Anda di halaman 1dari 3

1.

Tugas, Kewajiban dan Kewenangan AK3U


Permenaker dan trasnmigrasi No.2 Tahun 1992
Undang-undang Uap tahun 1930 (Stb 1930 No. 225);
Undang-undang No. 14 tahun 1969 tentang ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga
Kerja;
Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;

Pasal 9 Ahli keselamatan dan kesehatan kerja berkewajiban:


a. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan
kerja sesuai dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan penunjukannya;
b. Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang ditunjuk mengenai
hasil pelaksanaan tugas dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Untuk ahli keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja satu kali dalam 3
(tiga)bulan, kecuali ditentukan lain;
2. Untuk ahli keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang memberikan jasa
dibidang keselamatan dan kesehatan kerja setiap saat setelah selesai melakukan
kegiatannya;
c. Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang didapat
berhubungan dengan jabatannya.

Pasal 10 Ahli keselamatan dan kesehatan kerja berwenang untuk:


a. Memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukan;
b. Meninta keterangan dan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat keselamatan
dan kesehatan kerja ditempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukannya;
c. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan
persyaratan serta pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja yang meliputi:
1. Keadaan dan fasilitas tenaga kerja.
2. Keadaan mesin-mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya.
3. Penanganan bahan-bahan.
4. Proses produksi.
5. Sifat pekerjaan.
6. Cara kerja.
7. Lingkungan kerja.

2. 5 Langkah penerapan SMK3


Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen K3
Pasal 6 Langkah penerapan SMK3 meliputi
a. Penetapan kebijakan K3
b. Perencanaan K3
c. Pelaksanaan rencana K3
d. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3
e. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3

3. Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja (Undang-undang 01 tahun 1970 keselamatan kerja)
Pasal 12

a. Memberikan keterangan jang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli
keselamatan kerdja;
b. Memakai alat-alat perlindungan diri jang diwadjibkan;
c. Memenuhi dan mentaati semua sjarat-sjarat keselamatan dan kesehatan kerdja jang
diwadjibkan;
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua sjarat keselamatan dan kesehatan jang
diwadjibkan.
e. Menjatakan keberatan kerdja pada pekerdjaan dimana sjarat keselamatan dan kesehatan
kerdja serta alat-alat perlindungan diri jang diwadjibkan diragukan olehnja ketjuali dalam
hal-hal chusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam bata-batas jang masih dapat
dipertanggung djawabkan.
4. Ruang Lingkup Pemnaker 05 tahun 1985 Pasal 5
(1) Peraturan ini berlaku untuk perencanaan, pembuatan, pemasangan, peredaran,
pemakaian,
perubahan dan atau perbaikan teknis serta pemeliharaan pesawat angkat dan angkut.
(2) Pesawat angkat dan angkut dimaksud ayat (1) adalah:
a. Peralatan angkat; Peralatan angkat antara lain adalah lier, takel, peralatan angkat listrik,
pesawat pneumatic,
gondola, keran angkat, keran magnit, keran lokomotif, keran dinding dan keran sumbu
putar.
b. Pita transport; Pita transport antara lain adalah: eskalator, ban berjalan dan rantai
berjalan.
c. Pesawat angkutan di atas landasan; Pesawat angkutan di atas landasan dan di atas
permukaan antara lain adalah: truk, truk derek,
traktor, gerobak, forklift dan kereta gantung.

5. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di tempat kerja


Permenaker dan trasnmigrasi No.3 tahun 1982 pelayanan kesehatan tenaga kerja
Pasal 4
(1) Penyelengaraan Pelayanan Kesehatan kerja dapat :
a.Diselenggarakan sendiri oleh pengurus.
b.Diselenggarakan oleh pengurus dengan mengadakan ikatan dengan dokter atauPelayanan
Kesehatan lain.
c.Pengurus dari beberapa perusahaan secara bersama-sama menyelenggarakansuatu
Pelayanan Kesehatan Kerja.
(2) Direktur mengesahkan cara penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan kerja sesuai dengan
keadaan
Pasal 5
Penyelenggaraan Peayan Kesehatan Kerja dipimpin dan dijalankan oleh seorang dokter
yang disetujui oleh Direktur

6. Kewajiban pengurus perusahaan dalam penerapan program P3K


Permenaker dan transmigrasi No.15 Tahun 2008
Pasal 2
(1) Pengusaha wajib menyediakan petugas P3K dan fasilitas P3K di tempat kerja.
(2) Pengurus wajib melaksanakan P3K di tempat kerja.

Pasal 5
(2) Pengurus wajib mengatur tersedianya Petugas P3K pada :
a. Tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter lebih sesuai jumlah pekerja/buruh dan
potensi bahaya di tempat kerja;
b. Tempat kerja di setiap lantai yang berbeda di gedung bertingkat sesuai jumlah
pekerja/buruh dan potensi bahaya di tempat kerja;
c. Tempat kerja dengan jadwal kerja shift sesuai jumlah pekerja/buruh dan potensi bahaya
di tempat kerja.
Pasal 7
(1) Pengurus wajib memasang pemberitahuan tentang nama dan lokasi P3K di tempat kerja
pada tempat yang mudah terlihat.

7. Perusahaan potensi bahaya besar dan menengah. (Kepmenaker No.187 tahun1999


pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja)
Pasal 15
(1) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas
melebihi Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14
dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya besar.
(2) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas
sama atau lebih kecil dari Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) sebagaimana dimaksud dalam
pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya
menengah.
Pasal 16
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar sebagai mana
dimaksud pada pasal 15 ayat (1) wajib :
a. mempekerjakan petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakandengan
sistem kerja non shift sekurang kurangnya 2 (dua) orang dan apabila dipekerjakan
dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5 (lima) orang.
b. mempekerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1 (satu) orang.
c. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar.
d. melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses
dan modifikasi instalasi yang digunakan.
e. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja
sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
f. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-
kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
g. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun
sekali.
Pasal 17
(1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah
sebagaimana dimaksud pada pasal 15 ayat (2) wajib :
a. mempunyai petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem
kerja yang non shift sekurangkurangnya 1 (satu) orang dan apabila dipekerjakan dengan
mempergunakan shift sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.
b. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah.
c. melaporkan setiap terjadi peruhahan mengenai nama bahan kimia dan kuantitas
bahan kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan.
d. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja
sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
e. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-
kurangnya 3 (tiga) tahun sekali.
f. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun
sekali.

8. Kebutuhan Ahli K3 Kontruksi berdasarkan jumlah pekerja dan lama pekerjaan proyek
Kep. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No.KEP-20/DJPPK/VI/2004
a. Setiap proyek kontruksi bangunan yang memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 org
atau penyelenggraan proyek diatas 6 bulan, harus memiliki sekurang-kurangnnya 1
orang ahli utama K3 kontruksi, 1 orang ahli madya K3 Kontruksi dan 2 orang ahli muda
K3 kontruksi
b. Setiap proyek kontruksi bangunan yang memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 100
org atau penyelenggraan proyek dibawah 6 bulan, harus memiliki sekurang-kurangnnya
1 orang ahli utama K3 kontruksi, 1 orang ahli madya K3 Kontruksi dan 1 orang ahli
muda K3 kontruksi
c. Setiap proyek kontruksi bangunan yang memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 25
org atau penyelenggraan proyek dibawah 3 bulan, harus memiliki sekurang-kurangnnya
1 orang ahli muda K3 kontruksi