Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH MEDIA TANAM DAN PEMUPUKAN NPKTERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT

DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica)


(Effect of Growing Media and NPK Fertilizer on Growth of Shorea Javanica)

Fitri Kurniawati1) dan Miranti Ariyani2)


1)
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI
Jl. Kebun Raya Cibodas, Desa Cimacan, Cipanas - Cianjur 43253.
e-mail : fitri.kurniawati@lipi.go.id. / upiet_v3@yahoo.com
2)
Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan – LPPM UNPAD
Jl. Sekeloa Selatan 1 - Bandung 40132
e-mail : miranti.ariyani@yahoo.com

ABSTRACT
Cibodas botanical garden – LIPI had compost product based on organic waste
material (litter, grass, twigs, and fruit) which were collected from garden. Compost was
produced by two methods : using katalek bioactivator and natural compost without
bioactivator. Utilization of compost as growing media at nursery unit botanical garden
was not optimal. The objective of this research was to determine the ability of compost
from botanical garden as a growing media for seedling collection at Cibodas botanical
garden. This study was conducted using a Randomized Block Design (RAB) with six
treatments and four replications using Shorea javanica as plants indicator. Three types of
growing media (top soil, natural compost and katalek compost) were applied for the
treatment with the addition or non addition of NPK fertilizer. However, control treatment
was made from top soil without addition of NPK. The data showed that both natural
compost and katalek compost were demonstrated better result than top soil growing media.
Katalek compost without addition of NPK fertilizer gave significantly different result at
enhancement of plant height, leaf number, and dry weight if compared with control.

Keywords : Compost, growing media, NPK Fertilization, Seedling, Shorea javanica

PENDAHULUAN Kompos adalah hasil penguraian


Kebun Raya Cibodas (KRC) sampah organik oleh sekelompok
merupakan salah satu lembaga mikroorganisme. Hasil akhir
konservasi ex-situ yang mengelola koleksi pengomposan adalah humus yang
tumbuhan hidup yang terdokumentasi memiliki manfaat bagi pertanian karena
untuk tujuan penelitian ilmiah, dapat memperbaiki stuktur, kelembaban,
konservasi, peragaan dan pendidikan. dan meningkatkan kandungan nutrisi
Untuk itu KRC memiliki tanggung jawab dalam tanah (Hadar et al., 1992).
atas pemeliharan tanaman yang menjadi Kompos memiliki potensi untuk
koleksinya.Salah satu sarana pendukung dimanfaatkan sebagai media tanam.
pemeliharaan di Seksi Konservasi ex-situ Media organik (kompos) sebagai media
KRC adalah unit pengolahan kompos. tanam juga memiliki kelemahan yaitu
Unit ini bertugas mengolah sampah kandungan unsur hara yang tersedia bagi
organik (rumput, daun, bunga, buah, tanaman relatif rendah, sehingga dalam
ranting dll.) yang ada di KRC. pemanfaatannya sebagai media tanam

Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013 9


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani
masih tetap memerlukan tambahan Borneo, Jawa, Sulawesi, Philipina dan
pupuk anorganik sebagai sumber nutrisi Maluku (Aston, 1982 dalam Mukhlisi,
yang tersedia bagi tanaman. Pemupukan 2010). Shorea Javanica merupakan salah
anorganik bersifat mudah tersedia bagi satu produk unggulan kehutanan. Kayu
tanaman saat diaplikasikan (Novizan, jenis shorea banyak dimanfaatkan untuk
2005). bahan kontruksi, dan sebagai bahan baku
Ada dua jenis kompos yang industri. Selain itu, Shorea juga memiliki
diproduksi KRC yaitu kompos alami dan hasil hutan bukan kayu yang bernilai
kompos katalek. Kompos alami ekonomis seperti getah damar,
merupakan kompos yang berbahan dasar tengkawang, dan tannin yang memiliki
sampah organik tanpa penambahan nilai ekonomi yang cukup tinggi
aktivator, sedangkan kompos katalek (Mukhlisi, 2010). Dikarenakan nilai
merupakan kompos dengan bahan dasar ekonomisnya yang cukup tinggi,
sampah organik yang ditambahkan pemanfaatan dan eksploitasi secara
aktivator katalek. Penggunaan kompos masif berpotensi mengancam
katalek di unit pembibitan KRC hanya keberadaannya secara alami di hutan
sebagai pupuk organik dan tidak Indonesia, sehingga perlu dikembangkan
dimanfaatkan sebagai media tanam. Hal hutan tanaman S. javanica untuk
ini disebabkan karena belum pernah ada menunjang kepentingan industri.
penelitian mengenai kualitas kompos Pemilihan media tanam dan pemupukan
katalek sebagai media tanam, sehingga yang tepat merupakan salah satu
pengelola unit pembibitan tidak mau mekanisme dalam mengembangkan S.
mengambil resiko. Hal inilah yang javanica. Berdasarkan hal tersebut juga
menjadi salah satu latar belakang maka perlu dilakukan penelitian
dilakukannya penelitian mengenai mengenai pengaruh berbagai media
potensi kompos KRC sebagai media tanam dengan memanfaatkan kompos
tanam tanaman, agar pemanfaatan KRC yang disertai pemupukan NPK
kompos KRC tidak hanya sebagai pupuk terhadap perkembangan vegetatif bibit
organik saja tetapi juga sebagai media tanaman S. javanica, sebagai upaya
tanam tanaman bibit koleksi tanaman di konservasi ex-situ S. javanica.
KRC.
Shorea javanica merupakan salah BAHAN DAN METODE
satu marga dari Suku Dipterocarpaceae, Bahan yang digunakan dalam
yang juga merupakan tumbuhan penelitian ini yaitu: benih S. javanica,
indigenous dari Indonesia, yang pasir steril, media tanah (top soil),
umumnya hidup di dataran rendah kompos alami, dan kompos katalek, dan
(Dorthe, 2004). Keanekaragaman jenis pupuk majemuk NPK. Penelitian
Shorea di seluruh dunia mencapai 194 dilakukan di unit pembibitan Kebun Raya
jenis yang tersebar di India, Sri Langka, Cibodas-LIPI pada Januari-September
Birma, Thailand, Indochina serta 163 2010, dengan menggunakan Rancangan
jenis tersebar di Malaya, Sumatera, Acak Kelompok (RAK) dengan enam

10 Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani
perlakuan yang diulang sebanyak empat terhadap C/N ratio, pH, C–Organik, P2O5,
kali. Perlakuan yang dimaksud seperti K2O dan N total pada media kompos
berikut: alami, kompos katalek dan top soil
sebagai data penunjang.
Kode Perlakuan Benih S. javanica bersifat
A Top soil tanpa pupuk NPK recalcitrant sehingga benih tersebut
(kontrol) harus segera ditanam (Buharman et al.,
B Top soil dengan pupuk NPK
2011). Benih disemai pada media pasir
C Kompos alami tanpa pupuk NPK
D Kompos alami dengan pupuk steril. Penyapihan dilakukan setelah bibit
NPK memiliki 2 daun yaitu dengan
E Kompos katalek tanpa pupuk memindahkan bibit ke dalam polybag
NPK berisi media perlakuan. Perlakuan pupuk
F Kompos katalek dengan pupuk NPK diberikan pada 1 bulan satelah
NPK
penyapihan, selanjutnya dilakukan setiap
2 minggu sekali selama 12 MST. Serta
Untuk melihat keragaman data
satu bulan sekali setelah 12 MST hingga
pengamatan dari setiap peubah,
24 MST. Jenis pupuk NPK yang digunakan
dilakukan analisis ragam (ANOVA) atau
adalah pupuk NPK majemuk dengan
uji keragaman pada taraf F 5%. Untuk
kandungan N:P:K sebesar 25:5:20.
melihat pengaruh beda nyata dari rata-
rata perlakuan digunakan uji lanjut HASIL DAN PEMBAHASAN
Duncant Multiple Range Test (DNMRT) A. Pertumbuhan tinggi tanaman
taraf 5 %. Parameter yang diamati dalam shorea javanica
penelitian ini adalah: tinggi tanaman dan Hasil pengukuran terhadap tinggi
jumlah daun setiap 4 minggu sekali tanaman S. javanica selama 24 MST
hingga umur 24 Minggu Setelah Tanam menunjukan bahwa perlakuan media dan
(MST) serta pengukuran pemberian pupuk NPK mempengaruhi
bobot kering tajuk pada umur 24 MST. pertumbuhan tinggi bibit S. javanica
Pada penelitian ini juga dilakukan analisis (Gambar 1). Secara umum pertumbuhan
20
Tinggi Tanaman (cm)

15 0 MST
4 MST
10 8 MST
12 MST
5 16 MST
20 MST
0 24 MST
A B C D E F

Kode perlakuan
Gambar 1. Pertumbuhan tinggi (cm) bibit Shorea javanica selama 24 MST

Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013 11


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani

Tabel 1. Pertambahan tinggi tanaman (cm) bibit Shorea javanica selama 24 MST
Ulangan
Kode Perlakuan Rataan
1 2 3 4
A top soil (kontrol) 5.00 6.50 3.30 1.00 3.95 a
B top soil + pupuk NPK 7.10 4.00 4.70 4.90 5.18 a
C kompos alami 4.00 4.50 4.20 3.40 4.03 a
D kompos alami + pupuk NPK 6.30 8.00 8.00 4.60 6.73 ab
E kompos katalek 12.60 9.20 8.90 12.30 10.75 c
F kompos katalek + pupuk
8.00 13.60 6.70 7.00 8.83 bc
NPK
Koefisien variasi F 0.5 F 0.1 F hit
29.42 % 2.9 4.56 8.09**
Keterangan: *) menunjukan bahwa nilai analisis varian bernilai signifikan pada α=0.05,
**) menunjukkan nilai analisis sangat signifikan pada α=0.05,
angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut duncan pada
taraf 5%

bibit S.javanica tidak berbeda nyata tidak dapat diserap tanaman karena
hingga umur 12 MST yaitu berada pada diikat/difiksasi oleh Al (Hardjowigeno,
kisaran 10-15 cm dan mulai 2003). Unsur P diperlukan dalam
menunjukkan perbedaan pertumbuhan pertumbuhan tanaman, kekurangan
tinggi pada 16 MST. Hal ini diduga karena unsur hara makro P mengakibatkan
hingga 16 MST kandungan unsur hara berkurangnya kemampuan tanaman
dalam media tanam masih dapat dalam mengabsorbsi unsur hara lainnya
mencukupi kebutuhan tanaman. (Soepardi, 1983). Menurut Novizan
Pertumbuhan tanaman S. javanica (2005) unsur P dalam tanaman
dengan media kompos baik itu kompos digunakan untuk pembentukan asam
alami ataupun kompos katalek secara nukleat (DNA dan RNA), menyimpan
umum lebih baik dari pada pertumbuhan serta memindahkan energi ATP dan ADP,
S. javanica pada media top soil. Hal ini merangsang pembelahan sel dan
diduga karena pengaruh pH media top membantu proses asimilasi dan respirasi.
soil yang masam yaitu sekitar 5,1 Sehingga dengan terganggunya
(Lampiran 1.) mempengaruhi penyerapan unsur P maka akan
ketersediaan hara yang terkandung di mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
dalam tanah. Sedangkan pH pada media Hasil analisis ragam terhadap
kompos alami maupun kompos katalek pertambahan tinggi S. javanica selama
tergolong netral yaitu masing-masing 24 MST (Tabel 1) menunjukkan bahwa
sebesar 7,1 dan 6,4. perlakuan media dan pemberian pupuk
Pada umumnya unsur hara mudah NPK berpengaruh sangat nyata terhadap
diserap oleh akar tanaman pada pH pertambahan tinggi tanaman. Hasil uji
tanah netral, karena pada pH tersebut terhadap perbedaan antar perlakuan
kebanyakan unsur hara mudah larut di menunjukkan bahwa tanaman dengan
air. Pada tanah masam unsur hara P perlakuan media kompos katalek

12 Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani
berbeda nyata dengan perlakuan media tanaman, sehingga pertumbuhan
top soil dan kompos alami, sedangkan tanaman S. javanica akan menurun. Hal
perlakuan kompos alami tidak berbeda ini sesuai dengan hukum minimum yang
nyata dengan perlakuan top soil. diutarakan oleh Liebig (Salisburry, 1999).
Penambahan tinggi tanaman pada media B. Pertumbuhan jumlah daun Shorea
kompos katalek tanpa pupuk NPK javanica
menghasilkan penambahan tinggi Gambar 2 menunjukkan pertum-
tertinggi dibandingkan dengan perlakuan buhan jumlah daun pada tiap perlakuan
media kompos katalek dengan selama 24 MST. Perlakuan media
penambahan NPK yaitu sebesar 10,75 cm kompos alami tanpa pemberian pupuk
selama 24 MST. Hal ini dikarenakan NPK menunjukan hasil pertumbuhan
ketersediaan unsur hara terutama unsur daun yang terendah, jika dibandingkan
N pada perlakuan kompos katalek saja dengan perlakuan lainnya. Hal ini diduga
sudah mencukupi kebutuhan tanaman karena pengaruh nilai C/N pada media
bibit S. javanica. Menurut Novizan (2005) kompos alami yang lebih tinggi yaitu
unsur N dibutuhkan dalam jumlah sebesar 20 daripada C/N pada media top
relative besar pada setiap pertumbuhan soil maupun kompos katalek yang
tanaman, seperti pembentukan tunas masing-masing bernilai 13 dan 17
atau perkembangan batang dan daun. (Lampiran 1). Menurut Rasyidin (2004)
Lebih rendahnya tinggi tanaman yang nilai C/N akan berpengaruh pada
dihasilkan pada perlakuan media kompos kemampuan bahan organik dalam mele-
katalek dengan penambahan NPK paskan unsur hara, semakin tinggi nilai
dikarenakan jumlah N pada media C/N maka kemampuan bahan organik
tersebut sudah melampaui jumlah yang melepaskan unsur hara semakin lambat.
dibutuhkan untuk pertumbuhan

6 0 MST
Jumlan h Daun

4 MST
4 8 MST
12 MST
2 16 MST
20 MST
0 24 MST
A B C D E F

Kode Perlakuan

Gambar 2. Pertumbuhan jumlah daun bibit Shorea javanica selama 24 MST

Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013 13


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani

Tabel 2. Penambahan pertumbuhan jumlah daun bibit Shorea javanica selama 24 MST
Ulangan
Kode Perlakuan Rataan
1 2 3 4
A top soil (kontrol) 3 4 2 1 2.5 b
B top soil + pupuk NPK 3 3 2 2 2.5 b
C kompos alami 1 0 1 1 0.75 a
D kompos alami + pupuk NPK 3 4 4 2 3.25 b
E kompos katalek 5 6 4 6 5.25 c
F kompos katalek + pupuk NPK 5 7 4 6 5.5 c
Koefisien variasi F 0.5 F 0.1 F hit.
27.69% 2.9 4.56 15.82**
Keterangan: *) menunjukan bahwa nilai analisis varian bernilai signifikan pada α=0.05
**) menunjukkan nilai analisis sangat signifikan pada α=0.05, angka yang diikuti huruf
yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut duncan pada taraf 5%

Unsur hara yang berperan besar media kompos katalek yang netral
dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga ketersediaan unsur hara
daun yaitu nitrogen. Ketersediaan tanaman dapat terpenuhi dengan baik
nitrogen yang rendah menyebabkan terutama unsur N dan P. Menurut Yon
aktifitas sel-sel klorofil yang berperan (1994), Fosfor dan Nitrogen merupakan
dalam kegiatan fotosintesis tidak dapat unsur yang harus disediakan pada tahap-
memanfaatkan energi matahari secara tahap awal pertumbuhan untuk
optimal, sehingga laju fotosintesis akan memastikan pertumbuhan vegetatif yang
menurun dan fotosintat yang dihasilkan baik. Kondisi media yang masam akan
lebih sedikit. Kondisi ini akan menyebabkan kurangnya ketersediaan
memperlambat laju pertumbuhan dan unsur hara N dan P sehingga
perkembangan tanaman khususnya pertumbuhan vegetatif tanaman akan
dalam pembentukan organ baru seperti terganggu.
daun (Hakim et al., 1986).
Hasil analisis ragam pada Tabel 2 C. Berat kering tanaman Shorea
menunjukkan bahwa perlakuan media javanica
dan pemberian pupuk NPK memberikan Peningkatan berat kering tanaman
pengaruh sangat nyata terhadap berhubungan dengan pertumbuhan
penambahan jumlah daun tanaman S. vegetatif dari tanaman (Syam’un et al.,
javanica. Hasil analisis pada Tabel 2 juga 2012). Semakin baik pertumbuhan
menunjukkan bahwa tanaman dengan vegetatif dari tanaman maka berat kering
perlakuan media kompos katalek baik tanaman tersebut akan semakin besar.
yang diberi pupuk NPK maupun tidak, Gambar 3 menunjukkan perbedaan
memiliki rata-rata penambahan pertumbuhan S. javanica pada berbagai
pertumbuhan jumlah daun yang lebih perlakuan media. Tanaman S. javanica
banyak daripada perlakuan media top yang ditanam pada media kompos
soil dan kompos alami, yaitu sebesar 5,5 katalek memberikan hasil yang lebih baik
dan 5,25 helai daun selama 24 MST. Hal dibandingkan perlakuan lainnya.
ini kemungkinan disebabkan oleh nilai pH
14 Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013
Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani
kompos katalek tanpa pemupukan NPK
memberikan hasil berat kering tajuk
terbesar yaitu 1,43 gr dan terendah pada
perlakuan top soil (kontrol) yaitu sebesar
0,58 gr. Hal ini kemungkinan disebabkan
serapan unsur hara N yang lebih optimal
pada perlakuan media kompos katalek
tanpa pemberian pupuk NPK. Serapan
nitrogen mempengaruhi kadar nitrogen
dan produksi bahan kering, sehingga
semakin tinggi serapan nitrogen semakin
tinggi produksi bahan keringnya
Gambar 3. Perbedaan pertumbuhan (Fajarditta et al., 2012).
bibit Shorea javanica, Berat kering pada media kompos
keterangan: A= media top soil, C= media katalek dengan pemupukan NPK
kompos alami, E= media kompos
menghasilkan berat yang lebih rendah
katalek.
dari pada perlakuan media katalek
Tanaman dengan kandungan N dengan pemupukan NPK. Hal ini diduga
yang lebih tinggi memiliki daun yang karena terjadi peningkatan konsentrasi N
lebih lebar dengan warna daun lebih yang lebih tinggi dari kebutuhan
hijau sehingga fotosintesis berjalan lebih tanaman. Lampiran 1 dapat dilihat
baik. Hasil dari fotosintesis digunakan bahwa konsentrasi unsur N pada media
untuk perkembangan dan pertumbuhan kompos katalek lebih tinggi daripada
tanaman, antara lain pertambahan media tanam lainnya. Sehingga diduga
ukuran panjang atau tinggi tanaman, penambahan pupuk NPK pada media
pembentukan cabang dan daun baru, katalek justru akan menurunkan
yang diekspresikan dalam bobot kering pertumbuhan tanaman. Seperti yang
tanaman. Semakin tinggi fotosintat yang diungkapkan oleh Koesriningroem dan
dihasilkan diasumsikan semakin tinggi Setyati (1979) dalam Rosmandkk (2004),
pula fotosintat yang ditranslokasikan nitrogen dalam konsentrasi yang tinggi
sehingga bobot kering tanaman akan akan menghambat perakaran.
meningkat (Sahari, 2007). Terhambatnya perakaran yang terjadi
Hasil analisis ragam pada Tabel 3 akan berimplikasi terhadap
menunjukkan bahwa perlakuan media berkurangnya kemampuan penyerapan
dengan pemberian pupuk NPK unsur hara lainnya yang dibutuhkan oleh
memberikan pengaruh sangat nyata tanaman dan pada akhirnya akan
terhadap berat kering tajuk tanaman. berpengaruh pada rendahnya
Pada Tabel 3 juga dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman.
tanaman yang ditanam pada media

Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013 15


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani

Tabel 3. Berat kering tajuk (gr) tanaman Shorea javanica pada 24 MST
Ulangan
Kode Perlakuan
1 2 3 4 Rataan
A top soil (kontrol) 0.87 0.58 0.32 0.56 0.58 a
B top soil + pupuk NPK 0.58 0.57 0.56 0.61 0.58 a
C kompos alami 0.63 0.51 0.65 0.73 0.63 ab
D kompos alami + pupuk NPK 0.87 0.66 0.99 0.84 0.84 ab
E kompos katalek 1.43 1.71 1.22 1.36 1.43 d
F kompos katalek + pupuk NPK 1.36 0.86 1.09 1.06 1.09 c
Koefisien Variasi F.05 F.01 F hit.
26.71% 2.9 4.56 17.51**
Keterangan: *)menunjukan bahwa nilai analisis varian bernilai signifikan pada α=0.05
**) menunjukkan nilai analisis sangat signifikan pada α=0.05
angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut duncan pada
taraf 5%

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA


Media kompos alami dan kompos Dorthe, J. 2004. Shorea javanica Koord.
katalek berpotensi untuk dijadikan media & Veleton. Seed Leaflet: N0. 88
tanam untuk pembibitan Shorea Agustus 2004.
http://curis.ku.dk/ws/files/205469
javanica. Media kompos katalek
87/shorea_javanica_88_int.pdf.
memberikan pengaruh sangat nyata [20Agustus 2013]
terhadap pertambahan tinggi,
Buharman, F. Dharmawati, Djam'an,
pertambahan jumlah daun dan berat
N. Widyani, dan S. Sudradjat. 2011.
kering tajuk S. javaniva hingga umur 24 Atlas Benih Tanaman Hutan
MST. Penambahan pupuk NPK pada Indonesia. Departemen Kehutanan,
media kompos katalek selama 24 MST Balai Penelitian Teknologi
cenderung menurunkan pertumbuhan S. Perbenihan Tanaman Hutan.
javanica. Bogor.
Fajarditta F., Sumarsono., dan F. Kusmiyati.
SARAN 2012. Serapan Unsur Hara Nitrogen
Dalam pemanfatan media kompos dan Phospor Beberapa Tanaman
katalek sebagai media tanam bibit S. Legum Pada Jenis Tanah yang
Berbeda. Animal Agriculture
javanica tidak diperlukan penambahan
Journal 1(2) : 41-50.
pupuk NPK hingga umur 24 MST.
Diperlukan penelitian lanjutan untuk Hadar, Y. and R. Mandelbaum. 1992.
Suppressive Compost For
menentukan waktu efektif penambahan
Biocontrol Of Soilborne Plant
NPK pada pembibitan Shorea javanica Pathogens. Phytoparasitica 20 :
dengan menggunakan media kompos 113 - 116.
katalek.

16 Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani
Hakim N., N. Yusuf, A.M. Lubis., Nugroho. S.G., Sahari, P. 2007. Pengaruh Jenis dan
M.A. Diha, G.B. Hong, dan Pupuk Kandang terhadap
H.H. Bailey. 1986. Dasar – Dasar Pertumbuhan dan Hasil Tanaman
Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Krokot Landa (Talinum triangulare
Lampung. Willd.). Jurnal Agriceca 7(1).
http:/ejournal.utp.ac.id [11
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah.
Februari 2013].
Akademika Pressindo. Jakarta.
Salisbury F.B. dan C.W. Ross. 1999. Plant
Mukhlisi. 2010. Keanekaragaman Jenis
Physiology. 4th edition.
Shorea Kalimantan Timur Dan
Brooks/Cole.
Upaya Konservasinya.Bioprospek
7(1) : 69-80. Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah.
Departemen Ilmu-Ilmu Tanah.
Novizan. 2005. Petunjuk Pemupukan
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Yang Efektif. Agromedia Pustaka.
Jakarta Syam’un, E., Kaimuddin dan A. Dachlan.
2012. Pertumbuhan Vegetatif dan
Nurlan, N. 2009. Pengaruh Fosfor
Serapan N Tanaman yang Diaplikasi
Terhadap Pertumbuhan dan
Pupuk N Anorganik dan Mikroba
Produksi Buah Pepaya [Skripsi].
Penambat N Non-Simbiotik. Jurnal:
Fakultas Pertanian, Institut
Agrivigor 11(2) : 251-261.
Pertanian Bogor. Bogor.
Yon, R.M. 1994. Introduction. In Papaya,
Rasyidin, A. 2004. Penggunaan Bahan
Fruit Development, Postharvest,
Limbah untuk Perbaikan Lahan
Physiology, Handling and
Kritis. http://io.ppi-jepang. org
Marketing in ASEAN. MARDI. pp 1-
/article [14 Januari 2013].
4. Malaysia.
Rosman, R., S. Soemono dan Suhendra.
2004. Pengaruh Konsentrasi dan
Frekuensi Pemberian Pupuk Daun
terhadap Pertumbuhan Panili di
Pembibitan. Buletin TRO. 15(2) :
289-296.

Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013 17


Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan NPK … Kurniawati dan Ariyani

Lampiran 1. Hasil uji laboratorium terhadap kriteria C- organic, C/N ratio dan pH pada
media tanam top soil, kompos alami dan kompos katalek.
No kriteria Top soil Kompos alami Kompos katalek
1. C- organik (%) 3,05 8,92 11,91
2. C/N rasio 13 20 17
3. pH 51 7,1 6,4
4. N total (%) 0,23 0,4 0,83
5. P2O5 (%) 0,08 0,19 0,12
6. K2O (%) 0,04 0,06 0,21
Keterangan: Hasil uji laboratorium: Instalasi Laboratorium Kimia Balai Penelitian Tanah, 2010.

18 Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (1) 2013