Anda di halaman 1dari 1

Gangguan mental adalah masalah global menurut (WHO, 2007).

Dalam Global
Burden Disease Study, WHO menunjukkan bahwa gangguan mental termasuk kejadian
bunuh diri menyumbangkan 15% penyebab kematian dunia. Di Amerika saja, lebih dari 57,7
juta orang pernah didiagnosa kelainan mental (National Institute of Mental Health [NIMH],
2006a).
Faktor usia berpengaruh pada kesehatan mental dalam masyarakat. APA dalam DSM-
IV menyatakan setiap tahun terdapat 1 dari 5 orang anak dan remaja memiliki tanda dan
gejala dari gangguan kesehatan mental . kondisi terbanyak yang biasa ditemui di anak anak
amerika usia 9 sampai dengan 17 tahun adalah gangguan kecemasan, gangguan perasaan dan
gangguan penggunaan zat. Untuk orang dewasa di Amerika, gangguan mental yang paling
umum adalah gangguan kecemasan, diikuti oleh gangguan mood, terutama depresi berat dan
gangguan bipolar. Kecemasan, depresi, dan skizofrenia menyajikan masalah khusus untuk
kelompok usia ini, kecemasan dan depresi yang banyak terjadi pada mereka menuju pada
tingkat bunuh diri yang tinggi, dan skizofrenia karena hal ini sangat memberikan efek yang
berat. Sedangkan pada dewasa tua, terdapat peningkatan kejadian penyakit Alzheimer (8% -
15% dari orang dewasa usia 65 tahun ke atas); depresi berat (8% -20%); kecemasan (11,4%),
dan gangguan mental lainnya.
Seiring dengan matangnya pelayanan kesehatan mental yang meliputi metode
epidemiologi, penelitian dan pengobatan, ketertarikan terhadap pencegahan penyakit dan
promosi kesehatan mengalami peningkatan (USDHHS, 1999), pengobatan dan pencegahan
kesehatan mental menjadi penting dan diprioritaskan dalam kesehatan mental komunitas,
tetapi promosi kesehatan mental adalah hal yang penting untuk orang yang sehat kedepannya
akan membutuhkan penekanan yang besar.
Kesehatan mental meliputi keberhasilan fungsi mental yaitu 1. Aktifitas yang
produktif, 2. Terjalinnya hubungan, 3. Memiliki kemampuan berubah untuk beradaptasi dan
4. Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah. Target dari area ini menjadi jalan untuk
memprioritaskan perencanaan dalam menentukan intervensi promosi kesehatan. Merancang
kegiatan yang produktif misalnya hobi dan olahraga, menjalin hubungan misalnya dengan
mengasuh lansia, adaptasi misalnya menjadi sukarelawan dan koping terhadap masalah
misalnya persiapan untuk manajemen krisis (USDHHS, 1999)