Anda di halaman 1dari 13

Lampiran 6

A. Pengertian gaya

Gaya merupakan suatu besaran yang menyebabkan benda bergerak. Pada olah
raga bulu tangkis, sebuah gaya diberikan atlet pada bola sehingga menyebabkan bola
berubah arah gerak. Ketika sebuah mesin mengangkat lift, atau martil memukul paku,
atau angin meniup daun-daun pada sebuah pohon, berarti sebuah gaya sedang
diberikan. Kita katakan bahwa sebuah benda jatuh karena gaya gravitasi. Jadi, gaya
dapat menyebabkan perubahan pada benda, yaitu perubahan bentuk, sifat gerak
benda, kecepatan, dan arah gerak benda. Di sisi lain, gaya tidak selalu menyebabkan
gerak. Sebagai contoh, jika kalian mendorong tembok dengan sekuat tenaga, tetapi
tembok tetap tidak bergerak. Sebuah gaya memiliki nilai dan arah, sehingga
merupakan vektor yang mengikuti aturan-aturan penjumlahan vektor. (Sumarsono,
Joko 2008 :74)

B. Hukum I Newton

Sebuah benda akan tetap diam jika tidak ada gaya yang bekerja padanya.
Demikian pula sebuah benda akan tetap bergerak lurus beraturan (kecepatan benda
tetap) jika gaya atau resultan gaya pada benda adalah nol. Pernyataan ini dirumuskan
menjadi hukum I Newton yang berbunyi sebagai berikut.

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 89


Sebuah benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika tidak ada
resultan gaya yang bekerja pada benda itu.

Pada gambar 2.1 benda dalam keadaan diam karena gaya dorong, gaya gesek,
gaya berat, gaya normal pada benda setimbang. Dengan kata lain, benda tersebut
diam karena resultan gaya pada benda = 0.

gaya normal
gaya gesekan
gaya dorong

gaya berat
Gambar 1 Arah gaya dorong, gaya gesekan, dan gaya normal yang seimbang
menyebab kan benda tetap diam

Sebagai contoh, sebuah batu besar di lereng gunung akan tetap diam di tempatnya
sampai ada gaya luar lain yang memindahkannya. Misalnya ada gaya tektonis/gempa
atau gaya mesin dari buldoser. Demikian pula, bongkahan batu meteor di ruang
angkasa akan terus bergerak selamanya dengan kecepatan tetap sampai ada gaya yang
mengubah kecepatannya. Misalnya batu meteor itu bertumbukan dengan meteor lain.
Jadi, jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan
nol (∑F = 0) maka percepatan benda juga sama dengan nol (a = 0). Dengan
demikian:
a. jika benda dalam keadaan diam maka benda akan tetap diam, atau
b. jika benda dalam keadaan bergerak lurus beraturan maka benda akan tetap
bergerak lurus beraturan.

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 90


Benda akan selalu berusaha mempertahankan keadaan awal jika benda tidak
dikenai gaya atau resultan gaya. Hal ini yang menyebabkan hukum I Newton disebut
sebagai hukum kelembaman/ inersia (malas/inert untuk berubah dari keadaan awal).
Dalam persamaan matematis, hukum I Newton adalah sebagai berikut.

Keterangan:
∑F = resultan gaya yang bekerja pada benda (N)

Penerapan Hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai


berikut :

 Saat kendaraan yang kita naiki direm secara mendadak, maka kita akan terdorong
ke depan dan saat kendaraan yang kita naiki tiba-tiba bergerak, maka kita akan
terdorong ke belakang.
 Koin yang diletakan di atas kertayang berada di meja akan tetap disana (diatas
meja) ketika kertas ditarik secara cepat.
 Dan bola yang tadinya diam saat ditendang maka ia akan bergerak. Bola tersebut
bergerak karena adanya gaya dorong yang diakibatkan dari tendangan tersebut
maka ia akan bergerak.
 Peristiwa saat memainkan gasing.

C. Hukum II Newton
Hukum I Newton menyatakan bahwa jika tidak ada gaya total yang bekerja pada
sebuah benda, maka benda tersebut akan tetap diam, atau jika sedang bergerak, akan
bergerak lurus beraturan (kecepatan konstan). Selanjutnya, apa yang terjadi jika
sebuah gaya total diberikan pada benda tersebut?

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 91


Newton berpendapat bahwa kecepatan akan berubah. Suatu gaya total yang
diberikan pada sebuah benda mungkin menyebabkan lajunya bertambah. Akan tetapi,
jika gaya total itu mempunyai arah yang berlawanan dengan gerak benda, gaya
tersebut akan memperkecil laju benda. Jika arah gaya total yang bekerja berbeda arah
dengan arah gerak benda, maka arah kecepatannya akan berubah (dan mungkin
besarnya juga). Karena perubahan laju atau kecepatan merupakan percepatan, berarti
dapat dikatakan bahwa gaya total dapat menyebabkan percepatan.
Menurut Newton percepatan suatu benda di pengaruhi oleh gaya (F) dan massa
(m). Ketika kita mendorong kereta belanja, maka gaya total yang terjadi merupakan
gaya yang kita berikan dikurangi gaya gesek antara kereta tersebut dengan lantai. Jika
kita mendorong dengan gaya konstan selama selang waktu tertentu, kereta belanja
mengalami percepatan dari keadaan diam sampai laju tertentu, misalnya 4 km/jam.
Jika kita mendorong dengan gaya dua kali lipat semula, maka kereta belanja
mencapai 4 km/jam dalam waktu setengah kali sebelumnya. Ini menunjukkan
percepatan kereta belanja dua kali lebih besar. Jadi, percepatan sebuah benda
berbanding lurus dengan gaya total yang diberikan. Selain bergantung pada gaya,
percepatan benda juga bergantung pada massa. Jika kita mendorong kereta belanja
yang penuh dengan belanjaan, kita akan menemukan bahwa kereta yang penuh
memiliki percepatan yang lebih lambat. Dapat disimpulkan bahwa makin besar massa
maka akan makin kecil percepatannya, meskipun gayanya sama. Jadi, percepatan
sebuah benda berbanding terbalik dengan massanya.
Hubungan ini selanjutnya dikenal sebagai Hukum II Newton, yang bunyinya
sebagai berikut:
“Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja
padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan
arah gaya total yang bekerja padanya.”
Hukum II Newton tersebut dirumuskan secara matematis dalam persamaan:


Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 92


Keterangan:
= percepatan (m/s2) = massa benda (kg)
∑F = resultan gaya (N)
Penerapan Hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai
berikut :
 Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding
dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut.
 Mobil yang mogok akan lebih mudah didorong oleh dua orang,dibandingkan
diorong oleh satu orang.
 Jika di tarik dengan gaya yang sama mobil-mobil yang masasanya lebih besar (ada
beban) percepatannya lebih kecil, sedangkan pada mobil-mobilan yang sama
(massa sama) jika ditarik dengan gaya yang lebih besar akan mengalami
percepatan yang lebih besar pula
Contoh soal:
Gaya 10 N pada sebuah benda menyebabkan benda tersebut bergerak dengan
percepatan tertentu. Jika massabenda 4 kg. Hitunglah percepatan benda
tersebut ?
Jawaban :
Dik :
∑F = 10 N
m = 4 kg
dit : a?
penyelesaian :

a=

= 2,5 m/s2

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 93


D. Hukum III Newton
Dalam hukum yang ketiga Newton menjelaskan tentang adanya gaya aksi reaksi.
Menurut Newton, setiap benda yang diberi gaya aksi pasti akan timbul gaya reaksi.
Gaya reaksi ini juga bisa menjelaskan tentang keseimbangan alam. Sebagai contoh
adalah peluncuran pesawat ruang angkasa. Pada saat pesawat menyemburkan gas ke
luar maka pesawat tersebut telah memberikan gaya aksi pada gas maka gas itu akan
memberikan gaya reaksi sehingga dapat mendorong pesawat dan menyebabkan
pasawat dapat bergerak.
Hal ini merupakan inti dari Hukum III Newton, yaitu:
Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut
memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda
pertama.”
Dua gaya merupakan gaya aksi-reaksi jika kedua gaya tersebut memiliki sifat-
sifat sebagai berikut.
a. sama besar
b. berlawanan arah
c. terjadi pada dua benda yang saling berinteraksi
Dari ketiga sifat di atas dapat dirumuskan sebagai berikut:

Faksi = - Freaksi
Atau
Dengan: F1 = gaya aksi
F1 = - F2
F2 = gaya reaksi
Tanda negatif menunjukan kedua gaya berlawanan

Penerapan Hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai


berikut :
 Duduk di atas kursi berat badan tubuh mendorong kursi ke bawah sedangkan kursi
menahan (mendorong) badan ke atas.

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 94


 Jika seseorang memakai sepatu roda dan mendorong dinding, maka dinding akan
mendorong sebesar sama dengan gaya yang kamu keluarkan tetapi arahnya
berlawanan, sehingga orang tersebut terdorong menjauhi dinding

E. Penerapan Hukum-Hukum Newton


1. Gaya Berat
Galileo mengemukakan bahwa benda akan jatuh dengan percepatan sebesar
g, jika berada di dekat permukaan bumi, dan gaya gesekan udara diabaikan. Gaya
yang menimbulkan percepatan ini disebut gaya berat, dan arahnya menuju pusat
bumi.
Dalam Hukum II Newton diketahui bahwa gaya sebanding dengan
percepatannya. Karena dalam hal ini yang di bahas adalah gravitasi bumi, maka
percepatannya merupakan percepatan gravitasi bumi atau g. Jadi, gaya berat (w)
dapat dituliskan:

w = m. g

2. Gaya Normal
Ketika sebuah benda diletakkan di atas meja, maka meja akan memberikan
gaya pada benda yang disebut gaya kontak. Jika gaya kontak ini tegak lurus
permukaan meja, maka disebut gaya normal (N). Besar gaya normal benda
bergantung pada besar gaya lain yang bekerja pada benda tersebut.
Perhatikan gaya-gaya yang bekerja di bawah ini:
a. Pada permukaan datar

N
(karena benda diam)

N–W=0

N=W
W

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 95


b. Pada bidang miring licin (f gesek = 0)

W sin α

W cos α

 Untuk menentukan gaya normal

N – W cos α = 0

N = W cos α

Catatan:

- Gaya arah ke atas (+)


- Gaya arah ke bawah sumbu y (-)

 Untuk menentukan percepatan

Catatan:

- Gaya searah gerak (+)


- Gaya berlawanan gerak (-)

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 96


c. Pada bidang miring yang kasar (f gesek ≠ 0)

fk
W sin α

a
W cos α
W

3. Gaya tegangan tali

Gaya tegangan tali merupakan gaya yang bekerja pada tali, kawat, maupun
kabel. Gaya tegangan tali dilambangkan dengan huruf T.

a. Katrol
Jika m1 > m2 benda m1 bergerak ke bawah.
 Untuk mencari percepatan (a)

( )
( )
( ) T T
a

( )

W1 W2

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 97


 Untuk mencari tegangan tali (T)
Karena T sama, pilih salah satu benda, misalnya pilih benda (1).

W1

Catatan:

a. Gaya yang searah gerak diberi tanda positif dan gaya yang arahnya
berlawanan diberi tanda negatif.
b. Jika benda diam/bergerak dengan v = tetap

c. Jika benda bergerak dengan percepatan tetap

d. Sebelum mengerjakan soal, gambar semua gaya yang bekerja pada


benda.
4. Gaya gesekan

Gaya gesek adalah gaya yang timbul akibat sentuhan langsung antara dua
permukaan benda. Arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda.
Besar gaya gesek bergantung pada permukaan yang bergesekan, yaitu bergantung
pada koefisien gesekan yang dimiliki oleh dua permukaan yang bersentuhan.

f=µN
Keterangan:
f = gaya gesek (N)
µ = koefisien gesekan
N = gaya normal (N)

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 98


Besar kecilnya nilai gaya gesek, dipengaruhi oleh jenis permukaan gesekan.
Jika permukaannya kasar seperti tanah, maka akan menghasilkan gaya gesek yang
besar. Sedangkan pada permukaan yang licin seperti lantai, akan menghasilkan gaya
gesek yang lebih kecil. Besarnya nilai gaya gesek yang bekerja pada benda,
bergantung pada kekasaran permukaan yang bergesekan, dan juga kekuatan tekanan
yang terjadi di permukaan.

a. Jenis-jenis gaya gesek

Gaya gesek dibagi menjadi dua macam, yaitu gaya gesek statis dan kinetis.
Gaya gesek yang terjadi pada saat benda masih diam disebut gaya gesek statis (fs),
sedangkan gaya gesek kinetis (fk) terjadi pada benda yang sudah bergerak.

b. Gaya gesek pada berbagai sistem benda

Gambar: gaya gesek pada bidang datar

Pada gambar di atas, jika sebuah balok diletakkan pada lantai yang kasar, dan ditarik
dengan gaya F, maka balok akan bergerak pada arah horizontal. Sedangkan benda
tidak bergerak pada arah vertikal sehingga berlaku hukum I Newton.

N=w

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 99


Pada arah horizontal, balok akan bergerak sehingga berlaku hukum II Newton.

Untuk balok yang diletakkan pada bidang miring, ditunjukkan pada gambar di bawah
ini:

f N

Wx = w sin
Wy = w cos
W

Jika diasumsikan bahwa bidang miring sebagai arah horizontal dan bidang normal
adalah arah vertikal, maka komponen gaya beratnya adalah wx dan wy.

Karena balok tidak bergerak pada arah vertikal, maka berlaku Hukum I Newton ƩF = 0.

Pada arah horizontal gaya yang bekerja adalah gaya berat wx dan gaya gesek f, dan
berlaku hukum I Newton ƩF = 0.

Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 100


Bahan Ajar Hukum Newton Tentang Gerak 101