Anda di halaman 1dari 14

Hari dan Tanggal: ......................................

L
E PELUANG
M
B MATA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB
A Apa yang akan kamu pelajari?
R
 Mendeskripsikan dan menentukan peluang pada
kejadian saling bebas.

K
E
R
J
A

P
E
S Nama : .............................................

E
R Anggota Kelompok .... :
T 1. .......................................................
A 2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................

D 5. .......................................................

I Kelas : ...............................................

D
I SMA KELAS XII SEMESTER 2
K
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
3
Kompetensi Dasar:
3.4 Mendeskripsikan dan menentukan peluang kejadian majemuk
(peluang kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas, dan
kejadian bersyarat) dari suatu percobaan acak.
4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kejadian majemuk
(peluang kejadian – kejadian saling bebas, saling lepas, dan
kejadian bersyarat).
Indikator:
3.4.1 Peserta didik dapat mendeskripsikan mengenai peluang saling
bebas dengan benar.
3.4.3 Peserta didik dapat menentukan nilai peluang saling bebas
dengan benar.
4.4.1 Peserta didik terampil dalam menyelesaikan masalah
kontekstual yang berkaitan dengan peluang saling bebas.
Petujuk Umum:
1. Berdoa sebelum mengerjakan.
2. Bacalah kegiatan secara urut dan teliti.
3. Pahamilah setiap kegiatan yang dilakukan.

PELUANG

Apabila kalian melempar dua buah dadu berwarna


merah dan putih secara bersama – sama, tentukan
peluang munculnya mata dadu 2 pada dadu warna
merah dan mata dadu 5 pada dadu warna putih.

Penyelesaian:

Misal:

A = Kejadian munculnya mata dadu 2 pada dadu warna merah.

B = Kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu warna putih


Kejadian munculnya mata dadu 2 pada dadu warna merah tidak memepengaruhi
kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu warna putih. Peluang dari kejadian
munculnya mata dadu 2 pada warna merah dan mata dadu 5 pada dadu warna putih
didapat dengan cara:

n(S) = 36

Sampel dari munculnya mata dadu 2 pada dadu berwarna merah:

A = {(2,1), (2,2), (2,3), (2,4), (2,5), (2,6)}

Banyak sampel munculnya mata dadu 2 pada dadu warna merah adalah n(A) = 6

Sampel dari munculnya mata dadu 5 pada dadu berwarna putih:

B = {(1,5), (2,5), (3,5), (4,5), (5,5), (6,5)}

Banyak sampel munculnya mata dadu 5 pada dadu warna putih adalah n(B) = 6

P(A ∩ B) = P(A) . P(B)

6 6
= (36) (36)

1 1
= (6) (6)

1
= (36)

Jadi, peluang munculnya mata dadu 2 pada mata dadu warna merah dan munculnya
mata dadu 5 pada dadu warna putih pada pelantunan dua dadu sebanyak satu
1
kali secara bersamaan adalah (36).

Tuliskan istilah – istilah matematika dari hasil pengamatan pada kotak di


bawah ini.
Setelah kalian melakukan pengamatan di atas, buat pertanyaan agar kalian
dapat mendefinisikan atau mendeskripsikan peluang saling bebas. Tuliskan
pertanyaan kalian pada kotak di bawah ini.

Kalian pasti membutuhkan informasi untuk dapat menjawab pertanyaan –


pertanyaan yang sudah kalian buat agar dapat lebih memahami tentang peluang
saling bebas dan menentukan rumus peluang saling bebas. Di bawah ini kalian
akan diminta untuk melengkapi beberapa kegiatan.

Contoh:

Sebuah dadu dan sebuah koin dilantunkan secara bersamaan sebanyak satu
kali, berapa peluang munculnya mata dadu genap pada dadu dan munculnya
gambar (G) pada koin?

Penyelesaian:

Misalkan:

P = Kejadian munculnya mata dadu genap pada dadu

Q = Kejadian munculnya gambar (G) pada koin

Kejadian munculnya mata dadu genap pada dadu tidak mempengaruhi kejadian
munculnya gambar (G) pada koin. Peluang dari kejadian munculnya mata dadu
genap pada dadu dan gambar (G) pada koin didapat dengan cara:

Banyaknya sampel keseluruhan: n(S) = 12

Sampel dari munculnya mata dadu genap pada dadu:

P = {(2,A), (2,G), (4,A), (4,G), (6,A), (6,G)}

Banyaknya sampel munculnya mata dadu genap pada dadu: n(P) = 6.

Sampel dari munculnya gambar (G) pada koin:

Q = {(1,G), (2,G), (3,G), (4,G), (5,G), (6,G)}

Banyaknya sampel munculnya gambar (G) pada koin: n(Q) = 6.


P(P ∩ Q) = P(P) . P(Q)

6 6
= (12) (12)

1 1
= ( )( )
2 2

1
= (4)

Jadi, peluang munculnya mata dadu genap pada dadu dan munculnya gambar
(G) pada koin pada pelantunan sebuah dadu dan sebuah koin sebanyak satu
1
kali secara bersamaan adalah .
4

Kegiatan 1

Dua buah dadu dilantunkan dua kali. Berapa peluangnya mendapat jumlah 7 dan
11 dalam dua kali lantunan?

Penyelesaian:

Misalkan:

Y1 = Kejadian muncul jumlah 7 pada lantunan pertama

Y2 = Kejadian muncul jumlah 7 pada lantunan kedua

Z1 = Kejadian muncul jumlah 11 pada lantunan pertama

Z2 = Kejadian muncul jumlah 11 pada lantunan kedua

Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena ...

Peluang dari kejadian munculnya jumlah 7 dan 11 pada dua kali lantunan
didapat dengan cara:

P(Y1 ∩ Z1 ) ᴜ (Y2 ∩ Z2 ) = P(Y1 )P(Z1 ) . P(Y2 )P(Z2 )


1 … … …
= ( )( ) + ( )( )
6 … … …

… …
= (…) + (…)

= …

Jadi, peluang munculnya jumlah 7 dan 11 pada dua kali lantunan dadu adalah
sebesar ...
Kegiatan 2

Pada pelemparan dua buah dadu secara bersamaan, tentukan peluang untuk
memperoleh:

a. Angka ganjil pada mata dadu pertama dan angka genap pada mata dadu kedua.
Penyelesaian:
Misalkan:
D = ................................................................
E = ................................................................

Banyaknya sampel keseluruhan: n(S) = ,,,

Sampel dari munculnya angka ganjil pada mata dadu pertama:

D = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka ganjil pada mata dadu pertama:

n(D) = ...

Sampel dari munculnya angka genap pada mata dadu kedua:

E = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya gambar (G) pada koin: n(E) = ...

Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:


.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari kejadian munculnya angka ganjil pada mata dadu pertama dan
angka genap pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu sebanyak satu
kali secara bersamaan didapat dengan cara:
Jadi, peluang munculnya mata dadu angka ganjil pada mata dadu pertama
dan munculnya mata dadu angka genap pada dadu kedua pada pelantunan dua
dadu sebanyak satu kali secara bersamaan adalah ...

b. Angka kurang dari 4 pada mata dadu pertama dan angka lebih dari 4 pada
mata dadu kedua.
Penyelesaian:
Misalkan:
M = ................................................................
N = ................................................................

Banyaknya sampel keseluruhan: n(S) = ...

Sampel dari munculnya angka kurang dari 4 pada mata dadu pertama:

M = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka kurang dari 4 pada mata dadu pertama:
n(M) = ...

Sampel dari munculnya angka lebih dari 4 pada mata dadu kedua:

N = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka lebih dari 4 pada mata dadu kedua: n(N)
= ...

Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:


.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari kejadian munculnya angka kurang dari 4 pada mata dadu
pertama dan angka lebih dari 4 pada mata dadu kedua pada pelantunan dua
dadu sebanyak satu kali secara bersamaan didapat dengan cara:

Jadi, peluang munculnya angka kurang dari 4 pada mata dadu pertama dan
angka lebih dari 4 pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu sebanyak
satu kali secara bersamaan adalah ...
c. Angka kelipatan 2 pada mata dadu pertama dan angka prima ganjil pada
mata dadu kedua.
Penyelesaian:
Misalkan:
K = ................................................................
L = ................................................................

Banyaknya sampel keseluruhan: n(S) = ...

Sampel dari munculnya angka kelipatan 2 pada mata dadu pertama:

K = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka kelipatan 2 pada mata dadu pertama:


n(K) = ...

Sampel dari munculnya angka prima ganjil pada mata dadu kedua:

L = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka prima ganjil pada mata dadu kedua: n(L)
= ...

Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:


.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari kejadian munculnya angka kelipatan 2 pada mata dadu pertama
dan angka prima ganjil pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu
sebanyak satu kali secara bersamaan didapat dengan cara:

Jadi, peluang munculnya angka kelipatan 2 pada mata dadu pertama dan
angka prima ganjil pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu sebanyak
satu kali secara bersamaan adalah ...

d. Angka prima genap pada mata dadu pertama dan angka kelipatan 3 pada mata
dadu kedua.
Penyelesaian:
Misalkan:
X = ................................................................
Y = ................................................................

Banyaknya sampel keseluruhan: n(S) = ...

Sampel dari munculnya angka prima genap pada mata dadu pertama:

X = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka prima genap pada mata dadu pertama:
n(X) = ...

Sampel dari munculnya angka kelipatan 3 pada mata dadu kedua:

Y = ................................................................

Banyaknya sampel munculnya angka kelipatan 3 pada mata dadu kedua: n(Y)
= ...

Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:


.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari kejadian munculnya angka prima genap pada mata dadu pertama
dan angka kelipatan 3 pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu
sebanyak satu kali secara bersamaan didapat dengan cara:

Jadi, peluang munculnya angka prima genap pada mata dadu pertama dan
angka kelipatan 3 pada mata dadu kedua pada pelantunan dua dadu sebanyak
satu kali secara bersamaan adalah ...
Tuliskan kesimpulan kalian tentang peluang saling bebas dan rumus menentukan
peluang saling bebas berdasarkan jawaban dari kegiatan di atas pada kotak
di bawah ini.

Setelah melakukan pengamatan dan percobaan pada kegiatan – kegiatan di atas,


bisakah kalian menyebutkan satu atau beberapa contoh lain yang berkaitan
dengan konsep peluang saling bebas serta alasan mengapa kejadian tersebut
merupakan kejadian saling bebas? Tuliskan contoh permasalahan lainnya yang
merupakan peluang kejadian saling bebas pada kotak di bawah ini.
Tiga orang pasien penyakit tumor, usus buntu dan hernia akan dioperasi.
Peluang ketiga pasien itu tertolong adalah sebagai berikut:
2
Peluang pasien tumor tertolong adalah P(T) = 17

10
Peluang pasien usus buntu tertolong adalah P(B) = 17

14
Peluang pasien hernia tertolong adalah P(H) =
17

Tentukan peluang dari:

a. Ketiga pasien akan tertolong


b. Ketiga pasien tidak akan tertolong
c. Pasien hernia tertolong, tetapi pasien tumor dan usus buntu tidak
tertolong
d. Pasien usus buntu tertolong, tetapi pasien tumor dan hernia tidak
tertolong.
e. Pasien tumor dan usus buntu tertolong, tetapi pasien hernia tidak
tertolong.
f. Pasien hernia dan tumor tertolong, tetapi pasien usus buntu tidak
tertolong.

Penyelesaian:

Pada pasien tumor, peluang pasien tesebut tidak tertolong merupakan


komplemen dari P(T) atau dapat dinyatakan dengan P(bukan T) atau P(T ′).

Misalkan:
2 15
P(T) = 17
, maka P(T ′) = 1 – P(T), sehingga P(T ′) = 17
.

Maka,
2 …
P(B) = , maka P(B ′ ) = 1 – P(B), sehingga P(B ′ ) = .
17 …

2 …
P(H) = , maka P(H ′ ) = 1 – P(H), sehingga P(H ′ ) = .
17 …

Sehingga, peluang dari:

a. Ketiga pasien akan tertolong


Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari ketiga pasien akan tertolong didapat dengan cara:

Jadi, peluang dari ketiga pasien akan tertolong adalah ...

b. Ketiga pasien tidak akan tertolong


Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari ketiga pasien tidak akan tertolong didapat dengan cara:

Jadi, peluang dari ketiga pasien tidak akan tertolong adalah ...

c. Pasien hernia tertolong, tetapi pasien tumor dan usus buntu tidak
tertolong
Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari pasien hernia tertolong, tetapi pasien tumor dan usus buntu
tidak tertolong didapat dengan cara:
Jadi, peluang dari pasien hernia tertolong, tetapi pasien tumor dan usus
buntu tidak tertolong adalah ...

d. Pasien usus buntu tertolong, tetapi pasien tumor dan hernia tidak
tertolong.
Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari pasien usus buntu tertolong, tetapi pasien tumor dan hernia
tidak tertolong didapat dengan cara:

Jadi, peluang dari pasien usus buntu tertolong, tetapi pasien tumor dan
hernia tidak tertolong adalah ...

e. Pasien tumor dan usus buntu tertolong, tetapi pasien hernia tidak
tertolong.
Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari pasien tumor dan usus buntu tertolong, tetapi pasien hernia
tidak tertolong didapat dengan cara:

Jadi, peluang dari pasien tumor dan usus buntu tertolong, tetapi pasien
hernia tidak tertolong adalah ...
f. Pasien hernia dan tumor tertolong, tetapi pasien usus buntu tidak
tertolong.
Kejadian ini merupakan kejadian saling bebas karena:
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................
Peluang dari pasien hernia dan tumor tertolong, tetapi pasien usus buntu
tidak tertolong didapat dengan cara:

Jadi, peluang dari pasien hernia dan tumor tertolong, tetapi pasien usus
buntu tidak tertolong adalah ...

Anda mungkin juga menyukai