Anda di halaman 1dari 16

NO STRUKTUR GANGGUAN/PENYAKIT

A. MATA

1 Benda asing di konjungtiva

2 Konjungtivitis

3 Pterigium
CONJUCNTIVA

4 Perdarahan subkonjungtiva

5 Mata kering

6 Blefaritis

7 Hordeolum

8 Chalazion

9 Laserasi kelopak mata

10 Entropion

PALPEBRA

11 Trikiasis

12 Lagoftalmus
13 Epikantus

14 Ptosis

15 Retraksi kelopak mata

16 Xanthelasma

17 Dakrioadenitis

18 dakriosistisis
APARATUS LACRIMAL
19 Dakriostenosis

20 Laserasi duktus lakrimal

21 Skleritis

SKLERA

22 Episkleritis

23 Erosi

24 Benda asing di kornea


25 Luka bakar kornea

26 Keratitis

27 kerao-konjungtivitis sicca

KORNEA

28 Edema kornea

29 Keratokonus
30 Xerophtalmia

31 Endoftalmitis

BULBUS OCULI
32 Mikroftalmos

33 Hifema
ANTERIOR CHAMBER

34 Hipopion

35 CAIRAN VITREOUS Perdarahan vitreous

36 Iridosiklitis, iritis
IRIS DAN BADAN SILLIER

37 Tumor iris

38 Katarak

39 Afakia kongenital
LENSA

40 Dislokasi lensa

41 Hipermetropia ringan

42 Miopia ringan

43 Astigmatism ringan
44 Presbiopia

45 Anisometropia pada dewasa


AKOMODASI DAN
REFRAKSI

46 Anisometropia pada anak

47 Ambliopia

48 Diplopia binokuler

49 Buta senja

50 Skotoma

Hemianopia, bitemporal, and


51 homonymous

52 Gangguan lapang pandang

53 Ablasio retina

RETINA Perdarahan retina, oklusi pembuluh


54 darah retina

55 Degenerasi makula karena usia

Retinopati (diabetik, hipertensi,


56 prematur)
57 Karioretinitis

58 Optic disc cupping

DISKUS OPTIK DAN


59 SARAF MATA Edema papil

60 Atrofi optik

61 Neuropati optik

62 Neuritis optik

63 Glaukoma akut

GLAUKOMA

64 glaukoma lainnya

B. TELINGA

65 Tuli (kongenital, perseptif, konduktif)

66 Inflamasi pada aurikular

67 Herpes zoter pada telinga

68 Fistula pre-aurikular

69 Labirintis
70 Otitis eksterna

71 Otitis media akut

72 Otitis media serosa

73 Otitis media kronik

74 Mastoiditis

75 Miringitis bullosa

76 TELINGA, Benda asing


PENDENGARAN, DAN
KESEIMBANGAN

77 Perforasi membran timpani

78 Otosklerosis

79 Timpanosklerosis

80 Kolesteatoma

81 Perbiakusis
82 Serumen prop

83 Mabuk perjalanan

84 Trauma akustik akut

85 Trauma aurikular

86 Deviasi septum hidung

87 Furunkel pada hidung

88 Rhinitis akut

89 Rhinitis vasomotor

90 Rhinitis alergika

91 Rhinitis kronik

92 Rhinitis medikamentosa

HIDUNG DAN SINUS


HIDUNG
93 Sinusitis
HIDUNG

94 Sinusitis frontal akut

95 Sinusitis maksillaris akut

96 Sinusitis kronik

97 Benda asing

98 Epistaksis

99 Etmoiditis akut

100 Polip

Fistula dan kista brankial lateral dan


101 medial

102 Higroma kistik


KEPALA DAN LEHER
103 Tortikolis

104 Abses bezold


DESKRIPSI/KELAINAN ANATOMI

Adanya benda asing pada konjungtiva


menyebabkan iritasi jaringan

Radang pada konjungtiva


Pertumbuhan jaringan fibrovaskuler
menyerupai sayap, merupakan lipatan
dari konjungtiva, menginvasi
bagian superfisial dari kornea

Rupturnya pembuluh darah yang berada


di konjungtiva
Peratoconjunctivitis sicca (KCS) atau
kekeringan pada kornea dan conjunctiva

Peradangan pada kelopak mata karena


kolonisasi bakteri menyebabkan bagian
tersebut terlihat bengkak dan merah

Penyumbatan pada kelenjar minyak yang


terletak di sepanjang tepi palpebra yang
memblokir kelancaran drainase kelenjar

Kondisi dimana palpebra atas dan bawah


terdapat tumor dan mengalami
pembengkakan karena tersumbatya
kelenjar sebaseum

Terpotongnya jaringan pada palpebra

terlipat ke arah dalam sehingga kondisi


ketika palpebra terlipat ke dalam
membuat bulu mata bergesekan dengan
permukaan mata (kornea)

kondisi dimana silia bulu mata


melengkung ke arah bola mata akibat
adanya inflamasi atau sikatrik pada
palpebra setelah operasi palpebra,
trauma, kalazion atau blefaritis berat

Ketidakmampuan menutupnya bola mata


secara volunter
lipatan kulit yang meluas dari kelopak
mata bawah ke kelopak mata atas)

Jatuhnya palpebra akibat gangguan N. III


yang mempersarafi m. levator palpebra

Kondisi dimana kolesterol menumpuk di


bawah atau atas kelopak mata

Inflamasi pada kelenjar air mata pars


sekretorik
Peradangan dari sakus lakrimalis,
kebanyakan disebabkan oleh obstruksi
duktus nasolakrimalis

Penyumbatan duktus nasolakrimalis

Robeknya saluran sistim lakrimalis


disebabkan oleh trauma langsung atau
tidak langsung
Radang kronis granulomatosa pada sklera
yang ditandai dengan destruksi kolagen,
infiltrasi sell dan vaskulitis.

Reaksi inflamasi pada jaringan episklera


yang terletak di antara konjungtiva dan
sklera

Keadaan terkelupasnya epitel kornea


yang diakibatkan oleh gesekan keras
pada epitel kornea

peradangan atau inflamasi pada bagian


kornea mata
keadaan dimana permukaan kornea dan
konjungtiva kering karena berkurangnya
fungsi air mata

keadaan dimana bertambahnya cairan


dalam stroma kornea disebabkan karena
kerusakan sel-sel endotel

Kondisi dimana kornea terbentuk mirip


kerucut sebagai akibat dari proses
penipisan stroma kornea
Terjadi kekeringan pada selaput lendir
(konjunctiva) dan selaput kering (kornea)
mata

Peradangan supuratif pada bola mata

Gangguan perkembangan saat kedua


atau salah satu mata menjadi berukuran
kecil dan memiliki struktur anatomi yang
tidak normal

dimana terdapat darah di dalam bilik


mata depan, yaitu daerah di antara
kornea dan iris, terjadi akibat trauma
tumpul yang merobek pembuluh darah
iris atau badan siliar dan bercampur
dengan humor aqueus (cairan mata) yang
jernih
Akumulasi sel darah putih (nanah) di
ruang anterior mata
Ekstravasasi darah ke salah satu ruang
potensial yang terbentuk di dalam dan di
sekitar korpus vitreus

Reaksi jaringan uvea sehingga


menimbulkan iridosiklitis atau radang
uvea anterior

melanoma iris
bagian keruh pada lensa mata yang
biasanya bening
tidak memiliki lensa pada saat lahir
lensa kristalina bergeser atau berubah
posisinya dari kedudukan normalnya
diakibatkan rupturnya zonulazinii sebagai
pemegangnya

panjangnya bola mata yang lebih pendek.


Akibat bola mata yang lebih pendek,
bayangan benda akan difokuskan di
belakang retina

kelainan refraksi dimana sinar sejajar


yang masuk ke mata dalam keadaan
istirahat (tanpa akomodasi) akan
dibiaskan membentuk bayangan di depan
retina

kelainan bentuk lensa mata atau kornea


sehingga kesulitan untuk melihat objek
secara jelas
kelemahan otot akomodasi dan lensa
mata menjadi tidak kenyal/berkurang
elastisnya akibat sclerosis lensa

perbedaan refraksi antara kedua mata


dimana Mata tidak dapat berakomodasi
secara independen dan mata yang
hiperopia terus-menerus kabur

perbedaan kekuatan refraksi lensa sferis


atau silinder antara mata kanan dan mata
kiri

gangguan penglihatan karena tidak


maksimalnya fungsi antara mata dan otak

Ketidakserasian okuler, persambungan


mioneural (misalnya miastenia gravis),
atau otot-otot ekstraaokuler

Rabun ayam terjadi karena malgizi


vitamin A
Daerah buta atau agak buta dalam
lapangan pandang

Lesi di sepanjang lintasan nervus optikus


(N.II) hingga korteks sensorik

terpisahnya lapisan sensori retina dari


lapisan epitel karena robeknya retina
pada mata, yang kemudian
mengakibatkan adanya pendorongan
retina oleh cairan mata (vitreous humor)
yang masuk melalui lubang atau robekan
retina tadi ke dalam rongga sub retina

Perdarahan retina dapat disebabkan oleh


cedera
Kelainan degeneratif yang mengenai
polus posterior retina khususnya
makula
lutea
Peradangan koroid dan retina jauh di
mata
Kumpulan penyakit yang mempunyai
karakteristik neuropati optik karena
peningkatan tahanan aliran aquous pada
trabekular meshwork dan dengan
pertambahan usia terjadi proses
degenerasi dan sklerosis/iskemik di
trabekular meshwork.

Pembengkakan disk optik


Kerusakan serat sebagian saraf optik atau
seluruhnya dan digantikan oleh jaringan
ikat

Gangguan fungsional atau perubahan


patologis pada nervus optikus

Inflamasi pada saraf optik


Hambatan penyaluran keluar cairan
akous sehingga menyebabkan
peningkatan tekanan intra okular
mendadak dan dramatis

Kerusakan pada saraf optik yang biasanya


diakibatkan oleh adanya tekanan di
dalam mata

Reaksi tubuh terhadap invasi bahan


infeksi, antigen atau karena cedera fisik
terdapat pada kulit, kartilago serta
lapisan jaringan ikat sekitarnya atau
perikondrium aurikula

infeksi pada saraf pendengaran oleh virus


herpes zoster
Suatu traktus yang didasari oleh epitel
skuamos yang
bermula di depan daun telinga

Infeksi pada telinga dalam (labirin) yang


disebabkan oleh bakteri atau virus
Radang telinga akut maupun kronis yang
disebabkan infeksi bakteri, jamur dan
virus yangmenyebar ke pina,
periaurikular, atau ke tulang temporal

Peradangan sebagian atau seluruh


mukosa telinga tengah
Peradangan pada sebagian atau seluruh
mukosa telinga tengah, tuba Eustachius,
antrum mastoid yang disebabkan adanya
cairan

Peradangan pada mukosa telinga bagian


tengah (auris media), tuba eustachius,
dan antrum mastoideum yang terjadi
selama lebih dari dua bulan

Peradangan tulang mastoid berasal dari


kavum timpani
Perandangan virus pada membran
timpani
Sumbatan pada telinga oleh suatu benda
baik itu benda mati atau benda hidup

Hilangnya sebagian jaringan dari


membran timpani yang menyebabkan
hilangnya sebagian atau seluruh fungsi
dari membrane timpani

Adanya bagian tulang yang tumbuh


abnormal pada sekitar stapes
penyakit membran tympani dimana
terdapat bercak-bercak putih tebal pada
atau menjadi putih dan tebal seluruhnya
akibat timbunan kolagen terhialinisasi
pada bagian tengahnya

Kista epithelial yang berisi deskuamasi


epitel/keratin dimana sel epitel debris
mengumpul dalam telinga bagian tengah,
membentuk kista yang merusak struktur
telinga dan mengurangi pendengaran,
seperti pada mastoiditis

Tuli sensorineural pada usia lanjut akibat


proses degenerasi organ pendengaran
Penumpukkan serta pengerasan serumen
di antara telinga sampai dengan gendang
telinga atau selaput Timpani

Terjadi jika sistem vestibular (pusat


keseimbangan di telinga bagian dalam)
terganggu selama perjalanan

Kerusakan sistem pendengaran akibat


paparan energy akustik yang kuat dan
mendadak

cedera pada telinga luar yang


menyebabkan memar,edem, sampai
robekan diantara kartilago dan
perikondrium

Cidera yang menyerang hidung


mengakibatkan septum pada hidung
yang asalnya berada pada garis tengah
menjadi bergeser ke arah yang
berlawanan atau terjadi pembengkokan
pada septum

Infeksi dari kelenjar sebasea atau folikel


rambut yang melibatkan jaringan
subkutan

Peradangan pada mukosa hidung yang


berlangsung akut(<12 minggu)
Pembengkakan dalam pembuluh darah di
dalam hidung
Kelainan pada hidung dengan gejala
bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan
tersumbat setelah mukosa hidung
terpapar alergen yang diperantarai oleh
IgE

Peradangan kronis pada membran


mukosa
Gangguan respons normal vasomotor.
Kelainan ini akibat dari pemakaian
vasokontriktor topikal (obat tetes hidung
atau obat semprot hidung) dalam waktu
lama dan berlebihan

Peradangan atau infeksi dari satu atau


lebih pada membran mukosa sinus
paranasal dan terjadi obstruksi dari
mekanisme drainase normal
pembengkakan pada sinis frontal (dahi)

Penyakit infeksi akut mukosa sinus


maksilaris
Peradanggan pada sinus yang bisa
disebabkan oleh polip hidung atau
karena septum hidung yang tidak normal

Benda yang berasal dari luar tubuh


(eksogen) atau dari dalam tubuh
(endogen), yang dalam keadaan normal
tidak ada dalam hidung

Perdarahan akut yang berasal dari lubang


hidung (plexus aurbach) atau nasofaring

Infeksi dari sinus-sinus ethmoid, yang


berbentuk seperti sarang lebah terdiri
dari sel-sel udara yang berkumpul antara
kavum nasal dan orbita

Pertumbuhan jaringan pada dinding


saluran pernapasan hidung atau pada
sinus

Kista yang dihasilkan oleh kegagalan


hilangnya celah brankial dimana kista
celah brankial

Bagian dari malformasi saluran limfatik

Gangguan pada otot sternokleidomastoid

Abses leher dalam yang berkembang


mirip dengan abses subperiosteal secara
patologi