Anda di halaman 1dari 3

Unsur, Senyawa, dan Campuran

1. Unsur

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana secara
kimia biasa. Unsur terdiri atas satu macam atom. Lambing unsur menurut Jons Jacob
Berzelius, diambil dari huruf depan nama ilmiah, huruf pertama unsur yang
bersangkutan. Ada dua macam penulisan lambang unsur sebagai berikut.

a. Menggunakan satu huruf terdepan dari nama ilmiah ditulis dengan huruf capital.
Contoh unsur karbon dilambangkan C.
b. Menggunakan dua huruf nama ilmiah, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital,
huruf kedua ditulis dengan huruf kecil. Contoh unsur natrium dilambangkan Na.

2. Senyawa
Senyawa adalah gabungan antara dua macam atau lebih unsur yang berbeda melalui
reaksi kimia. Ciri-ciri senyawa sebagai berikut.
a. Senyawa dapat terbentuk dari unsur-unsur melalui reaksi kimia.
b. Unsur-unsur penyusun senyawa kehilangan sifat asalnya stetlah membentuk senyawa.
c. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsur kembali dengan cara reaksi kimia,
tetapi tidak dapat dipisahkan secara fisika.
d. Komponen-komponen (unsur) penyusun senyawa mempunyai perbandingan tetap.
e. Pembentukan senyawa melibatkan energi.

Contoh senyawa yaitu natrium klorida (garam dapur) yang dilambangkan NaCl.

3. Campuran
Campuran adalah materi yang terdri atas beberapa zat penyusun yang berbeda dan
masih memiliki sifat-sifat asalnya. Ciri-ciri campuran sebagai berikut.
a. Terdiri atas dua jenis zat tunggal atau lebih.
b. Mempunyai sifat asalnya.
c. Tidak mempunyai komposisi tetap.
d. Komponen-komponen penyusunnya dapat dipisahkan secara fisika.

Contoh campuran adalah baja yang merupakan campuran antara besi dengan karbon.

Campuran antara zat terlarut dengan zat pelarut dapat dibedakan menjadi campuran
homogen (larutan), koloid, dan campuran heterogen (suspensi). Ukuran partikel koloid
berada di antara larutan dan suspense. Larutan mempunyai ukuran partikel kurang dari 10 -7
cm. Koloid mempunyai ukuran partikel antara 10 -7-10-5 cm. suspensi mempunyai ukuran
partikel lebih dari 10-5 cm.
Sifat-Sifat Fisika dan Kimia serta Perubahannya
1. Sifat Fisika Zat
Sifat fisika zat adalah ciri khas yang dimiliki suatu zat, tetapi tidak berhubungan
dengan pembentukan zat baru. Sifat ini diperoleh dari hasil pengamatan dan
pengukuran. Sifat fisika zat sebagai berikut.
a. Kelarutan
Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut. Contoh
garam dapat larut dalam air.
b. Kemagnetan
Kemagnetan adalah kemampuan suatu logam untuk dipengaruhi oleh medan
magnet. Jenis logam yang dapat ditarik oleh medan magnet dengan baik disebut
feromagnetik, contoh besi. Jenis logam yang kurang dapat ditarik oleh medan
magnet disebut paramagnetik, contoh aluminium. Jenis logam yang menolak medan
magnet disebut diamagnetik, contoh emas.
c. Daya Hantar
Kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik atau panas disebut daya
hantar listrik atau daya hantar panas. Zat yang dapat menghantarkan arus listrik atau
panas dengan baik disebut konduktor. Zat yang tidak dapat atau sulit
menghantarkan arus listrik atau panas disebut isolator.
d. Kekerasan
Ukuran untuk menentukan keras lunaknya suatu zat diukur dengan skala Mohs
disebut kekerasan. Kemampuan zat untuk bertahan terhadap goresan juga dapat
disebut kekerasan, contoh intan memiliki kekerasan lebih tinggi disbanding emas.
e. Titik Didih
Titik didih adalah suhu terendah saat zat mulai mendidih, contoh titik didih air 100°C.
f. Titik Leleh
Titik leleh adalah suhu terendah saat suatu zat mulai meleleh, contoh titik leleh emas
1.064,18°C.
g. Bau
Bau adalah gas yang dikeluarkan oleh suatu zat, contoh hydrogen sulfida berbau
telur busuk.
h. Warna
Warna berhubungan dengan besar panjang gelombang yang dipantulkan oleh
permukaan zat ke mata kita, contoh arang berwarna hitam.
i. Rasa
Rasa berhubungan dengan komposisi di dalam zat, contoh gula berasa manis.
2. Sifat Kimia Zat
Sifat kimia suatu zat adalah ciri khas yang dimiliki suatu zat dan berhubungan dengan
terbentuknya zat baru. Sifat kimia sebagai berikut.
a. Keterbakaran
Keterbakaran merupakan sifat dapat tidaknya suatu zat terbakar, contoh kertas dapat
dibakar membentuk gas dan abu, sedangkan air tidak dapat dibakar.
b. Pembusukan
Pembusukan merupakan peristiwa membusuknya suatu zat akibat reaksi kimia.
Contoh sampah dedaunan membusuk berubah menjadi pupuk kompos.
c. Kereaktifan
Kereaktifan adalah mudah tidaknya suatu zat bereaksi dengan zat lain, contoh besi
bereaksi dengan oksigen menjadi karat besi.
d. Daya Ionisasi
Daya ionisasi adalah mudah tidaknya suatu zat mengalami ionisasi menjadi partikel-
partikel bermuatan listrik saat dilarutkan ke dalam air.
3. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Perubahan
fisika meliputi perubahan bentuk dan ukuran, perubahan wujud, perubahan karena
pelarutan dan pengeringan, perubahan karena adanya pemanasan atau arus listrik, dan
perubahan volume. Contoh perubahan fisika yaitu kayu diubah menjadi lemari, kursi,
atau meja. Kayu mengalami perubahan bentuk dan ukuran saat diubah menjadi lemari,
kursi, atau meja. Meskipun telah berubah bentuk dan ukuran, sifat zat-zat penyusun
kayu tetap sama.
4. Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat-sifat
yang baru pula. Perubahan kimia meliputi proses pembakaran, pencampuran zat,
peragian, pembusukan, proses biologis makhluk hidup, dan perkembangan. Contoh
singkong diubah menjadi tapai. Tapai yang terbentuk dari peragian singkong memiliki
zat-zat penyusun yang berbeda dengan zat-zat penyusun singkong.