Anda di halaman 1dari 2

KOMPOSIT PADA SEPEDA MOTOR

Pemakaian logam khususnya baja sebagai bahan baku dalam dunia manufaktur dan konstruksi mulai
berkurang seiring dengan perkembangan teknologi dan pertimbangan terhadap masalah lingkungan dalam
pengembangan material teknik. Material komposit mulai dikembangakan karena meningkatnya kebutuhan
akan material yang kuat, ringan, tahan korosi, murah dan ramah lingkungan.

1. Tameng Perisai Depan Motor :


Dapat dibuat dari material berbahan GFRP (Glass Fibre Reinforced Plastic) yaitu penguat serat
acak (E-glass) dan matriks polyester dengan tambahan katalis mekpo. Proses pembuatan dilakukan
dengan hand lay up dan proses pencetakan terbuka. Selain penggunaan serat sintesis berupa
fiberglass, dapat juga digantikan dengan biokomposit, salah satunya penguat (filler) berupa serat
ijuk dan matriks polyester. Komposisinya adalah 91% polyester dan 9% serat ijuk dengan serat
lurus (searah sudut 90°).

2. Rangka (Frame)
Dapat dibuat dari komposit box beam yang merupakan komposit yang tersusun dari 5 lapisan yang
terdiri dari 4 sisi kulit permukaan (skin) dan 1 material inti (core) dibagian tengahnya. Skin
komposit dibuat dengan menggabungan 4 sisi lapisan kulit (skin), skin terbuat dari serat Rami tipe
woven (anyam), dan serat E-glass tipe random. Core yang digunakan adalah spons hitam, karena
relatif kuat, ringan, tahan air dan juga relatif lentur

3. Disk Brake
Dapat dibuat dari material berbahan Aluminium Matrix Composites (AMCs) dapat digunakan
sebagai pengganti material cast iron. Komponen dengan AMCs 60% lebih ringan, koefisien gesek
25%-30% lebih besar, dan konduktivitas termal AMCS dua sampai tiga kali dari material cast iron.
Disk Brake AMCs ini mengandung matriks (Al-3Si+1.2Cu) dan partikel penguat (SiC+Al2O3).

4. Kampas Rem (Brake Pads)


Dapat dibuat dari material berbahan Polymer Matrix Composite (PMC). Fly ash batu bara
memiliki fraksi berat alumina dan silika yang cukup tinggi sehingga digunakan sebagai partikel
penguat PMC menggantikan material keramik seperti MgO dan Al2O3. Komposisi komposit yang
digunakan adalah 60% resin epoksi dan 40% fly ash.

5. Knalpot (Exhaust Cover) :


Dapat dibuat dari material berbahan komposit hybrid. Material komposit ini berpenguat dua lapis
serat sintesis (fiber glass) dan satu lapis serat alam (serat rami) dengan matriks Unsaturated
Polyester Resin (UPR). Metode yang digunakan dalam pembuatan adalah metode vacuum infusion
dengan pola aliran samping.

6. Intake Manifold :
Dapat dibuat dari material komposit dengan penguat serat ijuk dan matrik resin untuk
menggantikan bahan ebonite dan alumunium. Penggunaan material ini menyebabkan
penurunan konsumsi bahan bakar bila dibandingkan dengan intake manifold standar.

7. Ban :
Dapat dibuat dari material komposit dangan penguat silika karbida

8. Frame Kaca Spion :


Dapat dibuat dari material komposit berpenguat serat rami dan bermatrik karet ebonit (Hard
Natural Ebonite). Pembuatan komposit dengan menggunakan metode cetak tekan panas (Hot Press
Mold).