui membrane dapat digolongkan menjadi dua yaitu
transport aktif dan transport pasif. Transport pasif merupakan perpindahan molekul
tanpa menggunakan energy sel. Contoh transport ini adalah difusi dan osmosis.
Osmosis merupakan difusi melalui membrane yaitu perpindahan ion dari
kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan melewati membran selektif permeable.
Sedangkan transport aktif merupakan transport yang memerlukan energy. Contohnya
anatara lain companatrium-kalium dan endositosis dan eksositosis.