Anda di halaman 1dari 32

Mata Kuliah:

SA-5014 Metoda Penelitian dan Etika Profesi

PROFESI INSINYUR

dosen:

Prof. Indratmo Soekarno


Bandung, 14 Nopember 2015

9/8/2018 1
Pendidikan
Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan
setelah pendidikan menengah yang mencakup
program diploma, program sarjana, program
magister, program doktor, dan program profesi,
serta program spesialis, yang diselenggarakan
oleh Perguruan Tinggi berdasarkan kebudayaan
bangsa Indonesia.
Perguruan Tinggi
1. Universitas:
Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan
dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun
ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dan jika memenuhi syarat,
Universitas dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
2. Institut:
Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan
dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun
ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu dan jika memenuhi
syarat, Institut dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
3. Sekolah Tinggi:
Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan
dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu rumpun ilmu
pengetahuan dan/atau teknologi tertentu dan jika memenuhi syarat,
Sekolah Tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Pendidikan Tinggi (lanjutan)
4. Politeknik
Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi
dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi
dan jika memenuhi syarat, Politeknik dapat menyelenggarakan
pendidikan profesi.
5. Akademi:
Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi
dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau
teknologi tertentu.
6. Akademi Komunitas
Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi
setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau
beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu
yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan
khusus.
Gelar Akademik, Gelar Vokasi dan
Profesi
• Pendidikan Akademik
Program Sarjana : Sarjana Teknik Sipil
Program Magister : Magister Teknik Sipil
Program Doktor : Doktor Teknik Sipil
• Pendidikan Vokasi
Program Diploma : D1, D2, D3, D4.
Lulusan program diploma berhak menggunakan gelar ahli atau
sarjana terapan.
Contoh: - D3 Keperawatan, D4 Teknik Sipil (Sarjana Terapan)
• Pendidikan Profesi :
Contoh: Program profesi Kedokteran, profesi Apoteker, profesi
Notariat, profesi Insinyur akan mendapat sertifikat sebagai
dokter; apoteker; insinyur.
Sertifikat Profesi
Pasal 19 (UU No. 12/2012)
- Sertifikat profesi merupakan pengakuan untuk
melakukan praktik profesi yang diperoleh lulusan
pendidikan profesi, spesialis, atau subspesialis.
- Sertifikat profesi diberikan kepada lulusan
pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
- Sertifikat profesi sebagaimana dimaksud pada
diterbitkan oleh Perguruan Tinggi bersama
dengan Kementerian, Kementerian Lain, LPNK,
dan/atau Organisasi Profesi.
Pengertian
1. Insinyur adalah seseorang yang mempunyai gelar profesi di
bidang Keinsinyuran.
2. Program Profesi Insinyur adalah program pendidikan tinggi
setelah program sarjana untuk membentuk kompetensi
Keinsinyuran.
3. Uji Kompetensi adalah proses penilaian kompetensi Keinsinyuran
yang secara terukur dan objektif menilai capaian kompetensi
dalam bidang Keinsinyuran dengan mengacu pada standar
kompetensi Insinyur.
4. Sertifikat Kompetensi Insinyur adalah bukti tertulis yang
diberikan kepada Insinyur yang telah lulus Uji Kompetensi.
5. Surat Tanda Registrasi Insinyur adalah bukti tertulis yang
dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia kepada Insinyur
yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur dan diakui
secara hukum untuk melakukan Praktik Keinsinyuran.
Pengertian (lanjutan)
6. Dewan Insinyur Indonesia adalah lembaga
yang beranggotakan pemangku kepentingan
dalam penyelenggaraan Keinsinyuran yang
berwenang membuat kebijakan
penyelenggaraan Keinsinyuran dan
pengawasan pelaksanaannya.
Pengertian (lanjutan)
5. Teknologi adalah penerapan dan pemanfaatan
berbagai cabang Ilmu Pengetahuan yang
menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan dan
kelangsungan hidup, serta peningkatan mutu
kehidupan manusia.
6. Humaniora adalah disiplin akademik yang mengkaji
nilai intrinsik kemanusiaan.
Standar Profesi Keinsinyuran
Untuk menjamin mutu kompetensi dan
profesionalitas layanan profesi Insinyur,
dikembangkan standar profesi Keinsinyuran
yang terdiri atas:
a. standar layanan Insinyur;
b. standar kompetensi Insinyur; dan
c. standar Program Profesi Insinyur.
Standar Profesi Insinyur
1. Standar layanan Insinyur ditetapkan oleh
menteri yang membina bidang Keinsinyuran
atas usul PII.
2. Standar kompetensi Insinyur ditetapkan oleh
Dewan Insinyur Indonesia bersama menteri yang
membina bidang Keinsinyuran.
3. Standar Program Profesi Insinyur ditetapkan oleh
Menteri yang disusun atas usul perguruan tinggi
penyelenggara Program Profesi Insinyur bersama
dengan menteri yang membina bidang
Keinsinyuran dan Dewan Insinyur Indonesia.
Program Profesi Insinyur
Untuk memperoleh gelar profesi Insinyur, seseorang harus
lulus dari Program Profesi Insinyur.
Syarat untuk dapat mengikuti Program Profesi Insinyur
meliputi:
a. sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik,
baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun
perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan; atau
b. sarjana pendidikan bidang teknik atau sarjana bidang
sains yang disetarakan dengan sarjana bidang teknik
atau sarjana terapan bidang teknik melalui program
penyetaraan.
Program Profesi Insinyur dapat diselenggarakan melalui
mekanisme rekognisi pembelajaran lampau.
Program Profesi Insinyur
- Program Profesi Insinyur diselenggarakan oleh perguruan
tinggi bekerja sama dengan kementerian terkait, PII, dan
kalangan industri dengan mengikuti standar Program
Profesi Insinyur.
- Seseorang yang telah memenuhi standar Program Profesi
Insinyur, baik melalui program profesi maupun melalui
mekanisme rekognisi pembelajaran lampau, serta lulus
Program Profesi Insinyur berhak mendapatkan sertifikat
profesi Insinyur dan dicatat oleh PII.
- Gelar profesi Insinyur disingkat dengan ”Ir.” dan
dicantumkan di depan nama yang berhak menyandangnya.
- Gelar profesi Insinyur diberikan oleh perguruan tinggi
penyelenggara Program Profesi Insinyur yang bekerja sama
dengan kementerian terkait dan PII.
Registrasi Insinyur
1. Setiap Insinyur yang akan melakukan Praktik
Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda
Registrasi Insinyur.
2. Surat Tanda Registrasi Insinyur dikeluarkan oleh PII.
3. Untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Insinyur,
seorang Insinyur harus memiliki Sertifikat Kompetensi
Insinyur.
4. Sertifikat Kompetensi Insinyur diperoleh setelah lulus
Uji Kompetensi.
5. Uji Kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi
profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Proses izin praktek profesi insinyur
di Indonesia

Tugas Perguruan Tinggi

Lulus
SYARAT: Proses
1. Sarjana teknik Pendidikan
atau sarjana
Profesi
terapan teknik
2. sarjana Bergelar Uji
pendidikan teknik “Ir,” Kompetensi
dan sarjana sain
Proses Lulus
yang telah rekognisi
disetarakan pendidikan
dengan sarjana Lulus
masa
bidang teknik
lampau
Memperoleh
BOLEH Surat Tanda Sertifkat
PRAKTEK Kompetensi
Registrasi Insinyur Insinyur
INSINYUR

Copyright: Indratmo
Keberlakuan Surat Tanda Registrasi Insinyur
• Surat Tanda Registrasi Insinyur berlaku selama 5 (lima)
tahun dan diregistrasi ulang setiap 5 (lima) dengan tetap
memenuhi persyaratan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan.
• Surat Tanda Registrasi Insinyur tidak berlaku karena:
a. habis masa berlakunya dan yang bersangkutan tidak
mendaftarkan ulang;
b. permintaan yang bersangkutan;
c. meninggalnya yang bersangkutan; atau
d. pencabutan Surat Tanda Registrasi Insinyur oleh PII atas
malapraktik atau pelanggaran kode etik Keinsinyuran
yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
Sanksi dan Denda bagi Insinyur tanpa
Surat Tanda Registrasi Insinyur
• Insinyur yang melakukan kegiatan Keinsinyuran tanpa
memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur dikenai
sanksi administratif.
• Sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis; dan/atau
b. penghentian sementara kegiatan Keinsinyuran.
• Insinyur yang dalam kegiatannya menimbulkan
kerugian materiil dikenai sanksi administratif berupa
denda.
Sanksi bagi Insinyur dengan Surat Tanda
Registrasi Insinyur yang melakukan malpraktek
• Insinyur yang telah mendapatkan Surat Tanda
Registrasi Insinyur kemudian melakukan kegiatan
Keinsinyuran yang menimbulkan kerugian materiil,
Insinyur tersebut dikenai sanksi administratif.
• Sanksi administratif tesebut berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda;
c. penghentian sementara kegiatan Keinsinyuran;
d. pembekuan Surat Tanda Registrasi Insinyur;
dan/atau
e. pencabutan Surat Tanda Registrasi Insinyur.
HAK dan KEWAJIBAN
Hak dan Kewajiban Insinyur :
a. melakukan kegiatan Keinsinyuran sesuai dengan
standar Keinsinyuran;
b. memperoleh jaminan pelindungan hukum selama
melaksanakan tugasnya sesuai dengan kode etik
insinyur dan standar Keinsinyuran;
c. memperoleh informasi, data, dan dokumen lain yang
lengkap dan benar dari Pengguna Keinsinyuran sesuai
dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
d. menerima imbalan hasil kerja sesuai dengan perjanjian
kerja; dan
e. mendapatkan pembinaan dan pemeliharaan
kompetensi profesi Keinsinyuran.
Insinyur Asing
• Insinyur Asing hanya dapat melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia sesuai
dengan kebutuhan sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi
pembangunan nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah.
• Insinyur Asing yang melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki
surat izin kerja tenaga kerja asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
• Untuk mendapat surat izin kerja di Indonesia, Insinyur Asing harus memiliki Surat
Tanda Registrasi Insinyur dari PII berdasarkan surat tanda registrasi atau sertifikat
kompetensi Insinyur menurut hukum negaranya.
• Insinyur Asing yang melakukan kegiatan Keinsinyuran di Indonesia tanpa
memenuhi persyaratan dikenai sanksi administratif. Sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara kegiatan Keinsinyuran;
c. pembekuan izin kerja;
d. pencabutan izin kerja; dan/atau
e. tindakan administratif lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
f. Insinyur Asing yang dalam kegiatannya menimbulkan kerugian materiil
dikenai sanksi administratif berupa denda.
Pasal Penting Kode Etik (ps. 41)
Pasal 41
1. Untuk menjamin kelayakan dan kepatutan
Insinyur dalam melaksanakan Praktik
Keinsinyuran, ditetapkan kode etik Insinyur
sebagai pedoman tata laku profesi.
2. Kode etik Insinyur sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) disusun oleh PII.
3. Seseorang yang akan menjadi Insinyur
wajib menyatakan kesanggupan untuk
mematuhi kode etik Insinyur.
1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

9
STANDAR STANDAR
8 DITENDIK SARPRAS

7 ACUAN
ACUAN

STANDAR STANDAR
6 STANDAR ISI
PROSES PENILAIAN

5 MENCAPAI
MENCAPAI STANDAR
STANDAR
4 PENGELO-
PEMBIAYAAN
LAAN
3
2
dirumuskan sesuai jenis dan jenjang program studi,
1 dirumuskan oleh forum
dicantumkan pada Lampiran SN DIKTI, dan dapat
prodi sejenis atau
ditambahkan oleh Perguruan Tinggi
pengelola prodi (dlm hal
tdk memiliki forum
Prodi) dan ditetapkan
dalam SK Dirjen
9/8/2018 5:27 PM 22
KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA
MERAJUT ANTARA DIKTI & LAPANGAN KERJA
AKADEMIK PROFESI VOKASI
S3: Doctor S3: Doktor
Specialist Terapan 9

S2: Magister S2: Magister 8 Ahli


Terapan

7
Profesional

S1: Sarjana 6
S1: Sarjana
Terapan /D IV Teknisi/Anali
5 s
D III
4
D II

DI 3

2 Operator
General High Vocational
School (3) High School
(3) 1
Doktor Doktor
(S3) (S3) Terapan
Sistem RPL
Magister Magister persyaratan
(S2) (S2) Terapan masuk matrikulasi
Perpindahan
jenis/strata

Semuanya akan
diatur dengan
Sarjana Diploma 4 peraturan Menteri
(S1) (D4)

Diploma 3 (D3)

Diploma 2 (D2)

Diploma 1 (D1)

Sekolah Menegah Atas/ Kejuruan/ Madrasah Alyah


Pasal
MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL 10,11
BAB VI REGISTRASI INSINYUR UU KEINSINYURAN

PENJELASAN
Tanggung jawab Untuk Ijin
keselamatan dan Praktik Insinyur Kerja memikul
keamanan masyarakat Bertanggung jawab Tanggung Pasal 10
dan keberlanjutan Jawab (1) Setiap insinyur yang
lingkungan Memikul akan melakukan Praktik
keinsinyuran harus Keselamatan/ Surat Tanda Keinsinyuran di
dilakukan oleh insinyur Indonesia harus memiliki
yang kompeten Keamanan Masyarakat Registrasi Surat Tanda Registrasi
Insinyur Insinyur.
Tidak semua insinyur (2) Surat Tanda Registrasi
perlu uji kompetensi Sertifikat REGISTRASI INSINYUR Insinyur sebagaimana
Kompetensi Insinyur dimaksud pada ayat (1)
hingga bersertfikat
dikeluarkan oleh PII
kompetensi, hanya
yang siap menyandang Lembaga
tanggung jawab saja
UJI KOMPETENSI sertifikasi Pasal 11
(2) Sertifikat Kompetensi
Insinyur sebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
RUU KEINSINYURAN Peningkatan diperoleh setelah lulus
Pasal 11 Kompetensi Insinyur: uji kompetensi.
(3) Uji kompetensi
(1)Untuk memperoleh sebagaimana dimaksud
Surat Tanda Registrasi pada ayat (2) dilakukan
Insinyur, seorang Bekerja dalam profesi
oleh lembaga sertifikasi
Insinyur harus memiliki keinsinyuran: profesi sesuai dengan
Sertifikat Kompetensi Memupuk ketentuan peraturan
Insinyur. perundang-undangan.
Kompetensi
Pasal
SURAT TANDA TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL 12, 13,14

PENJELASAN UU KEINSINYURAN

Insinyur yang telah Pasal 12


memiliki Surat Tanda Surat tanda registrasi Insinyur
paling sedikit mencantumkan:
Registrasi Insinyur a.jenjang kualifikasi profesi; dan
harus siap memikul b.masa berlaku.
tanggung jawab Untuk Ijin
keselamatan dan
Praktik Insinyur Kerja memikul
Bertanggung jawab Tanggung Pasal 13
keamanan masyarakat Jawab Surat Tanda Registrasi Insinyur
dan keberlanjutan Memikul berlaku selama 5 (lima) tahun
lingkungan Keselamatan/Keamanan dan diregistrasi ulang setiap 5
Surat Tanda (lima) tahun sekali dengan tetap
Dalam kesetaraan
Masyarakat Registrasi memenuhi persyaratan
internasional, sebagaimana dimaksud dalam
Insinyur Pasal 11 dan persyaratan
pemilikan Surat Tanda REGISTRASI INSINYUR Pengembangan Keprofesian
Registrasi Insinyur Sertifikat
Berkelanjutan.
berpadanan dengan Kompetensi Insinyur
Engineer Register atau Pasal 14
Professional Engineer Surat Tanda Registrasi Insinyur
Register tidak berlaku karena:
a.habis masa berlakunya dan
yang bersangkutan tidak
mendaftarkan ulang;
b.permintaan yang bersangkutan;
c.meninggalnya yang
bersangkutan; atau
d.pencabutan Surat Tanda
Registrasi Insinyur oleh PII atas
malapraktik atau pelanggaran
kode etik Keinsinyuran yang
dilakukan oleh yang
bersangkutan.
Pasal
SANKSI TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL 15,16,17
RUU KEINSINYURAN UU KEINSINYURAN
Pasal 16
(1) Dalam hal Insinyur yang
telah mendapatkan Surat
Tanda Registrasi Insinyur
sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 10 melakukan
kegiatan Keinsinyuran yang
Pasal 16 Untuk Ijin menimbulkan kerugian
Kerja memikul materiil, Insinyur dikenai
(2) Sanksi administratif Praktik Insinyur sanksi administratif.
sebagaimana dimaksud Tanggung
pada ayat (1) berupa: Bertanggung jawab Jawab
a. peringatan tertulis; Memikul
b. denda; Pasal 15
c. penghentian sementara Keselamatan/Keamanan Surat Tanda (1) Insinyur yang melakukan
kegiatan Keinsinyuran; Masyarakat kegiatan Keinsinyuran
d. pembekuan Surat Tanda
Registrasi tanpa memiliki Surat Tanda
Registrasi Insinyur; Insinyur Registrasi Insinyur
dan/atau sebagaimana dimaksud
e. pencabutan Surat Tanda dalam Pasal 10 dikenai
Registrasi Insinyur. Sertifikat REGISTRASI INSINYUR sanksi administratif.
Kompetensi Insinyur (2) Sanksi administratif
sebagaimana dimaksud
Pasal 17 pada ayat (1) berupa:
Ketentuan lebih lanjut a) peringatan tertulis;
mengenai registrasi Insinyur dan/atau
sebagaimana dimaksud b) penghentian sementara
dalam Pasal 10 sampai kegiatan Keinsinyuran.
dengan Pasal 14 dan tata (3) Insinyur sebagaimana
cara pengenaan sanksi dimaksud pada ayat (1)
administratif sebagaimana yang dalam kegiatannya
dimaksud dalam Pasal 15 menimbulkan kerugian
dan Pasal 16 diatur dalam materiil dikenai sanksi
Peraturan Pemerintah. administratif berupa denda.
Pasal
MEMELIHARA KOMPETENSI PROFESIONAL 13,23
UU KEINSINYURAN
BAB VIII
Pasal 23
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (5) PII melakukan
pemantauan dan penilai-
an atas pelaksanaan
Pengembangan
PENJELASAN
Memelihara Keprofesian
Berkelanjutan.
Kompetensi dan
Mengembangkan Pasal 23
(3) Standar Pengembangan
Tanggung jawab Keprofesian Berkelan-
RUU KEINSINYURAN sosial jutan disusun dan
PII ditetapkan oleh Dewan
Pasal 23 Insinyur Indonesia sesuai
(1)Pengembangan dengan perkembangan
Keprofesian Pengembangan kemajuan ilmu pengeta-
Berkelanjutan bertujuan: Keprofesian huan dan teknologi.
a.memelihara kompeten- Berkelanjutan: (4) Pengembangan
si dan profesionalitas Keprofesian Berkelan-
Insinyur; dan jutan merupakan syarat
b.mengembangkan untuk perpanjangan Surat
tanggung jawab sosial Tanda Registrasi Insinyur.
Insinyur pada
lingkungan profesinya
dan masyarakat di Praktik Insinyur Perpanjangan Pasal 13
Surat Tanda Registrasi
sekitarnya. Bertanggung jawab Insinyur berlaku selama 5
(2) Pengembangan
Keprofesian Memikul Surat Tanda
(lima) tahun dan diregistrasi
ulang setiap 5 (lima) tahun
Berkelanjutan Keselamatan/Ke- Registrasi sekali dengan tetap
diselenggarakan oleh
PII dan dapat bekerja amanan Masyarakat Insinyur memenuhi persyaratan
sebagaimana dimaksud
sama dengan lembaga dalam Pasal 11 dan
pelatihan dan persyaratan Pengembangan
pengembangan profesi. Keprofesian Berkelanjutan.
Pasal Penting Kode Etik (ps. 41)
Pasal 41
1. Untuk menjamin kelayakan dan kepatutan
Insinyur dalam melaksanakan Praktik
Keinsinyuran, ditetapkan kode etik Insinyur
sebagai pedoman tata laku profesi.
2. Kode etik Insinyur sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) disusun oleh PII.
3. Seseorang yang akan menjadi Insinyur
wajib menyatakan kesanggupan untuk
mematuhi kode etik Insinyur.
1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

9
STANDAR STANDAR
8 DITENDIK SARPRAS

7 ACUAN
ACUAN

STANDAR STANDAR
6 STANDAR ISI
PROSES PENILAIAN

5 MENCAPAI
MENCAPAI STANDAR
STANDAR
4 PENGELO-
PEMBIAYAAN
LAAN
3
2
dirumuskan sesuai jenis dan jenjang program studi,
1 dirumuskan oleh forum
dicantumkan pada Lampiran SN DIKTI, dan dapat
prodi sejenis atau
ditambahkan oleh Perguruan Tinggi
pengelola prodi (dlm hal
tdk memiliki forum
Prodi) dan ditetapkan
dalam SK Dirjen
9/8/2018 5:27 PM 30
KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA
MERAJUT ANTARA DIKTI & LAPANGAN KERJA
AKADEMIK PROFESI VOKASI
S3: Doctor S3: Doktor
Specialist Terapan 9

S2: Magister S2: Magister 8 Ahli


Terapan

7
Profesional

S1: Sarjana 6
S1: Sarjana
Terapan /D IV Teknisi/Anali
5 s
D III
4
D II

DI 3

2 Operator
General High Vocational
School (3) High School
(3) 1
Doktor Doktor
(S3) (S3) Terapan
Sistem RPL
Magister Magister persyaratan
(S2) (S2) Terapan masuk matrikulasi
Perpindahan
jenis/strata

Semuanya akan
diatur dengan
Sarjana Diploma 4 peraturan Menteri
(S1) (D4)

Diploma 3 (D3)

Diploma 2 (D2)

Diploma 1 (D1)

Sekolah Menegah Atas/ Kejuruan/ Madrasah Alyah