02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit

Page 1 of 17

My Account

My Dashboard

New Post

Blog Info
Search WordPress.com Blogs Search

Go!

• • • • • • •

Home 01 Pengantar 02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara 03 Menelisik Misteri Sabdo Palon 04 Putra Sang Fajar Muncul Di Ufuk Timur 05 Membaca Kejadian Alam 06 Fenomena Semburan Lumpur Sidoarjo

02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara
Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan rasa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawal dari komunikasi intensif saya dengan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan (penulis Surat Terbuka kepada SBY) telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemahaman tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang sehingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat luar biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara. Hasil kajian spiritual bapak Budi Marhaen berusaha saya pahami dengan “rasa naluri” yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti empiris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna berusaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya di dalam blog/buku ini. Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggalkan pasca keruntuhan Majapahit (500 tahun yang lalu) mulai terlihat secara samarsamar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dari saran bapak Budi Marhaen kepada SBY di dalam Surat Terbukanya kepada SBY : “Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid / syeh-syeh yang telah mencapai maqom ma’rifat “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Solo & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.” Walaupun Surat Terbuka tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan presiden SBY, namun saya memiliki keyakinan bahwa beliau bapak Budi Marhaen “mengetahui” sangat banyak tentang fenomena yang sedang terjadi di jagad nusantara ini. Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan perenungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai. Memahami Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Budi Marhaen atas pemberian referensireferensinya berupa naskah : Bait-bait syair terakhir Ramalan Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Darmagandhul, dan Ramalan Ronggowarsito. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala perenungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluhur kita. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon.wordpress.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009

Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemampuan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-perlambang ini. Pajajaran leungit ti alam hirup. mun ngaing nyarita moal kadéngé. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak. Aku akan datang lagi. supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Pajajaran hilang dari alam nyata. hilang negaranya. Sabab bukti anu kari. selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. leungit nagarana.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 2 of 17 masa/periode yang jauh berselang. Dan bahkan berlebihan kalau bicara. Tidak ada yang melarang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa. jaba ti ngaran pikeun nu mapay.” Create PDF with GO2PDF for free. Bisa saja. Leungit dayeuhna. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini : ”Ti mimiti poé ieu. Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya. Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Hilang kotanya. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mun ngaing datang.” Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai ”Budak Angon” (Anak Gembala). if you wish to remove this line. ka nu weruh di semu anu saéstu. Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal penalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . tapi ngan nu hadé laku-lampahna. anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna. supaya anu laleungit kapanggih deui. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. ngan mapayna kudu maké amparan. mantuan anu sarusah. Pajajaran moal ninggalkeun tapak. tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian.wordpress. menolong yang perlu. teu ngarupa teu nyawara.” • “Semenjak hari ini. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbedabeda. Apabila aku datang takkan terlihat. bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba. nulungan nu barutuh.” • ”Semua keturunan kalian akan aku kunjungi. Inilah tabir misteri. ngan di waktu anu perelu. tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Uga Wangsit Siliwangi Membaca naskah Uga Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tinggi bila telah memahaminya. Tapi. Mémang ngaing bakal datang. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). hanya menelusurinya harus memakai dasar. Nya bisa. tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Dan sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Mun ngaing datang moal kadeuleu. membantu yang susah. Ngaing bakal datang deui. mereka yang mengerti dan satu tujuan. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya. Ketika aku datang. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda. ”Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. nu hadé laku lampahna. Mudu arédan heula. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing -masing. tapi méré céré ku wawangi. Dalam buku ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampiran. Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang tidak berguna dan out of date (usang). namun ternyata di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. apabila aku berbicara takkan terdengar. Bebas-bebas saja.

Loba nu paraeh kalaparan. kahieuman ku handeuleum. Dalam hal ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. ngalawan sabari seuri. anggeus nyorang: undur jaman datang jaman. tapi seuri teu anggeus. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya. mencari sambil melawan. turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perjalanan sejarah). Inyana jongjon ngorehan. Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berdatangan ke negeri ini. Tapi loba nu pahili. bukan pula harimau ataupun banteng. rajaraja dibelenggu. karimbunan ku hanjuang. laju turunan urang aya nu lilir. tambah loba nu manggihna.” • ”Ada yang berani menelusuri terus menerus. sabab murah jaman seubeuh hakan. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. mengumpulkan semua yang dia temui. sawah béak ku monyét. leuit béak ku monyét. pantona batu satangtungeun. Dialah Anak Gembala. lain méong lain banténg. Ti harita. setiap jaman membuat sejarah. saban jaman mawa lalakon. Tah di dinya. alun-alun jadi suwung. Dia terus mencari. waluku ditumpakan kunyuk. if you wish to remove this line. tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. tapi jalan nu pasingsal! Nu tutunjuk nyumput jauh. sabari nyanyahoanan maresék caturangga. selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru. jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. turunan urang narik waluku. sawah béak ku monyét. Ti nu laleungit. ngan narikna henteu karasa. imahna di birit leuwi. pintunya setinggi batu. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Lilana saban jaman. aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri. cawéné rareuneuh ku monyét. baik itu Portugis maupun Belanda. Hanteu arengeuh.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 3 of 17 Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok ”Budak Angon” ini sbb: ”Aya nu wani ngoréhan terus terus. Sejarah banyak yang hilang dan diputarbalikkan. Engke mun geus wayah jeung mangsana. sanagara bakal jadi sampalan. Seperti yang tertulis berikut ini : ”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé. akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan apa yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat.wordpress. Sagala-gala diranjah ku monyét. sabab kaburu: warung béak ku monyét. sampalan kebo barulé. tapi kalakay jeung tutunggul. ngumpulkeun anu kapanggih. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi. ngusumah jeung nitis. kebo bulé kalalabur. tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. laju nitis dipinda sukma. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. sabab acan wayah ngalalakonkeun. Ti dinya. Kebo bulé nyekel bubuntut. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan. mudu ngalaman loba lalakon. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajuan jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak berguna dan bermanfaat.” Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok ”Budak Angon” adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. tidak mengindahkan larangan. Nyaéta budak angon. Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang datangnya ”Kerbau Bule” dan juga ”Monyet-monyet” yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerbau Bule pergi. tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian. nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. ngoréhan bari ngalawan. tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. ti dinya. yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Tapi. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Sabagian disumputkeun. Rumahnya di belakang sungai. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karyakarya warisan leluhur seperti halnya yang kita baca ini. sarua jeung waktuna nyukma.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Apa yang dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba. yén jaman geus ganti deui lalakon. teu ngahiding ka panglarang. melawan sambil tertawa.” Create PDF with GO2PDF for free. kebon béak ku monyét.

ngamukna teu ngilik bulu. Lalu keturunan kita mengamuk: mengamuk tanpa aturan. Tapi mémang titisan raja. Nu barodas dibuburak. yang menghentikan adalah orang seberang. nu harideung disieuh-sieuh. yang Hitam diusir. banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu. ”Laju hawar-hawar. asalna jalma biasa. bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. mengamuk tanpa pandang bulu. Negara pecahan diserbu monyet! keturunan kita enak tertawa.wordpress. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Penyakit bermunculan di sana sini. Nah di situlah. Terutama peristiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika. tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi.Semenjak itu. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. raja-raja dibelenggu. kaburu aya nu nyapih. Pangpring sabuluh-buluh gading.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang. burung menetaskan telur. pusat kota kosong. pekerjaan dikuasai monyet. nu bingung tambah baringung. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar. galudra megarkeun endog. da puguh titisan raja. Semenjak itu. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin. saling menindas antar sesama. tapi tertawa yang terpotong. Laju ngamuk turunan urang. sebab banyak yang mengamuk. pasar habis oleh penyakit. Sanusa dijieun jagal. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. sawah habis oleh penyakit. loba nu paraéh teu boga dosa. nu nyapihna urang sabrang. barudak satepak jaradi bapa. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan. hanya karena dirusak sarangnya. tempat padi habis oleh penyakit. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. sebagai perlambang dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yang menghentikan yaitu orang seberang. Kerbau bule memegang kendali. semuanya diserbu oleh penyakit. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. tapi sadar seperti terbangun dari mimpi.” Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang pemimpin negeri ini dengan gambaran sbb : ”Laju ngadeg deui raja. Kepulauan ini semakin kacau. jelas-jelas musuh dijadikan teman. Dimana masa penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini. ada yang menghentikan. raja anyar hésé apes ku rogahala!” Create PDF with GO2PDF for free. akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan.” • ”Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh. yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. yang bingung semakin bingung. Mani sahéng buana urang. Banyak yang mati kelaparan. Tapi. if you wish to remove this line. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan. Yang Putih dihancurkan. henteu beda tina tawon. ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur. kerbau bule kabur. Yang mengamuk tambah berkuasa. sabab nu ngaramuk. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. perempuan hamil oleh penyakit. Banyak yang mati tanpa dosa. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. tidak beda dengan tawon. yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. nu ngaramuk tambah rosa. Puguh musuh. kebun habis oleh penyakit. yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Tetapi. sebuah negara akan pecah. dijieun batur. dipaléngpéng keuna sayangna. pecah oleh kerbau bule.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 4 of 17 • ”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. sebab ternyata. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.” Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepang yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. ngamukna teu jeung aturan. puguh batur disebut musuh.

Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut. Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. nu tanina ngan wungkul jangji. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong. hayang meunang sorangan. nu palinter loba teuing. Buta-buta nu baruta. ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 5 of 17 • ”Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Presiden RI pertama. terlalu banyak orang pintar. buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. memerintah sambil menyembah berhala. maunya menang sendiri. ngélingan nu keur paroho. naritah deui nyembah berhala. da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Da bonganan. Namun dari penelusuran secara spiritual. Kondisi ini melambangkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. Laju bubuntut salah nu ngatur. panarat pabeulit dina cacadan.. loba buta nu baruta. bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. haseup ngebul tina pirunan.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Penguasa yang buta. Alih-alih dianggap. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. tapi pintar keblinger. penguasa baru susah dianiaya!” Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. ngaleuwihan kebo bulé. Karena pintar keblinger. langit anggeus semu beureum. tapi tidak dianggap. kembang kapas hapa buahna. Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger.) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau. buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Mereka tidak sadar. Karena jelas keturunan raja. mingkin hareup mingkin bedegong. Membangunkan semua yang salah arah. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. if you wish to remove this line. aturan hanya menjadi bahan omongan. semakin hari Create PDF with GO2PDF for free.wordpress. seperti yang dikatakan sbb : ”Mingkin hareup mingkin hareup. Sabab sarieuneun kanyahoan. padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun. Arinyana teu nyaraho. langit sudah memerah. namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan. asap mengepul dari perapian. jaman manusa dikawasaan ku sato!” • ”Pada saat itu datang pemuda berjanggut. malah budak nu janggotan. memerintah sambil menyembah berhala. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. bunga kapas kosong buahnya. Boro-boro dék ngawaro. ngan pinterna kabalinger. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian.” Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemudian muncul sosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb : ”Ti dinya datang budak janggotan. Beliau termasuk ”anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. Sebab takut ketahuan. Arinyana teu areungeuh. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. ngageuingkeun nu keur sasar. semua diberangus janji-janji belaka. ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Sing waspada! Sabab engké arinyana. saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh. Memerintah tidak dengan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepentingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. majarkeun néangan musuh. mengingatkan pada yang lupa. (Silakan dibuktikan. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger.” • ”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. nu ngebonna tukang barohong. Lalu anak-anak muda salah pergaulan. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara.

tumbal untuk perbuatannya sendiri. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Bencana datang bertubi-tubi. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Lebihlebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. tapi. Huru-hara terjadi di mana-mana. ti dapur laju salembur. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Kapan waktunya? Nanti. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. kabéh gé taya nu meunang bagian.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 6 of 17 semakin berkuasa melebihi kerbau bule. Arinyana mah ngalalajoan. nu garelut jadi kareueung. mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Namun tidak dianggap. Hanya yang sadar pada diam. Iraha mangsana? Engké. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara.wordpress. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : ”Jayana buta-buta. if you wish to remove this line. ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. parindah ka Lebak Cawéné!” Create PDF with GO2PDF for free. Ngan nu aréling caricing. Buta bakal jaradi wadal.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . hanteu pati lila. Buta-buta laju nyarusup.” Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. Tapi. laju kakara arengeuh. Nu hawek hayang loba. wadal pamolahna sorangan. sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut. Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”. Laju naréangan budak angon.” • ”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. ”Pemuda Berjanggut” datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling. yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut). yang berhak meminta bagiannya. geus mariang pindah ngababakan. geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan. Sabab warisan sakabéh béak. bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. nu boga hak marénta bagianana. Yang sudah punya ingin lebih. maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. Tapi kabarérang. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini. budak angon enggeus euweuh. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi. Naréanganana budak tumbal. béakna ku nu nyarekel gadéan. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri. nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Coba mari kita simak alinea berikut : ”Nu garelut laju rareureuh. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. sejana dék marénta tumbal.” Sosok ”Pemuda Berjanggut” di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). Penguasa itu akan menjadi tumbal.

com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Urang Sunda disarambat. Rakyat menjerit-jerit. if you wish to remove this line. Para penguasa lalu menyusup. Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. keur ngelak dina tutunggul. penguasa mengumbar janji-janji kosong. Nusa jaya lagi. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Génjlong deui sajajagat. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Segeralah pergi. Baik lagi semuanya. Sanagara sahiji deui. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. tapi nanti. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan. sabab ngadeg ratu adil. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. disusul oleh tujuh gunung. ketakutan kehilangan negara. ini semua adalah merupakan skenario langit. ratu adil yang sejati.wordpress. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Api. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara. Dengarkan! jaman akan berganti lagi. yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. sebab berdiri ratu adil. Negara bersatu kembali. urang Sunda ngahampura. disusul ku tujuh gunung. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu). jaya deui.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. yang bertengkar ketakutan. Nusa Jaya. Ribut lagi seluruh bumi. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. sudah pergi bersama Budak Janggotan. Angin dan Tanah dimana-mana. Orang sunda dipanggil-panggil. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat. siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. ratu adil nu sajati. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. jangan menoleh ke belakang!” Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti. Tapi ingat. Semua mencari tumbal. Gunung-gunung telah mulai aktif. carilah Anak Gembala. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan iklim dunia dan pemanasan global. orang sunda memaafkan. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. berdiri angkuh di atas yang lemah. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. lalu mereka mencari Budak Angon. secara gambaran spiritual. Lebih lanjut dikatakan : ”Nu kasampak ngan kari gagak. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. Lalu. tapi Budak Angon sudah tidak ada. ulah ngalieuk ka tukang!” • ”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké. Sekarang. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 7 of 17 • ”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah. Serat Musarar Joyoboyo Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi : Create PDF with GO2PDF for free. Hadé deui sakabéhanana. setelah Gunung Gede meletus.

Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu. Dene Maolana Ngali. Raja berpisah dengan rakyat. usia kemerdekaan NKRI di tahun 2007 saat ini adalah 62 tahun. dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono). Perlambang ini menunjuk kepada Megawati. Panji loro semune Pajang Mataram. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI. Duk semana pametune wong ing ndesa. Ana dhawuhing bebendu. Lalu pada bait 21 tertulis : ”Nakoda melu wasesa. Ing Semarang Tembayat. Lung gadung rara nglingkasi. Randha loro nututi pijer tetukar.” • ”Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Semana linambangan.. Kaduk bandha sugih wani.” Create PDF with GO2PDF for free. Narendra pisah lan abdi. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir). Perlambang ini menunjuk kepada presiden pertama RI. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Dalam bait 20 dikatakan : ”Bojode ingkang negara. Nuli Rara ngangsu sami. Soekarno. Semune tengu lelaki. Punya keberanian dan kaya. Kelem negaranira. Panji loro dyan sirna. presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahmawati dan Sukmawati.wordpress. Dene Maolana Ngali. Sarjana sirep sadaya. dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila).” • ”Nakhoda ikut serta memerintah. Kara murka ratunipun. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina atau nista. Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati. Perlambang Rara ngangsu. Samsujen Sang-a Yogi.” Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Mah omah bosah-basih. Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. Wong cilik kawelas asih. Nuli salin gajah meta. Kuwur tataning negari. Kemudian berganti jaman Kutila.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 8 of 17 ”Dene jejuluke nata. Sewidak warsa nuli. Perlambang Panji loro semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru. Pemimpin jauh dari rakyat. Pada bait 22 dikatakan : ”Tan kober paes sarira. Rakyat kecil sengsara. Sasmitane lambang kang kocap punika. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram. Sinjang kemben tan tinolih.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. if you wish to remove this line. Ingat. randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang selalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan.” Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. Tekane Sang Kala Bendu. Lajengipun sinung lambang.” Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau.” • ”Negara rusak. Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger). Jaman Kutila genti. randha loro nututi pijer tetukar. Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum. Poma den samya ngawruhi. Samana ngalih nagari. Katarajang marga agung. Soeharto. Rajanya Kara Murka. Prabupati sowang-sowang.

” • “Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama “Satrio Piningit”. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.” Kemudian pada bait 27 berbunyi : “Dene besuk nuli ana. Guna membantu memecahkan misteri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut : 1. Tanah Jawi kang sawiji. nakhoda ikut ke dalam persidangan. Perak lan gunung Perahu. redalah kesengsaraan di bumi. Kembali lagi. Tekane kang Tunjung putih. Letaknya dekat dengan gunung Perahu. Maksudnya adalah di balik lahir (nyata). Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Create PDF with GO2PDF for free. Juluk Ratu Amisan. Sedangkan bait 28 tertulis : “Prabu tusing waliyulah. bergelar Ratu Amisan. Menjadi raja di dunia. Lahir di bumi Mekah. if you wish to remove this line. Memang raja yang terkenal sedunia. Kerajaan gaib penguasa Semarang adalah “Barat Katiga”. Berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain ber-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). dimana tempatnya ? Kita telah membaca bait 22 di atas. Iku kang angratoni. Kadhatone pan kekalih. Semarang Tembayat merupakan tempat yang masih misteri dimana di dalam Surat Terbuka kepada SBY bapak Budi Marhaen menggambarkan sbb : ”Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di ”Semarang Tembayat” yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. lokasi itu dinamakan daerah “Ringin Telu” (Beringin Tiga). Prenahe iku kaki. Jagad kabeh ingkang mengku. Balane samya jrih asih. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi. Sedangkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi. Sakulone tempuran. sebelah barat tempuran.” Perlambang Tan kober paes sarira. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. Dicintai pasukannya.wordpress. Ing Mekah ingkang satunggal. 3. 2. Bumi Mekah dennya lair. berada di daerah pinggiran Semarang. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Sirep musibating bumi. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang.” Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 9 of 17 • ”Tan kober paes sarira. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Insya Allah lokasinya adalah di daerah “Ringin Telu” itu.” Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. semune Pudhak kasungsang. Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas adalah Lebak Cawéné. Secara potret spiritual. Ya di Semarang Tembayat itulah tempatnya. Iya iku ratu rinenggeng sajagad. Wong nakoda milu manjing ing samuwan. Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah.” • “Raja utusan waliyullah.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . ada batin (gaib). Sedangkan tempat yang dimaksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tembayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten).

Namun di sini tempuran bermakna ”watu gilang” sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong Create PDF with GO2PDF for free. berbadan manusia. pada rebut benere garis. berparas seperti Batara Kresna. sakti mandraguna tanpa azimat 163. bersenjatakan trisula wedha. jejeg. sakti mandraguna tanpa aji-aji • …. bakal ana dewa ngejawantah. jujur. bener. …. apeparap pangeraning prang. berebut garis yang benar. yang memimpin adalah putra Batara Indra. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. berwatak seperti Baladewa. momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. iku tandane putra Bethara Indra wus katon. Namun dengan adanya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. if you wish to remove this line. apengawak manungsa. … • selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu. tan arupa. namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. …. …. agegaman trisula wedha. adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat. … 160. agegaman trisula wedha. serta menjadikan Nusantara sebagai ”barometer dunia” (istilah Bung Karno : ”Negara Mercusuar”). Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sangat lekat dengan eksistensi seorang raja.. tak berbentuk.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 10 of 17 Sedangkan tempuran adalah pertemuan dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat ”kungkum” bagi orang Jawa. awatak Baladewa. tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa • …. tanda datangnya perubahan zaman. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu. kumara prewangan. jinejer wolak-waliking zaman. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik. bala prewangan makhluk halus padha baris. tan pokro anggoning nyandhang. tak kelihatan. bersenjata trisula wedha. Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . sing madhegani putrane Bethara Indra. kelihatan berpakaian kurang pantas. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. ngasta manggalaning ratu. ngasta manggalaning ratu). jika berperang tanpa pasukan. tan kasat mata. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu : 159. … • bergelar pangeran perang. apasurya padha bethara Kresna. itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak. ngerahake jin setan. akan ada dewa tampil. Insya Allah. nugel tanah Jawa kaping pindho. landhepe triniji suci.wordpress. para asuhannya menjadi perwira perang. … 164. mumpuni sakabehing laku. datang di bumi untuk membantu orang Jawa 162.

kaya dene manungsa. lurus. memotong tanah Jawa kedua kali. garis sabdanya tidak akan lama. Create PDF with GO2PDF for free. mengetahui leluhur anda. sudah lulus weda Jawa. nanging inung pilih-pilih sapa • ludahnya ludah api. turunnya air brajamusti pecah memercik. sabdanya sakti (terbukti). ing ngarsa Begawan. buyutira. wus tan abapa. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. enom padha dene bayi. dudu dewa sinebut dewa. tan bibi. landheping trisula pucuk. iku dudu wektunira. ngerti sakdurunge winarah. membawa maut atau utang nyawa. tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati. waskita. bisa pirsa mbah-mbahira.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 11 of 17 • …. ora tuwo. bukan dewa disebut dewa. memahami putaran roda zaman Jawa. mengerti sebelum sesuatu terjadi. yatim piatu. tajamnya tritunggal nan suci. yang membantah pasti mati. tetapi hanya memilih beberapa saja 167. bijak. yang sulung dan masih kuasa mengusir setan. … • di hadapan Begawan. dapat mengetahui lahirnya kakek. uga ana jalma sing durung mangsane. Tan kewran sasuruping zaman • pandai meramal seperti dewa. hiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun. nganggo simbol ratu tanpa makutha. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. orang tua. aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu. wasis. aja sirik aja gela. dudu pandhita sinebut pandhita. jujur.wordpress. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. if you wish to remove this line. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. marga bisa manjing jroning ati. mengerti garis hidup setiap umat. hiya iku putrane Bethara Indra. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan. tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh. ana manungso kaiden ketemu. cermat dan sakti. pindha lahir bareng sadina. waskita pindha dewa. ngerti garise siji-sijining umat. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda • oleh sebab itu carilah satria itu. aja ngungun. wegig. tan kena den apusi. aja gumun. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. tak bersanak saudara. beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya. seolah-olah lahir di waktu yang sama. karena dapat masuk ke dalam hati. … 171. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. awus aputus weda Jawa. mula sing menangi enggala den leluri. angawuningani jantraning zaman Jawa. tidak khawatir tertelan zaman 168. sing mbregendhul mesti mati. bukan pendeta disebut pendeta. canggahira. mung angandelake trisula. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). ujung trisulanya sangat tajam. mula den upadinen sinatriya iku. tidak bisa ditipu. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. garis sabda ora gentalan dina. ada manusia yang bisa bertemu. jangan bingung. muda maupun bayi. tapi ada manusia yang belum saatnya. buyut dan canggah anda. idune idu geni. bisa nyumurupi lahire mbahira. hanya berpedoman trisula. sabdane malati. beja-bejane anak putu • jangan heran. lola. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. gegawe pati utawa utang nyawa. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan 170. hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya. namun manusia biasa.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . mengerahkan jin dan setan. benar. itulah putranya Batara Indra.

rakyat bersuka ria. ratune nyembah kawula. menghadaplah dengan patuh. marga adiling pangeran wus teka. centi wektu jejering kalamukti. jangan keliru mencari dewa. yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. if you wish to remove this line. Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. iku hiya pinaringaning dewa • inilah jalan bagi yang ingat dan waspada. Create PDF with GO2PDF for free. para pendeta juga pada memuja. hiya iku tandane kalabendu wis minger. nglurug tanpa bala. Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit. Berkenaan dengan itu. andayani indering jagad raya. yen menang tan ngasorake liyan. sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Satrio Jinumput Sumelo Atur. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno. yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga. aja-aja kleru pandhita samusana. Dimana Kresna melambangkan pencipta. jangan sampai terputus. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). itu bukan waktu anda. genaha kacetha kanthi njingglang. Perlambang paras Kresna dan watak Baladewa bermakna satria pinandhita. angagem trisula wedha. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara Indra adalah juga “Budak Angon” (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwangi di dalam Uga Wangsit Siliwangi. larinen pandhita asenjata trisula wedha.wordpress. Satrio Lelono Topo Ngrame. Berkuasa tahun 1945-1967. sing wis adu wirang nanging kondhang. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang tertulis di dalam sinom bait 28 pada Serat Musarar Joyoboyo. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. segalanya tampak terang benderang. ing zaman kalabendu Jawa. nora ana wong ngresula kurang. tak ada yang mengeluh kekurangan. banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. bila menang tak menghina yang lain. memperkokoh tatanan jagad raya. memakai lambang ratu tanpa mahkota. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah “Putra Betara Indra” itu ? Bait-bait tersebut telah mengurai secara rinci tentang ciriciri dan karakter orang tersebut. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. Satrio Hamong Tuwuh. pada zaman kalabendu Jawa. keberuntungan ada di anak cucu 172. para pandhita hiya padha muja. itulah pemberian dewa 173. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. cures ludhes saka braja jelma kumara. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro). yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati. bersenjatakan trisula wedha. para kawula padha suka-suka. Dua bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai penggembala sapi. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. raja menyembah rakyat. iki dalan kanggo sing eling lan waspada. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. berganti zaman penuh kemuliaan.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 12 of 17 jangan iri dan kecewa. carilah dewa bersenjata trisula wedha. itulah asuhannya Sabdopalon. padha asung bhekti • menyerang tanpa pasukan.

Presiden Ketiga Republik Indonesia. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). 6. bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Berkuasa tahun 19981999. 3. Presiden Kelima Republik Indonesia. Ancaman bencana alam. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto. Semua itu dihadapinya dengan penuh kesabaran. artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang setia. Insya Allah. Create PDF with GO2PDF for free. 2. disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil. Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame).wordpress. ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh sifat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putra Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Abdurrahman Wahid. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. 5. Berkuasa tahun 1967-1998. if you wish to remove this line. namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. 7. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Berkuasa tahun 2000-2004. Berikut ini adalah sifat-sifat “Satrio Piningit” sejati hasil bedah hakekat bapak Budi Marhaen terhadap apa yang telah ditulis oleh R. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 13 of 17 2. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. ikhlas dan tawakal. Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NKRI pada setiap masanya. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo). Ronggowarsito : 1. Presiden Keempat Republik Indonesia. Jadi sifat ini melambangkan orang berilmu yang amat sangat tawadhu’. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan. namun hidupnya kesandung kesampar.Ng.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa. 4. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie. Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma’rifat sebenar-benar ma’rifat). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Berkuasa tahun 1999-2000. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewangi. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.

Dalam budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka tertentu sebagai perlambangnya. sujana kapontit nurut. apangling kang jalma. if you wish to remove this line. Serat Kalatidha Ronggowarsito Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter “Satrio Piningit” yang telah diurai di atas. marma jeng pamasa. tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati. Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang terjadi dan akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti : Pupuh 257 (tembang 28 s/d 44) : Wong agunge padha jail kurang tutur. durjana susila dadra andadi. tanna warta nyata. Satrio Hamong Tuwuh melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memiliki tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . 7. wong wadon kang sirna wiwirangira. akeh wong mlarat mawarni. Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. Dalam kaitan ini maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Tembayat. Tanpa kangen mring mitra sadulur. akeh maling malandang marang ing marga. Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerah-Nya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut. tanpa paramarteng dasih. 5. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlambang diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). • Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya. daya deye kalamun tyase nalangsa. • Rasa persaudaraan meluntur. 4. Create PDF with GO2PDF for free. dumrunuh salin sumalin.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 14 of 17 3. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. Krep paprangan. • Para pemimpinnya berhati jahil. dene datan ana wahyu kang sanyata.wordpress. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. 6. tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya. Keh wahyuning eblislanat kang tamurun. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah). para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu. bicaranya ngawur. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang diberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. Satrio Jinumput Sumelo Atur melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perintahNya dan menjalankan missi-Nya. Satrio Lelono Topo Ngrame melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowarsito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258.

makin lama makin menjadi kesulitan yang sangat. semua tata tertib. beda-beda hardaning wong sanagara. dan aturan telah ditinggalkan. jawah lindhu gelap cleret warsa. begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. salah mangsa dresing surur. hujan abu dan gempa bumi. • Berupaya tanpa pamrih. • Kewibawaan negara tidak ada lagi. ing pamrih melok pakolih. Bandhol tulus. klulun Kalathida. banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati. temah suha ing karsa tanpa wiweka. dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara.wordpress. mendhosol rinamu puguh. nareprabu utamestu. Nging tan dadya. panekare becik-becik cakrak-cakrak. • Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal hanya sekedar menutupi keadaan yang jelek. kwilet tays duhkita. • Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. keamanan. kataman ring reh wirangi. mangimur saniberike. hardayengrat dening karoban rubeda. menceng pangupaya. papatih nindhita. Pra sujana. wong ambeg jatmika kontit. karana tanpa palupi. dening angupaya sandi samurana. • Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu menimbulkan masalah / kesulitan. Katatangi tangising mardawa-lagu. mungsuhe boya katawis.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . walaupun kemungkinan dicemooh. sarjana satemah kelu. tangeh lamun tentreming wardaya. ing zaman musibat. mandar sangking dadra. paliyasing Kalabendu. Prahara gung. kalawan grahana sasi. if you wish to remove this line. rubeda angrubedi. lebur pangreh tata. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. • Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu. Ing Paniti sastra wawarah. Anaruwung. kang mangkono yen niteni lamampahan. pan wus tilar silastuti titi tata. tidhem tandhaning dumadi. sung pemut. Sitipati. krep grahana surya. • Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. kejahatan / perampokan dan pemerkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan. pra nayaka tyas basuki. • Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 15 of 17 • Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat. agung prang rusuhan. Create PDF with GO2PDF for free. • Angin ribut dan salah musim. Dalajading praja kawuryan wus suwung.

ing kono raharjanira. • Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. mungsuh rerep sirep sirna. ewuh aya kang pambudi. yang oleh izin Allah SWT.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 16 of 17 Nawung krida. tidak pernah menonjol sebelumnya.wordpress. if you wish to remove this line. duk masih keneker Sukma. anglakoni wus tartamtu. tungguling dhikir kewala. nama Sultan Erucakra. kang lali kabegjan. karaton ing tanah Jawa. keh wong katambehan ika. sirnaning ratu amargi. tidak ketahuan asal kedatangannya. Wektu iku. karsane kang Among tuwuh. tapi yang sebetulnya. mulyaning jenengan nata. nagdam makduming srinata. karsaning Sukma kinarya. yang mempunyai sifat-sifat utama. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. musuh semua bisa dikalahkan. tidak tertarik dengan harta benda. wawan-wawan kalawan memaronira. jaman Kalabendu sirna. seperti muncul secara gaib. Lire sepi tanpa srana. lumuh maring branaarta. kang menangi jaman gemblung. luwih begja kang eling lawan waspada. akan mengalami jaman gila. atas kehendak Allah SWT. boya keduman. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah semata2 dzikir. wiji wijiling utama. • Datangnya tanpa sarana apa-apa. sulit untuk mengambil sikap. tanpa sangakan rawuhira. Create PDF with GO2PDF for free. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. • Mempunyai sifat adil. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. salin alamnya. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. mung sirollah prajuritnya. zaman Kalabendu hilang. Marga sinapih rawuhnya. kang kapisan karanya. ingaranan naranata. yen meluwa edan yekti nora tahan. Yen tan melu. berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur. ora ana kara-kara. tidak mengandalkan bala bantuan manusia. satemahe kaliren wekasane. ananging sayektineki. • Atas izin Allah SWT. jaman Kaladuka. • Apabila tidak ikut menjalani. adenge tanpa sarana. sirep dur angkaramurka. wus parek wekasanipun. Luwih adil paraarta. sonya rutikedatonnya. apabila ikut gila/edan tidak tahan. yang lupa untuk mengejar keberuntungan. yaitu zaman edan. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur). kasampar kasandhung rata.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. melik kalling donya iki. sinalinan jamanira. pada saat masih muda. jumeneng sri pandhita. • Untuk dibuktikan. nata ginaib sanyata. iya jaman edan. • Sudah kepastian. Wus dilalah. bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). mamalaning bumi sirna. yang akhirnya bisa kelaparan. tan ngadu bala manungsa.

ayem enake tysira. maka kita akan mendapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini telah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi. orang kecil hidup tentram.wordpress. • Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. penghasilan yang diterima. Sehingga dalam mengungkapkannya penuh dengan perlambang (pasemon ataupun sanepan). tan karsa lamun luwiha. amrih kartaning nagara. Create PDF with GO2PDF for free. semuanya sudah bertobat. Semuanya hanya ingin mengingatkan kita anak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada. dan kemakmuran semuanya. Bumi sakjung pajegira. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Inilah yang diistilahkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat (sastra tanpa wujud – papan tanpa tulis. penjenenganin sang nata.com.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . tidak mau melebihi. denwangeni katahhira. krana panjenengan nata. baik lambat ataupun cepat. Blog pada WordPress. if you wish to remove this line. ( Nurahmad ) Theme: Blix by Sebastian Schmieg . pitung reyal ika. wedi willating nata.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 17 of 17 Tumpes tapis tan na mangga. takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana. parek lan kali Katangga. Percaya atau tidak. dhahare jroning sawarsa. bumi pethik akukutha. padha martobat nalangas. wus resik nir apa-apa. dene murah sandhang teda. suwang ing dalem sadina. adil asing paramarta. marmaning wong cilik samya. amung sadinar sawarsa. hidupnya sederhana. Tan na dursila durjana. sawah sewu pametunya. Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk karya sastra adalah hasil “olah batin” ataupun “perjalanan spiritual” beliau-beliau di dalam menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. ing sajroning bubak wana. • Tidak ada penjahat. tulis tanpa papan). • Pajak orang kecil sangat rendah nilainya. Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas. harjaning jagat sadaya. murah sandang dan pangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful