Anda di halaman 1dari 8

JAWABAN DARI PERTANYAAN

1. Mengapa sebelum dibuatnya tablet ada proses granulasi terlebih dahulu?


Jawab :

Proses granulasi digunakan untuk metode granulasi basah dan granulasi


kering. Proses granulasi dilakukan untuk zat aktif dengan sifat tertentu,
misalnya pada proses granulasi basah digunakan untuk zat aktif yang tidak
tahan panas.
Granulasi adalah proses pembesaran ukuran partikel individual atau campuran
serbuk untuk menghasilkan campuran obat dan eksipien dalam bentuk granul
yang lebih besar dan lebih kuat daripada ukuran awal, sedangkan partikel
awal masih dapat diidentifikasi.

Tujuan suatu sediaan yang diolah menjadi granul antara lain :


1. Untuk meningkatkan bobot jenis bulk secara keseluruhan
2. Untuk mendapatkan campuran yang mempunyai sifat alir yang baik (free
flowing).
3. Mengurangi debu dari serbuk halus yang digunakan
4. Mencegah terjadinya segresi /pemisahan akibat perbedaan bobot jenis,
kemampuan dikempa.
5. Untuk meningkatkan dan mengontrol kecepatan disolusi

2. Bagaimana cara mengatasi masalah pada pembuatan tablet?


Jawab :

Beberapa masalah Pada Pembuatan Tablet diantaranya :


a. Capping : pemisahan sebagian bagian atas atau bawah tablet dari badan
tablet.
b. Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian/lebih menjadi biasanya
berbentuk lapisan.
- Penyebab capping dan Laminating :
1. Terjebaknya udara dalam granul sehingga tertekan dalam die selama
pengempaan dan kemudian mengembang pada saat gaya kempa dilepaskan
jeratan udara disebabkan jumlah fine (serbuk) dalam granul yang terlalu
banyak
2. Kadar air terlalu rendah, perlunya penam
3. Terlalu banyak lubrikan (hidrofob), sehingga perlunya pengurangan dalam
penggunaan lubrikan dalam suatu formula
4. Zat pengikat yang kurang, sehingga perlunya penambahan zat pengikat agar
tidak terjadi pemisahan menjadi beberapa bagian

c. Sticking : keadaan dimana massa tablet menempel pada dinding die (ada
adhesi).
d. Picking : pengelupasan dan pengangkatan dari permukaan tablet oleh
punch, dengan badan tablet menempel pada permukaan die.
- Penyebab Sticking dan Picking :
1. Kekurangan atau ketidaktepatan lubikran/antiaderent, perlu adanya
penambahan lubrikan atau mengganti lubrikan yang digunakan
2. Terlalu tingginya kadar air, perlunya pengeringan kembali agar masa tablet
tidak menempel pada dinding die
3. Adanya masalah pada bahan baku, contohnya karena titik lelehnya sangat
rendah

e. Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet


tidak merata.
- Penyebab Motling :
1. Adanya perbedaan warna antara komponen-komponen tablet
2. Obat mengalami degradasi dengan hasil urai bebada warna dengan zat asal
3. Distribusi zat warna yang tidak merata salah satunya bisa disebabkan oleh
distribusi ukuran granul yang tidak baik, sehingga perlunya proses
pengayakan granul agar ukuran granul seragam
4. Suhu pengeringan yang terlalu tinggi akan membuat zat pewarna bergerak ke
permukaan, sehingga perlunya pengaturan suhu agar tidak terjadi perpindahan
zat warna yang mengumpul dipermukaan tablet

f. Chipping : keadaan dimana badan tablet terpotong atau tercuil.


Pada kejadian ini bisa terjadi akibat kurangnya pengikat atau
tablet terlalu mendapatkan tekanan yang kuat pada proses
kempa sehingga rapuh. Sehingga perlu diperhatikan pada uji
friabilitas dan friksibilitas sebelum tablet siap edar
g. Cracking : keadaan dimana tablet retak/pecah, lebih sering dibagian
atas- tengah (sama dengan chipping)

3. Keuntungan dan kerugian granulasi basah?


Jawab :

- Keuntungan granulasi basah :


a. memperoleh aliran yang lebih baik
b. meningkatkan kompresibilitas
c. untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai
d. mengontrol pelepasan
e. mencegah pemisahan komponen selama proses
f. meningkatkan distribusi keseragaman kandungan

- Kekurangan/kerugian granulasi basah :


a. tahap pengerjaan lebih lama
b. banyak tahapan validasi yang harus dilakukan
c. biaya cukup tinggi
d. zat aktif tidak tahan lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan metode
ini

4. Jelaskan bagaimana cara melakukan proses slugging pada granulasi


kering?
Jawab :
Granulasi kering (slugging) adalah proses pembuatan tablet, dengan cara
mencampurkan zat aktif dan bahan tambahan dalam keadaan kering, untuk
kemudian dikempa, lalu dihancurkan menjadi partikel yang lebih besar, lalu
dikempa kembali untuk mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan.
prinsipnya membuat granul yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat
dan pelarut. metode ini boleh digunakan apabila :

 zat aktif memiliki sifat aliran yang buruk (tidak amorf)


 zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab
 kandungan zat aktif dalam tablet tinggi

Cara Slugging merupakan cara granulasi kering atau cara pencetakan ganda,
oleh karena itu di dalam proses pembuatannya tidak melibatkan air dan
pencetakan dilakukan berulang-ulangi 3 - 4 kali. Cara ini berlaku untuk zat
khasiat yang tidak stabil dengan adanya air atau panas yang bersifat hidrofil
sebab sifat yang demikian sangat menolong sewaktu pencetakan berlangsung.

5. Ketika membuat tablet berlapis, apakah perlu adanya zat tambahan


lain?
Jawab :
Perlu, karena tablet berlapis umumnya merupakan tablet yang terdiri dari
beberapa lapisan dimana lapisan tengah merupakan zat aktif dan lapisan
diluarnya merupakan komponen-komponen yang tidak larut didalam cairan
lambung tetapi dilepaskan dalam lingkungan usus, misalnya tablet decolgen.
6. Mengapa penggunaan pelicin pada formulasi tablet lebih dari 1 kali?
Jawab :
Zat pelicin (lubrikan) dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan
(matriks). Biasanya digunakan Talcum 5% (Anief, 2006 : 211).
Pada proses pembuatan tablet dengan metode granulasi adanya penambahan
pelicin untuk memudahkan proses mengalirnya granul dari hopper turun ke
die

Lubrikan adalah bahan yang berfungsi untuk mengurangi friksi antara


permukaan dinding/tepi tablet dengan dinding die selama kompresi dan ejeksi.
Lubrikan ditambahkan pada pencampuran akhir/final mixing, sebelum proses
pengempaan. Lubrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan kelarutannya dalam
air yaitu larut dalam air dan tidak larut dalam air. Pertimbangan pemilihan
lubrikan tergantung pada cara pemakaian, tipe tablet, sifat disintegrasi dan
disolusi yang dinginkan, sifat fisika-kimia serbuk/granul dan biaya.

7. Mengapa ada tablet yang dibuat khusus untuk dikunyah?


Jawab :
Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah di mulut sebelum ditelan dan
dimaksudkan untuk ditelan utuh. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi
tablet untuk anak, terutama formulasi multivitamin, antasida, dan antibiotik
tertentu.
Tujuan dibuat tablet kunyah diantaranya adalah untuk memberikan suatu
bentuk pengobatan yang dapat diberikan dengan mudah. Terkadang anak-anak
sukar untuk menelan tablet bentuk utuh, sehingga dibutuhkan suatu bentuk
sediaan supaya dapat digunakan untuk anak-anak daintaranya yaitu sirup dan
tablet kunyah. Tidak hanya anak-anak, orang tua baik sengaja maupun tidak
sengaja juga membutuhkan bentuk sediaan oral yang mudah untuk digunakan.
Sehingga tablet kunyah tidak hanya diberikan kepada anak-anak saja tetapi
juga bisa diberikan pada orang dewasa.

Karakteristik tablet kunyah apabila dikunyah akan membentuk massa yang


halus, mempunyai rasa yang enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau
tidak enak. Tablet kunyah lembut segera hancur ketika dikunyah atau
dibiarkan melarut dalam mulut.

8. Prinsip pembuatan tablet khusus dan tablet biasa?


Jawab :

Prinsip pembuatan Tablet biasa:

A. Granulasi basah (wet granulation)


Granulasi basah adalah cara pembuatan tablet dengan mencampurkan zat aktif
dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan
pengikat dengan jumlah yang tepat sehingga diperoleh masa lembab yang
dapat digranulasi. metode ini bisa dilakukan apabila zat aktif tahan lembab
dan tahan panas dan sifat alirannya buruk.

B. Granulasi kering (slugging)


Granulasi kering adalah proses pembuatan tablet dengan cara mencampurkan
zat aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk kemudian dikempa, lalu
dihancurkan menjadi partikel yang lebih besar, lalu dikempa kembali untuk
mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan. prinsipnya membuat granul
yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat dan pelarut. metode ini boleh
digunakan apabila :
zat aktif memiliki sifat aliran yang buruk (tidak amorf), zat aktif sensitif
terhadap panas dan lembab, kandungan zat aktif dalam tablet tinggi.

C. Kempa langsung (KL)


Kempa langsung adalah proses pembuatan tablet dengan cara pengempaan zat
aktif dan bahan tambahan secara langsung tanpa perlakuan awal terlebih
dahulu. metode ini digunakan apabila sifat alirannya baik, dosis kecil,
rentang dosis terapi zat tidak sempit, zat aktif tidak tahan pemanasan dan
lembab.

Contoh pembuatan tablet khusus:

 Pembuatan tablet effervescent

diperlukan kondisi khusus yaitu pada kelembaban relatif kurang lebih 25%.
Pembuatan tablet effervescent dibuat memakai dua metode umum yaitu
granulasi basah dan granulasi kering.

9. Bagaimana cara memilih jenis pengikat untuk pembuatan tablet?


Jawab :

Kriteria pemilihan pengikat adalah bercampur dengan bahan lain dari tablet,
harus dapat meningkatkan daya lekat yang cukup dari serbuk, dapat
membiarkan tablet hancur dan obat larut dalam saluran pencernaan,
melepaskan zat aktif untuk diabsorpsi.
Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai pengikat adalah akasia, Turunan
selulosa, gelatin, Gelatin akasia, glokusa, povidone, pasta pati, sukrosa,
sorbitol, tragakan, natrium alginate.
 AKASIA
Akasia adalah natural gum, telah digunakan selama beberapa tahun sebagai
larutan pengikat. Dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 – 25%. Akasia
membentuk tablet dengan kekerasan yang moderat. Availabilitas dari tablet
yang menggunakan bahan ini tidak menentu, juga karena bahan ini adalah
bahan alami sehingga kemungkinan besar terdapat kontaminan bahan asing
dan mikroorganisme. Hal tersebut menyebabkan penggunaanya sekarang
sudah terbatas.

 TRAGAKAN
Tragakan seperti halnya akasia, adalah gum alam dimana yang menimbulkan
masalah yang hampir sama dengan akasia. Mucilagonya sulit untuk dibuat.
Bila digunakan secara granulasi basah maka pengeringannya haruslah segera
untuk mecegah perkembangbiakkan mikroba.
 SUKROSA
Sukrosa digunakan dalam bentuk sirup dalam kosentrasi antara 50 – 75 %.
Tablet yang dibuat dengan menggunakan sirup sebagai pengikat akan kuat,
tetapi rapuh dan keras.

 GELATIN
Gelati adalah pengikat yang baik. Gelatin membentuk tablet sama keras
dengan akasia atau tragakan tetapi mudah dibuat dan ditangani. Larutan
gelatin harus digunakan dalam keadan panas untuk mencegah terbentuknya
gel
 GLUKOSA
Glukosa dalam larutan dengan konsentrasi 50% dapat digunakan dengan
aplikasi yang sama dengan sukrosa.
 STARCH/PATI
Pati digunakan dalam bentuk pasta akan menghasilkan tablet yang umumnya
lunak dan rapuh. Penggunaanya sangat dipengaruhi oleh panas. Pemanasan
yang tinggi akan menyebabkan hidrolisa menjadi dextrin dan kemudian
menjadi glukosa. Olah karena itu penyiapan pasta haruslah diperhatikan.
 TURUNAN SELULOSA
Turunan selulosa seperti metilselulosa dan natrium karboksimetilselulosa
akan menghasilkan tablet yang kuat tetapi sedikit keras. Bahan ini dapat
digunakan dalam bentuk larutan dan dalam keadaan kering
 POVIDON
Povidon digunakan dalam bentuk larutan alcohol dengan konsentrasi 3-15%.
Garnulasi menggunakan bahan ini akan menghasilkan granul yang baik,
kering dengan cepat, dan daya pengempaan yang baik.