Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Susu adalah hasil pemerahan dari ternak sapi perah atau dari teranak yang
menyusui lainnya yang diperah secara kontinyu dan komponen-komponenya tidak
di kurangi dan tidak di tambahin oleh bahan-bahan lainnya. Susu segar murapakan
cairan dari hewan yang memimiliki ambing atau kelenjar susu yang sehat dan
bersih yang di peroleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan
alaminya tidak dikurangin atau ditambahin. Secara fisiologis, susu merupakan
sekresi kelenjar ambing sebagai makanan dan potensi imunologis(immunological
protection) bagi bayi mamalia.
Pada saat susu keluar setelah diperah, susu merupakan suatu bahan yang
murni, higienis, bernilai gizi tinggi, mengandung sedikit kuman(yang berasal dari
ternak perah). Setelah beberapa lama berada di suhu ruangan sekitar 1,5 jam maka
susu akan rentan terserang bakteri atau pencemaran lain yang dapat menurunkan
bahkan merusak kualitas susu. Kualitas yang harus sampai di konsumen adalah
kualitas susu murni yang kulitas dan ke sterilannya masih terjaga.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan untuk
pemalsuan susu murni maka mahasiswa sebaikmya mengerti dan dapat
membedakan serta dapat menguji susu yang murni yang di tambah oleh bahan
bahan dari luar. Contoh: air, santan, air beras, urea, kapur, soda kue. Apabila telah
dapat membedakan maka mahasiswa dapat menyebarkan ilmunya dan menegur
oknum oknum yang masih menjual susu yang tidak murni atau susu yang telah di
tambah oleh bahan bahan yang lain sehigga mempengaruhi kualitas dan kuantitas
susu itu sendiri.
1.2 Tujuan
1.2.1 Penambahan air
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dengan susu yang
telah ditambah oleh air
1.2.2 Penambahan dengan santan
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dan susu yang
telah ditambah dengan santan
1.2.3 Penambahan dengan air beras
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dan susu yang
telah ditambah oleh air beras
1.2.4 Penambahan dengan urea
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dengan susu yang
telah ditambah dengan urea
1.2.5 Penambahan kapur
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dengan susu yang
telah ditambah dengan kapur
1.2.6 Penambahan soda kue
Untuk mengetahui cara membedakan susu murni dengan susu yang
telah ditambah dengan soda kue
BAB II
MATERI DAN METODE
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum uji pemalsuan susu di laksanakan pada tanggal 13 November
2018 pukul 07.30 di laboratorium pemuliaan ternak gedung D Universitas Islam
Malang
2.2 Alat dan Bahan
2.2.1 Alat
- Lactodensimeter - mikroskop
- Deck glass - Objek glass
- Pengaduk gelas - Tabung reaksi
- Pipet 10 ml - pipet 5 ml
- Pengaduk - Corong
- Beaker glass - cawan porselin
- Alat penjepit tabung reaksi - Bunsen
- Gelas erlenmeyer - Kaki tiga dan kasa
- Korek api - Pipet Tetes
- Tabung reaksi - Gelas ukur 250cc
- H2SO4 pekat
2.2.2 Bahan
- Mouster susu - Susu murni
- Kertas saring - Larutan yodium
- Cuka - Kertas lakmus
- Pupuk orea - Bromthymol blue 1%
2.3 Langkah kerja
2.3.1 Penambahan air
1. Siapkan susu pada pada gelas ukur 250cc
2. Masukkan lactodensimeter untuk megetahu bj
3. Hitung menggunakan rumus bj
2.3.2 Penambahan dengan santan
1. Meneteskan setetes susu dengan menggunakan pengaduk gelas
yang steril di atas objek glass
2. Lalu tutup dengan deck glass
3. Setelah itu amati menggunakan mikroskop
2.3.3 Penambahan dengan air beras
A. Pemerikasaan langsung
1. Menuangkan susu 5ml ke dalam tabung reaksi
2. Tetesi dengan beberapa tetes larutan yodium
3. Mengamati dan menentukan hasil pemerikasaan saudara
B. Pemeriksaan memakai asam cuka
1. Menuangkan 10 ml susu ke dalam tabung reaksi
2. Tambahkan asam cuka 0,5-1 ml dan kocok
3. Merebus diatas bunsen dengan menggunakan penjepit
4. Mendinginkan samapin dengin
2.3.4 Penambahan dengan urea
1. Menghomogenkan susu terlebih dahulu
2. Mengambil 50ml susu lalu tuangkan daalam erlenmayer ditamah
urea 1%
3. Menyalakan bunsen dan meletakkan dibawah kaki tiga
4. Merebus susu mounster diatas bunsen samapi terkena lakmus,
jika warnanya menjadi biru berarti susu telah ditambah urea
5. melakukan steps1-4 pada susu murni
2.3.5 Penambahan dengan kapur
1. Mengambil 10ml susu mouster dengan menggunakan pipet
2. Memasukkan 10ml susu kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 2-3 tetes BMB 1%
4. Kocok campuran tersebut dan catat perubahan yang terjadi
5. Lakukan hal tersebut pada susu murni
6. Membandingkan hasilnya
2.3.6 Penambahan soda kue
1. Mengambil 5ml mouster susu dengan pipet dan masukkan ke
dalam tabung reaksi
2. Secara pelan pelan masukkan asam sulfat 3ml
3. Mengamati jika terjadi gelembung-gelembung gas berarti susu
tersebut dicampur dengan soda
4. Melakukan steps 1-3 menggunakan susu murni
5. Lalu membandingkan hasilnya
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
3.1.1 Uji penambahan air

Bj susu sebelum penambah air adalah 1,028

Bj susu setelah penambahan air menjadi 1,025


3.1.2 Uji penambahan santan

Susu mauster ditambah santan

Susu murni ditambah Santan


3.1.3 Uji penambahan air beras (uji menggunakan asam cuka)

Susu mauster ditambah air beras

Susu murni ditambah air beras


3.1.4 Uji penambahan Urea

Susu ditambah urea

Susu murni
3.1.5 Uji penambahan kapur
- Tidak di laksanakan penilitian
3.1.6 Uji penambahan soda kue

Susu murni dan Mauster ditambah H2SO4


3.2 Pembahasan
3.2.1 Uji penambahan air
Pada uji pemalsuan yang pertama adalah uji pemalsuan susu yang
ditambah oleh air, Berat jenis suatu bahan adalah perbandingan antara berat bahan
tersebut dengan berat air pada volume dan suhu yang sama, dari hasil kita tahu
bahwa bj susu yang masih murni bjnya menurun yang awalnya bj susu murni bj
nya 1,028 turun setelah di tambah air menjadi 1,025 itu membuktikan bahwa
penambahan air dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu terutama pada
kadar lemaknya. Pengukuran bj biasanya digunakan untuk mengetahui adanya
pemalsuan atau penambahan air ke dalam susu menyebabkan bj rendah.
Pengukuran bj menggunakan alat yang disebut Lactometer. Lactodensimeter
adalah hydrometer dimana skalanya sudah disesuaikan dengan berat jenis susu.
Prinsip dari kerja dari lactodensimeter dalam cairan, maka benda benda
tersebut mendapatkan tekanan keatas sesuai dengan berat volume cairan yang di
isi atau berada di dalam wadah tempat dimasukannya lactodensimeter. Suhu susu
juga dapat mempengaruhi lactodensimeter semakin tinggi suhu susu maka
tekanan dari bawah akan semakin tinggi sendangkan semakin rendah suhu susu
maka tekanan pada dasar susu akan semakin rendah, jadi pada perhitungan bj
untuk suhu telah di tetapkan yaitu 27°C
3.2.2 Uji penambahan santan
Penambahan santan biasanya dilakukan kerena warna santan yang putih
tidak nampak jelas apabila ditambahkan terhadap susu tetapi penambahan santan
juga akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu terutama penambahan santan
akan meningkatkan kadar lemak sehingga lemak dari bahan hewani dan lemak
dari bahan nabati akan tercampur. Pada praktikum ini digunakan dua jenis susu
yaitu susu mouster dan susu murni, jadi kenapa kita gunakan susu mouster dan
susu murni yaitu untuk mengetahui perbedaan susu murni yang ditambah oleh
santan dengan susu mouster yang kandungan lemaknya tinngi di tambah dengan
santan.
Pada uji penambahan santan terdapat beberapa penilaian, yaitu:
1. Warna jernih kebiru-biruan: Maksudnya adalah warna susu yang awalnya putih
berubah menjadi warna kebiru-biruan akibat
ditambahkannya santan.
2. didapatkan ampas : Pada saat penyaringan atau saat pengamatan di
mikroskop di temukan gumappalan ampas besar
yang berada pada media tersebut.
3. Sedimen susu : Adalah pengendapan cairan partikel partikel kecil
pada susu
4. Lemak kadar tinggi : Adalah kandungan lemaknya pada susu tersebut
sangat tinggi
5. Butir lemak dan berampas : adalah saat diamati terdapat butir butir lemak yang
besar dan banyak ampas
pada hasil diatas ada 2 hasil yaitu susu muster dan susu murni pada susu
murni terdapat warna jernih kebiruan serta sedimen sedikit itu menandakan
terdapat kandungan air di dalamnya atau air eksternal. Pada susu mouster
warnanya lebih kuning itu di karenakan kadar lemak yang tinggi

3.2.3 Uji penambahan air beras


Air beras memiliki warna yang putih hampir sama dengan warna air susu
murni jadi sering kali di gunakan untuk atau sebagai bahan dalam mencampur
atau campuran susu murni, tetapi jika di perhatikan dengan detail maka akan
terlihat warna akan menjadi radak kebiruan dan bj susu pasti akan rendah dengan
tampilan fisik susu akan sangat encer. Pada teori sudah dijelaskan bahwa air beras
mengandung pati apabila di campurkan atau ditetesi yodium maka akan berubah
warnanya menjadi biru. Selain itu akan muncul bakteri bakteri baru jahat pada
susu yang akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu.
Jika kita amati susu mouster jika kita tetesi medium kemunculan warna
birunya lebih banyak dari pada susu murni yang mengindikasikan bahwa susu
mouster kandungan air berasnya lebih bnyak dari pada susu sapi tadi karena saat
ditetesi youdiu muncul warna birunya lebih pekat dari pada warna biru yang ada
di susu murni, hasil penambahan dengan air beras adalah pemerikasaan
menggunakan asam cuka. Semakin biru susu setelah di tetesi yodium maka
kandungan pati di dalamnya.
3.2.4 Uji penambahan urea
Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen,
oksigen, dan nitrogen . penambahan urea apabila dilihat dari unsur diatas
dimaksudkan untuk menaikkan bj susu juga untuk menurunkan derajat keasamaan
sehingga apabila susu itu di tes dengan alkohol tidak akan pecah hal ini dapat
menurigikan konsumen serta kesehatan konsumen, susu yang ditambah urea akan
menjadi pahit dan tidak dapat dikonsumsi apabila kadar urea >30%.
Untuk mengetahui apakah susu yang akan kita konsumsi mengandung
urea atau tidak maka kita dapat menggunakan kertas lakmus untuk dijadikan
indikator susu tersebut mengandung urea atau tidak. Pada hasil bagian
penambahan urea sudah jelas bahwa susu yang mengandung urea maka kertas
lakmus yang awalnya merah akan berubah menjadi biru sedangkan pada susu
murni warna kertas lakmus tetap merah atau tidak terjadi perubahan warna.
3.2.5 Uji penambahan kapur
Untuk uji kapur disini tidak di lakukan karena bahan bromethyle blue
tidak ada
3.2.6 Uji penambahan soda kue
Sama halnya dengan penambahan urea penambahan soda kue ini juga
bertujuan utuk mentralkan asam asam pada susu dan mengelabui saat diuji dengan
alkohol, dengan penambahan baking soda sendiri maka akan mempengaruhi
kualitas dan kuantitas susu tersebut. Untuk mengetahui susu itu mengandung soda
kue aau tidak makan kita dapat menggunakan H2SO4 pekat dengan cara
dicampurkan dengan susu apabila susu muncul buih buih dn secara tidak langsung
menaikkan volume susu maka susu tersebut berarti mengandung soda kue
Pada hasil sudah jelas mana yang mengandung soda kue dengan tidak,
tabung reaksi sebelah kiri adalah susu murni apabila ditambah cairan H2SO4
maka tidak akan muncul gelumbung dan volumenya relatif tetao, sedangkan pada
tabung reaksi yang sebelah kiri sudah jelas terdapat gelembung yang banyak dan
volume susu naik itu mengindikasikan bahwa susu tersebut mengandung soda
kue.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.1.1 Penambahan air
Untuk meengetahui susu tersebut ditambah air atau tidak dengan
cara menghitung Bjnya
4.1.2 Penambahan dengan santan
Dapat diamati di dengan mikroskop apabila warna jernih kebiru
biruan, sedimen susu banyak, kadar lemak tinggi itu menandakan
susu terkontaminasi dengan santan
4.1.3 Penambahan dengan air beras
Apabila susu di tambah yodium berubah jadi biru maka susu dapat
diasumsikan terkontaminasi air beras
4.1.4 Penambahan dengan urea
Apabila lakmus merah berubah menjadi biru maka susu dapat
dipastikan mengandung urea
4.1.5 Penambahan dengan kapur
Beluum dilakukan praktikum
4.1.6 Penambahan dengan suda kue
Apabila susu di tetesi dengan H2SO4 pekat muncul gelumbung
dan volume relatif naik maka susu tersebut mengandung soda kue
4.2 Saran
Saat menyiapkan alat dan bahan sebaiknya harus rapi dan lengkap serta
hasil yang sudah ada di tabung reaksi segera diberi nama agar tidak bingung saat
melakukan pengamatan kembali
DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, D., Masdiana, C. P dan Manik, E.S. 2013. Kajian Kualitas
Mikrobiologis (Total Plate Count (TPC)), Enterobacteriaceae dan
Staphylococcus aureus Susu Sapi Segar Di Kecamatan Krucil Kabupaten
Probolinggo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak 8(1): 1-8.. di akses
pada tanggal 20 november 2018 pukul 15.00 WIB
N.S. Anindita & D.Soyi.( 2017). Pengawasan Kualitas Pangan Hewani Melalui
Pengujian Kualitas Susu Sapi yang Berada di Kota Yogyakarta. Journal
peternakan indonesia,vol.19 (2): 93-102 . di akases pada tanggal 22
november 2018 pukul 00.44 WIB
Saputro Thomas. 2018. Macam Macam Pemalsuan Susu,
(http://www.ilmuternak.com/2015/04/macam-macam-pemalsuan-
susu.html). Diakses pada tanggal 21 November 2018 pukul 17.00 WIB
Utami, K.B., L.E. Radiati dan P. Surjowardojo. 2014. Kajian kualitas susu sapi
perah PFH (studi kasus pada anggota Koperasi Agro Niaga di Kecamatan
Jabung Kabupaten Malang). Jurnal- Jurnal Ilmu Peternakan 24(2): 58-66.
Diakses pada tanggal 21 november 2018 pukul 21.00
LAMPIRAN
-Soal
A. penambahan air
1. apa kerugian apabila susu ditamabah air?
= Jika susu di tambah air maka susu tersebut tidak dapat dikatakan
susu murni, kualitas lemak, protein dan lain lain akan menurun
serta jumlah bakteri di dalam susu akan semakin meningkat
banyak
B. Penambahan air beras
1. Bakteri apa saja yang terdapat dalam susu dengan penambahan air
beras?
= Bacillust thuringiensis (bt), Pseudomonas fluorescens
2. Bandingkan dengan penambahan lainnya, penambahan yang mana
paling merugikan dilihat dari gizi susu sebagai makanan manusia?
= penambahan air beras karena dengan menambahkan air beras
maka banyak jumlah kateri yang masuk sehingga menyebabkan
ternfeksinya susu yang mempengaruhi kualitas susu.
C. penambahan Urea
1. Bagaimana pengaruh penambahan urea terhadap mutu susu?
= Penambahan urea akan menyebabkan susu menjadi pahit secara
otomatis maka akan merusak kandungan yang ada didalaamnya
D. Penambahan Soda kue
1. Bagaimana pengaruh penambahan soda kue terhadap mutu susu?
= Penambahan sodakue akan menyebabkan susu netral terhadap
asam secara otomatis maka akan merusak kandungan yang ada
didalaamnya serta pertemuan asam fosfat yang ada di dalam soda
kue dengan kalsium yang ada di tubuhh akan menyebakan
kerusakan di dalam tubu