Anda di halaman 1dari 4

Peralatan tolak peluru

Alat yang di gunakan dalam tolak peluru:

1. Rol Meter
2. Bendera Kecil
3. Kapur / Tali Rafia
4. Peluru

Untuk senior putra = 7.257 kg


Untuk senior putri = 4 kg
Untuk junior putra = 5 kg
Untuk junior putri = 3 kg

5. Obrient: gaya membelakangi arah tolakan


6. Ortodox: gaya menyamping - See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-
berita/olahraga/peraturan-dan-peralatan-perlombaan-tolak-peluru.html#sthash.KTMVwt0u.dpuf

Gambar Lapangan Tolak Peluru beserta Ukurannya


Berikut ini gambar dari lapangan tolak peluru beserta dengan ukurannya.

Gambar Lapangan Tolak Peluru beserta Ukurannya

PENJASORKES - Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan tolak
peluru adalah menolak sejauh jauhnya uuntuk mendapatkan hasil lemparan sejauh mungkin.
Dalam tolak peluru dikenal ada dua macam gaya yang sering digunakan, yaitu: gaya lama atau
menyamping (Ortodoks) dan gaya baru atau membelakangi(O'briens). Yang akan dibahas dalam
artikel ini adalah Teknik dasar tolak peluru lengkap. Berikut adalah Teknik dasarnya.

Gambar : Tolak Peluru

TEKNIK DASAR TOLAK PELURU


1. Cara Memegang Peluru
Peluru dipegang dengan jari jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas. Cara
melakukanya adalah:

 peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atau pada ujung telapak tangan yang dekat
dengan jari jari tangan.
 Jari jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, tengah dan jari telunjuk)
dipergunakann untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
 Jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian
samping yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau keluar.
2. Teknik meletakan peluru
Cara meletakkan peluru yang benar adalah :

 Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran,
sedangkan kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah
lemparan.
 Peluru dipegang dengan tangan kanan dengan pegangan serasi
 Tangan yang memegang peluru mengatur letak peluru. Peluru diletakkan pada batas leher
dengan pundak, dibawah telina. Ketika membuka dan lengan terentang segaris dengan
pundak
 Lengan kiri di muka dada sedikit ditekuk
 Kaki kiri kendor dan menapak pada ujung kaki
3. Persiapan Awal
 Kaki kanan ditempatkan di muka, kaki kiri disamping kiri selebar badan, segaris dengan
arah lemparan
 Peluru dipegang dengan tangan kanan
 Peluru diletakkan pada batas leher dengan pundak di bawah telinga
 Lengan kiri di muka dada dan sedikit ditekuk
 Berat badan diletakkan pada kaki kanan dan badan membungkuk dan sedikit condong ke
kanan
 Kaki kiri diayun ke muka dan ke belakang.
4. Awalan
 Setelah ayunan kaki kiri yang merupakan awalan kemudian kaki kanan ditekuk lebih
pendek
 Kaki kiri sewaktu melakukan ayunan posisinya berada di belakang kemudian diayun ke
kiri (ke arah lemparan) kemudian secepatnya mendarat. Bersama itu, kaki kanan menolak
ke arah lemparan dan kemudian mendarat
 Pada saat kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan condong ke kanan
 Pegangan peluru jangan sampai bergeser pada saat melakukan serangkaian gerakan tadi.
Posisi ini sudah siap untuk melakukan tolakan peluru.
5. Sikap Badan Ketika akan menolak
Menyamping arah tolakan, kaki kiri di depan lurus dan kaki kanan di belakang dengan lutut
ditekuk, berat badan bertumpu pada kaki kanan tangan kiri lurus rileks berada di depan untuk
menjaga keseimbangan.
6. Cara menolakkan peluru
 Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas belakang
(ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas
hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat
dan pandangan tertuju ke arah tolakan.
 Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut
ditolakkan sekuat kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan
bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badan ke atas serong ke depan.
7. Sikap Badan setelah menolak peluru
Pada saat peluru lepas, badan dalam keadaan condong ke depan. Agar jangan sampai jatuh diluar
lapangan tolak peluru maka segera kaki kanan digerakan ke muka (depan). Bersamaan dengan
kaki kanan mendarat kaki kiri ditarik ke belakang, demikian juga lengan kiri untuk memelihara
keseimbangan.

Terimakasih semoga artikel yang kami berikan dengan judul Teknik Dasar Tolak Peluru
Lengkap Bermanfaat bagi anda dan semua.