Anda di halaman 1dari 4

PENGAMATAN KAPANG KELAS DEUTEROMYCETES

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Mikologi

Yang Dibimbing Oleh Ibu Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd

Disusun Oleh:

Kelompok 4/ Offering GHP:

Desi Yulia Safitri (160342606202)


Dhita Humaira El-Annisaa (160342606283)
Dies Naris Wari Pudjafinisya (160342606263)
Luthfi Helen Hasanah (160342606239)
Puji Lestari (160342606278)
Sulistya Ika Ramadhani (160342606299)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI S1 BIOLOGI
Nopember 2018
A. TOPIK
Pengamatan Kapang Kelas Deuteromycetes

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui ciri-ciri morfologi koloni kapang yang termasuk
dalam kelas Deuteromycetes
2. Untuk mengetahui ciri-ciri sitologi kapang yang termasuk kelas
Deuteromycetes

C. DASAR TEORI
Kapang Deuteromycetes merupakan kapang bersifat saprofit yang
banyak terdapat pada berbagai jenis materi organik, sebagai parasit pada
tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias.
Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu dermatokinosis
(kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu (Dwidjoputro,
2005). Deuteromycetes disebut sebagai kapang tak sempurna karena
kapang ini belum di ketahui cara reproduksi seksualnya. Deuteromycetes
bereproduksi aseksual dengan spora vegetatif. Reproduksi aseksual dengan
menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut konidiofor
(Agrios, 1996).
Salah satu spesies yang termasuk dalam kelas Deuteromycetes
yaitu Fusarium solani adalah salah satu kapang patogen yang menyerang
cabai rawit (Sundaramoorthy et al, 2012). Fusarium solani menyebabkan
layu fusarium pada daun cabai dan mampu menyerang tanaman sejak
masa perkecambahan hingga dewasa (Mukarlina dkk., 2010). Fusarium
solani menghasilkan spora aseksual yaitu makrokonidia dan mikrokonidia
Reproduksi seksualnya menghasilkan chlamydospores dan overwi
nters sebagai miselium atau spora pada jaringan yang terinfeksi/mati
atau biji. Hal ini dapat menyebar melalui udara, peralatan, dan air
(Chavan, S.2007). Makrokonidia Fusarium solani cenderung silinder di
daerah pusat, dinding terlihat paralel dan relatif berat dan tampak kuat.
Bentuk Makrokonidia tidak semua terlalu melengkung, beberapa individu
berbentuk hampir lurus yang bertumpu pada phialides yang relatif panjang
dan seringkali makrokonidia mengandung pigmen biru, hijau atau
kekuningan yang tidak larut, yang tampaknya melekat erat pada bagian
dalam dinding konidia. Mikrokonidia biasanya berbentuk oval, namun
ada juga yang cukup lebar. (Chavan, S.2007).
Praktikum ini menggunakan metode slide culture yang bertujuan
untuk mendapatkan sediaan kapang yang utuh, guna pengamatan
mikrokopis. Proses pembuatan slide culture ini dilakukan secara aseptik.
Slide culture menggunakan medium lempeng CA atau PDA dipotong-
potong dengan bentuk persegi dengan panjang sisi 1 x 1 cm. Potongan
medium diletakkan di atas kaca benda steril, dalam cawan petri steril,
kapang Fusarium solani diinokulasikan di atas potongan medium dan
kemudian ditutup dengan kaca penutup steril. Sediaan diletakkan pada
suatu pipa kaca penyangga dalam cawan petri steril, yang sebelumnya
telah diberi alas kertas tissue yang dibasahi dengan aquades steril. Semua
biakan diinkubasikan dalam suhu 25°C selama 2-3 x 24 jam. Pengamatan
kapang Fusarium solani pada mikroskop diberikan 1 tetes alkohol 95%
dan lactofenol cotton blue untuk memebrikan warna pada kapang
(Sundari, 2012).

DAFTAR RUJUKAN
Agrios, G.N.1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.

Chavan, Sreedevi s.2007. Studies On Fungal Diseases Of Patchouli With Special


Reference To Wilt Caused By Fusarium Solani (mart.) Sacc. Dharwad:
Department Of Plant Pathology College Of Agriculture University Of
Agricultural Science

Dwidjoputro. 2005. Studies on Monilia sitophila from Indonesia. Journal


Botanical. 88 : 404-411

Mukarlina, Khotimah, S. & Rianti, R. (2010). Uji Antagonis Trichoderma


harzianum Terhadap Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu pada
Tanaman Cabai (Capsicum annum) secara in vitro. Jurnal Fitomedika. Vol
7 (2): 80-85
Sundaramoorthy, S., et al. (2012). Combinatorial Effect of Endophytic & Plant
Growth Promoting Rhizobacteria Against Wilt Disease of Capsicum
annum L. Caused by Fusarium solani. Biological Control Journal 60 (1):
59- 67.
Sundari. 2012. Suatu Model Pengembangan Media Pembelajaran Slide Culture
Untuk Pengamatan Struktur Mikroskopis Kapang Pada Matakuliah
Mycologi. Jurnal Bioedukasi. ISSN : 2301-4678 Vol 1 No (1) 2012 FKIP
Universitas Khairun.