Anda di halaman 1dari 2

 Hamartologi

(Manusia & Dosa)


 PENGERTIAN DOSA
 Dosa berasal dari bahasa yunani “Hamartia”. Kata Hamartia digunakan secara umum
dalam pengertian perbuatan-perbuatan dosa dan dipakai dalam bentuk jamak dan tunggal.
 KATA HAMARTIA MENUNJUKAN
 Bentuk jamak dari kata hamartia mengungkapkan keseluruhan dosa secara
umum.[bnd.Efesus 2:1].
 Bentuk tunggal dari kata hamartia hampir selalu menggambarkan keadaan berdosa dan
bukan berarti suatu tindakan membuat dosa.
 KATA LAIN YANG MENJELASKAN HAMARTIA ADALAH:
 Hamartema : artinya mirip dengan pengertian hamartia [semua yang bertentagan dengan
hukum/perintah Allah]
 Anomia : kedurhakaan atau perbuatan yang jahat.
 Paratoma: Langkah yang keliru sebagai sebagai lawan dari langkah yang benar
 Parabasis: melangkah ke sampming dari kebenaran.
 PAULUS MENGAMBARKAN DOSA SEBAGAI
1. suatu pribadi [Rm 7]
2. Sesuatu yang berkuasa [Rm 3:9]
3. Dapat dikenal [Rm 3:20]
4. Dapat bertambah [Roma 5:20]
5. Memperhamba [Rm 6:16]
6. Mendatangkan maut [Rm 6:23]
 Berbagai pandangan tentang dosa
 Dosa sebagai utang
 Dosa sebagai pelanggaran
 Dosa sebagai kedurakaan
 Dosa mencakup perbuatan-perbuatan lahiriah dan sikap-sikap batin
 Dosa sebagai Tuan
 Dosa sebagai kepalsuan

 Dosa sebagai utang


Pengertian dosa sebagai utang yang harus ditebus dengan cara memperbanyak perbuatan
baik, sama sekali tidak terdapat dalam tulisan-tulisan paulus . (kolose 1:14; Efesus 1:7).

 Dosa sebagai pelanggaran


Paulus menggunakan kata parabasis yang beraarti dosa adalah gerakan yang membelok dari
jalan yang lurus (Rom2:23) Ia bermaksud orang yang Yahudi telah melanggar hukum Taurat.

 Dosa Sebagia Kedurhakaan


 Kedurhakaan mengakibatkan pemberontakan terhadap Allah. Kedurhakaan di gambarkan
dengan kata Anomia atau segala sesuatu yang berlawanan dengan hak Allah adalah
kedurhakaan atau pelanggaran karena manusia adalah bait Allah (Milik Allah)
 Dosa mencakup perbuatan-perbuatan Lahiriah dan sikap-sikap batin
 Paulus menyusun daftar pericihan tentang dosa yang meliputih tentang perbuatan dan
sikap. Daftar yang terdapat dalam Roma 1:29-31 menggambarkan dengan baik gabungan
antara Dosa lahiriah dan batiniah. Beberapa dalam daftar ini di buktikan secara objektif,
seperti pembunuhan, perselisian, dan suka mengumpat. Tetapi yang lain seperti
kedengkian tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang dan tidak menganal belas kasihan.
 Dosa sebagai Tuan
 Menjelaskan keadaan manusia yang terbelenggu dan taat kepada Dosa. Rom 6:16-17 hal
ini memberikesan bahwa disini dosa juga dilihat dalam pengertian ketidak taatan yang
sengaja dilakukan terhadap Allah.
 Dosa sebagai kepalsuan
 Rasul Paulus memandang Dunia yang terpisah dari Kristus sebagai dunia yang kuasai
oleh
 kepalsuan. Kepalsuan itu merupakan penyangkalan terhadap dan terhadap rencana bagi
manusia.