Anda di halaman 1dari 1

1.1.

Fisiologi
Fungsi utama kornea adalah sebagai membran protektif dan sebuah “jendela” yang dilalui
cahaya untuk mencapai retina. Transparansi kornea dimungkinkan oleh sifatnya yang
avaskuler, memiliki struktur yang bersifat deturgescence. Deturgescence, atau keadaan
dehidrasi relatif jaringan kornea, dipertahankan oleh pompa aktif bikarbonat dari endothelium
dan fungsi barrier dari epitel dan endotel. Endotelium lebih penting daripada epitel dalam
mekanisme dehidrasi. Kerusakan fisik maupun kimia pada endotelium ini jauh lebih serius
daripada kerusakan epitel. Penghancuran sel-sel endotel menyebabkan edema kornea dan
hilangnya transparansi. Di sisi lain, kerusakan epitel hanya bersifat sementara, edema lokal
dari stroma kornea akan menghilang ketika sel-sel epitel beregenerasi. Penguapan air dari film
air mata precorneal menghasilkan hipertonisitas film, bahwa proses dan penguapan langsung
adalah faktor-faktor yang menarik air dari stroma kornea superfisial untuk mempertahankan
keadaan dehidrasi. 6
Penetrasi kornea oleh obat bersifat bifasik. Zat yang larut dalam lemak dapat melewati epitel
dan zat larut dalam air dapat melewati stroma. Untuk melewati kornea, obat harus memiliki
kemampuan larut dalam lemak dan larut dalam air.6
Seperti halnya lensa, sklera dan badan vitreous, kornea merupakan struktur jaringan yang
braditrofik, metabolismenya lambat dimana ini berarti penyembuhannya juga lambat.
Metabolisme kornea (asam amino dan glukosa) diperoleh dari 3 sumber, difusi dari kapiler –
kapiler disekitarnya, difusi dari humor aquous, dan difusi dari film air mata.7
Tiga lapisan film air mata prekornea memastikan kornea tetap lembut dan membantu nutrisi
kornea. Tanpa film air mata, permukaan epitel akan kasar dan pasien akan melihat gambaran
yang kabur. Enzim lisosom yang terdapat pada film air mata juga melindungi mata dari
infeksi.7
Kornea menerima suplai sensoris dari bagian oftalmik nervus trigeminus. Sensasi taktil yang
terkecil pun dapat menyebabkan refleks penutupan mata. Setiap kerusakan pada kornea (erosi,
penetrasi benda asing atau keratokonjungtivitis ultraviolet) mengekspose ujung saraf sensorik
dan menyebabkan nyeri yang intens disertai dengan refleks lakrimasi dan penutupan bola mata
involunter. Trias yang terdiri atas penutupan mata involunter (blepharospasme), refleks
lakrimasi (epiphora) dan nyeri selalu mengarahkan kepada kemungkinan adanya cedera
kornea. 7