Anda di halaman 1dari 4

UJI KERENTANAN NYAMUK

A. DASAR TEORI
Uceptibility test atau uji kerentanan adalah suatu test
untuk mengetahui tingkat kerentanan atau kekebalan serangga,
terhadap suatu racun/insektisida. Kekebalan seranggan terhadap
insektisida adalah kemampuan populasi serangga untuk bertahan
terhadap pengaruh insektisida yang biasanya mematikan. Proses
seleksi peningkatan kekebalan terhadap insektisida tidak terjadi
dalam waktu singkat, tetapi berlangsung lama dalam singkat ada
banyak generasi yang diakibatkan oleh perlakuan inssektisida
secara terus menerus.
Uji ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada
kekebalan atau tidak, dan kalau ada,kapan timbulnya. Oleh
karena itu uji ini tidak cukup hanya dilakukan sekali
saja,melainkan berulang-ulang sejak sebelum ada
penyemprotan sampai sesudahnya. Uji ini untuk menyelidiki
kekebalan fisiologis, bukan untuk mengetahui
kekuatanr a c u n / i n s e k t i s i d a . H a l d e m i k i a n t e r j a d i k a r e n a
adanya index absorbsi yang berlainan, ada tidaknya
jaringan tubuh yang dapatmenyimpan racun (misal: lemak),
organ ekskresi yang berlainan, kemampuan regenerasi dan
detoksikasi yang dimiliki, dan karena perila ku yang
berubah/berbeda (misal: mampu menghindari racun)

B. TUJUAN
Untuk mengukur daya bunuh insektisida yang digunakan
dalam pengendalian nyamuk yang berperan sebagai vektor.

C. ALAT DAN BAHAN


a. Alat yang digunakan :
 Tabung uji
 Tabung kontrol
 Aspirator
 Pengukur waktu (timer)

b. Bahan yang digunakan :


 Insektisida malathion 5% yang telah diberi pada kertas
saring (Insektisida Impregnated paper)
 Nyamuk/lalat yang akan diuji

D. PROSEDUR KERJA
1. Masukkan nyamuk yang diuji ke dalam tabung
penyimpanan(Holding Tube) menggunakan aspirator dengan
jumlah nyamuk pada tabung percobaan dan tabung kontrol
sama.
2. Pindahkan kedalam tabung percobaan (Expore tube) yang
ditandai titip merah yang telah diberi kertas saring penuh
insektisida dan kontrol titik hijau.
3. Biarkan nyamuk dalam tabung percobaan selama 60 menit
4. Lalu amati kematian pada nyamuk dan hitung kematian
5. Lalu interpretasikan data, apabila kematian nyamuk yang diuji
tersebut masih rentan diatas 90 % dan apabila diantara 80 %
artinya nyamuk uji masih meragukan dan kurang dari 80 %
maka nyamuk tersebut resisten terhadap insektisida.

E. HASIL
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan pada di
laboratorium vektor Kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan maka
diperoleh hasil yaitu penggunaan insektisida malathion 5%
mengalami kematian 100% selama 60 menit pada tabung uji atau
percobaan dan tabung kontrol tidak ditemukan kematian nyamuk
0% kematian.

Gambar 0.1 uji kerentanan nyamuk menggunakan insektisida


malathion 5%

F. ANALISA HASIL
Berdasarkan hasil yang didapatkan yaitu kematian nyamuk
pada tabung uji dengan malathion 5% mencapai 100% kematian
pada tabung uji dan tabung kontrol didapatkan kematian 0 %
selama 60 menit waktu paparan. Angka tersebut dapat diuji
menggunakan rumus koreksi abbout yaitu :

Rumus abbot = % kematian nyamuk uji – Kontrol x % uji kematian nyamuk


100 - % kematian jentik control
= 100 % - 0% x 100%
100 – 0%
= 100% x 100%
100
= 100%

Namun pada umumnya rumus atau perhitungan kematian


koreksi tidak diperlukan apabila pada kontrol < 20 % kematian ,
sehingga nilai efiksasi insektisida baik. Persentase kematian pada
uji kerentanan nyamuk dengan efikasi insektisida baik dan masih
efektif penggunaannya sebagai insektisida kimia dalam
pengendalian vektor nyamuk.
G. KESIMPULAN
Dari praktikum tersebut dapat disimpulkan bahwa
penggunaan malathion 5% efektif dalam membunuh nyamuk hal ini
karena efikasi yang baik dengan kontrol 0% kematian dengan
waktu paparan 60 menit. Namun penggunaan malathion perlu
memperhatikan dosis yang digunakan agar tidak mencemari
lingkungan dan membahayakan makhluk hidup disekitarnya.