Anda di halaman 1dari 31

HUMAN RELATION DAN PUBLIC RELATION DALAM

PERSPEKTIF KOMUNIKASI
Makalah untuk Mata Kuliah Human Relations dan Public Relations

ETIKA PURNAMASARI – G2C117020


PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK KONSENTRASI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HALU OLEO 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,


yang Maha benar lagi Maha Mengetahui, sebab atas karuniaNya makalah ini dapat
terselesaikan. Sholawat dan salam juga tercurahkan kepada Nabi akhir zaman Nabi
Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam yang telah berjuang membawa ilmu
pengetahuan sebagai jalan menuju kesuksesan.
Tak lupa ucapan terimakasih untuk Dr. Muh. Zein Abdullah selaku dosen
pengampu mata kuliah Human Relation dan Public Relations, serta teman-teman
magister Administrasi Publik, konsentrasi komunikasi yang telah meberikan
dukungan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini dibuat sebagai bagian dari tugas individu mata kuliah kuliah Human
Relations Relation dan Public Relations yang secara khusus membahas tentang Public
Relation dan Human Relation dalam Perspektif Komunikasi. Makalah ini bertujuan
untuk menambah pengetahuan tentang Pubic dan Human Relation.
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan kepada pembaca, dan
sekiranya terdapat kekurangan, penyusun sangat mengharapkan kritik serta saran
yang membangun dari pembaca yang budiman. Terimakasih.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................................... 1


DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... 2
BAB I ................................................................................................................................................. 3
PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 3
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................ 3
1.2. Rumusan Pembahasan .................................................................................................. 4
BAB II ................................................................................................................................................ 6
PEMBAHASAN ................................................................................................................................. 6
2.1. Pengertian Human Relation ......................................................................................... 6
2.2. Analisis dengan Pendekatan Human Relations ....................................................... 8
2.3. Pengertian Public relation .......................................................................................... 12
2.3. Ciri dan Fungsi Public Relation ................................................................................. 16
2.4. Peran Public relation dalam Komunikasi Organisasi ........................................... 18
2.5. Public relation dan Human relation dalam Perspektif Komunikasi ................. 21
BAB III............................................................................................................................................. 28
PENUTUP........................................................................................................................................ 28
3.1. Kesimpulan ................................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................ 29

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di dalam suatu organisasi terdapat bentuk – bentuk komunikasi human
relation ,yakni komunikasi antar pribadi (manusianya) dan komunikasi antar
manajemen. Artinya komunikasi merupakan basis untuk mengadakan kerja
sama,interaksi dan mempunyai pengaruh di dalam manajemen organisasi.
Mulyana (2005 : 11) mengatakan bahwa organisasi terdiri dari tindakan –
tindakan ,interaksi, dan transaksi yang melibatkan orang – orang. Suatu
organisasi tersebut memiliki publik baik itu internal maupun eksternal di mana
keduanya menuntut komunikasi yang efektif agar pesan dapat disampaikan dan
dipahami oleh receiver. Oleh karena itulah diperlukan komunikasi organisasi
baik itu terjadi antara atasan dan bawahan, bawahan dan atasan, maupun
komunikasi antar kolega.
Sifat terpenting komunikasi organisasi adalah penciptaan pesan,
penafsiran, dan penanganan kegiatan anggota organisasi. Bagaimana
komunikasi berlangsung dalam organisasi dan apa maknanya bergantung pada
konsepsi seseorang mengenai organisasi. Mulyana (2005 : 31) mengatakan
bahwa komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan
penafsiran pesan di antara unit – unit komunikasi yang merupakan bagian dari
suatu organisasi tertentu.
Menurut Putnam (dalam Mulyana 2005 : 34) apabila organisasi dianggap
sebagai suatu struktur atau wadah yang telah ada sebelumnya, maka komunikasi
dapat dianggap sebagai “suatu substansi nyata yang mengalir ke atas, ke bawah,
dan ke samping dalam suatu wadah. Dalam pandangan itu, komunikasi berfungsi
mencapai tujuan dari sistem organisasi. Farace, Monge, dan Russell (dalam
Mulyana 2005 : 34) mengatakan fungsi – fungsi komunikasi lebih khusus
meliputi pesan – pesan mengenai pekerjaan, pemeliharaan, motivasi, integrasi,
dan inovasi. Komunikasi mendukung struktur organisasi dan adaptasinya
dengan lingkungan. Bila organisasi merupakan suatu pemroses informasi besar,
maka maksud proses komunikasi adalah untuk memperoleh informasi yang
tepat bagi orang yang tepat pada saat yang tepat. Berdasarkan perspektif ini,

3
komunikasi organisasi dapat dilihat sebagai “proses mengumpulkan,
memproses, menyimpan, dan menyebarkan komunikasi yang memungkinkan
organisasi berfungsi.
Individu maupun kelompok selalu melakukan hubungan satu sama lain
untuk memenuhi kebutuhan. Dalam melakukan hubungan tersebut, dibutuhkan
suatu bentuk komunikasi untuk penyampaian pesan agar tercapai suatu
kesepahaman. Cutlip, Centre, dan Broom ( 2006 : 226 ) mendefinisikan
komunikasi adalah: Proses timbal balik (resiprokal) pertukaran sinyal untuk
memberi informasi, membujuk, atau memberi perintah, berdasarkan makna
yang sama dan dikondisikan oleh konteks hubungan pers komunikator dan
konteks sosialnya. Dalam sebuah komunikasi terdapat hubungan antara
pengirim, pesan, medium, dan penerima yang saling berpengaruh dalam
penyampaian sebuah informasi. Dalam sebuah perusahaan, penyampaian
informasi kepada publiknya memiliki peran kuat terhadap kelangsungan
perusahaan itu sendiri. Penyampaian key message diharapkan dapat semaksimal
mungkin agar tujuan komunikasi dapat tercapai. Untuk memaksimalkan
penyampaian pesan tersebut, maka perusahaan menggunakan Public relations
sebagai jembatan komunikasi. Keberadaan Public relations dalam suatu
perusahaan baik itu swasta maupun pemerintah merupakan sesuatu yang tidak
asing lagi. Public relations merupakan mediator antara pimpinan organisasi
dengan publiknya, baik dalam membina hubungan dengan internal maupun
eksternal agar two ways communications tetap terjalin. Melalui makalah ini,
penulis akan membahas tentang public relation dan public relation relation dalam
perspektif komunikasi.

1.2. Rumusan Pembahasan


Pembahasan dalam makalah ini meliputi :
1. Pengertian public relation
2. Pengertian public relation relation
3. Public relation dan public relation relation dalam perspektif komunikasi

4
1.3. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui public relation
2. Mengetahui public relation relation
3. Mengetahui Public relation dan public relation relation dalam perspektif
komunikasi

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Human Relation
Human relation dalam organisasi karyawan adalah interaksi antara orang
– orang yang berada struktur formal yang disusun secara fungsional untuk
mencapai suatu tujuan lembaga atau perusahaan. Human relation dalam
aktivitas manajemen organisasi atau lembaga menitik-beratkan kepada suatu
upaya agar para karyawan terintegrasi kedalam situasi untuk saling bekerja
sama antar karyawan dalam satu tim kerja (team work), meningkatkan
produktivitas, dan memperoleh kepuasan dalam bekerja. Kegiatan Human
relation tidak terlepas dari konsep manajemen yang membantu mengarahkan
setiap kegiatan Human relation berlangsung.
Human relation merupakan kegiatan memanusiakan manusia dengan
menggunakan teknik komunikasi persuasif dan komunikasi yang dilakukannya
secara informal. Memanusiakan manusia disini artinya adalah bagaimana
perusahaan menganggap karyawan yang ada di perusahaan ini sebagai manusia
seutuhnya secara psikologis, bukan hanya mengedepankan fisiknya saja tetapi
juga memperhatikan psikologis dan psikis dari pada karyawan. Human relation
penting dilakukan oleh sebuah perusahaan, dalam hal ini pimpinan perusahaan
harus lebih sensitif / peka terhadap karyawannya.
Menjalankan kegiatan Human relation salah satunya adalah dengan
memperlakukan karyawannya secara manusiawi, karena karyawan adalah
seorang manusia seutuhnya bukan mesin pekerja yang diperlakukan sesuka hati
pemimpin, selain itu perusahaan diharapkan dapat memperhatikan
karyawannya seperti memperhitungkan keberadaannya sehingga karyawan
merasa diakui.
Human relation terlihat sebagai suatu hal yang biasa dan mudah dilakukan,
tetapi sebenarnya tidaklah demikian adanya. Human relation merupakan suatu
hal yang dinamis dan tidak terlepas dari faktor manusia. Hubungan kerja antara
atasan dengan bawahan misalnya komunikasi, tugas, dan tanggung jawab atau
pendelegasian wewenang akan sangat sulit dilakukan jika tidak dibarengi
dengan proses Human relation yang baik.

6
Menjalin suatu hubungan pasti akan menemukan permasalahan terkait
dengan ini Human relation tidak terlepas dari faktor manusia itu sendiri, di dalam
dunia kerja tidak tertutup kemungkinan akan timbul suatu masalah atau konflik
di sebuah intansi/perusahaan. Seorang pemimpin harus mampun menjalin
hubungan baik kepada karyawannya dan melakukan suatu komunikasi persuasif
yang bersifat membujuk secara sukarela tanpa adanya paksaan atau ancaman.
Komunikasi persuasif disini ditekankan agar seorang pemimpin dapat
menuangkan ide atau gagasan yang dapat memotivasi kerja karyawannya, baik
dalam pekerjaannya ataupun diluar pekerjaannya yang dapat berpengaruh pada
prestasi kerja karyawannya.
Menjalin hubungan yang baik dengan karyawan sangat disarankan, karena
karyawan merupakan bagian dari internal organisasi/ perusahaan yang tidak
bisa dipisahkan, karena karyawan publik paling penting di dalam sebuah
organisasi/ perusahaan. Aspek yang amat penting bagi kesuksesan organisasi/
perusahaan adalah karyawan, sebelum ada hubungan dengan konsumen,
pelanggan, lingkungan, investor, dan pihak lain diluar organisasi/ persahaan,
perusahaan harus lebih dahulu memperhatikan orang–orang yang bekerja
kepada mereka yakni karyawan.
Kegiatan Human relation bisa berjalan dengan baik apabila didalam sebuah
perusahaan ini dijadikan sebuah kebijakan perusahaan sehingga karyawan
dapat termotivasi dan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya. Human
relation akan berjalan dengan baik apabila diimbangi atau diiringi dengan
kebijakan–kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan. Kebijakan perusahaan
adalah ketentuan–ketentuan yang ditetapkan oleh Direksi sebagai pegangan
manajemen dalam melaksanakan kegiatan usaha. Kebijakan perusahaan juga
merupakan suatu rangkaian konsep dan asas kemanusiaan yang menjadi
pedoman kerja karyawan dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu
pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Kebijakan perusahaan tentunya
harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku dan diikuti oleh seluruh
karyawan perusahaan.
Kebijakan – kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk
implementasi dari kegiatan Human relation, dapat dilihat dari kontinuitas

7
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan setiap tahunnya. Kegiatan Human
relation ada yang ditetapkan menjadi sebuah kebijakan dan tidak ditetapkan
menjadi sebuah kebijakan. Kegiatan seperti memberikan penghargaan kepada
karyawan yang memiliki produktivitas tinggi merupakan salah satu kebijakan
yang diterapkan oleh perusahaan, itu merupakan salah satu kegiatan Human
relation untuk memotivasi karyawan agar memiliki semangat kerja yang tinggi
dan terarah. Kegiatan yang tidak ditetapkan sebagai kebijakan namun
merupakan kegiatan Human relation adalah seperti kegiatan diluar jam kerja
berkumpul bersama, makan bersama dan lain hal sebagainya. Kegiatan tersebut
merupakan kegiatan Human relation yang dilaksanakan oleh pimpinan kepada
karyawannya untuk lebih meningkatkan kekompakan dan kekeluargaan namun
tidak tercantum sebagai kebijakan.

2.2. Analisis dengan Pendekatan Human Relations


Apabila pada suatu organisasi terjadi konflik yang disebabkan adanya
pemberlakuan peraturan yang lebih mengenakkan segelintir karyawan karena
mereka memiliki "hubungan khusus" dengan pihak top management, coba Anda
analisis bagaimana organisasi tersebut memecahkan konflik yang timbul dengan
pendekatan human relations.
Organisasai sebagai suatu keseluruhan adalah suatu system dari
kelompok-kelompok yang saling berhubungan dan membentuk suatu jaringan
kerja yang makro. Teori mengenai human relations lebih rinci dikemukan oleh
Rensis Likert dan dikenal dengan nama Empat Sistem Likert, yaitu :
1. Sistem exploitative authoritative adalah pimpinan menggunakan kekuasaan
“tangan besi”. Keputusan yang dilakukan tidak memanfaatkan umpan balik
dari bawahan atau karyawan.
2. Sistem benevolent – authoritative adalah sama dengan system yang pertama,
hanya saja pimpinan cukup memiliki kepekaan terhadap kebutuhan
karyawan.
3. Sistem consultative, pada sistem ini pimpinan masih memegang kendali
namun juga mencari masukan dari karyawan.

8
4. Sistem participative management, berbeda dari ketiga sistem sebelumnya
karena sistem ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk
berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan.
Aubrey Fisher (1990) mengatakan hal yang mendasari human
relations adalah adanya kepentingan bersama ( mutual dignity ). Sedangkan
Onong Uchjana Effendy membaginya dalam dua pengertian, yaitu :
1. Arti luas, sebagai komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada
orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan semua bidang
kehidupan yang pada akhirnya dapat menimbulkan rasa kebahagiaan dan
kepuasan.
2. Arti sempit, sebagai komunikasi persuasif yang dilakukan seseorang kepada
orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja (work situation) dan dalam
organisasi kekaryaan (work organization) dengan tujuan untuk menggugah
kegairahan dan kegiatan bekerja dengan semangat kerjasama yang produktif
dan bahagia serta puas.
Dalam human relations juga perlu diketahui prinsip yang menyertainya,
antara lain :
a. Importance of the individual
Setiap individu diperlakukan sebagai yang memiliki kepentingan.
b. Mutual acceptance
Dalam organisasi harus bersatu saling menerima, saling menghargai dan
saling menghormati.
c. Common interst
Setiap individu dalam organisasi terikat kepentingan bersama.
d. Open communication
Keterbukaan dalam organisasi menimbulkan saling pengertian yang baik.
e. Partisipasi pegawai
f. Local Identify
Memberikan pujian yang tepat kepada seseorang yang layak.
g. Local decision
Memberi kewenangan untuk memecahkan sendiri masalahnya.
h. High moral standart,

9
Kebenaran dan keadilan mengenai suatu tindakan dapat disebut benar dan
asli bila berdasarkan moralitas dan hak asasi manusia.
Dari konflik organisasi niaga yang sering terjadi adalah perbedaan asumsi
individu. Setiap karyawan memiliki persepsi yang berbeda mengenai kedekatan
dengan pihak top management. Dari prinsisp human relations, sebenarnya dapat
dikatakan sebagai Local Indentify, dimana kedekatan terjalin karena pihak top
management menilai dan memberikan pujian atas kinerja pekerja yang
memiliki potensi besar dalam organisasi, baik berupa pujian, reward, kenaikan
gaji atau promosi lainnya Perbedaan inilah yang sering menjadi pemicu konflik
dalam organisasi.
Dibutuhkan pertimbangan yang baik dalam mengambil keputusan.
Dimana top management harus menyeimbangkan prinsip human
relationslainnya seperti high moral standart yaitu memberikan hak yang sama
kepada semua karyawan yang memang memiliki kinerja yang baik, seperti
sistem terbuka atau system school. Sistem ini menekankan pada fungsi integrasi
dan koordinasi pada proses, baik didalam maupun diantara organisasi. Konflik
dapat diminimalisir jika organisasi bersikap terbuka ( open communication
) terhadap kriteria yang akan mendapatkan local indentify sehingga tiap
karyawan dapat bersaing sehat guna mendapatkan pujian, reward, promosi atau
hal lain yang dapat mendorong kinerja karyawan.
Jika ditelisik hal ini juga berkaitan dengan prespektif dalam komunikasi
organisasional, yaitu Scientific Management School. Perspektif ini menilai
pandangan mekanistik tentang perilaku manusia dimotivasi secara ekonomi, dan
akan merespon maksimum bila penghargaan materi diberikan sesuai dengan
prestasi kerjanya. Setiap karyawan berharap mendapatkan penghargaan atas
kinerjanya namun penilaian berada di top management. Open
communicationdalam organisasi menimbulkan pengertian yang baik antar
pekerja sehingga tetap terjalin pengertian dan saling menerima terhadap
keputusan yang diberikan pihaktop management ( mutual acceptance ).
Salah satu contoh ilustrasi dari konflik ini misalnya, konflik yang terjadi
pada karyawan yang bekerja di salah satu Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ). Dalam
rangka mensukseskan program pengampunan pajak ( tax amnesty ) sebagian

10
Account Representative ( AR ) di masing-masing KPP dipilih untuk memberikan
informasi kepada para Wajib Pajak. Account Representative memiliki tugas :
1. Melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan Wajib Pajak
2. Bimbingan /himbauan dan konsultasi teknis perpajakan kepada Wajib Pajak
3. Penyusunan profil Wajib Pajak
4. Analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka
intensifikasi
5. Melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pemilihan AR ini berdasarkan kinerja, pengalaman dan pengetahuan yang
mendalam mengenai perpajakan. Untuk AR yang tidak terpilih hal ini dianggap
sebagai bentuk “hubungan khusus” dengan top management. Namun Direktorat
Jenderal Pajak ( DJP ) sebagai lembaga yang berwenang memberikan dan
menargetkan bagi AR yang memiliki prestasi baik di masing-masing Kantor
Pelayanan Pajak sehingga “isu” “hubungan khusus” dapat diartikan sebagai
motivasi bagi karyawan untuk dapat bekerja lebih baik dan meningkatkan
kualitas pemahaman dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Jika dilihat hal ini berkaitan dengan dimensi analistis dalam fungsi
komunikasi. Richard Farance, menekankan tiga fungsi yaitu produksi, inovasi
dan pemeliharaan. Produksi mengacu pada pengarahaan, koordinasi, dan control
terhadap aktivitas organisasi. Inovasi membangkitkan atau mendorong
perubahan dan gagasan baru dalam system. Sedangkan pemeliharaan diartikan
untuk melindungi nilai-nilai individual dan hubungan antarpribadi yang
dibutuhkan untuk mempertahankan sistem.
Dalam organisasi human relations (hubungan manusiawi)
dan leadership(kepemimpinan) atau top management merupakan hubungan
yang dapat menunjang suasana dan efektifitas lingkungan organisasi juga sangat
berperan dalam kesuksesan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi dan
mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Ada beberapa anggapan dasar
dari pendekatan human relations,yaitu :
1. Produktivitas ditentukan oleh norma social bukan faktor psikologis
2. Seluruh imbalan yang bersifat nonekonomis, sangat penting untuk
memotivasi karyawan

11
3. Karyawan biasanya memberikan reaksi terhadap suatu persoalan lebih
sebagai anggota kelompok daripada individu
4. Kepemimpinan memiliki peranan yang sangat penting dan mencakup aspek-
aspek formal dan informal
5. Penganut aliran human relations menganggap komunikasi sebagai fasilitator
penting dalam proses pembuatan keputusan.
Umumnya organisasi saat ini sudah meluaskan gambaran mengenai sikap
kedekatan, dimana top management maupun karyawan berusaha memiliki
hubungan murni sebagai professional kerja. Dalam hubungan kerja seorang
atasan atau pimpinan memahami kendala yang dialami bawahannya, walaupun
tidak selalu sependapat namun berusaha bersikap menghargai perbedaan agar
tercipta kepentingan bersama dalam keberhasilan pekerjaan

2.3. Pengertian Public relation


Dalam suatu organisasi, komunikasi yang efektif sangat diharapkan dalam
penyampaian sebuah pesan. Komunikasi efektif tidak dapat terbentuk dengan
sendirinya tanpa campur tangan dari mediator yang kredibel. Dari pemaparan
ini, maka diperlukanlah sosok Public relations dalam mengembangkan dan
menjaga keutuhan organisasi tersebut.
Cutlip, Centre, dan Broom ( 2006 : 6 ) mendefinisikan Public relations
adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan
yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi
kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
Baskin, Aronoff, Lattimore (1997 : 5) mendefinisikan Public relations
sebagai berikut : Public relations is a management function that helps achieve
organizational objective, define philosophy, and facilitate organizational change.
Public relations practicioners communicate with all relevant internal and external
publics to develop positive relationships and to create consistency between
organizational goals and societal expectations. Public relations practitioners
develop, execute, and evaluate organizational program that promote the exchange
of influence and understanding among an organization`s constituent parts and
publics.

12
Definisi Public relations di atas memiliki pemahaman yang serupa yaitu
Public relations menjalankan fungsi manajemen dalam perusahaan dengan
membina komunikasi dua arah antara perusahaan dengan publik demi
kelangsungan perusahaan. Proses komunikasi dua arah ini dilakukan secara
bertahap dari waktu ke waktu untuk menciptakan image perusahaan.
Baskin, Aronoff, dan Lattimore mengemukakan tiga fungsi Public relations,
yaitu:
a. Public relations as a management function (Public relations sebagai sebuah
fungsi manajemen) Untuk memulai pengertian Public relations sebagai fungsi
manajemen, Public relations membantu sebuah organisasi tetap dalam filosofi,
mencapai tujuan perusahaan, menyesuaikan perubahan lingkungan dan
membantu organisasi untuk bersaing di pasar persaingan. Ada dua alasan
mengapa peraturan dalam Public relations menjadi sangat penting terutama
menghadapi situasi krisis. Pertama, karena Public relations dapat memonitor
opini publik, praktisi dapat mewakili kepentingan publik dan meramalkan
reaksi publik terhadap keputusan organisasi. Kedua, Public relations akan
mengkomunikasikan keputusan organisasi kepada publiknya.
b. Public relations as communication (Public relations sebagai fungsi
komunikasi) Ada beberapa aspek yang harus dilakukan praktisi Public
relations agar komunikasi menjadi baik dan bermutu :
- Skills
Kemampuan dasar yang harus dimiliki Public relations yaitu kemampuan
menulis dan berbicara secara efektif, sedangkan kemampuan lainnya yang
harus dimiliki adalah kemampuan melakukan riset, membuat
perencanaan, serta membuat evaluasi hasil.
- Tasks
Public relations harus mampu melakukan tugas – tugas seperti membuat
media releases, laporan tahunan, majalah karyawan dan tugas lainnya
seperti membuat dan mengatur kampanye – kampanye untuk mencapai
kesadaran tentang isu – isu atau perubahan opini.
- Systems

13
Selain aspek skills dan tasks, dalam aspek ini menekankan perlunya
pembentukan sistem komunikasi yang saling menguntungkan misalnya :
seperti metode yang sistematik dalam pengumpulan informasi,
membangun hubungan baik dengan editor dan sebagainya sebagai upaya
untuk memperoleh masukan dan pandangan publik. - Systems Operations
Aspek ini lebih menekankan pada penerapan sistem yang sudah terbentuk
dan Public relations bertanggungjawab untuk menjaga komunikasi dua
arah yang sistematik.
c. Public relations as a means of influencing public opinion (Public relations
sebagai alat pembentuk opini publik) Dalam pembentukan opini publik, ada
tiga hal yang perlu dilakukan : - Menjaga opini yang mendukung organisasi
agar opini tidak berubah. - Membuat opini apabila opini belum terbentuk atau
jika opini tersebut tidak berubah. - Menetralisir opini yang sifatnya negatif
atau merugikan.
Uraian di atas menunjukkan bahwa Public relations menjalankan fungsi
yang saling berkaitan dalam perkembangan organisasi. Fungsi manajemen
digunakan oleh Public relations untuk menjaga agar organisasi tetap dalam
tujuannya. Sedangkan fungsi komunikasi yang dilakukan Public relations
berusaha untuk memberikan informasi dan menjaga hubungan antara atasan
dengan bawahan, bawahan dengan atasan maupun antar kolega. Arus
komunikasi harus diatur untuk menghindari konflik organisasi. Pengetahuan,
kemampuan, dan keuletan praktisi diharapkan sekali dalam melakukan proses
komunikasi. Pembentukan opini publik sangat berpengaruh dalam organisasi
oleh karena itu, Public relations berusaha membentuk opini yang positif dan
menetralkan opini yang negatif.
Inti tugas Public relations adalah sinkronisasi antara informasi dari
perusahaan dengan reaksi dan tanggapan publik sehingga mencapai suasana
akrab, saling mengerti dan muncul suasana yang menyenangkan dalam interaksi
perusahaan dengan publik (Kustadi Suhandang, 2004 : 73).
Berdasarkan adanya dua jenis publik bagi perusahaan maka tugas PR
terbagi menjadi dua yaitu internal PR dan external PR.
b. Internal PR

14
Internal PR adalah suatu grup atau himpunan yang berada di dalam
perusahaan, organisasi, badan, atau instansi yang bersangkutan (Kustadi
Suhandang, 2004 : 32). Bagi suatu perusahaan, organisasi, badan atau instansi
tertentu, publik internnya terdiri atas (Kustadi Suhandang, 2004 : 33)
- Para pegawai beserta angoota keluarga dari perusahaan, organisasi,
badan, atau instansi tersebut, dan lazim disebut employee public ;
- Serikat – serikat buruh atau karyawan yang hidup dan berkembang di
dalam perusahaan, organisasi, badan, atau, instansi ;
- Para pemegang saham perusahaan, organisasi, badan, atau instansi , biasa
disebut stakeholder public.
Istilah publik internal dan publik karyawan mengacu pada baik itu
manajer maupun orang – orang yang menjadi bawahannya. Komunikasi
internal terdiri dari tiga macam. Yang pertama adalah komunikasi ke bawah
(downward communication), yakni dari puhak manajemen atau pimpinan
perusahaan kepada para pegawai (dari atasan ke bawahan). Yang kedua
adalah komunikasi ke atas (upward communication). Dan yang ketiga adalah
komunikasi sejajar (sideways communication), yakni yang berlangsung
antara sesama pegawai.
c. External PR
Ke luar perusahaan, Public relations harus menghadapi publiknya yang
terdiri dari macam – macam golongan, lembaga atau orang, yang satu sama
lainnya mempunyai kepentingan yang berbeda – beda. (Kustadi Suhandang,
2004 : 180).
Hubungan terpenting dalam organisasi adalah hubungannya dengan
karyawan di semua level. Publik internal merupakan sumber daya terbesar yang
dimiliki oleh suatu organisasi. Suatu organisasi akan kehilangan sebagian besar
sumber daya manusianya karena tidak memprioritaskan komunikasi dua arah
yang efektif.
Di Indonesia masih banyak perusahaan dan organisasi – organisasi lainnya
yang mengabaikan karyawan sebagai sasaran kegiatan humas. Kebanyakan
memfokuskan kegiatannya ke publik ekstern, padahal mestinya mendapat
perhatian yang sama dan seimbang. Ini tidak berarti bahwa secara struktural

15
para karyawan harus berada di bawah bagian humas. Fungsi humas tidak
berkaitan dengan penerimaan karyawan baru, penggajian, kenaikan pangkat,
pensiun, dan sebagainya, tetapi berkisar pada kegiatan menciptakan dan
mewujudkan hubungan yang harmonis antara pimpinan organisasi dengan para
karyawan. Ini dilakukan dengan upaya membina hubungan yang sudah baik dan
upaya mencegah terjadinya hubungan yang retak. Dan ini dilaksanakan dengan
komunikasi.
Peran Public relations sangat diharapkan dalam mengelola hubungannya
dengan publik internal. Praktisi tersebut diwajibkan untuk menyebarkan
informasi kepada seluruh bagian dalam organisasi, namun tetap menggunakan
keahlian – keahlian khusus dalam pengemasan pesan agar dapat dipahami isi
dan tujuan dari sebuah pesan.
Publik internal dalam hal ini lebih berkaitan dengan karyawan selalu
berharap agar organisasi memperhatikan kepentingan dan hak – hak dari
masingmasing individu. Oleh sebab itu komunikasi dua arah dibutuhkan dengan
menjadikan Public relations sebagai mediator antara organisasi dengan
karyawan tersebut dalam menjaga hubungan internal. Pemeliharaan hubungan
internal sangat tergantung dari keterbukaan dan arus komunikasi dalam
organisasi. Media internal seperti intranet sangat membantu mempermudah
arus komunikasi dalam organisasi karena tidak terhalang oleh jarak dan waktu.

2.3. Ciri dan Fungsi Public Relation


Ciri adalah tanda yang khas untuk mengenal dan mengetahui. Fungsi
menunjukkan suatu tahap pekerjaan yang jelas yang dapat dibedakan, bahkan
kalau perlu dibedakan dengan tahap pekerjaan lain.
Fungsi Public Relations:
a. Public Relations adalah kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi yang
berlangsung dua arah secara timbal balik
b. Public Relations merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan
manajemen suatu organisasi
c. Publik yang menjadi sasaran kegiatan public relations adalah publik eksternal
dan internal

16
d. Operasionalisasi public relations adalah membina hubungan yang harmonis
antara organisasi dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologi
baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik

Ciri Public Relations:


1. Proses berlangsung dua arah (two way traffic resiprocal communications)
yang berarti jalur pertama menyangkut penyebaran informasi dari
manajemen kepada publik dan jalur kedua penyampaian tanggapan atau
opini publik kepada manajemen.
Konsekuensi:
- Manajer harus selalu mengkaji apakah informasi yang disebarkan kepada
publik diterima, dimengerti, dilaksanakan atau tidak?
- Evaluasi atas kegiatan yang dilakukan harus selalu dilakukan. Apakah
sajakah faktor pendorong dan penghambatnya?
2. Fungsi PR melekat pada manajemen, artinya setiap proses dalam manajemen
PR tak bisa dilepaskan. Secara teori manajemen mencakup dalam proses
POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Tetapi dalam
keterkaitan yang di-manage yakni 6 M, (Men, Materials, Machines, Methods,
Money, dan Market); PR lebih banyak terkait dengan manusia. Karena
kegiatan komunikasi akan lebih bajyak terkait dengan manusia yang berada
dalam organisasi dan yang berada di luar organisasi.
3. Sasaran kegaitannya adalah publik eksternal dan internal.
4. Ciri secara operasional terkait dengan kegiatan membina hubungan yang
harmonis kepada publik dan kedua mencegah terjadinya rintangan psikologis
pada pihak publik. Beberapa sifat hubungan yang terkait misalnya, suasana
menyenangkan (favorable), toleransi, saling pengertian, saling mempercayai,
saling menghargai, dan citra baik.
Public Relations sebagai sebuah profesi adalah orang yang bertanggung
jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan
membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat
masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.

17
Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program
dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya
mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara
organisasi dan masyarakatnya.

2.4. Peran Public relation dalam Komunikasi Organisasi


Memahami komunikasi organisasi tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas
komunikasi internal yang berlangsung. Maka komunikasi organisasi perlu
dipahami dari dua sisi sekaligus : internal dan external communication.
Sinyalemen tentang pentingnya komunikasi eksternal dan internal pada
organisasi ini seperti dikatakan Bordow dan More bahwa :
The managers maintain communication relationship with three groups :
superiors (directors or trustees, in the case of chief executives), outsiders (to the
unit that he manages), and subordinate. In effect, he (the managers) stands
between subordinates and the other, linking them in a variety of ways. (Bordow &
More, 1991 : 23).
Tujuan dari dijalankannya komunikasi organisasi adalah agar perusahaan
dapat menyampaikan maksud dan kebijakan kepada segenap publik yang
dimiliki (eksternal dan internal), sekaligus menyerap respons dan
menindaklanjuti dalam waktu mendatang guna memperoleh penyesuaian-
penyesuaian dengan lingkungannya.
Tentu saja, perusahaan sulit untuk berkembang dengan baik jika tidak
menjalin komunikasi dengan publiknya. Aktivitas komunikasi ini harus dikelola
dengan tepat. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut maka public relations
departement merupakan bagian yang tepat guna mengelolanya. Public relations
merupakan suatu “management of communication between an organization and
its public” (Grunig & Hunt, 1984 : 6). Jelaslah bahwa public relations merupakan
bagian penting dalam organisasi yang menangani tindakan komunikasi antara
perusahaan dengan publik yang ada.
Melalui public relations inilah manajemen organisasi melakukan aktivitas
komunikasinya, baik itu kepada publik internal seperti karyawan, manajemen
dan publik eksternal seperti masyarakat sekitar dan konsumen. Segala macam

18
informasi yang menyangkut keberadaan dan operasinal organisasi, arus keluar
masuknya melalui public relations. Dalam kaitan ini public relations dipandang
memiliki fungsi vital sebagai suatu jembatan (bridge) antara organisasi dengan
publik. Dari public relations inilah manajemen dapat menerima dan mengolah
informasi yang ada untuk kemudian mengambilan keputusan strategis dalam
rangka mengembangkan perusahaan. Dalam kaitan ini Garry L.
Kreps berpandangan :
Leaders need information about organi- zational activities to direct
succesfully innovation and accomplish system- wide organizational
development. Public relations efforts can provide leaders with relevant
information about environmental constraints and internal organizational issues
for use in guiding organizational adaptation. (Kreps, 1989: 265)
Untuk menjadikan komunikasi mampu berjalan dengan baik sesuai
dengan yang diharapkan oleh organisasi, maka public relations harus dapat
mengendalikan jalannya informasi yang masuk dan keluar organisasi.
Informasi perlu ditata dan dikelola dengan tepat. Tanpa pengelolaan secara
tepat maka komunikasi organisasi dari perusahaan yang bersangkutan akan
salah arah dan salah sasaran. Permasalahan komunikasi yang baik ini
Lindeborg berpandangan bahwa, “Excellent communication is communication
that managed strategically, meets its objectives, and balances the needs of the
organization and the need of key publics with two-way symetrical
communication” (Lindeborg, 1994 : 5).
Adapun cara yang dapat ditempuh dalam menjalankan komunikasi
organisasi ini beragam. Misalkan saja perusahaan dapat melakukan pertemuan
rutin setiap satu bulan sekali dengan para karyawan semua lapisan, melakukan
angket atau polling untuk mengetahui tingkatpemahamandankepentinganserta
harapan-harapan publik atas kebijakan perusahaan, analisis isi media massa
menyangkut informasi yang berkembang dan berkaitan dengan perkembangan
organisasi, dan sebagainya. Tentu saja apa yang dilakukan oleh praktisi public
relations tersebut harus didasarkan pada kesesuaian antara tingkat kebutuhan
yang diharapkan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki.
Dalam prakteknya public relations di organisasi umumnya dapat dijumpai

19
terbagi ke dalam dua bagian yang menjalankan fungsi dasar sama namun
berbeda dalam hal publik yang dituju. Kedua bagian itu adalah internal public
relations dan exsternal public relations. Internal public relations mengkhususkan
pada bagaimana organisasi mampu berkomunikasi secara tepat berkaitan
dengan publik yang ada di dalam organsasi tersebut. Komunikasi model inilah
yang sering menjadi acuan pemahaman tentang komunikasi organisasi (artian
sempit). Sedangkan external public relations merupakan bagian yang menangani
permasalahan komunikasi berhubungan dengan publik di luar organisasi.
Ketika orang berbicara komunikasi organisasi dalam arti sempit maka
yang diperoleh hanyalah gambaran bagaimana komunikasi dijalankan dalam
suatu unit organisasi. Padahal, komunikasi organisasi tidak hanya komunikasi
ke dalam semata, namun meliputi pula komunikasi keluar. Sehingga
pemahaman mengenai komunikasi organisasi secara konkrit dapat diperoleh
melalui pemahaman dalam arti luas, yang mana dalam pengertian tersebut
meliputi komunikasi yang terjadi secara intern dan ekstern.
Terlepas dari artian mana yang hendak dirujuk dalam menjelaskan
fenomena komunikasi organisasi, yang pasti public relations merupakan
bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan komunikasi suatu
perusahaan. Sekalipun, mungkin dalam pelaksanaannya bagian public relations
tidak menutup kemungkinan bisa saja bekerjasama dengan bagian lain di dalam
organisasi seperti bagian personalia, pemasaran, accounting, dan sebagainya.
Public relations merupakan bagian penting dalam organisasi sebagaimana
dikemukakan Kreps bahwa, “Public relations communication is an essential tool
leaders utilize to gather information from organization members and other
relevant publics” (Kreps, 1989 : 267).
Permasalahan yang sering muncul kemudian adalah, mengapa organisasi
yang satu berbeda penerapan public relations dalam menangani komunikasi
dengan yang lain. Apabila dicermati lebih mendalam, seringkali ditemukan di
banyak perusahaan, public relations tidak dapat berjalan sebagaimana
mestinya. Sehingga banyak orang yang meremehkan dan mengesampingkan
peran strategis public relations. Bahkan tak jarang menganggap public relations
hanya sebagai pelengkap dan pajangan serta pemanis perusahaan semata.

20
Kondisi tersebut menjadikan seakan- akan public relations tidak mampu
berbuat apa-apa bagi perusahaan. Kerancuan ini sebenarnya tidak perlu terjadi,
apabila manajemen organisasi memiliki pemahaman yang cukup bagi
terwujudnya public relations yang prima (excellence) dalam menangani
komunikasi organisasi. Pemahaman manajemen organisasi tersebut harus
dibarengi pula dengan dukungan bagi diwujudkannya bagian public relations
yang handal dalam menangani permasalahan komunikasi yang dihadapi
organisasi.
Public relations dalam prakteknya dewasa ini tidak bisa lagi hanya
dipahami sebagai suatu tindakan kelembagaan. Artinya public relations
dilakukan oleh lembaga dengan ada bagian yang mengelola secara profesional.
Lebih jauh sesungguhnya public relations merupakan suatu pendekatan yang
perlu dijalankan oleh perusahaan dalam setiap langkah kebijakan yang diambil.
Public relations merupakan tanggung jawab setiap anggota organisasi. Sehingga
setiap anggota organisasi sebenarnya merupakan seorang “praktisi” public
relations bagi organisasinya. Sehingga pemaknaan atas public relations seperti
ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan organisasi dan
public relations itu sendiri.

2.5. Public relation dan Human relation dalam Perspektif Komunikasi


Komunikasi internal menjadi faktor utama eksistensi sebuah perusahaan.
Segala aktivitas dalam perusahaan memiliki unsur komunikasi. Melalui
komunikasi pesan mengalir dari atasan ke bawahan dan sebaliknya.
Komunikasi adalah penghubung antara kebutuhan organisasi akan suatu
perubahan dan kebutuhan karyawan akan keamanan (Gregory, 41:2004).
Dari penjelasan tersebut dapat dijelaskan bahwa pentingnya komunikasi
dalam meghubungkan berbagai elemen dan individu dalam perusahaan.
Indikator komunikasi yang baik adalah adanya saluran-saluran komunikasi
yang dapat menjadi “jalan” bagi terjadi pertukaran pesan antara pimpinan dan
karyawan.
Perusahaan yang memiliki kompleksitas dan keberagaman karyawan juga
akan berakibat pada makin banyaknya permasalahan yang akan muncul.

21
Kinerja perusahaan juga sangat ditentukan bagaimana manajemen
menciptakan komunikasi yang konstruktif kepada karyawan.
J. David Pincus, Stephen C. Wood dalam Gillis.ed (2006:296)
Communication at its best involves both informational and relational dimensions
(for example, source credibility, audience response, and message interpretation).
The role played by relational and informational factors in any communicative
situation will vary with circumstances and players; however, ignoring one at the
expense of the other invariably weakens the overall communication (not to
mention the human relationship).
Manajemen perusahaan harus memberi perhatian bagaimana
membangun hubungan dengan internalnya. Reputasi perusahaan dimulai dari
bagaimana perusahaan membangun hubungan yang baik dengan khalayak
internalnya. Khalayak internal dalam hal ini adalah karyawan. Kemampuan
perusahaan dalam membangun komunikasi menjadi sangat penting agar tujuan
perusahaan dapat tercapai.
Permasalahan di perusahaan dapat terjadi karena adanya hambatan
komunikasi. Dampaknya adalah tidak optimalnya perusahaan berjalan. Banyak
contoh terjadi diakibatkan tidak berjalannya komunikasi dalam perusahaan.
Pemogokan dan demo buruh adalah salah satu yang disebabkan tidak
baiknya komunikasi yang dibangun di perusahaan tersebut. Managemen tidak
dapat mengakomodir aspirasi yang terjadi dalam perusahaannya. Selain itu bisa
juga terjadi karena kebijakan manajemen tidak dapat dikomunikasikan dengan
baik sehingga menimbulkan distorsi pesan yang diterima oleh karyawan.
Contoh lain yang banyak terjadi adalah kebijakan mengenai karyawan yang
diambil manajemen tidak didasarkan pada kondisi sesungguhnya. Artinya, ada
yang menghambat alur komunikasi antara bawah ke atas- dari karyawan ke
pimpinan.
Dari kasus-kasus manajemen yang digambarkan di atas tampak bahwa
komunikasi berperan vital sebagai dalam perusahaan. Melalui komunikasi
tujuan perusahaan dapat dicapai. Aliran pesan mengalir dari atasan ke bawahan
dan antar karyawan melalui komunikasi. Penjelasan di atas merupakan
deskripsi dari komunikasi yang terjadi dalam sebuah organisasi atau

22
perusahaan.
Sedangkan perusahaan sebagai organisasi bisnis memiliki manajemen
yang terdiri dari atasan dan bawahan. Dimana keduanya saling berkomunikasi
dalam lingkup internal perusahaan. Oleh sebab itu komunikasi yang terjalinpun
biasa disebut komunikasi internal. Komunikasi yang terjadi dalam perusahaan
ini tentu saja tidak semata memberi pengaruh pada manajemen dalam
mengelola perusahaan. Komunikasi internal memberi kontribusi besar pada
interaksi perusahaan dengan berbagai stakeholder yang ada.
Komunikasi internal secara konseptual dapat diartikan bentuk
pertukaran informasi dan ide di dalam organisasi (Sukoco, 56:2007).
Sedangkan Smith (2004) menekankan beberapa aspek mengenai komunikasi
internal yaitu:
• Internal communication has moved on from events and people to sharing
corporate goals.
• Internal communication needs to be championed at the very top.
• Organizations need the workforce to understand what is expected of them –
internal communication will help them deliver this.
• Internal communication is still a new discipline.
• Internal communication is the responsibility of everyone from CEO to line
manager and supervisor
Pendapat ini menjelaskan komunikasi internal mempunyai peran dalam
membangun pandangan yang sama bagi karyawan dalam perusahaan. Smith
juga memandang pentingnya komunikasi untuk menyamakan kesamaan
pandangan untuk mencapai tujuan perusahaan. Masalah yang timbul di
perusahaan sangat mungkin disebabkan adanya perbedaan dalam menanggapi
sebuah kebijakan.
Kebijakan yang dikeluarkan manajemen adalah dalam upaya mencapai
visi misi perusahaan serta menuju tujuan yang telah ditetapkan. Kebijakan
tersebut kemudian dikomunikasikan ke karyawan. Permasalahan kerap terjadi
ketika cara pandang karyawan berbeda dalam melihat kebijakan tersebut.
Akibatnya terjadi resistensi yang bisa mengganggu jalannya manajemen
perusahaan.

23
Dalam komunikasi yang menjadi pusat perhatian (central point) adalah
persoalan informasi yang diolah dan disebarluaskan. Informasi inilah yang
sesungguhnya dikomunikasikan ke segenap publik dari organisasi yang
bersangkutan (Ishak, jurnal Aspikom vol.1 no.4, 2012).
Pentingnya aspek komunikasi dalam manajemen diperkuat asumsi Anny
Gregory (40:2004) bahwa pengusaha yang berhasil tahu benar bahwa mereka
memerlukan komunikasi internal yang efektif agar karyawan memahami apa
yang jadi target perusahaan.
Setiap manajemen perusahaan menganggap komunikasi internal adalah
bagian dari kebijakan perusahaannya. Namun setiap perusahaan tentu
mempunyai cara sendiri dalam menjalankan komunkasi dalam perusahaannya.
Cara tersebut sangat bergantung pada kondisi perusahaan masing-masing dan
paling utama adalah latar belakang karyawan. seperti disampaikan Sukoco
(18:2007) Komunikasi internal berkenaan dengan hubungan antara suatu
perusahaan atau organisasi dengan karyawan. Khalayak utama dalam
komunikasi internal adalah para pekerja yang ada di semua tingkatan, termasuk
pihak manajemen, dan di semua lokasi. Pendapat tersebut menekankan bahwa
karyawan sasaran utama dari komunikasi internal.
Namun begitu, perlu juga dipahami bahwa menyediakan saluran
komunikasi semata tidaklah cukup bilamana tidak ada respon. Proses
komunikasi yang seharusnya terjadi adalah adanya alur pesan yang mengalir
dua arah. Respon yang diberikan oleh karyawan harus menjadi input yang perlu
ditanggapi. Tentu tidak berarti harus disetujui sepenuhnya. Oleh sebab itu perlu
adanya dialog yang rutin terjadi.
Dialog untuk memberi pemahaman kepada setiap jenjang dalam
perusahaan mengenai kondisi perusahaan dan sebagainnya. Cara seperti ini
juga bagian untuk memberi kesempatan keterlibatan (partisipan) karyawan
dalam kebijakan-kebijakan yang kemudian menjadi keputusan yang akan
diambil manajemen. Kegiatan-kegiatan dialog yang sifatnya formal maupu
informal harus dilakukan sebagai upaya meminimalkan aksi-aksi negatif yang
kemungkinan dapat dilakukan karyawan.
Namun terkadang terjadi bias informasi mengingat tidak semua pesan

24
dapat sampai sesuai yang diinginkan pimpinan. Pesan dari pimpinan dapat
terdistorsi sehingga terjadi reduksi dan penyimpangan pesan. Untuk itu, perlu
dilakukan komunikasi secara langsung melalui pertemuan atau pimpinan turun
ke lapangan tanpa harus melalui sekat- sekat struktural dalam perusahaan.
Seperti disampaikan Whitworth dalam makalahnya berjudul “Internal
Communication” yang dimuat pada The IABC Handbook Of Organizational
Communication (206, 2003): Managers must make sure that information moves
smoothly and quickly to their direct reports and ultimately to every frontline
employee. But managers must do far more than “tell” today. They also own the
responsibility of putting information into context for their employees. They need
to help interpret top- down messages and engage their employees in dialogue
about the relevance of the information. They need to ask all the members of their
teams the right questions to learn what is going on.
Kemudian juga diperkuat pernyataan Farrant (19:2003) bahwa pimpinan
memegang kunci penyebar pesan kepada seluruh organisasi. So the top person,
or the small number of people at the top, must take responsibility for the key
messages which are to be broadcast through the organization. Ideally, this
should be reflected in the structure of the organization.
Manager bukan semata menyampaikan informasi kepada karyawan.
namun juga harus menyesuaikan pesan tersebut dengan karyawan yang
dihadapinya. Manager mesti menjelaskan relefansi kebijakan dalam sebuah
dialog. Intinya, ada komunikasi dua arah yang harus dibangun dan juga bukan
sebatas memberi perintah kepada karyawan.
Manajemen perusahaan tidak bisa lagi mengabaikan dinamika yang
terjadi pada stakeholdernya termasuk karyawan. Pada banyak perusahaan
dewasa ini, fungsi pengelolaan komunikasi dilakukan bagian public relations
(PR).
Grunig dan Hunt dalam Ishak bahwa public relations merupakan
“management of communication between an organization and its public”. Dari
sini tampak bahwa public relations adalah fungsi manajemen dalam
berkomunikasi dengan khalayaknya.
Pendapat yang sama disampaikan Prayudi (2012:9) pada prinsipnya PR

25
adalah manajemen komunikasi antara pihak manajemen organisasi dengan
perusahaan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Tidak semua
perusahaan memiliki bagian PR, namun bila dilihat dari pendapat di atas dapat
dipastikan setap perusahaan menjalankan fungsi PR karena manajemenn
melakukan komunikasi dengan khayalaknya.
Setiap perusahaan memiliki karakter khalayaknya sendiri-sendiri. Semua
itu bergantung pada sasaran yang dituju. untuk itu aspek-aspek yang ada dalam
public relations menyesuaikan sasaran khalayak perusahaan. Untuk mengelola
komunikasi internal, public relations dapat dibagi dalam beberapa aspek
seperti gambar di bawah ini dalam buku Manajemen Public Relations (Anny
Gregory.ed hal 19)

Dari gambar tersebut tampak khusus untuk komunikasi internal, khalayak


yang dituju oleh public relations adalah manajemen perusahaan, karyawan, dan
panesihat perusahaan. Artinya public relations menjadi mediator yang aktif
dalam mengelola komunikasi vertikal maupun horisontal.
Bila mengacu pada pengertian komunikasi internal yang disampaikan

26
Farrant (2003:17) “your internal communications must: be two way, with scope
for listening to and involving audiences, as well as addressing them. Ada peran
penting PR sebagai mediator terjadinya komunikasi dua arah dimana terjadi
proses mendengarkan dan melibatkan khalayak serta penyampaian pesan
kepada mereka.
Terkait fungsi PR dalam rangka membangun komunikasi dua arah dalam
perusahaan dapat dilihat dari Smith dalam Prayudi (2012:9). Menurutnya
keahlian PR digunakan untuk menceritakan organsasi secara efektif dan saat
bersamaan juga mendengarkan publik dengan seksama untuk memahami
kebutuhan dan respon mereka terhadap aksi dan komunikasi.
Perlu menjadi perhatian dalam berkomunikasi adalah setiap perusahaan
memiliki karakter karyawan dan budaya sendiri-sendiri. PR harus
menyesuaikan karakter karyawannya. selain itu juga harus selalu
memperhatikan dinamika yang terjadi dalam perusahaan termasuk faktor dari
luar yang bisa mempengaruhi kerja karyawan.
Prayudi menulis hal-hal yang perlu diperhatikan oleh PR diantaranya
adalah tuntutan karyawan yang semakin cerdas (2012:29). Perusahaan harus
cepat beradaptasi dengan perkembangan yang ada termasuk hal-hal yang bisa
mempengaruhi dinamika internal. Bila tidak akibatnya akan menimbulkan
permasalahan manajemen perusahaan. Perkembangan teknologipun tak dapat
dipungkiri memberi andil besar dalam membangun komunikasi internal yang
menunjang kinerja perusahaan.

27
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam organisasi, human relations (hubungan manusiawi)
dan leadership(kepemimpinan) atau top management merupakan hubungan
yang dapat menunjang suasana dan efektifitas lingkungan organisasi juga
sangat berperan dalam kesuksesan seorang pemimpin dalam mengelola
organisasi dan mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.
Komunikasi internal adalah penunjang manajemen perusahaan yang
harus memperhatikan dan menyesuaikan kondisi perusahaan termasuk latar
belakang karyawan. Untuk itu peran PR menjadi bagian penting dalam
manajemen perusahaan. yang menjalani fungsi internal dalam
mengkomunikasikan kebijakan manajemen kepada seluruh karyawan. Selain
itu PR juga mengakomodir respon dari karyawan untuk kemudian menjadi
masukan bagi manajemen dalam mengambil keputusan.
Manajemen harus memandang komunikasi internal sebagai bagian dari
manajemen strategis di perusahaannya. PR harus mendapat peran besar
sebagai fungsi manajemen perusahaan terutama dalam hal komunikasi
internal. Perusahaan harus menempatkan PR sebagai koalisi dominan dalam
perusahaan yaitu unsur pimpinan yang menentukan kebijakan perusahaan.

28
DAFTAR PUSTAKA

Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Study Komunikologis.
Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public relations. Jakarta: Grafiti
http://e-journal.uajy.ac.id/2305/3/1KOM02694.

29
30