Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

“KONSEP GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT”


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan
Dosen Pembimbing : Santi Sohot, M.Kes

Disusun Oleh :

KEPERAWATAN TK. III

AYU CITA LARASARI (P07220116085)


NUR AINUN (P07220116109)
NURLYANTI (P07220116111)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN
KELAS BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini dengan benar.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang “konsep gerakan
pemberdayaan masyarakat” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap
pembaca.

Balikpapan, 13 Agustus 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

A. Latar Belakang ................................................................................................... 1

B. Tujuan Penulisan ................................................................................................ 2

C. Sistematika Penulisan ........................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN TEORI ......................................................................................... 3

A. Pengertian dan Batasan Promosi Kesehatan Pada Masyarakat .......................... 3

B. Prinsip Pemberdayaan Masyarakat .................................................................... 4

C. Ciri – ciri Pemberdayaan Masyarakat ................................................................ 7

D. Indikator Pemberdayaan Masyarakat ................................................................. 8

1. Input ................................................................................................................ 8

2. Proses.............................................................................................................. 8

3. Output ............................................................................................................. 9

E. Konsep Bina Suasana ......................................................................................... 9

BAB III PENUTUP .................................................................................................... 13

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 13

B. Saran ................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. iii

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali,
mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan.
Berdasarkan tinjauan istilah, konsep pemberdayaan masyarakat mencakup
pengertian community development (pembangunan masyarakat) dan community-
based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat) dan tahap
selanjutnya muncul istilah pembangunan yang digerakkan masyarakat. Pemberdayaan
didefinisikan sebagai suatu proses sengaja yang berkelanjutan, berpusat pada
masyarakat lokal, dan melibatkan prinsip saling menghormati, refleksi kritis,
kepedulian, dan partisipasi kelompok dan melalui proses tersebut orang-orang yang
kurang memiliki bagian yang setara akan sumber daya berharga memperoleh akses
yang lebih besar dan memiliki kendali akan sumber daya tersebut .
Community development (CD) intinya adalah bagaimana individu, kelompok
atau komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan
untuk membentuk masa depan sesuai keinginan mereka. Pemberdayaan masyarakat
juga diartikan sebagai upaya yang disengaja untuk memfasilitasi masyarakat lokal
dalam merencanakan, memutuskan, dan mengelola sumberdaya lokal yang dimiliki
melalui collective action dan networking sehingga pada akhirnya mereka memiliki
kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial.

1
Gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya dalam
peningkatan kemampuan masyarakat guna mengangkat harkat hidup, martabat dan
derajat kesehatannya. Peningkatan keberdayaan berarti peningkatan kemampuan dan
kemandirian masyarakat agar dapat mengembangkan diri dan memperkuat sumber
daya yang dimiliki untuk mencapai kemajuan.
Permberdayaan terkait dengan kesehatan adalah konsep dan wacana UKBM
(upaya kesehatan bersumberdaya manusia) adalah salah satu wujud nyata peran serta
masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Kondisi ini ternyata mampu memacu
munculnya berbagai bentuk UKBM lainnya seperti Polindes, POD (pos obat desa),
pos UKK (pos upaya kesehatan kerja), TOGA (taman obat keluarga), dana sehat,
indek tatanan sehat masjid atau rumah ibadah, dan lain-lain.

B. Tujuan Penulisan
1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dan batasan promosi kesehatan
pada masyarakat.
2. Agar mahasiswa mampu memahami prinsip pemberdayaan masyarakat.
3. Agar mahasiswa mampu memaami ciri – pemberdayaan masyarakat.
4. Agar mahasiswa mampu memahami indicator hasil pemberdayaan masyarakat
5. Agar mahasiswa mamu memaami konsep bina suasana.

C. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini yaitu:

1. Bab I pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, tujuan dan sistematika
penulisan.
2. Bab II tinjauan teori yang terdir dari pengertian, batasan promosi, prinsi, ciri- ciri
indicator pemberdayaan masyarakat dan konsep bina suasana
3. Bab III penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran dan daftar pustak

2
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian dan Batasan Promosi Kesehatan Pada Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali,
mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan.
Berdasarkan tinjauan istilah, konsep pemberdayaan masyarakat mencakup
pengertian community development (pembangunan masyarakat) dan community-
based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat) dan tahap
selanjutnya muncul istilah pembangunan yang digerakkan masyarakat. Pemberdayaan
didefinisikan sebagai suatu proses sengaja yang berkelanjutan, berpusat pada
masyarakat lokal, dan melibatkan prinsip saling menghormati, refleksi kritis,
kepedulian, dan partisipasi kelompok dan melalui proses tersebut orang-orang yang
kurang memiliki bagian yang setara akan sumber daya berharga memperoleh akses
yang lebih besar dan memiliki kendali akan sumber daya tersebut .
Community development (CD) intinya adalah bagaimana individu, kelompok
atau komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan
untuk membentuk masa depan sesuai keinginan mereka. Pemberdayaan masyarakat
juga diartikan sebagai upaya yang disengaja untuk memfasilitasi masyarakat lokal
dalam merencanakan, memutuskan, dan mengelola sumberdaya lokal yang dimiliki
melalui collective action dan networking sehingga pada akhirnya mereka memiliki
kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial. Shardlow dalam
Jackie Ambadar (2008).

3
Gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya dalam
peningkatan kemampuan masyarakat guna mengangkat harkat hidup, martabat dan
derajat kesehatannya. Peningkatan keberdayaan berarti peningkatan kemampuan dan
kemandirian masyarakat agar dapat mengembangkan diri dan memperkuat sumber
daya yang dimiliki untuk mencapai kemajuan. (Wahyudin, 2012). Gerakan
pemberdayaan masyarakat juga merupakan cara untuk menumbuhkan dan
mengembangkan norma yang membuat masyarakat mampu untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat. Strategi ini tepatnya ditujukan pada sasaran primer agar berperan
serta secara aktif.
Permberdayaan terkait dengan kesehatan adalah konsep dan wacana UKBM
(upaya kesehatan bersumber daya manusia) adalah salah satu wujud nyata peran serta
masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Kondisi ini ternyata mampu memacu
munculnya berbagai bentuk UKBM lainnya seperti Polindes, POD (pos obat desa),
pos UKK (pos upaya kesehatan kerja), TOGA (taman obat keluarga), dana sehat,
indek tatanan sehat masjid atau rumah ibadah, dan lain-lain.
Promosi kesehatan adalah upaya-upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar
mereka dapat menolong diri sendiri serta mengembangkan kegiatan bersumber daya
masyarakat.

B. Prinsip Pemberdayaan Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat pada prinsipnya menumbuhkan kemampuan
masyarakat dari dalam masyarakat itu sendiri. Berikut adalah prinsip - prinsip
pemberdayaan masyarakat :
1. Menumbuh kembangkan potensi masyarakat
Pada dasarnya potensi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Potensi sumber daya manusia (penduduknya)
Potensi ini diuraikan dalam bentuk kuantitas (jumlah penduduknya) dan
dalam bentuk kualitas (status atau kondisi social ekonomi penduduk tersebut).

4
Oleh sebab itu, tinggi rendahnya potensi sumber daya manusia di suatu
komunitas lebih ditentukan oleh kualitas, bukan kuantitas sumber daya
manusia.
b. Potensi dalam bentuk sumber daya alam
Potensi sumber daya alam di masing- masing komunitas berbeda, ada yang
melimpah ada juga yang sangat miskin. Bagaimanapun melimpahnya sumber
daya alam, apabila kualitas sumber daya manusianya rendah, maka komunitas
tersebut tetap akan tertinggal, karena sumber daya manusianya tidak mampu
mengelola sumber daya alam tersebut.

Tinggi rendahnya potensi sumber daya manusia disuatu komunitas lebih


ditentukan oleh kualitas, bukan kuatitas sumber daya manusia. Sedangkan potensi
sumber daya alam yang ada di suatu masyarakat adalah given. Bagaimanapun
melimpahnya potensi sumber daya alam, apabila tidak didukung dengan potensi
sumber daya manusia yang memadai, maka komunitas tersebut tetap akan tertinggal,
karena tidak mampu mengelola sumber alam yang melimpah tersebut. Sehingga
peran petugas atau provider adalah membimbing masyarakat untuk mengembangkan
potensi mereka sendiri, sehingga masyarakat yang bersangkutan dapat menemukan
upaya - upaya pemecahan masalah mereka sendiri berdasarkan kemampuan yang
mereka miliki.

2. Mengembangkan gotong-royong masyarakat


Peran petugas atau provider dalam rangka gotong - royong masyarakat adalah
memotivasi dan memfasilitasinya agar gotong - royong tersebut tumbuh dari
masyarakat itu sendiri.
3. Menggali kontribusi masyarakat
Kontribusi masyarakat merupakan bentuk partisipasi masyarakat antara lain:
Dalam bentuk tenaga, pemikiran atau ide - ide, dana, bahan - bahan bangunan dan
sebagainya. Peran petugas atau provider kesehatan bersama - sama dengan tokoh

5
masyarakat setempat harus mampu menggali kontribusi sebagai bentuk partisipasi
masyarakat.
4. Menjalin kemitraan
Kemitraan adalah suatu jalinan kerja antara berbagai sector pembangunan dalam
rangka untuk mencapai tujuan bersama yang disepakati. Peran petugas atau
provider kesehatan adalah memotivasi memfasilitasi masyarakat untuk menjalin
kemitraan dengan pihak - pihak yang lain.
5. Desentralisasi
Upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengembangkan
potensi daerah atau wilayahnya. Peran petugas atau provider hanya sebagai
fasilitator dan motivator. Masyarakat bebas melakukan kegiatan atau program-
program inovatif, tanpa adanya arahan atau intruksi dari provider.
Oleh sebab itu, segala bentuk pengambilan keputusan harus diserahkan ketingkat
operasional yakni masyarakat setempat sesuai dengan kultur masing-masing
komunitas dalam pemberdayaan masyarakat, peran sistem yang ada diatasnya
adalah :
a. Memfasilitasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan atau program-program
pemberdayaan. Misalnya masyarakat ingin membangun atau pengadaan air
bersih, maka peran petugas adalah memfasilitasi pertemuan-pertemuan
anggota masyarakat, pengorganisasian masyarakat, atau memfasilitasi
pertemuan dengan pemerintah daerah setempat, dan pihak lain yang dapat
membantu dalam mewujudkan pengadaan air bersih tersebut.
b. Memotivasi masyarakat untuk bekerjasama atau bergotong-royong dalam
melaksanakan kegiatan atau program bersama untuk kepentingan bersama
dalam masyarakat tersebut. Misalnya, masyarakat ingin mengadakan fasilitas
pelayanan kesehatan diwilayahnya. Agar rencana tersebut dapat terwujud
dalam bentuk kemandirian masyarakat, maka petugas provider kesehatan
berkewajiban untuk memotivasi seluruh anggota masyarakat yang

6
bersangkutan agar berpartisipasi dan berkontribusi terhadap program atau
upaya tersebut.

C. Ciri – ciri Pemberdayaan Masyarakat


Suatu kegiatan atau program dapat dikategorikan ke dalam pemberdayaan
masyarakat apabila kegiatan tersebut tumbuh dari bawah dan non - instruktif serta
dapat memperkuat, meningkatkan atau mengembangkan potensi masyarakat setempat
guna mencapai tujuan yang diharapkan. Bentuk-bentuk pengembangan potensi
masyarakat tersebut bermacam-macam, antara lain sebagai berikut :
1. Tokoh atau pimpinan masyarakat (Community leader)
Di sebuah mayarakat apapun baik pendesaan, perkotaan maupun pemukiman elite
atau pemukiman kumuh, secara alamiah aka terjadi kristalisasi adanya pimpinan
atau tokoh masyarakat. Pemimpin atau tokoh masyarakat dapat bersifat format
(camat, lurah, ketua RT/RW) maupun bersifat informal (ustadz, pendeta, kepala
adat). Pada tahap awal pemberdayaan masyarakat, maka petugas atau provider
kesehatan terlebih dahulu melakukan pendekatan-pendekatan kepada para tokoh
masyarakat.
2. Organisasi masyarakat (community organization)
Dalam suatu masyarakat selalu ada organisasi-organisasi kemasyarakatan baik
formal maupun informal, misalnya PKK, karang taruna, majelis taklim, koperasi-
koperasi dan sebagainya.
3. Pendanaan masyarakat (Community Fund)
Sebagaimana uraian pada pokok bahasan dana sehat, maka secara ringkas dapat
digaris bawahi beberapa hal sebagai berikut: “Bahwa dana sehat telah
berkembang di Indonesia sejak lama(tahun 1980-an) Pada masa
sesudahnya(1990-an) dana sehat ini semakin meluas perkembangannya dan oleh
Depkes diperluas dengan nama program JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Masyarakat)

7
4. Material masyarakat (community material)
Seperti telah diuraikan disebelumnya sumber daya alam adalah merupakan salah
satu potensi msyarakat. Masing-masing daerah mempunyai sumber daya alam
yang berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
5. Pengetahuan masyarakat (community knowledge)
Semua bentuk penyuluhan kepada masyarakat adalah contoh pemberdayaan
masyarakat yang meningkatkan komponen pengetahuan masyarakat.
6. Teknologi masyarakat (community technology)
Dibeberapa komunitas telah tersedia teknologi sederhana yang dapat
dimanfaatkan untuk pengembangan program kesehatan. Misalnya penyaring air
bersih menggunakan pasir atau arang, untuk pencahayaan rumah sehat
menggunakan genteng dari tanah yang ditengahnya ditaruh kaca. Untuk
pengawetan makanan dengan pengasapan dan sebagainya.

D. Indikator Pemberdayaan Masyarakat

1. Input
a. Sumber daya manusia, yakni tokoh atau pemimpin masyarakat baik tokoh
formal maupun informal
b. Besarnya dana yang digunakan, baik dana yang berasal dari kontribusi
masyarakat setempat maupun dana yang diperoleh dari bantuan di luar
masyarakat tersebut.
c. Bahan - bahan, alat - alat atau materi lain yang digunakan untuk menyokong
kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut.

2. Proses
a. Jumlah penyuluhan yang dilaksanakan
b. Frekuensi pelatihan yang dilaksanakan
c. Jumlah tokoh masyarakat yang terlibat atau kader kesehatan yang dilatih
sebagai motivator .

8
d. Dana Pertemuan - pertemuan yang dilaksanakan masyarakat dalam rangka
perencanaan dan pengambilan.

3. Output
a. Jumlah dan jenis UKBM (upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat),
misal: Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, dana Sehat, dan sebagainya.
b. Jumlah orang atau anggota masyarakat yang telah meningkat pengetahuan dan
perilakunya tentang kesehatan.
c. Jumlah anggota keluarga yang mempunyai usaha untuk meningkatkan
pendapatan keluarga.
d. Meningkatkan fasilitas - fasilitas umum di masyarakat

E. Konsep Bina Suasana


Bina suasana adalah upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang
mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang
diperkenalkan. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila
lingkungan sosial di mana pun ia berada (keluarga di rumah, orang-orang yang
menjadi panutan / idolanya, kelompok arisan, majelis agama, dan lain-lain, dan
bahkan masyarakat umum) memiliki opini yang positif terhadap perilaku tersebut.
Dukungan Sosial (Socil support) Strategi dukunngan sosial ini adalah suatu
kegitan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh - tokoh masyarakat ( toma),
baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Dukungan sosial adalah
ketersediaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis
sehingga kita dapat melaksanakan kehidupan dengan baik, dukungan sosial ini adalah
orang lain yang berinteraksi dengan petugas. Contoh nyata adalah dukungan sarana
dan prasarana ketika kita akan melakukan promosi kesehatan atau informasi yang
memudahkan kita atau dukungan emosional dari masyarakat sehingga promosi yang
diberikan lebih diterima.
Bina suasana adalah menjalin kemitraan untuk pembentukan opini publik
dengan berbagai kelompok opini yang ada di masyarakat seperti : tokoh masyarakat,

9
tokoh agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dunia usaha / swasta, media
massa, organisasi profesi pemerintah dan lain-lain. Bina suasana dilakukan untuk
sasaran sekunder atau petugas pelaksana diberbagai tingkat administrasi (dari pusat
hingga desa).
Strategi bina suasana perlu ditetapkan untuk menciptakan norma-norma dan
kondisi/situasi kondusif di masyarakat dalam mendukung PHBS. Bina suasana sering
dikaitkan dengan pemasaran sosial dan kampanye, karena pembentukan opini
memerlukan kegiatan pemasaran sosial dan kampanye. Namun perlu diperhatikan
bahwa bina suasana dimaksud untuk menciptakan suasana yang mendukung,
menggerakkan masyarakat secara partisipatif dan kemitraan. Tiga pendekatan bina
suasana yaitu, Pendekatan Individu, Pendekatan Kelompok, dan Pendekatan
Masyarakat Umum.

1. Bina Suasana Individu


Bina Suasana Individu ditujukan kepada individu-individu tokoh masyarakat.
Dengan pendekatan ini diharapkan :
a. Dapat menyebarluaskan opini yang positif terhadap perilaku yang sedang
diperkenalkan.
b. Dapat menjadi individu-individu panutan dalam hal perilaku yang sedang
diperkenalkan. Yaitu dengan bersedia atau mau mempraktikkan perilaku
yang sedang diperkenalkan tersebut (misalnya seorang pemuka agama yang
rajin melaksanakan 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur – demi
mencegah munculnya wabah demam berdarah).
c. Dapat diupayakan agar mereka bersedia menjadi kader dan turut
menyebarluaskan informasi guna menciptakan suasana yang kondusif bagi
perubahan perilaku individu.
2. Bina Suasana Kelompok
a. Bina Suasana Kelompok ditujukan kepada kelompok-kelompok dalam
masyarakat, seperti pengurus Rukun Tetangga (RT), pengurus Rukun Warga

10
(RW), Majelis Pengajian, Perkumpulan Seni, Organisasi Profesi, Orga-nisasi
Wanita, Organisasi Siswa/Mahasiswa, Organisasi Pemuda, dan lain-lain.
Pendekatan ini dapat dilakukan oleh dan atau bersama-sama dengan
pemuka/tokoh masyarakat yang telah peduli.
b. Dengan pendekatan ini diharapkan kelompok-kelompok tersebut menjadi
peduli terhadap perilaku yang sedang diperkenalkan dan menyetujui atau
mendukungnya.
c. Bentuk dukungan ini dapat berupa kelompok tersebut bersedia juga
mempraktikkan perilaku yang sedang diperkenalkan, mengadvokasi pihak-
pihak yang terkait, dan atau melakukan kontrol sosial terhadap individu-
individu anggotanya.
3. Bina Suasana Masyarakat Umum
Bina Suasana Masyarakat Umum dilakukan terhadap masyarakat umum
dengan membina dan memanfaatkan media-media komunikasi, seperti radio,
televisi, koran, majalah, situs internet, dan lain-lain, sehingga dapat tercipta
pendapat umum yang positif tentang perilaku tersebut.
Dengan pendekatan ini diharapkan :
a. media-media massa tersebut menjadi peduli dan mendukung perilaku yang
sedang diperkenalkan.
b. Media-media massa tersebut lalu bersedia menjadi mitra dalam rangka
menyebar-luaskan informasi tentang perilaku yang sedang diperkenalkan dan
menciptakan pendapat umum (opini publik) yang positif tentang perilaku
tersebut.
c. Suasana atau pendapat umum yang positif ini akan dirasakan pula sebagai
pendukung atau “penekan” (social pressure) oleh individu-individu anggota
masyarakat, sehingga akhirnya mereka mau melaksanakan perilaku yang
sedang diperkenalkan.

11
Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh
masyarakat sebagai jembatan antara sector kesehatan sebagai pelaksana program
kesehatan dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan
mencari dukungan sosial melaui toma pada dasarnya adalah mensosi alisasikan
program - program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisi
pasi terhadap program kesehatan tersebut Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat
dikatakan sebagai upaya bina suasana, atau membina suasana yang
kondusif terhadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain :
pelatihan pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma, dan
sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan social atau bina suasana
adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat.

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam rangka pencapaian kemandirian kesehatan, pemberdayaan masayrakat
merupakan unsur penting yang tidak bisa diabaikan. Pemberdayaan kesehatan di
bidang kesehatan merupakan sasaran utama dari promosi kesehatan. Masyarakat
merupakan salah satu dari strategi global promosi kesehatanpemberdayaan
(empowerment) sehingga pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk dilakukan
agar masyarakat sebagai primary target memiliki kemauan dan kemampuan untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Pengertian Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali,
mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan. Memampukan masyarakat, “dari, oleh, dan untuk”
masyarakat itu sendiri.

B. Saran
Penulis masih dalam tahap belajar dalam penulisan makalah ini yang tentunya
banyak kesalahan baik dalam segi penulisan maupun isi makalah ini. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan saran dan kritik yang dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan
tersebut dalam penulisan makalah selanjutnya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Blogspot. 2012. Definisi gerakan pemberdayaan masyarakat.


http://www.sumbarprov.go.id/details/news/12066
(diakses pada tanggal 13 agustus 2018 pada pukul 21.24pm)

blogspot.2012. pemberdayaan masyarakat.


http://hevyp3alov24.blogspot.com/2012/04/pemberdayaan-masyarakat.html 10.14
(diakses pada tanggal 13 agustus 2018 pada pukul 22.14pm)

wordpress.2016. pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan.


https://syahrullegiarto.wordpress.com/2016/03/03/pemberdayaan-masyarakat-di-
bidang-kesehatan/ (diakses pada tanggal 13 agustus pukul 21.50pm)

wordpress. Konsep bina suasana.


https://hidayat2.wordpress.com/tag/promkes/ konsep bina suasana (diakses pada
tanggal 13 agustus 2918 pukul 22.25pm)

wordpress. Bina suasana.


https://edywarsanpunya.wordpress.com/tentang-aku/bina-suasana/ (diakses pada
tanggal 13 agustus pukul 22.32pm)

iii