Anda di halaman 1dari 4

o Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kompetensi SDM Jadi Kunci

Kamis, 26 April 2018 | 22:57 WIB

 o Photo : REUTERS/Pete Sweeney Ilustrasi digitalisasi di industri tekstil.  O SHARE  
o
Photo :
REUTERS/Pete Sweeney
Ilustrasi digitalisasi di industri tekstil.
O
SHARE

VIVA Sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor utama untuk mendukung implementasi revolusi industri 4.0, seperti yang dicanangkan pemerintah. Apalagi mengingat era sekarang memasuki zaman digital sehingga menuntur kemampuan SDM. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Multi Kontrol Nusantara, Didit Ardyanto. PT Multi Kontrol Nusantara merupakan salah satu perusahaan teknologi informasi dan komunikasi di Bakrie Group.

"Meski sekarang sudah memasuki era digital, SDM tetaplah menjadi faktor paling penting," kata Didit di pergelaran 'Indonesia LoRa Conference', di Wisma 77 Tower 2, Jakarta, yang disampaikan dalam keterangan tertulisnya, Kamis 26 April 2018.

Menurut dia, SDM yang dibutuhkan oleh industri saat ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital. Kompetensi ini untuk mewujudkan pabrik cerdas (smart factories), seperti salah satunya Internet of Things (IoT).

Didit mengatakan, penerapan industri 4.0 tidak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia. Melainkan dapat mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk memahami penggunaan teknologi terkini di dunia industri.

"Tidak perlu cemas dengan munculnya industri 4.0 karena tidak akan mengurangi lapangan pekerjaan," ujar Didit.

Untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang industri 4.0 itu, sejumlah lembaga mengadakan 'Indonesia First LoRa Conference'. Lembaga itu antara lain Semtech, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), LoRa Alliance, dan Komunitas IoT DycodeX.

"LoRa sendiri adalah sebuah teknologi IoT yang sudah berkembang di negara lain dan untuk Indonesia baru mulai," kata Didit.

Dalam kesempatan itu, Didit berharap pemerintah dan pelaku bisnis IoT punya peran masing-masing dalam membentuk target.

Adapun LoRa atau Long Range diketahui adalah teknologi yang memungkinkan suatu perangkat IoT terkoneksi dengan jarak yang cukup jauh dengan konsumsi power rendah. PT Multi Kontrol Nusantara sedang mengembangkan teknologi

LoRa di Indonesia yang dianggap mampu untuk mendukung perkembangan era digital

4.0.

Didit mengatakan, sejumlah industri seperti manufaktur, retail, transportasi, tambang, agrikultur, kesehatan dan pemanfaatan sektor publik dengan memanfaatkan LoRa secara baik. Hal ini karena LoRa bersifat open source serta didukung oleh LoRa Alliance di seluruh dunia. "Sehingga memungkinkan semua pihak bisa mengembangkan aplikasi IoT-nya menggunakan LoRa," jelasnya.

Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era revolusi industri 4.0 [Digital]

Bertempat diruang serbaguna LPPI Kemang pada hari Senin tanggal 7 Mei 2018 telah

dilaksanakan Seminar Nasional dengan Topik “Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Rvolusi Industri 4.0 [Digital]”. Seminar tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen IBS dengan dihadiri peserta dari kalangan Akademisi, Perbankan dan Industri Keuangan Non Bank, serta pimpinan perusahaan dan elemen masyarakat lainnya yang sedang mengembangkan kepemimpinan pada era revolusi 4.0. Dalam kata sambutannya, Ketua IBS Bpk Subarjo Joyosumarto SE., ME., PhD. mengemukakan bahwa, dalam era “Zaman Now” ini, kepemimpinan memegang peranan yang sangat strategis, karena tidak hanya terbatas dalam transformasi teknologi saja, namun jauh lebih penting lagi bagaimana pemimpin dapat mempersiapkan perusahaannya agar mampu terus beradaptasi dan berubah di tengah-tengah lingkungan bisnis yang baru. Sejalan dengan itu, tantangan utama para pemimpin saat ini adalah membangun kompetensi Sumber Daya Manusia yang adaptable (yang sesuai) dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 (Digital). Hasil riset Global Human Capital Trend 2017 yang dilakukan Deloitte membuktikan bahwa saat ini hanya lima persen organisasi di seluruh dunia yang merasa telah memiliki 'Digital leader'.

Selanjutnya dilaksanakan acara seminar dengan para pembicara dari Kemenristek Dikti diwakili oleh Ibu Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani - Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, dari Bank Mandiri Bpk Agus Dwi Handaya - Direktur Kepatuhan, Legal, Human Capital, PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, dari STIE Indonesia Banking School diwakili oleh ketua IBS Bpk Subarjo Joyosumarto SE., ME., PhD, dengan moderator Bapak Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Infobank. Seminar berlangsung dengan sangat menarik mengingat materi yang dikupas sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi saat ini dimana banyak sekali pihak2 yang masih merasa belum siap menghadapi perubahan yang terjadi dengan adanya revolusi industry 4.0.

Dari hasil seminar tersebut telah menambah pengetahuan dan wawasan para peserta untuk lebih siap mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi melalui langkah-langkah yang perlu dilakukan segera, melalui kemampuan leadership yangdimiliki,dimana seorang pemimpin selain

harus mampu beradaptasi dan melakukan penyesuaian di lingkungan bisnis yang baru, juga harus mampu membangun kompetensi SDM yang adaptable dengan tantangan di Era Revolusi Industri

4.0.

Seminar juga menampilkan ketua Dewan Komisioner OJK Bapak Dr. Wimboh Santoso sebagai Keynote Speech, yang menjelaskan bahwa distorsi yang terjadi pada perbankan akibat perkembangan teknologi adalah hal yang tidak dapat dihindari. Ditambahkan pula oleh yang bersangkutan bahwa Perbankan sudah harus menyadari akan tantangan tersebut. Untuk itu bank dan fintech bisa berjalan berdampingan, sehingga bank tidak perlu secara total mengubah strategi bisnisnya. Bank bisa menempatkan fintech sebagai partner bukan kompetitor.

Dalam rangkaian acara tersebut diatas, dilakukan pula penandatanganan antara Bank Mandiri dan STIE Indonesia Banking School (IBS) untuk melakukan kerjasama dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kriya perseroan guna menjawab kebutuhan tenaga perbankan digital. Melalui program beasiswa yang diberikan, tenaga kriya atau magang Mandiri yang potensial dan berprestasi akan diusulkan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru dan setelah dinyatakan lulus seleksi, akan mendapatkan kesempatan kuliah di Program Perbankan IBS dan meraih gelar

S1.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut telah dilakukan pula launching buku yang ditulis oleh Bpk Subarjo Joyosumarto SE., ME., PhD, dengan judul B.A.N.K.I.R yang diterbitkan oleh Gramedia Group dimana buku tersebut sangat bermanfaat karena mengulas Kepemimpinan Lembaga Perbankan Abad ke-21. Buku ini membedah dengan sangat bagus dan menawarkan jawaban atas tantangan kepemimpinan dimasa depan sehingga sangat relevan untuk dipahami dan diinternalisasikan oleh para bankir.

Rangkaian acara seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata kepada para narasumber dan moderator yang langsung diserahkan oleh ketua IBS Bpk Subarjo Joyosumarto SE., ME., PhD.

(Materi

dapat

download

disini)