Anda di halaman 1dari 1

Rumput ekor-kucing (Pennisetum polystachion) adalah sejenis rumput pendatang dari Afrika tropis,

anggota suku Poaceae. Rumput berukuran besar ini agaknya sengaja dibawa dan ditanam sebagai pakan
ternak, namun acap kali meliar dan tumbuh sebagai gulma di lahan pertanian. Kadang-kadang ada pula
yang menyebutnya rumput gajah. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mission grass atau Feather
pennisetum.

Rumput besar berumur semusim atau menahun; batang-batangnya menaik tegak, tinggi 30–200 cm[4].
Banyak bercabang-cabang, yang muncul dari buku batang yang rebah, membentuk tegakan yang rapat;
kadang-kadang muncul akar pada buku-buku itu. Ruas batang beralur dan gundul. Pelepah daun tipis,
berlunas menuju helaian daun, biasanya lebih pendek dari ruas, gundul; lidah-lidah (ligula) bentuk cincin
berambut, panjang 1,5-2,5 mm; helaian daun sempit, meruncing, datar, panjang 5-45 cm × 3-18 mm.[5]

Bunga-bunga terkumpul dalam malai berbentuk serupa bulir; seperti garis, lurus atau melengkung,
panjang 3–25 cm × (0,6–)0,8–1(–1,5) cm tebal (tidak termasuk bulu-bulunya).[4]

Agihan dan ekologi

Tumbuh di tepi jalan di Maui, Hawaii

Pennisetum polystachion berasal dari Afrika tropis dan India; namun kini telah tersebar dan meliar di
Asia tropis, Australia, Mikronesia, Melanesia, Polinesia, Hawaii dan Amerika Serikat bagian selatan.
Rumput ini menyebar luas di antara garis lintang 23°U dan 23°S.[6]

Rumput ekor kucing mampu beradaptasi dan tumbuh baik pada kondisi lahan yang jelek. Tumbuhan ini
menyukai curah hujan yang tinggi, namun dapat bertahan pada kondisi kekeringan yang tidak lama. Juga
dapat menyesuaikan diri pada berbagai jenis tanah, mulai dari yang berpasir ringan hingga tanah liat
yang tergenang, serta pada tanah-tanah dengan kesuburan rendah. Rumput ini tahan dengan naungan
hingga 80%.[6]

Pennisetum polystachion dianggap sebagai gulma yang invasif di banyak negara, termasuk di Indonesia,
Thailand, dan Filipina[5]. Juga di Australia utara[7].Rumput ini dengan cepat menutupi tanah-tanah
terbuka bekas kebakaran dan membentuk rumpun-rumpun yang lebat dan padat, sehingga sangat baik
sebagai pengendali erosi. Sekaligus, rumput ekor-kucing menekan dan mengalahkan pertumbuhan jenis-
jenis gulma yang lain yang berkompetisi.[9]