Anda di halaman 1dari 6

Endang P & Alfianur. Optimalisasi peran komite keperawatan . . .

PERAN KOMITE KEPERAWATAN


TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN

Endang Pertiwiwati, Alfianur

Bagian manajemen Keperawatan Fakultas Kedokteran,


Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
.
Email korespondensi: een.effendi72@gmail.com

Abstrak
Kedudukan komite berada dalam struktur oleh peran fungsional rumah sakit yang tujuannya
menghimpun,merumuskan,dan mengkomunikasikan pendapat dan ide- ide perawat sehingga
memungkinkan penggunaan Tujuan penelitian menganalisis hubungan peran komite
keperawatan terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di rawat inap Rumah Sakit
Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional, Sampel dalam penelitian ini seluruh perawat yang bertugas di rawat Inap di rumah
sakit umum daerah Ulin Banjarmasin Teknik sampel dengan metode Simple Random Sampling.
jumlah sample ada 92 orang. Hasil penelitian Peran komite keperawatan dalam pelayanan
keperawatan di RSUD ULIN Banjarmasin menunjukkan bahwa 79 responden atau 85,9%
dikategorikan perannya optimal.,Mutu Pelayanan Keperawatan di rawat inap RSUD Banjarmasin
sebanyak 70 responden atau 76,1%,dikategorikan baik. Hasil analisis hubungan optimalisasi
peran komite keperawatan terhadap peningkatan mutu pelayana keperawatan di rumah sakit
umum daerah ulin Banjarmasin(p value = 0,043 < 0.05 ). Optimalisasi peran komite keperawatan
dapat mempengaruhi peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien
dengan mempertahankan kompetensi dan menerima segala tanggung jawab setiap tindakan dan
keputusan yang telah dibuat.

Kata - kata kunci : komite keperawatan, mutu pelayanan, peran

Abstract
The position of the committee is in structure by the functional role of the organization whose
purpose was to collected, formulated, and communicated the opinions and ideas of the nurse.
The purpose of the study was to analyzed the optimization of the role of nursing committee
toward the improvement of nursing service quality at the inpatient of Ulin Banjarmasin General
Hospital. The research method was analytical descriptive with cross sectional approached. The
samples in this research were all nurses who served in Inpatient at Ulin Banjarmasin general
hospital. The sample technique using Simple Random Sampling method. the number of samples
were 92 people. The result of this research is Role of nursing committee in nursing service in
RSUD ULIN Banjarmasin shows that 79 respondent or 85,9% is categorized its role optimally.
Quality of Nursing Service in RSUD Banjarmasin as many as 70 respondents or 76.1%,
categorized well. Result of analysis of relationship of optimization of nursing committee role to
improvement of quality of nursing service in ulin general hospital of Banjarmasin (p value =
0,043 <0.05). Optimizing the role of the nursing committee can affect the quality improvement of
nursing services provided to the patient by maintaining the competence and accepting the
responsibilities of every action and decision made.

Keywords: nursing committee, roles, service quality

57
Dunia Keperawatan, Volume 6, Nomor 1, Maret 2018: 57 – 62

PENDAHULUAN memiliki kapasitas yang cukup untuk


melakukan peran dan fungsinya .
Melalui Peraturan Menteri Hartati, K.,dkk, 2014
Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2013 Mengingat sangat pentingnya
bahwa untuk menigkatkan mutu Komite Keperawatan terhadap hidup dan
profesionslisme,serta menjamin mutu berkembangnya profesionalitas tenaga
pelayan kesehatan perlu dibentuk suatu keperawatan yang memberikan asuhan
wadah komite keperawatan dirumah kepada pasien maka perlu disadari oleh
sakit. semua pihak bahwa Komite
Keberadaan KomiteKeperawatan Keperawatan utamanya diselenggarakan
bukan untuk mengungguli peran Bidang untuk tujuan-tujuan yang baik sehingga
Keperawatan, begitu juga sebaliknya. harus diselenggarakan dengan cara-cara
Keduanya adalah setara dengan tugas yang baik pula. Keberadaan Komite
dan fungsinya masing-masing. Karena Keperawatan bukan untuk mengungguli
itulah penting dilakukan penyatuan peran Bidang Keperawatan, begitu juga
persepsi dan membangun komitmen sebaliknya. Keduanya adalah setara
bersama sebagai upaya knowledge dengan tugas dan fungsinya masing-
management agar perbedaan peran dan masing. Karena itulah penting dilakukan
fungsi yang ada dapat diarahkan untuk penyatuan persepsi dan membangun
saling bersinergi menjadi sumber komitmen bersama sebagai upaya
kekuatan bagi Rumah Sakit. Keputusan knowledge management agar perbedaan
Menteri Dalam Negeri no.1 tahun 2002, peran dan fungsi yang ada dapat
tentang pedoman penyusunan organisasi diarahkan untuk saling bersinergi
dan tata kelola rumah sakit daerah menjadi sumber kekuatan bagi Rumah
kedudukan komite keperawatan yang Sakit .
ada di RSUD Ulin Banjarmasin Hal ini sejalan yang dialami di
kedudukannya berada dibawah direktur rumah sakit ulin Banjarmasin,bahwa saat
Rumah sakit. ini yang menduduki jabatan komite
Hasil penelitian yang dilakukan keperawatan tidak purna waktu dan dari
Ernawati,2010 Masalah yang dihadapi beberapa pertanyaan yg digali pada salah
oleh komite keperawatan adalah 53,7% satu staff keperawatan bahwa komite
peran tugas komite keperawatan kurang masih belum banyak dirasakan perannya
sesuai dan 51 % yang mempengaruhi .
efektifitas pelayanan masih kurang METODE PENELITIAN
efektif. Masih banyak peran komite yang
belum di perhitungkan baik peran Metode yang digunakan pada
maupun kedudukannya, multi peran penelitian ini adalah deskriptif analitik
yang dirasakan, sehingga untuk kegiatan dengan cross sectional, yaitu penelitian
teknis tidak memberikan kontribusi bagi yang dilakukan terhadap sekumpulan
rumah sakit.sebagian anggotanya hanya objek yang biasanya bertujuan untuk
bisa memberikan kritikan buat kebijakan melihat hubungan fenomena yang terjadi
yang dilakukan oleh bidang keperawatan di dalam suatu populasi tertentu
,kadang timbul konflik diantara perawat, (Nursalam, 2013).
tidak bisa bersinergis sehingga terlihat Populasi dalam penelitian ini
ketidak jelasan, hanya mau menang adalah seluruh perawat di Rumah Sakit
sendiri saja. Kondisi seperti ini justru Umum Daerah Ulin Banjarmasin.
akan semakin mengecilkan peran Sampel dalam penelitian ini adalah 92
Komite Perawatan, dan tidak mau orang yangn terdiri dari seluruh perawat
menghormati Bidang Perawatan, maka yang menjadi kepala ruangan dan
Komite Keperawatan tidak akan perawat pelaksana di rawat Inap di
58
Endang P & Alfianur. Optimalisasi peran komite keperawatan . . .

rumah sakit umum daerah Ulin Dari tabel 1 tentang gambaran


Banjarmasin Teknik pengambilan optimalisasi peran komite keperawatan
sampel dengan metode Simple Random di RSUD Ulin Banjarmasin,
Sampling. menunjukkan bahwa 79 responden atau
Instrumen yang digunakan dalam 85,9% didapatkan hasil optimal,
penelitian ini berupa kuesioner yang sebanyak 13 responden atau 14,1%
berisi pernyataan mengenai peran komite dengan tidak optimal. Indikator komite
dan mutu pelayanan keperawatan di yang rendah didapatkan pada kepatuhan
Rumah Sakit Ulin Banjarmasin terhadap standart asuhan keperawatan
penentuan skoring berpedoman pada yang telah ditetapkan, integrasi
pendekatan Likert. Kuesioner Peran peningkatan mutu, penggunaan temuan
Komite Keperawatan Jumlah pertanyaan riset keperawatan kedalam praktik
sebanyak 13 dengan pilihan jawaban ada klinik, penetapan dan evaluasi
4 : skoring terendah =1 dan yang kebutuhan pendidikan keperawatan dan
tertinggi =4. Kuesioner Mutu Pelayanan pengembangan staff.
Keperawatan Jumlah pilihan jawaban
sebayak 3 dengan Jumlah pertanyaan Komite etik keperawatan terdiri
ada 18 pertanyaan, Skoring tertinggi dari 10 etik yang diterapkan yaitu
:adalah 3 dan terendah adalah 1. (Kaserman, 1977) :
Analisis data menggunakan uji 1. Perawat memberikan pelayanan
Spearman karena skala data bersifat keperawatan dengan menghormati
ordinal untuk kedua buah variabel. Uji harga diri martabat manusia yang
ini bertujuan untuk mengetahui tidak terikat dengan negara, ras,
hubungan antara variabel bebas dengan suku dan status.
variabel terikat. Peneliti menggunakan 2. Perawat menjaga setiap rahasia atau
tingkat signifikan α =0,05. Apabila p informasi yang berhubungan dengan
value > 0,05 maka tidak ada hubungan pasien dan hanya membagikan
antara dua variabel sedangkan apabila p informasi tersebut kepada orang-
value < 0,05 maka didapatkan adanya orang yang merawat pasien.
hubungan pada kedua variabel tersebut 3. Perawat mempertahankan
kompetensi individualnya pada
HASIL DAN PEMBAHASAN lahan praktis juga mengenal dan
menerima segala tanggung jawab
Hubungan Peran Komite setiap tindakan dan keputusan yang
Keperawatan RSUD Ulin telah dibuat.
Banjarmasin 4. Perawat bertindak sebagai
pelindung kepada pasien apabila ada
Hasil dari kuesioner yang tindakan ilegal, tidak beretika dan
dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk tidak berkompeten terhadap
melihat gambaran dari optimalisasi pelayanan dan keselamatan pasien.
peran komite keperawatan. 5. Perawat menggunakan kompetensi
Tabel 1 Gambaran Peran Komite individual tentang kriteria menerima
Keperawatan (N=92). tanggung jawab yang diwakilkan
Variabel Frekuensi Presentase dan penugasan tugas perawat
Penelitian (N=92) (%) kepada yang lain.
a. Optimal 79 85,9% 6. Perawat berpatisipasi dengan
b. Tidak 13 14,1% kegiatan penelitian dengan
optimal menyakinkan bahwa hak-hak
responden mereka dijaga.
59
Dunia Keperawatan, Volume 6, Nomor 1, Maret 2018: 57 – 62

7. Perawat berpatisipasi dalam Tabel 2 Gambaran Mutu Pelayanan


peningkatan profesi untuk Keperawatan (n=92).
meningkatkan standar praktek
keperawatan dan pendidikan. Variabel Frekuensi Presentase
8. Perawat melalui organisasi Penelitian (n=92) (%)
profesional berpatisipasi dalam a. Baik 70 76,1%
pembentukan dan mempertahankan b. Cukup 22 23,9%
penerimaan yang menghasilkan c. Kurang 0 0
kualitas pelayanan keperawatan
yang baik. Dari tabel diatas menunjukkan
9. Perawat bekerja sama dengan teman bahwa gambaran mutu pelayanan
sejawat yang lain dalam keperawatan didapatkan hasil baik
meningkatkan kebutuhan kesehatan sebanyak 70 responden atau 76,1%, hasil
pada masyarakat. cukup sebanyak 22 responden atau
10. Perawat menolak memberikan atau 23,9% . Indikator pertanyaan yang masih
melakukan promosi atau penjualan kurang yaitu segera menanyakan
untuk barang komersil dan keluhan atau kebutuhan pasien,
pelayanan. mengkaji tentang perkembangan
Dalam permasalahan yang penyakit dan memberikan
didapatkan, hal ini tidak sesuai dengan penjelasannya, Memberikan penjelasan
kode perawat nomor 7 tentang perawat kepada pasien hal apa saja yang boleh
berpatisipasi dalam kegiatan dilakukan pasien atau tidak, menanyakan
peningkatan standar praktek perkembangan pasien setelah pemberian
keperawatan dan pendidikan. Sedangkan tindakan, Selalu bersedia apabila pasien
permasalahan di lahan didapatkan masih memerlukan bantuan bagaimana pun
rendahnya penetapan dan evaluasi keadaannya, dan melakukan pendidikan
kebutuhan pendidikan keperawatan dan kesehatan kepada pasien ketika ingin
pengembangan staff, integrasi pulang kerumah.
peningkatan mutu dan kepatuhan Dalam penelitian (Trimumpuni,
terhadap standart asuhan keperawatan 2009), pelayanan asuhan keperawatan
yang telah ditetapkan. Rendah indikator diantaranya dipengaruhi beberapa faktor
tentang penggunaan temuan riset adalah: kehandalan yang dimiliki
keperawatan kedalam praktik klinik juga perawat, jaminan dari perawat, sifat
tidak sesuai dengan kode untuk perawat empati dari perawat dan wujud nyata
nomor 6 yaitu perawat berpatisipasi asuhan keperawatan. Daya tanggap
dengan kegiatan penelitian dengan perawat merupakan kesigapan perawat
menyakinkan bahwa hak-hak responden dalam membantu pelanggan dan
mereka dijaga. memberikan pelayanan yang cepat dan
tanggap. Penting buat sebuah rumah
Mutu Pelayanan Keperawatan di akan adanya karyawan-karyawan
RSUD Ulin Banjarmasin. terutama perawat yang cepat tanggap
dalam melayani pelanggan/ pasien,
Hasil dari kuesioner yang karena perawat adalah aset rumah sakit
dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk yang paling banyak sumber dayanya
melihat gambaran dari mutu pelayanan yang mampu berinteraksi dengan pasien.
keperawatan di rawat inap RSUD Ulin Adanya indikator yang kurang mengenai
Banjarmasin. kesigapan apabila pasien memerlukan
bantuan bagaimana pun keadaannya
harus ditingkatkan karena berpengaruh
terhadap mutu pelayanan.
60
Endang P & Alfianur. Optimalisasi peran komite keperawatan . . .

Berdasarkan penelitian yang


telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Tabel 3 Hubungan Peran Komite
sebanyak 70 (76,1%) perawat memiliki Keperawatan dalam
mutu pelayanan keperawatan di RS Ulin Meningkatkan Mutu
Banjarmasin yang baik. Hal ini sejalan Pelayanan Keperawatan di
dengan penelitian oleh Nurhidayat, et al. Rawat Inap RSUD Ulin
(2015) bahwa sebanyak 55 (61,8%) Banjamasin
perawat di ruang rawat inap klinik Mutu Pelayanan P
Ambulu Jember memiliki mutu Variabel Keperawatan Valu
pelayanan yang baik. Mutu pelayanan Baik Cukup e
yang baik dihasilkan oleh pelaksanaan Komite Opt 63 16
asuhan keperawatan yang sesuai standar Kepera ima (68,47 (17,4%) 0,04
dan berdasarkan kode etik yang berlaku watan l %) 3
Tid 7 6
(Nursalam, 2011).
ak (7,60 (6,52%)
Opt %)
Analisis hubungan Peran Komite ima
Keperawatan dalam Meningkatkan l
Mutu Pelayanan Keperawatan di
RSUD Ulin Banjarmasin Kesimpulan

Tabel 3 menunjukkan bahwa p Simpulan dari penelitian ini


value = 0,043 atau p < 0,05 yang adalah peran komite keperawatan dalam
menyatakan adanya pengaruh peran pelayanan keperawatan di RSUD ULIN
komite keperawatan dengan mutu Banjarmasin menunjukkan bahwa 79
pelayanan keperawatan di RSUD Ulin responden atau 85,9% dikategorikan
Banjarmasin. Menurut peneliti, kedua perannya optimal. Mutu Pelayanan
variabel tersebut hubungan dikarenakan Keperawatan di rawat inap RSUD
komite keperawatan memiliki banyak Banjarmasin sebanyak 70 responden
tugas dan fungsi diantaranya seperti atau 76,1%,dikategorikan baik. Terdapat
menjaga disiplin dan etika profesi tenaga hubungan optimalisasi peran komite
keperawatan.Menurut (Kaserman, 1977), keperawatan terhadap peningkatan mutu
ada 10 kode keperawatan yang menjadi pelayana keperawatan di rumah sakit
pedoman tentang apa yang harus umum daerah ulin Banjarmasin(p value
dilakukan oleh perawat.Berdasarkan = 0,043 < 0.05 ).
penelitian yang telah dilakukan, komite Penelitian ini diharapkan agar
keperawatan di RSUD Ulin Banjarmasin dapat lebih meningkatkan kolaborasi dan
sudah melaksanakan kode keperawatan kerjasama tim dalam mengatur dan
khususnya di bagian memelihara mutu mengendalikan mekanisme yang ada di
profesi, menjaga disiplin dan etika pelayanan keperawatan. Wadah komite
profesi tenaga keperawatan, keperawatan mempunyai tugas purna
Meningkatkan profesionalisme tenaga waktu menjalankan tugas dan wewenang
keperawatan yang bekerja di Rumah dalam memberikan pelayanan di rumah
Sakit, dan Melakukan kredensial sakit.
keperawatan.Komite keperawatan yang
sudah menjalankan tugas dan fungsinya KEPUSTAKAAN
secara optimal menghasilkan kinerja
yang baik bagi perawat di RSUD Ulin 1. Ernawati. Hubungan tugas pokok
Banjarmasin sehingga menghasilkan dan fungsi (tupoksi) kepala seksi
mutu pelayanan keperawatan yang baik. dan komite keperawatan dengan
61
Dunia Keperawatan, Volume 6, Nomor 1, Maret 2018: 57 – 62

efektifitas pelayanan kesehatan di 7. Herkutanto, & Susilo AP.


RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Hambatan dan harapan sistem
Depok: FIK Universitas Indonesia. kredensial dokter: studi kualitatif
2010. di empat rumah sakit indonesia.
Jurnal Manajemen Pelayanan
2. Komite Keperawatan RSUP Dr.
Kesehatan 2009; 12(03): 140–147.
Kariadi Semarang. Struktur
organisasi komite keperawatan 8. Pedoman indikator mutu
RSUP Dr. Kariadi telah Terbentuk. pelayanan keperawatan klinik di
2014. Tersedia online di sarana kesehatan, 2008.
http://komkeprsdk.blogspot.com/2 9. Azizah A, Widayati D, Rachmania
014/03/struktur-organisasi-komite- D. Discharge planning
keperawatan_2961.html, diakses mempengaruhi kualitas pelayanan
tanggal 10 pebruari 2017 pukul keperawatan. Journals of Ners
20.00 Wita
Community 2017; 8(1): 53-63.
3. Keputusan Menteri Dalam Negeri 10. Kaserman I, A nursing committee
Nomor 1 Tahun 2002 tentang and the code for nurses. American
Pedoman Susunan Organisasi dan Journal of Nursing 1977; 875-876.
Tata Kerja Rumah Sakit Daerah.
2002. Tersedia online di 11. Nursalam. Manajemen
http://www.kemendagri.go.id/prod keperawatan. Jakarta: Salemba
uk-hukum/2002/01/24/keputusan- Medika; 2011.
mendagri-no-1-tahun-2002, 12. Supranto J. Statistik teori dan
diakses tanggal 17 Januari 2017 aplikasi. Jakarta: Erlangga; 2001.
pukul 20.25 WIta
13. Trimumpuni EN. Analisis
4. Peraturan Menteri Kesehatan pengaruh mutu pelayanan asuhan
Republik Indonesia Nomor 49 keperawatan terhadap kepuasan
Tahun 2013 tentang Komite klien rawat inap di RSU Puri Asih
Keperawatan Rumah Sakit. 2013. Salatiga, Semarang: Universitas
Tersedia online di Diponegoro. 2009.
http://manajemenrumahsakit.net/w
p-content/uploads/2017/02/PMK-
No-49-tahun-2013-ttg-Komite-
Keperawatan-RS.pdf, diakses
tanggal 7 Pebruari 2017 pukul
05.37 Wita
5. Hartati K, Djasri H, Utarini A.
Implementasi tata kelola klinis
oleh komite medik di rumah sakit
umum daerah di provinsi Jawa
Tengah. Jurnal Manajemen
Pelayanan Kesehatan 2014;
17(01): 51–59.
6. Herkutanto. Profil komite medis di
indonesia dan faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerjanya dalam
menjamin keselamatan pasien.
Jurnal Manajemen Pelayanan
Kesehatan 2009; 12(01): 41–47.
62