Anda di halaman 1dari 9

Soal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Hukum dan Perundang-Undangan


15 Ditinjau dari aspek yuridis,Proklamasi Kemerdekaan memberikan kewenangan
kepada bangsa ndonesia untuk mengganti Tata Hukum Kolonial menjadi Tata
Hukum Nasional berdasarkan ketentuan Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945.
Kenyataannya sampai saat ini hukum kolonial masih berlaku. Adakah perbedaan
berlakunya hukum kolonial sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan? Jelaskan!

Jawaban:

16 Sebelum proklamasi, hukum kolonial masih berlaku secara utuh ( tidak di-filter)
karena masih menganut asas konkordasi ( hukum yang berlaku di negara penjajah
diberlakukan di negara jajahan ). Sedangkan setelah proklamasi Indonesia, hukum
hanya sebagai pengisi kekosongan hukum sebelum Indonesia mencapai tata
hukum nasional. Konsep hukum kolonial disini difilter berdasarkan pasal II
Aturan Peralihan UUD 1945 & Peraturan Presiden no. 2 tahun 1945.

17 Apakah ada perbedaan kedudukan yurisprudensi dalam sistem peradilan di Indonesia


dengan sistem peradilan di negara Anglo Saxon?Jelaskan!

Jawaban:

Indonesia menganut civil law system, dimana sumber hukum utamanya


berdasarkan pada hukum tertulis dan terkodifikasi, kedudukan yurisprudensi
hanyalah sebagai pelengkap. Yurisprudensi tidak wajib diikuti oleh hakim
Pengadilan Negeri atau Tinggi di Indonesia, melainkan hanya disarankan untuk
diikuti ( tidak menganut asas preseden ).

Sedangkan negara Anglo Saxon menganut common law system, dimana berpedoman
pada asas preseden, yaitu dalam memutuskan suatu perkara seorang hakim harus
mengikuti putusan hakim sebelumnya dalam perkara sejenis. Kedudukan
yurisprudensi disini sebagai sumber hukum yang wajib diikuti.

18 Dalam pasal 7 UU No 12 Tahun 2011, TAP MPR dimasukkan kembali ke dalam


hierarki peraturan perundang-undangan Indonesia. Mengapa demikian? Jelaskan
disertai dasar hukumnya!
Jawaban:

Karena di dalam praktik pemerintahan, TAP MPR masih sering digunakan.


Untuk itulah pemerintah memasukkan lagi ke dalam perundang-undangan. Akan
menjadi bermasalah keberlakuannya jika suatu aturan yang dalam prakteknya masih
sering digunakan, tapi tidak ada dasar hukumnya.

Namun disini, MPR tidak lagi berwenang mengeluarkan TAP MPR yang baru,
jadi hanya melakukan peninjauan terhadap materi & status hukum TAP MPR yang
masih ada/dan digunakan.

19 Pada kenyatannya, beberapa hukum positif Indonesia masih menggunakan aturan


hukum produk Belanda?

Jawaban:

Tidak. Karena hukum kolonial yang dipakai mulai dari setelah proklamasi
sampai sat ini hanya sebagai pengisi kekosongan hukum sebelum Indonesia
mencapai tata hukum nasional. Konsep hukum koonial disini tidak
semuanya dipakai melainkan difilter berdasarkan pasal II Aturan Peralihan
UUD 1945 & Peraturan Presiden no. 2 tahun 1945.

19 Setelah amandemen UUD 1945, terdapat dua lembaga tinggi negara yang
berwenang melakukan Judicial Review. Terkait dengan kewenangan melakukan
Judicial Review, jelaskan perbedaan diantara kedua lembaga negara yang dimaksud!

Jawaban:

MK berhak melakukan pengujian terhadap undang-undang baik secara materiil


maupun formil. Dasar hukum: pasal 24 C ayat (1) UUD NRI 1945dan pasal 10 ayat
(1) UU MK. MA berhak melakukan pengujian terhadap peraturan perundang-
undangan di bawah undang-undang. Dasar hukum: pasal 24 A ayat (1) UUD NRI
1945dan pasal 31 ayat (1) dan (2) UU MA.

20 Yurisprudensi merupakan salah satu sumber hukum yang diakui di Indonesia.


Jelaskan peranan yurisprudensi dalam proses Tata Hukum Nasional!

Jawaban:

Yurisprudensi merupakan salah satu sumber hukum nasional yang dapat digunakan
sebagai acuan dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang belum ada aturan
yang jelas dalam undang-undang yang tertulis dan terkodifikasi.

21 Berdasarkan sistem hukumnya, maka perundang-undangan adalah sumber hukum


yang pertama dan utama di Indonesia. Namun demikian terdapat juga hukum
tidak tertulis yang juga dipakai sebagai sumber hukum positif kita. Kapankah dan
bilamanakah hukum tidak tertulis tersebut digunakan sebagai sumber hukum?
Jelaskan!

Jawaban:

Penggunaan hukum tertulis sebagai sumber hukum dalam penyelesaian suatu


perkara terjadi jika tidak menemukan acuan yang dapat dipakai sebagai dasar
hukum dalam peraturan perundang-undangan yang ada. Indonesia menganut asas
"ius curia novit" yang artinya hakim tidak boleh menolak perkara dengan alasan
tidak ada dasar hukumnya, oleh karena itu apabila dalam suatu perkara tidak
ada aturannya dalam perundang-undangan, maka yurisprudensi merupakan salah
satu sumber hukum yang dapat digunakan. . asar hukum : pasal 25 ayat (1) dan
pasal 28 ayat (1) UU No. 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.

22 Menurut pasal 7 UU No12 tahun 2011, terdapat perpu (Peraturan Pemerintah


Pengganti Undang-Undang) sebagai salah satu bentuk peraturan perundang-
undangan yang dikenal dalam sistem perundang-undangan kita. Kapan dan
bilamanakah dibuat sebuah perpu? Jelaskan dengan disertai contoh perpunya!

Jawaban:

Perpu dibuat oleh pemerintah ( dalam hal ini presiden) yang mendapatkan
persetujuan dari DPR dalam keadaan yang genting, yang memaksa pemerintah
untuk bertindak cepat guna menjamin keselamatan.

23 Salah satu dari asas perundang-undangann adalah "ius contra actus". Apakah
maksud dari asas tersebut? Jelaskan dan beri contohnya!

Jawaban:

Setiap peraturan perundang-undangan harus diganti dengan yang setara. Contoh :


UU No. 14 Tahun 1970diganti dengan UU No. 4 tahun 2004tentang Kekuasaan
Kehakiman.

24 Jika terdapat suatu undang-undang yang isinya bertentangan dengan UUD NRI
1945, maka bisakah undang-undang tersebut berlaku? Jelaskan dengan menyebutkan
asas peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jawaban:

Jika terdapat undang-undang yang isinya bertentangan dengan UUD, maka


undang-undang tersebut akan kehilangan keberlakuannya. Hal ini sesuai dengan
asas Lex Superiori derogat Legi Inferiori yang berarti peraturan perundang-
undangan yang lebih tinggi mengenyampingkan peraturan perundang•
undangan yang lebih rendah.
25 Jika ada seorang anggota militer beragama Islam hendak menceraikan istrinya yang
juga beragama Islam, maka perceraian tersebut menjadi kompetensi absolut
pengadilan apa? Jelaskan dengan disertai dasar hukumnya!

Jawaban:

Perceraian antar sesama orang yang beragama Isam menjadi kompetensi absolut
dari pengadilan agama. Namun tidak bisa terjadi begitu saja karena suami itu
merupakan anggota militer, maka sebelum melewati proses peradilan harus
mendapatkan izin dari atasannya. Dasar hukum penjelasan pasal 49 ayat (1) poin 8
dan 9 UU No.3 Tahun 2006.

26 Dalam civil law system, terdapat beberapa kelebihan dan sekaligus kekurangan.
Sebutkan dan jelaskan masing-masing kelebihan dan kekurangan tersebut!

Kelebihan:

 Sistem hukumnya tertulis dan terkodifikasi, sehingga ketentuan yang berlaku


dengan mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaian setiap
terjadi peristiwa hukum ( kepastian hukum lebih ditonjolkan ).
 Penyelesaian sebuah perkara akan selalu berpegang teguh pada undang-
undang. Sehingga putusan-putusan diharapkan bersifat obyektif.

Kekurangan

 Sistemnya terlalu kaku, tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena


hakim harus tunduk terhadap perundang-undangan yang sudah berlaku
(hukum positif). Padahal untuk mencapai keadilan masyarakat, hukum
harus dinamis.
 Hakim hanya berfungsi menetapkan dan menafsirkan peraturan-
peraturan dalam batas wewenangnya. Putusan seorang hakim dalam
suatu perkara hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Sehingga
dalam penyelesaian perkara yang sama di lain waktu, seorang hakim harus
menetapkan dan menafsirkan perundang-undangan kembali.

27 Dalam common law system, terdapat beberapa kelebihan dan sekaligus


kekurangan. Sebutkan dan jelaskan masing-masing kelebihan dan kekurangan
tersebut!

Kelebihan

Jika ada suatu putusa yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman,
hakim dapat menetapkan putusan baru berdasarkan nilai-nilai keadilan, kebenaran
dan akal sehat. Sehingga putusan-putusan yang ada benar-benar sesuai kenyataan
dan menyesuaikan perkembangan masyarakat.

Kekurangan
Tidak ada jaminan kepastian hukum. Jika hakim diberi kebebasan untuk
penciptaan hukum dikhawatirkan ada unsur subjektivitasnya, karena hakim juga
manusia yang terkadang ada rasa atau gejolak untuk melakukan tindakan curang.