Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemeriksaan Manajemen

Nama Dosen:
Moch. Yudi Mahadianto, SE., MM.

Disusun Oleh:
Sri Sholihani (115040130)
Nuraisah (115040140)
Indah Beauty T.S. (115040149)
Munani (115040152)
Kelas: Akuntansi 4E

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan
yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai
dengan yang kami harapkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen
matakuliah Pemeriksaan Manajemen atas bimbingan beliau kami dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Dalam makalah yang berjudul Konsep Dasar Audit Manajemen ini, kami
membahas beberapa hal, yaitu Konsep dan Definisi Audit Manajemen, Tujuan
Audit Manajemen, Ruang Lingkup Audit Manajemen, Prinsip Dasar Audit
Manajemen, Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan dan Ekonomisasi,
Efisiensi dan Efektifitas.

Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan dimasa
depan. Kami berharap semoga makalah ini berguna bagi para pengajar, mahasiswa,
dan pembaca pada umumnya.

Cirebon, 01 Oktober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................... ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah......................................................................................3

1.3 Tujuan Makalah.........................................................................................4

1.4 Manfaat Makalah.......................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Definisi Audit Manajemen.....................................................5

2.2 Tujuan Audit Manajemen..........................................................................6

2.3 Ruang Lingkup Audit Manajemen.............................................................9

2.4 Prinsip Dasar Audit Manajemen..............................................................12

2.5Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan..................................13

2.6 Ekonomisasi, Efisiensi dan Efektifitas.....................................................15

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan..............................................................................................18

3.2 Saran....................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.


Setiap fungsi/divisi/departemen yang ada di perusahaan harus bekerja sama dalam
rangka pencapaian tujuan perusahaan. Tantangan yang sering dihadapi perusahaan
adalah memastikan koordinasi antar fungsi/divisi/departemen berjalan dengan baik.
Dalam rangka mencapai tujuan perusahaan tersebut, manajemen perusahaan juga
selalu dihadapkan pada situasi adanya kelangkaan sumber daya (scare of
resources). Oleh karena itu, tantangan yang dihadapi oleh semua perusahaandalam
menyelenggarakan berbagai kegiatan usahanya adalah bagaimana caranya
memastikan semua fungsi/divisi/departemen yang ada di perusahaan beroperasi
dengan optimal untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi dari
perusahaan, dalam situasi adanya kelangkaan sumber daya tersebut. Salah satu cara
untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi tersebut adalah dengan
melakukan audit atas berbagai aspek di perusahaan.

Perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan


sumber daya yang dimiliki dalam mendukung operasional yang akan dilakukan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang dibuat mencakup
batas-batas operasional yang akan dilakukan, baik luasnya cakupan operasi
(volume produksi, promosi, pelayanan pelanggan, dan sebagainya), maupun
konsumsi sumber daya (perolehan kapasitas produksi, pembayaran kepada
pemasok dan karyawan, serta penyelesaian kewajiban jangka pendek lainnya).
Perencanaan yang disusun secara tepat dapat memberikan arahan berjalannya
operasi yang efisien dan efektif mampu mencapai tujuan perusahaan. Hal ini yang
mendorong perlu adanya audit manajemen untuk mendukung jalannya suatu usaha.

Ada 2 jenis audit yang sering digunakan perusahaan dalam menjalankan


perusahaannya, yaitu audit keuangan dan audit manajemen. Audit keuangan
umumnya dimaksudkan sebagai alat untuk memverifikasi kewajaran laporan
keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu, sedangkan audit manajemen
merupakan penelaahan atas suatu bagian manapun dari prosedur dan metode
operasi dari suatu organisasi untuk menilai efektivitas, efisiensi dan
ekonomisasinya. Pengendalian manajemen adalah konsep paling penting dan
paling mendasar yang harus dipahami auditor manajemen. Hal ini disebabkan
karena semua prosedur pengendalian manajemen berfokus pada evaluasi
pengendalian manajemen. Auditor manajemen berhadapan dengan 2 tantangan
dalam me-review pengendalian dalam organisasi. Pertama, auditor harus
memahami definisi sistem pengendalian. Kedua, auditor harus memahami secara
keseluruhan tipe dan sifat dari pengendalian dalam organisasi.

Audit adalah kegiatan mengumpulkan informasi aktual (bukti-bukti) dan


signifikan melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian serta
penarikan kesimpulan) secara sistematis, objektif dan terdokumentasi yang
berorientasi pada azas nilai manfaat. Audit juga merupakan proses sistematik dalam
pengumpulan dan penilaian secara objektif atas bukti-bukti yang berkenaan dengan
pernyataan tentang tindakan-tindakan dan peristiwa-peristiwa untuk menentukan
tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria-kriteria standar, serta
mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak pengguna yang
berkepentingan. Audit dapat dibagi dua berdasarkan siapa pelakunya, yaitu audit
internal dan audit eksternal. Audit internal adalah audit yang dilaksanakan di dalam
suatu organisasi dalam hal ini Badan Pengawasan Internal oleh auditor internal
yang juga karyawan sendiri. Auditor internal tidak memiliki tanggung jawab hukum
kepada publik atas apa yang dilakukannya dan dilaporkannya sebagai temuan. Hasil
kerja auditor internal bukan untuk masyarakat umum, melainkan untuk kepentingan
internal organisasi sendiri. Audit eksternal adallah audit yang dilaksanakan oleh
auditor eksternal dari pihak eksternal atau dari institusi independen. Audit
dilaksanakan berdasarkan azas-azas formal/standar kriteria tertentu yang digunaka
sebagai acuan untuk menilai. Hasil penilaian dikeluarkan oleh institusi independen
tersebut berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari proses audit.
Pernyataan auditor eksternal itu adalah kesimpulan yang dijadikan dasar bagi
institusi maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Contoh lembaga audit
eksternal adalah akuntan publik. Audit eksternal juga bisa dilakukan oleh konsultan
yang dimita Dewan Audit untuk melakukan audit sesuai lingkup permasalahan
tertentu.

Audit manajemen adalah pengevaluasian terhadap efisiensi dan efektivitas


operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas,
program yang digunakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan
melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan
apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan
tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan. Audit
manajemen digunakan untuk memastikan seberapa baik manajemen, baik dalam
hubungan eksternalnya dengan pihak luar maupun efisiensi internalnya.
Pemeriksaan dilakukan terhadap smoothness organisasi, mulai dari level teratas
sampai level terbawah. Dengan demikian, hampir setiap aspek manajemen
diperiksa, dan rekomendasi yang ditawarkan diharapkan bisa meningkatkan
efisiensi dan profitabilitas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana konsep dan definisi audit manajemen.
2. Apakah tujuan pelaksanaan audit manajemen.
3. Bagaimana ruang lingkup audit manajemen.
4. Apakah prinsip dasar audit manajemen.
5. Apakah perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan.
6. Bagaimana proses ekonomisasi, efisiensi dan efektifitas pada audit
manajemen.
1.3 Tujuan Makalah
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan yang akan dicapai dalam makalah
ini adalah:
1. Untuk mengetahui konsep dan definisi audit manajemen.
2. Untuk mengidentifikasi tujuan pelaksanaan audit manajemen.
3. Untuk mengidentifikasi ruang lingkup audit manajemen.
4. Untuk mengetahui prinsip dasar audit manajemen.
5. Untuk mengetahui perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan.
6. Untuk mengidentifikasi proses ekonomisasi, efisiensi dan efektifitas pada audit
manajemen.

1.4 Manfaat Makalah

Ada beberapa manfaat yang penulis harapkan dalam penulisan makalah ini
yaitu sebagai berikut:
1. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang Pengenalan Teori.
2. Sebagai bahan bacaan dan acuan bagi diri sendiri, rekan-rekan, serta
generasi yang akan datang.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Definisi Audit Manajemen


Dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan bisnis pada suatu perusahaan,
salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan
efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat
terus ditingkatkan. Oleh karena itu, manajemen puncak dari suatu perusahaan harus
mengetahui apakah perusahaannya telah mencapai efektifitas, efisiensi dan
ekonomisasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Untuk memenuhi
kebutuhan manajemen puncak tesebut maka diperlukan suatu instrumen yang
disebut audit manajemen.
Audit manajemen merupakan audit terhadap manajemen suatu organisasi
secara keseluruhan untuk menilai unsur-unsur manajemen suatu organisasi tersebut
apakah telah direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan prinsip-prinsip
manajemen yang baik dan benar sehingga fungsi-fungsi pada suatu organisasi
tersebut dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi serta kesesuaian
terhadap kebijakan setiap operasi yang dilaksanakan. Pelaksanaan audit manajemen
di setiap organisasi berbeda-beda dan bervariasi, tergantung lingkup audit yang
ditetapkan oleh manajemen puncak dari suatu organisasi. Dengan demikian, satu
definisi audit manajemen tidak dapat mencakup berbagai macam aktivitas yang
dilakukan auditor manajemen pada setiap organisasi karena adanya perbedaan
tersebut. Istilah audit manajemen sering digunakan bergantian dengan istilah-istilah
lain, seperti audit operasional, audit kinerja, results auditing, comprehensive
auditing, dan management-oriented auditing.
Audit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadap
efisiensi dan efektifitas operasi perusahaan. Dalam konteks audit manajemen,
manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang dipertanggung
jawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi.
Operasional atau management audit merupakan pemeriksaan atas semua atau
sebagian prosedur dan metode operasional suatu organisasi untuk menilai efisiensi,
efektifitas, dan ekonomisasinya. Audit operasional dapat menjadi alat manajemen
yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil dari audit
operasional berupa rekomendasi-rekomendasi perbaikan bagi manajemen sehingga
audit jenis ini lebih merupakan konsultasi manajemen. Audit manajemen seringkali
diartikan sama dengan audit operasional. Pengertian sederhana dari audit
manajemen adalah investigasi dari suatu organisasi dalam semua aspek kegiatan
manajemen dari yang paling tinggi sampai dengan ke bawah dan pembuatan
laporan audit mengenai efektifitasnya atau dari segi profitabilitas dan efisiensi
kegiatan bisnisnya. Sedangkan pengertian sederhana audit operasional adalah
uraian aktifitas perusahaan yang sistematis dalam hubungannya dengan tujuan
untuk melihat, mengidentifikasi peluang perbaikan, atau mengembangkan
rekomendasi untuk perbaikan. Jelas kedua pengertian serupa karena pemeriksaan
manajemen dilakukan saat manajemen beroperasi.
Menurut Sukrisno Agoes dan Jan Hoesada 92009: 46) menyatakan bahwa
management audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu
perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah
ditentukan oleh manajemen untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut
sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
Dari definisi yang dikumpulkan maka diperoleh beberapa karakteristik
pemeriksaan manajemen, yaitu:
1. Memberikan informasi tentang efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi
operasional perusahaan kepada manajemen.
2. Penilaian efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi didasarkan pada standar-
standar tertentu.
3. Audit diarahkan kepada operasional sebagian atau seluruh struktur organisasi.
4. Audit ini dapat dilakukan oleh akuntan maupun bukan akuntan.
5. Hasil audit manajemen berupa rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

2.2 Tujuan Audit Manajemen


Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program dan
aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang
diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
aktivitas pada perusahaan tersebut. Menurut Hamilton (1986: 1) tujuan dari
management audit secara keseluruhan adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan
efektifitas dari organisasi. Evaluasi ini bisa dilakukan pada perusahaan secara
keseluruhan atau dibatasi pada lingkup departemen atau fungsi tertentu dalam
organisasi. Evaluasi terhadap kinerja perusahaan ini dilakukan terhadap standar
yang dibuat oleh manajemen atas dan pada saat yang sama digunakan untuk menilai
keefektifan dari standar-standar dan kebijakan-kebijakan tersebut.
Tujuan audit manajemen menurut Agoes (1996: 173) adalah sebagai berikut:
a. Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi
dalam perusahaan.
b. Untuk menilai apakah berbagai sumber daya (manusia, mesin, dana, harta
dan lainnya) yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan
ekonomis.
c. Untuk menilai efektifitas perusahaan dalam mencapai tujuan (objective)
yang teah ditetapkan oleh top management.
d. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada top management dalam
memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam penerapan
struktur pengendalian internal sistem pengendalian manajemen dan
prosedur operasional perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi
keekonomisan dan efektifitas dari kegiatan operasi perusahaan.

Siagian (2001:13) mengatakan bahwa kalangan manajemen menunjukkan


sambutan terhadap perkembangan management audit karena jika digunakan
dengan tepat maka management audit bisa memberi manfaat yang besar yaitu:
a. Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan kegiatan operasional
dalam perusahaan yang tidak memberikan kontribusi dalam perolehan
keuntungan.
b. Membantu manajemen dalam peningkatan produktifitas kerja dari berbagai
komponen organisasi.
c. Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan hambatan dan kendala
yang dihadapi dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan mengambil
langkah strategik untuk mengatasi dan menghilangkannya.
d. Memantapkan penerapan pendekatan kesisteman dalam menjalankan roda
organisasi.
e. Memungkinkan manajemen pada berbagai tingkat menentukan strategi
yang tepat.
f. Membantu manajemen merumuskan pedoman teknis operasional bagi para
pelaksana berbagai kegiatan dalam perusahaan yang akan membantu para
tenaga kerja operasional melakukan kegiatan masing-masing dengan tingkat
efisiensi dan efektifitas yang lebih tinggi.
g. Mengidentifikasikan dengan tepat berbagai masalah dan tantangan yang
dihadapi dalam manajemen sumber daya manusia.
h. Membantu manajemen menilai perilaku bawahan dalam menyediakan
informasi bagi pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan pada berbagai
hierarki perusahaan.

Berikut adalah beberapa manfaat management audit menurut Tunggal


(2003:14), yaitu:
a. Memberi informasi operasi yang relevan dan tepat waktu untuk
pengambilan keputusan.
b. Membantu manajemen dalam mengevaluasi catatan laporan-laporan dan
pengendalian.
c. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang ditetapkan
rencana-rencana prosedur serta persyaratan peraturan pemerintah.
d. Mengidentifikasi area masalah potensial pada tahap dini untuk menentukan
tindakan preventif yang akan diambil.
e. Menilai ekonomisasi dan efisiensi penggunaan sumber daya termasuk
memperkecil pemborosan.
f. Menilai efektivitas dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan yang
telah ditetapkan.
g. Menyediakan tempat pelatihan untuk personil dalam seluruh fase operasi
perusahaan.

Apabila audit manajemen dilakukan secara berkala maka audit manajemen


bisa menunjukkan masalah ketika masalah tersebut masih berskala kecil. Dengan
demikian audit manajemen merupakan alat manajemen yang membantu
manajemen dalam mencapai tujuan karena tindakan korektif dapat dilakukan untuk
pemecahan masalah apabila ditemukan inefisiensi dan inefektifitas.

2.3 Ruang Lingkup Audit Manajemen


Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen.
Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup
bagian tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bevariasi,
bisa untuk jangka waktu satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk
beberapa tahun, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan,


aktivitas, program dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau
diidentifikasi masih memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi
ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas. Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam tujuan
audit:

a. Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman,norma) bagi setiap
individu/kelompok di dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
b. Penyebab
Penyebab merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap
individu/kelompok di dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif,
program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang
lebih tinggi, atau sebaliknya bersifat negative, program/aktivitas berjalan
dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah dari standar yang
telah ditetapkan.
c. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan criteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan
program/aktivitas berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah
dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan akibat positif menunjukkan bahwa
program/aktivitas telah terslenggara secara baik dengan tingkat pencapaian
yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.

Ruang Lingkup Audit Manajemen sesuai dengan tujuannya, audit


manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi, pengelolaan
sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, audit
manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional
objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan secara keseluruhan
ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

a. Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap
program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui
pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Beberapa ruang lingkup audit
manajemen pemasaran meliputi :

i. Lingkup Pemasaran;
ii. Strategi Pemasaran;
iii. Organisasi Pemasaran;
iv. Produktivitas Pemasaran;
v. Fungsi Pemasaran

b. Audit Manajemen pada Fungsi Produksi dan Operasi

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian


terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan
yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi
ini juga ditujukan untuk menilai ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber
daya dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini
meliputi:

i. Perencanaan produksi;
ii. Pengendalian kualitas (quality control);
iii. Produktivitas dan efisiensi;
iv. Metode dan standar kerja;
v. Pemeliharaan peralatan;
vi. Organisasi manajemen produksi dan operasi;
vii. Plant and layout.

c. Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan
SDM suatu perusahaan sudah terpenuhi dengan cara hemat, efisien, dan efektif.
Ruang lingkup ini mencakup :

i. Perencanaan tenaga kerja;


ii. Penerimaan karyawan;
iii. Seleksi;
iv. Orientasi dan penempatan;
v. Pelatihan dan pengembangan;
vi. Penilaian kerja;
vii. Pengembangan karir;
viii. Sistem imbalan dan kompensasi;
ix. Perlindungan karyawan;
x. Hubungan karyawan
xi. PHK
d. Audit Manajemen pada Fungi Sistem Informasi

Audit manajemen pada fungsi sistem informasi menekankan pada penilaian


terhadap keandalan sistem informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan
informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Dengan berkembangnya
teknologi saat ini, sebagian besar audit manajemen pada fungsi ini diarahkan untuk
audit sistem informasi yang berbasis komputer (Electronic Data Processing-EDP).
Ruang lingkup audit ini meliputi :

i. Dukungan satuan pengolah data;


ii. Perencanaan pengolahan data;
iii. Organisasi pengolahan data;
iv. Pengendalian pengolahan data.

2.4 Prinsip Dasar Audit Manajemen


Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar manajemen
dapat mencapai tujuan dengan baik, meliputi:
1) Audit dititik beratkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk
diperbaiki.
Prinsip ini mengarahkan audit pada berbagai kelemahan manajemen baik
dalam bentuk operasional yang berjalan tidak efisien dan pencapaian tujuan
yang tidak efektif maupun kegagalan perusahaan dalam menerapkan
berbagai ketentuan dan peraturan serta kebijakan yang ditetapkan.
2) Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
Audit merupakan prasyarat yang harus dilakukan sebelum penilaian
dilakukan.
3) Pengungkapan dalam laporan mengenai temuan-temuan yang bersifat
positif.
Memberikan penilaian objektif terhadap objek yang diaudit.
4) Identifikasi individu yang bertanggungjawab terhadap kekurangan-
kekurangan yang terjadi.
Hal ini penting karena dengan mengetahui individu-individu tersebut, akan
lebih dalam dapat digali permasalahannya dan penyebab terjadinya
kelemahan tersebut, sehingga tindakan koreksi yang akan dilakukan akan
menjadi lebih cepat dan tepat.
5) Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
Walaupun auditor tidak berkewenangan memberi sanksi, tetapi auditor
dapat memberikan pertimbangan sanksi yang tepat yang akan diberikan
pada pihak yang bertanggung jawab.
6) Pelanggaran hukum.
Walaupun bukan tugas utama seorang auditor melakukan penyelidikan
terhadap pelanggaran hkum, auditor harus segera melaporkan temuan
pelanggaran.
7) Penyelidikan atau pencegahan kecurangan.
Apabila terjadi kecurangan atau fraud, maka auditor harus memberi
perhatian dan penyelidikan yang lebih dalam terhadap hal tersebut,
diharapkan kecurangan tidak terjadi lagi.

2.5 Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan


Audit manajemen dirancang untuk penyebab dari kelemahan-kelemahan
yang terjadi pada pengelolaan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat
yang ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan
rekomendasi yang berkaitan dengan kelemahan tersebut agar mencapai perbaikan
pengelolaan yang akan datang. Ada beberapa hal yang membedakan antara audit
keuangan dengan audit manajemen, yaitu sebagai berikut:
No Keterangan Audit Manajemen Audit Keuangan
.
1. Karakteristik Menemukan penyebab Audit data akuntansi,
kelemahan, menganalisis proses pencatatan dan
akibat, menenttukan laporan akuntansi
perbaikan program/aktivit
as perusahaan.
2. Keluasan Keseluruhan aspek Cenderung ke aspek data
audit manajemen baik yang keuangan (finansial)
bersifat kuantitatif maupun
kualitatif
3. Tujuan Audit Menemukan berbagai Mendapatkan keyakinan
kelemahan dalam bahwa laporan keuangan
operasional perusahaan yang disajikan telah sesuai
selanjutnya dilakukan dengan PABU
perbaikan → penghematan, (GAAP) →lap. Dapat
efisiensi, dan efektivitas digunakan untuk pemakai
pencapaian tujuan laporan keuangan
perusahaan.
4. Ruang Keseluruhan fungsi Data akuntansi dan proses
Lingkup manajemen dan unit terkait, penyajian laporan yang
mencapai seluruh disajikan manajemen.
aktivitas/program. Keluasan Keluasan audit bergantung
audit bergantung pada pada efektivitas
pengendalian manajemen pengendalian internal
perusahaan. perusahaan.

5. Dasar Berdasar kepedulian Keharusan menyampailan


Yuridis manajemen untuk laporan keuangan yang
memperbaiki program. telah diaudit (akuntan
publik).

6. Pelaksana Audit Internal maupun Audit independen (Audit


audit eksternal → objektivitasnya eksternal). → objektivitas

7. Frekuensi Tidak ada Bersifat reguler,


Audit ketentuan →kepedulian rutin →penerbitan LK
manajemen mencapai
efektivitas dan efisien
program.
8. Orientasi Audit → perbaikan kinerja Audit → Data keuangan
hasil Audit masa datang → anticipatory yang bersifat
audit historis→penilaian kinerja
masa lalu

9. Bentuk Komrehensip: kesimpulan Memiliki standar


laporan audit, kesimpulan baku →Standar
penting →rekomendasi → b Profesional Akuntan
elum ada standar Publik (SPAP) → laporan
baku → laporan tergantung bentuk pendek yang
dari kemampuan auditor menyertai laporan
keuangan hasil audit

10. Pengguna Pihak internal Pihak ekstern →pemegang


laporan saham, investor potensial,
kreditor, pemerintah

2.6 Ekonomisasi, Efisiensi dan Efektifitas

1. EKONOMISASI

Ekonomisasi berhubungan dengan bagaimana perusahaan dalam


mendapatkan sumber daya yang akan digunakan dalam setiap aktivitas. Sumber
daya adalah kapasitas aktivitas yang harus dimiliki perusahaan sehingga berbagai
program yang telah ditetapkan berjalan dengan baik.

Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai


program yang dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya
yang akan digunakan dalam operasi perusahaan dengan pengorbanan yang paling
kecil, ini berarti perusahaan telah mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan
cara yang ekonomis.
2. EFISIENSI

Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan


operasinya, sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki.
Efisiensi berhubungan dengan metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan
kosep input-proses-output, efisiennsi adalah rasio antara output dan input. Seberapa
besar output yang dihasilkan dengan menggunakan sejumlah input yang dimiliki
perusahaan. Metode kerja yang baik akan dapat memandu proses operasi berjalan
dengan mengoptimalkan penggunaaan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Jadi,
efisiensi merupakan ukuran proses yang menghubungkan antara input dan output
dalam operasi perusahaan.

3.EFEKTIVITAS

Efektivitas merupakan tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk


mencapai tujuannya. Apakah pelaksanaan suatu program/aktivitas telah mencapai
tujuannya. Efektivitas merupakan ukuran dari output.

Perusahaan sebagai penyedia barang dan jasa harus sadar bahwa sebenarnya
penghasilan yang diperoleh merupakan akibat dari kemampuannya untuk
memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Kepuasan pelanggan (customer
satisfaction) sangat ditentukan oleh bagaimana perusahaan tersebut
memaksimalkan nilai pelanggannya (customer value). Nilai pelanggan merupakan
selisih antara manfaat yang dapat dinikmati pelanggan (customer realization)
dengan apa yang dikorbankannya (customer sacrifice) untuk memperoleh manfaat
tersebut. Jadi dengan demikian perusahaan yang mampu bersaing (memenangkan
persaingan) adalah perusahaan yang mampu memaksimalkan manfaat yang
diperoleh dan pengorbanan yang dilakukan oleh pelanggan.
Dua hal penting yang bisa dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan nilai
pelanggan adalah melalui:

a. Meningkatkan manfaat yang dapat dinikmati dengan pengorbanan yang


sama dan/atau memperkecil pengorbanan pelanggan untuk memperoleh
manfaat yang minimal sama.
b. Kedua-duanya sekaligus, yaitu meningkatkan manfaat yang diperoleh
dengan menurunkan pengorbanannya.

Meskipun terdapat perbedaan definisi mengenai management audit pada inti


terdapat kesamaan tujuan yaitu untuk mengevaluasi efisiensi, efektifitas dan
ekonomisasi organisasi. Efisiensi adalah ukuran dari hubungan antara masukan dan
keluaran, efektifitas adalah ukuran dari keluaran dan ekonomisasi merupakan
ukuran masukan. Berikut adalah beberapa definisi lain mengenai efisiensi
efektivitas dan ekonomisasi menurut beberapa pakar.
Tunggal (2003:12) mengutip definisi efisiensi efektifitas dan ekonomisasi
dari Gerald Vinten sebagai berikut :
1. Economy-doing things cheap
2. Efficiency-doing things right
3. Effectiveness-doing the right things
Daft (2003:9) mengatakan bahwa efektivitas adalah the degree to which the
organization achieves a stated goal dan efisiensi merupakan the use of minimal
resources raw materials money and people to produce a desired volume of output.
Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa efektivitas adalah tingkat
pencapaian organisasi atas sasaran yang ditetapkan dan efisiensi adalah penggunaan
sumberdaya bahan baku uang dan manusia secara minimal untuk menghasilkan
output sebanyak yang diharapkan.
Menurut Hans Kartiadi yang dikutip oleh Agoes (1996:180), pengertian
efektifitas, ekonomisasi dan efisiensi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Efektifitas berarti produk akhir suatu kegiatan operasi telah mencapai tujuan
baik ditinjau dari segi kualitas hasil kerja kuantitas hasil kerja maupun batas
waktu yang ditargetkan.
2. Ekonomisasi atau kehematan berarti cara penggunaan sesuatu barang (hal)
secara berhati-hati dan bijak agar diperoleh hasil yang terbaik.
3. Efisiensi berarti bertindak dengan cara yang dapat meminamilisir kerugian atau
pemborosan sumber daya dalam melaksanakan atau menghasilkan sesuatu.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Audit manajemen adalah suatu teknik yang meliputi berbagai bidang yang
luas tentang prosedur, metode penilaian, kelayakan dan pendekatan-pendekatan.
Pemeriksaan manajemen dirancang untuk menganalisis, menilai, meninjau ulang
dan menimbang hasil kerja perusahaan dibandingkan dengan standar yang telah
ditentukan atau pedoman yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan dari
pemeriksaan manjemen adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas
perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik audit manajemen ialah:

1. Memberikan informasi tentang efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi


operasional perusahaan kepada manajemen.
2. Penilaian efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi didasarkan pada standar-
standar tertentu.
3. Audit diarahkan kepada operasional sebagian atau seluruh struktur organisasi.
4. Hasil audit manajemen berupa rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

Tujuan dari audit manajemen adalah penilaian atas pengendalian, penilaian


atas pelaksanaan dan memberikan bantuan kepada manajemen. Tujuan atau sasaran
dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas, program, dan bidang-bidang
dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih memerlukan
perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Tiga
elemen pokok dalam tujuan audit adalah Kriteria (criteria), Penyebab (cause) dan
Akibat (effect).

Ruang lingkup audit manajemen meliputi Audit Manajemen Pada Fungsi


Pemasaran, Audit Manajemen Pada Fungsi Produksi dan Operasi, Audit
Manajemen Pada Fungsi Sumber Daya Manusia dan Audit Manajemen Pada
Fungsi Sistem Informasi.
Adapun prinsip dasar yang harus diperhatikan agar audit manajemen dapat
mencapai tujuan dengan baik dan menghasilkan pemeriksaan yang dapat
diandalkan, adalah

1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk


diperbaiki.
2. Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
3. Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuantemuan yang
bersifat positif.
4. Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-
kekurangan yang terjadi.
5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya
bertanggungjawab.
6. Pelanggaran hukum.
7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.

3.2 Saran
1. Dalam suatu perusahaan perlu adanya pengawasan dan pengendalian
manajemen yang menimbulkan aktivitas audit (pemeriksaan) manajemen.
2. Ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas perlu dilakukan agar sebuah
perusahaan dapat mencapai dan meningkatkan kemampuan daya
saingnya.
3. Perusahaan harus menyusun perencanaan secara tepat sehingga dapat
memberikan arahan berjalannya operasional yang efektif dan efisien
untuk mencapai tujuan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA

Belkoui, Ahmed Riahi. 2001. Teori Akuntansi Edisi Pertama. Jakarta: Salemba
Empat.
Ermayanti, Dwi. 2009. Teori Akuntansi. http://agusyantono.wordpress.com
(diakses Kamis, 27 September 2018).
Ghozali, Imam dan Anis Chariri. 2016. Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Diponegoro.
Premanasari, Elizabeth Dian. 2009. Teori Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta: Grafindo.
Tuanakotta, Theodorus M. 1984. Teori Akuntansi. Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai