Anda di halaman 1dari 4

AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN D DALAM KEHAMILAN

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Dokter Dovy,


perkenalkan dok saya Anita saat ini saya sedang program mempersiapkan kehamilan saya
dok. Saya pernah dengar dok katanya sebelum hamil kita perlu mengkonsumsi suplemen
prenatal diantaranya asam folat dan vitamin lain. Saya pernah mendengar kalau vitamin D
juga merupakan salah satu vitamin esensial untuk kehamilan agar tidak terjadi gangguan
pertumbuhan tulang pada janin. Benarkah seperti itu dok?” Mohon pencerahannya, dok.
Terima kasih sebelumnya, dok”. –Anita 24 tahun (Padang)-
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Halo selamat siang Ibu Terima kasih
atas pertanyaannya Ibu. Benar sekali ibu Anita, wanita yang akan hamil perlu
mempersiapkan kehamilannya sebelum kehamilan itu terjadi dengan cara konsumsi suplemen
prenatal (sebelum kehamilan). Nah salah satunya adalah manfaat Vitamin D selama
kehamilan. Berikut saya paparkan lebih jelas mengenai akibat kekurangan Vitamin D selama
kehamilan.
Vitamin prenatal penting dikonsumsi oleh ibu hamil untuk memastikan kebutuhan
nutrisi tercukupi ketika mengandung. Saat hamil, kebutuhan nutrisi Anda meningkat. Kendati
zat gizi bisa diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, namun seringkali belum mencukupi
kebutuhan Anda. Karena itu, disarankan untuk mengonsumsi vitamin prenatal demi menjaga
kesehatan Anda dan janin.
Mengonsumsi makanan sehat adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi seperti
vitamin dan mineral yang Anda butuhkan. Akan tetapi, cukup sulit untuk memenuhi semua
kebutuhan nutrisi Anda dan janin selama masa kehamilan. Bahkan, walaupun Anda telah
mengonsumsi berbagai macam makanan, meliputi daging, produk olahan susu, sayuran,
buah, biji-bijian, dan juga kacang-kacangan, kebutuhan gizi dan nutrisi Anda bisa saja masih
belum tercukupi.
Mengenal Vitamin Prenatal
Vitamin prenatal adalah kombinasi dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan wanita
sebelum, selama, dan setelah kehamilan, untuk kesehatan dirinya dan juga bayinya. Vitamin
prenatal umumnya mengandung lima zat gizi penting, yaitu asam folat, zat besi, kalsium,
vitamin, D, dan vitamin E. Jenis-jenis zat gizi tersebut memiliki perannya masing-masing.
Berikut penjelasannya:
Asam folat. Asam folat adalah jenis vitamin B yang banyak ditemukan pada suplemen
atau ditambahkan dalam makanan, dan merupakan bentuk sintetis dari folat. Asam folat
sebagai vitamin prenatal memiliki peranan penting bagi Anda yang sedang hamil, yakni
untuk sintesis DNA saat pembentukan sel baru, menunjang perkembangan organ tubuh bayi
yang sedang berkembang, serta mencegah terjadinya cacat lahir seperti cacat tabung saraf
(spina bifida), anensefali, dan encephalocele. Ibu hamil disarankan mengonsumsi setidaknya
400 mikrogram asam folat per harinya.
Zat besi. Dosis rekomendasi untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada ibu hamil
adalah 27 mg per hari. Tubuh Anda menggunakan zat besi untuk memproduksi hemoglobin
bagi Anda dan bayi selama kehamilan. Hemoglobin memiliki peran penting, yakni
menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh Anda dan bayi. Kekurangan zat besi
dapat menyebabkan anemia defisiensi besi dan juga menyebabkan bayi lahir dengan berat
badan rendah, atau terlahir prematur. Zat besi dibutuhkan ketika hamil, karena nutrisi ini
penting untuk pertumbuhan janin dan plasenta, terutama pada trimester kedua dan ketiga.
Kalsium. Ibu hamil perlu mengonsumsi kalsium sebanyak minimal 1000 mg per hari.
Anda membutuhkan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta untuk
saraf, otot, dan juga jantungnya. Selain itu, vitamin prenatal yang mengandung kalsium juga
mampu melindungi Anda dari pengeroposan tulang ketika hamil dan untuk melancarkan
sistem peredaran darah Anda.
Vitamin D. Vitamin yang satu ini berhubungan erat dengan kalsium dalam perannya
pada proses pembentukan tulang dan gigi janin. Ibu hamil disarankan mengonsumsi minimal
600 IU vitamin D per hari. Menurut penelitian, pemberian suplemen vitamin D pada ibu
hamil dapat membantu mencegah preeklamsia (keracunan selama kehamilan dimana
terjadinya hipertensi selama kehamilan disertai dengan kondisi proteinuria), diabetes dalam
kehamilan, selain itu vitamin D juga dapat mencegah resiko terjadinya kekambuhan asma
selama kehamilan, menunjang kesehatan saraf janin di dalam kandungan, serta
mengoptimalkan kadar dan fungsi kalsium pada ibu hamil dan janin.
Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh guna menjaga kadar
kalsium dan fosfat. Vitamin yang larut dalam lemak ini diperlukan tubuh untuk membantu
penyerapan kalsium dan fosfat, yaitu mineral yang penting bagi pembentukan dan
perlindungan tulang dan gigi.
Vitamin D sering dikenal dengan vitamin matahari karena vitamin D dapat dibentuk
tubuh dengan bantuan sinar matahari, yang diserap melalui kulit. Vitamin ini juga dapat
diperoleh dari berbagai bahan makanan, seperti kuning telur, daging merah (misalnya, daging
sapi), sarden, salmon, tuna, hati, serta makanan yang diperkaya vitamin D.
Kekurangan atau defisiensi vitamin D dapat menyebabkan rakitis (pelunakan dan
melemahnya tulang menyebabkan tulang membengkok) pada anak-anak serta
osteomalasia (melemahnya tulang) pada orang dewasa, hipoparatiroidisme (kurangnya
hormon paratiroid) dan tetani infantil (kejang pada bayi baru lahir), psoriasis (kelainan kulit
berupa peradangan ditandai dengan kulit gatal menebal keras dan bersisik), artritis
(peradangan pada sendi). Beberapa contoh orang yang rentan mengalami defisiensi ini
meliputi: Ibu hamil atau menyusui, Bayi dan balita, Lansia di atas 65 tahun, Orang yang
mengalami obesitas, Orang yang jarang terpajan sinar matahari dan Orang berkulit gelap.
Pencegahan dan pengobatan defisiensi ini dapat dilakukan dengan suplemen vitamin
D. Konsumsi suplemen vitamin D bisa bersamaan dengan makanan atau setelah makan. Bagi
pasien yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin D, disarankan untuk segera melakukannya
jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Terdapat sejumlah obat
yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan
vitamin D. Beberapa di antaranya meliputi: Orlistat dan kortikosteroid; menurunkan daya
serap tubuh terhadap vitamin D dan obat anti kejang seperti Phenobarbital dan phenytoin;
meningkatkan metabolisme vitamin D pada hati.
Vitamin D Jika dikonsumsi dengan takaran yang direkomendasikan, vitamin D sangat
jarang menyebabkan efek samping. Sebaliknya, konsumsi suplemen vitamin D yang terlalu
banyak berisiko menyebabkan mual dan muntah, mulut kering, tidak nafsu makan, sakit
kepala. hiperkalsemia (penumpukan kalsium dalam tubuh)
Vitamin E. Vitamin E berperan sebagai antioksidan yang dapat larut dalam lemak,
melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas berbahaya, dan berperan penting
dalam produksi kolagen. Kolagen merupakan protein pembangun yang ditemukan pada
tulang rawan, tendon, serta kulit.
Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Vitamin Prenatal? Idealnya, vitamin prenatal
dikonsumsi sebelum Anda melakukan program kehamilan. Karena ketika hamil, vitamin ini
sangat baik untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan tabung saraf janin pada awal-
awal kehamilan. Namun, Anda juga disarankan untuk tetap meminum vitamin prenatal
selama masa kehamilan berlangsung. Penting untuk diingat bahwa vitamin prenatal adalah
suplemen untuk menunjang asupan nutrisi dari menu makanan sehat bagi calon ibu dan
bayinya. Vitamin ini bukanlah pengganti menu makanan sehat yang tetap harus Anda
konsumsi setiap hari. Kendati vitamin prenatal bisa Anda temukan dengan mudah di pasaran,
Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Karena tidak semua wanita
cocok untuk mengonsumsi vitamin prenatal jenis tertentu. Beberapa vitamin prenatal dapat
membuat Anda merasa mual. Jika hal itu terjadi, hentikan pemakaian dan konsultasikan pada
dokter untuk mendapatkan vitamin prenatal yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda dan
Si Kecil di dalam kandungan. Terima kasih 