Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN

Nomor: 20.21/RSP/SK/10.04/V/2018

TENTANG
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN

DIREKTUR RUMAH SAKIT PUNTEN

Menimbang : a. Bahwa proses asesmen pasien yang efektif akan menghasilkan


keputusan Mengenai kebutuhan penanganan pasien sesegera
mungkin dan berkesinambungan.
b. Asesmen merupakan suatu proses dinamis dan berlangsung terus–
menerus.
c. Bahwa asesmen pasien merupakan bagian dari pelayanan terhadap
pasien di Rumah SakitPunten.
d. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
Punten,maka diperlukan asesmen pasien yang efektif dan tepat.
e. Bahwa agar asesmen pasien di Rumah Sakit Punten dapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit Punten
sebagai landasan bagi penyelenggaraan asesmen pasien di Rumah
Sakit Punten;
f. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud diatas,
perlu ditetakan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Punten.

Mengingat : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.44 tahun 2009 tentang


Rumah Sakit.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
c. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor.29 Tahun 2004 Tentang
Praktik Kedokteran.
d. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor.269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik
e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor.HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat.
f. Keputusan Ketua Badan Pengurus yayasan Nurma Husada Abadi
Nomor.1/PT.NHA.RSP/SK/10.02/VIII/2016 tentang Penunjukan
Direktur Rumah Sakit Punten

MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PUNTEN TENTANG
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN RUMAH SAKIT PUNTEN
Kedua : Kebijakan Asesmen Pasien Rumah Sakit Punten sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini
Ketiga : Penyelenggaraan Asesmen Pasien Rumah Sakit Punten dilaksanakan
oleh staf yang berwenang dan berkompeten dibidangnya yang
ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Punten.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal : 2 Mei 2018

Direktur Rumah Sakit Punten,

dr. SUHERLAMBANG
Lampiran Surat Keputusan DirekturRUMAH SAKIT Punten
Nomor: 20.21/RSP/SK/10.04/V/2018Tertanggal 2 Mei 2018

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN


RUMAH SAKIT PUNTEN

A. Kebijakan Umum
1. Asesmen pasien terdiri dari tiga proses utama:
a. Pengumpulan informasi dan data mengenai status fisik, psikologis dan
sosial ekonomi serta riwayat kesehatan pasien.
b. Analisis data dan informasi, termasuk hasil tes laboratorium dan
pencitraan diagnostik untuk identifikasi kebutuhan pelayanan pasien.
c. Pengembangan rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien
yang telah diindentifikasi.
2. Proses tersebut diatas dilakukan oleh ahli kesehatan yang
bertanggungjawab terhadap pasien.
3. Proses tersebut diatas dilakukan secara bersama-sama diantara para ahli
kesehatan tersebut.
4. Semua pasien yang dirawat oleh Rumah Sakit Punten diidentifikasi
kebutuhan perawatan kesehatannya melalui proses asesmen yang
ditetapkan. Hal ini berlaku pada pasien rawat inap, rawat jalan, instalasi
gawat darurat dan perawatan 1 hari (onedaycare).
5. Semua pasien harus mendapatkan asesmen awal minimal 24jam pertama
perawatan.
6. Semua pasien di ases ulang berdasarkan interval tertentu sesuai kondisi dan
pengobatan yang diterimanya untuk mengetahui respon pasien terhadap
pengobatannya. Interval dapat ditetapkan dalam ukuran hari, minggu,
bulan, atau sewaktu-waktu (akut) tergantung kondisi pasien.
7. Asesemen pasien dilakukan juga untuk merencanakan perawatan lanjutan
dan pemulangannya.
8. Ahli kesehatan yang melakukan asesmen memenuhi kualifikasi yang
ditetapkan oleh Rumah Sakit Punten dalam melaksanakan asesmen dan
asesmen ulang. Yang termasuk ahli kesehatan adalah dokter dan paramedis
(perawat, ahlifisioterapis, ahligizi, dan ahli farmasi).
9. Semua hasil asesmen (awal dan ulang) harus terdokumentasi dalam rekam
medis Rumah Sakit Punten.
10. Semua hasil asesmen harus diberitahukan kepada pasien dan atau keluarga
pasien.
11. Pelayanan penunjang asesmen pasien (laboratorium dan pencitaraan
diagnostik) diatur sesuai kebijakan masing–masing pelayanan tersebut.

B. Kebijakan Khusus
1. Asesmen tambahan:
a. Adalah asesmen yang dibuat setelah ada asesmen utama.
b. Dilakukan oleh ahli kesehatan yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Punten.
c. Harus terdokumentasi dalam rekam medis yang ditetapkan Rumah
Sakit Punten.
2. Asesmennyeri:
a. Adalah asesmen untuk menilai tingkat nyeri pasien yang dirawat
diRumah Sakit Punten.
b. Skala penyusunan nyeri VAS (Visual Analogue Scale).
c. Dilakukan oleh ahli kesehatan yang ditetapkan oleh Rumah Sakit
Punten.
d. Harus terdokumentasi dalam rekam medis yang telah ditetapkan oleh
Rumah Sakit Punten.
3. Asesmen Resiko Jatuh:
a. Adalah penilaian terhadap kondisi pasien yang menyebabkan pasien
beresiko jatuh selama perawatan di Rumah Sakit.
b. Pengukuran resiko jatuh menggunakan skala yang telah ditetapkan
Rumah Sakit dilakukan oleh ahli kesehatan yang ditetapkan oleh
Rumah Sakit Punten.
c. Hasil asesmen harus terdokumentasi dalam rekam medis yang telah
ditetapkan oleh Rumah Sakit Punten
4. AsesmenGizi:
a. Adalah pengkajian status gizi penderita awal, pertengahan dan akhir
perawatan di Rumah Sakit Punten
b. Pengukuran resiko jatuh menggunakan skala yang telah ditetapkan
Rumah Sakit.
c. Dilakukan oleh ahli kesehatan yang ditetapkan olehRumah Sakit
Punten.
d. Hasil asesmen harus tertulis dalam rekam medis yang telah ditetapkan
oleh Rumah Sakit Punten.
5. Asesmen dapat dibedakan berdasarakan usia pasien ataupun berdasarkan
kebutuhan khusus pasien.

Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal : 2 Mei 2018

Direktur Rumah Sakit Punten,

dr. SUHERLAMBANG