Anda di halaman 1dari 2

ARINGIN – Untuk menetapkan Puskesmas terbaik dalam pelaksanaan KTR di Kabupaten

Balangan, Dinas Kesehatan setempat dan Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok (KPK-AR)
Kabupaten Balangan melaksanakan penilaian pada semua Puskesmas yang ada di Kabupaten
Balangan sejak Januari 2018 dan akan diumumkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten
Balangan, bulan April mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui Ketua Koalisi Profesi Kesehatan Anti
Rokok, A. Mahyuni saat ditemui di Dinas Kesehatan, Rabu (10/1/2017) mengungkapkan
Puskesmas sebagai percontohan ini sangat strategis dalam menunjang pelaksanaan Peraturan
Daerah Kabupaten Balangan Nomor 15 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Ditambahkankannya, ada 12 point yang dinilai dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di
Puskesmas, diantaranya ada tidaknya tanda memasusuki Kawasan Tanpa Rokok; Tanda
dilarang merokok di pintu masuk utama atau pagar; Tanda dilarang merokok di luar gedung
dan tertulis sanksi bagi pelanggar; Ada tidaknya orang merokok dalam gedung; Terlihat
puntung rokok, abu rokok, atau asbak dalam gedung; Tercium bau rokok dalam gedung; item
yang berhubungan dengan promosi rokok; kegiatan menjual rokok di area dalam dan luar
gedung; dan sistem pengawasan internal yang diterapkan di area puskesmas.

“Selain penilaian melihat secara fisik, juga dilaksanakan penilaian melalui wawancara
dengan Kepala Puskesmas tentang pemahaman mereka tentang Peraturan Daerah Nomor 15
Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok,” urainya.

Dijelaskannya, Puskesmas memang harus menjadi percontohan dalam penerapan Perilaku


Hidup Bersih dan Sehat ini. puskesmas selain sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan pada masyarakat dalarn suatu wilayah kerjanya, juga sebagai unit
pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan
peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.

“Jadi dalam hal ini, Puskesmas selain sebagai objek Kawasan Tanpa Rokok, juga sebagai
subjek atau pelaku dalam hal mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta
memasyarakatkan peraturan daerah tentang kesehatan ini,” ujarnya.
Dikatakan Mahyuni, setelah didapatkan Puskesmas yang terbaik dalam penerapan KTR ini,
nantinya puskesmas tersebut akan dilaksanakan pendampingan dan pembinaan bagaimana
menerapkan kawasan Tanpa Rokok yang baik dan benar.

“Sehingga nantinya, dapat dijadikan tempat percontohan dan rujukan dalam pelaksanaan
KTR, baik oleh Puskesmas lain, ataupun SKPD yang ada di kabupaten kita sendiri ataupun
Kabupaten lainnya,” pungkasnya.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, dalam Peraturan Daerah Kabupaten Balangan
Nomor 15 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dijelaskan bahwa adalah Penetapan
Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses
belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempatkerja, tempat
umum dan tempat lainnya yang ditetapkan serta menjadi kewajiban asasi bagi kita semua
terutama para pimpinan/penentu kebijakan ditempat tersebut untuk mewujudkannya. [Rie]