Anda di halaman 1dari 9

Nama : Deby Inda Lestari

NIM : 1808020208

PSPA 29 KELAS A

Tugas Farmasi Industri

A. STABILITAS PENGUJIAN BAHAN DAN PRODUK OBAT BARU


1. Substansi Obat
a. Stress Testing
Stress testing dari zat obat dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan
produk degradasi, yang pada berikutnya dapat membantu terjadinya degradasi dan
stabilitas intrinsik dari molekul dan memvalidasi stabilitas yang menunjukkan
kekuatan dari prosedur analitik yang digunakan. Sifat stress testing akan
tergantung pada zat obat individu dan jenis produk obat yang terlibat. Stress
testing kemungkinan dilakukan pada satu batch substansi obat. Ini harus
mencakup efek suhu (dalam peningkatan 10 ° C (misalnya, 50 ° C, 60 ° C, dll.) Di
atas itu untuk pengujian dipercepat), kelembaban (misalnya, 75% RH atau lebih
besar) jika diperlukan, oksidasi, dan fotolisis pada substansi obat. Pengujian juga
harus mengevaluasi kerentanan zat obat terhadap hidrolisis di berbagai nilai pH
ketika dalam larutan atau suspensi. Pengujian photostability harus menjadi bagian
integral dari stress testing.
b. Pemilihan Batch
Studi stabilitas formal harus diberikan pada setidaknya tiga batch utama dari
substansi obat. Kualitas keseluruhan dari kumpulan zat obat yang ditempatkan
pada studi stabilitas formal harus mewakili kualitas bahan yang akan dibuat pada
skala produksi.
c. Spesifikasi

Studi stabilitas harus mencakup pengujian komponen zat obat yang rentan
terhadap perubahan selama penyimpanan dan cenderung mempengaruhi kualitas,
keamanan, dan / atau khasiat. Pengujian harus mencakup, sebagaimana mestinya,
fisik, kimia, biologi, dan mikrobiologi. Prosedur analitik yang mengindikasikan
stabilitas yang stabil harus diterapkan. Apakah dan sejauh mana replikasi harus
dilakukan akan tergantung pada hasil dari studi validasi.
d. Frekuensi pengujian
Dalam studi pengujian jangka panjang, frekuensi pengujian harus cukup untuk
menetapkan profil stabilitas produk obat. Frekuensi pengujin pada kondisi jangka
panjang biasanya harus dilakukan setiap 3 bulan pada tahun pertama, setiap 6
bulan pada tahun kedua dan setiap tahun untuk tahun berikutnya.

Pada kondisi penyimpanan jangka pendek, dilakukan pengujian minimal pada 3


titik waktu, termasuk titik awal dan titik akhir (misalnya 3 dan 6 bulan) dari studi
6 bulan di anjurkan. Dimana harapannya (berdasarkan pengalaman
pengembangan) terdapat hasil dari studi dipercepat cenderung mendekati kriteria
perubahan yang signifikan, peningkatan pengujian yang dilakukan baik dengan
menambahkan sampel pada titik waktu akhir atau dengan memasukan titik waktu
keempat dalam desain penelitian.

Kondisi Produk Frekuensi Pengujian


Penyimpnan
Long term NCE , Generics, and 0, 3, 6, 9, 12, 18, 24 months
(Jangka Variations (MaV and MiV) and annually through the
panjang) proposed shelf-life
Accelerated NCE , Generics, and 0, 3 and 6 months NCE :New
(Dipercepat) Variations (MaV and MiV) chemical entity; MaV :
Major Variation; MiV :
Minor Variation

e. Kondisi Penyimpanan
1). Kasus umum
produk obat harus dievaluasi dalam kondisi penyimpanan (dengan tepat toleransi)
yang menguji stabilitas termal dan, jika berlaku, kepekaannya terhadap
kelembaban atau potensi kehilangan pelarut. Kondisi penyimpanan dan panjang
studi yang dipilih harus cukup untuk menutupi penyimpanan, pengiriman, dan
penggunaan selanjutnya (misalnya, setelah rekonstitusi atau pengenceran seperti
yang direkomendasikan dalam pelabelan).
Uji stabilitas umumnya harus dilakukan di bawah kondisi penyimpanan sebagai
berikut :
STUDI/ JENIS WADAH KONDISI PENYIMPANAN
Jangka panjang (untuk produk 30oC ± 2oC/75% RH ± 5% RH
dalam wadah primer semi-
permeabel terhadap uap air)
Jangka panjang (untuk produk 30oC ± 2oC /RH tidak spesifik
dalam wadah primer yang
kedap uap air)

Dipercepat 40oC ± 2oC/75% RH ± 5% RH


Stress testing* 40oC ± 2oC/75% RH ± 5% RH atau
dalam kondisi yang lebih

Stress testing diperlukan untuk validasi metode analitik, formulasi farmasi,


identifikasi dan pemantauan potensi degredasi selama pengujian stabilitas

2). Produk obat dikemas dalam wadah yang kedap air


- Umumnya dianggap wadah kedap air termasuk ampul, lepuh alumunum
HDEP atau botol kaca yang dilengkapi dengan logam atau penutup HDEP.
- Kepekaan terhadap kelembaban atau potensi kehilangan pelarut tidak menjadi
perhatian bagi produk obat yang dikemas dalam wadah yang kedap air yang
memberikan penghalang permanen untuk melewati kelembaban atau pelarut.
Sehingga studinstabilitas untuk produk yang disimpan dalam wadah yang
kedap air dapat dilakukan di bawah kondisi kelembaban yang relatef dapat
dikendalikan (WHO 2009 p.100)

3). Produk obat dikemas dalam wadah semi-permeabel (produk berbasi air)
Produk berbasis air yang dikemas dalam wadah semi-permeabel harus
dievaluasi potensi kehilangan air di samping fisik, kimia, biologi dan
mikrobiologi stabilitas. Akhirnya harus ditunjukkan bahwa produk obat
berbasis air disimpan dalam wadah semi-permeabel bisa bertahan lingkungan
dengan relatif rendah kelembaban.

Uji Stabilitas Kondisi Jangka waktu minimum


dicakup oleh data saat
pengiriman
Long term (Jangka 30 °C ± 2 °C/35% RH ± 12 bulan
panjang) 5% RH
Accelerated 40 °C ± 2 °C/not more 6 bulan
(Dipercepat) than, tidak lebih dari
(NMT) 25% RH

4). Produk obat yang ditujukan untuk penyimpanan di lemari es

Uji Kondisi Jangka waktu Jumlah Batch


Stabilitas minimum dicakup
oleh data saat
pengiriman
Long term 5oC ± 3oC 12 bulan Min. 3
(Jangka
Panjang)
Accelerated 25oC ± 2oC/60% 6 bulan Min. 3
(Dipercepat) RH ± 5% RH
Jika produk obat dikemas dalam wadah semi-permeabel, informasi yang tepat
harus disediakan untuk menilai tingkat kehilangan air.

5). Produk obat yang ditujukan untuk penyimpanan di freezer


Uji Stabilitas Kondisi Jangka waktu minimum
dicakup oleh data saat
pengiriman
Long term -20oC ± 5oC 12 ulan
(jangka panjang)

Untuk produk-produk obat yang ditujukan untuk disimpan dalam lemari


pendingin, maka waktu simpan harus berdasarkan pada data jangka panjang
yang diperoleh pada kondisi penyimpanan jangka panjang.

6). Produk obat yang ditujukan untuk penyimpanan di bawah -20oC


Produk obt yang dituukan untuk penyimpanan di bawah -20oC harus ditangani
kasus per kasus.

7). Produk obat NCE


Uji Stabilitas Kondisi Jangka waktu Jumlah Batch
minimum
dicakup oleh
data saat
pengiriman
Long term (Jangka 30oC ± 12 bulan Min. 3
panjang) 2oC/75% RH ±
5% RH
Accelerated(Dipercepat) 40oC ± 6 bulan Min. 3
2oC/75% RH ±
5% RH

8). Produk generik

Uji Kondis Jangka waktu Jumlah Batch


Stabilitas minimum dicakup
oleh data saat
pengiriman
Long term 30oC ± 2oC/75% 6 bulan Min. 2 Untuk
(Jangka RH ± 5% RH bentuk sediaan
panjang) konvensional dan
zat obat yang stabil

12 bulan Min.3 Untuk


bentuk sediaan
kritis atau zat obat
yang tidak stabil

Accelerated 40oC ± 2oC/75% 6 bulan Min. 2 Untuk


(Dipercepat) RH ± 5% RH bentuk sediaan
konvensional dan
zat obat yang stabil
Min.3 Untuk
bentuk sediaan
kritis atau zat obat
yang tidak stabil

9). Variations (MaV and MiV if appropriate)

Major Variation (MaV)

Uji Stabilitas Kondisi Jangka waktu Jumlah Batch


minimum dicakup
oleh data saat
pengiriman
Long term 30oC ± 2oC/75% 6 months Min. 2 Untuk
RH ± 5% RH bentuk sediaan
konvensional dan
zat obat yang stabil
Min.3 Untuk bentuk
sediaan kritis atau
zat obat yang tidak
stabil
Accelerated 40oC ± 2oC/75% 6 months Min. 2 Untuk
RH ± 5% RH bentuk sediaan
konvensional dan
zat obat yang stabil
Min.3 Untuk bentuk
sediaan kritis atau
zat obat yang tidak
stabil

Minor Variaton (MiV)


Uji Kondisi Jangka waktu Jumlah Batch
Stabilitas minimum dicakup
oleh data saat
pengiriman
Long term 30oC ± 2oC/75% 3 months* Min. 2 Untuk
RH ± 5% RH bentuk sediaan
konvensional dan
zat obat yang stabil
6 months Min.3 Untuk
bentuk sediaan
kritis atau zat obat
yang tidak stabil
Accelerated 40oC ± 2oC/75% 3 months* Min. 2 Untuk
RH ± 5% RH bentuk sediaan
konvensional dan
zat obat yang stabil

6 months Min.3 Untuk


bentuk sediaan
kritis atau zat obat
yang tidak stabil

f. Pelabelan
Tabel 1. Pernyataan pelabelan yang direkomendasikan untuk produk obat
Kondisi pengujian dimana stabilitas Pernyataan pelabelan yang
produk obat telah dibuktikan direkomendasikan
30 °C/75% RH (long term) “Do not store above 30 °C” / “jangan
40 °C/75% RH (accelerated) disimpan diatas 30oC”

5 °C ± 3 °C ”Store in a refrigerator (2 °C to 8 °C)” /


“simpan di kulkas”
-20 °C ± 5 °C “Store in a freezer”/ “simpan di Freezer”

Tabel 2. Pernyataan pelabelan tambahan untuk digunakan diamana hasil pengujan


stabilitas menunjukan factor pembatas.

Faktor pembatas Pernyataan pelabelan tambahan, jika


relevan
Drug Products that cannot tolerate “Do not refrigerate or freeze”
refrigeration
Drug Products that cannot tolerate “Do not freeze”
freezing
Light-sensitive Drug Products “Protect from light”
Drug Products that cannot tolerate “Store and transport not above 30 °C”
excessive heat, e.g. suppositories
Hygroscopic Drug Products “Store in dry conditions”

DAFAR PUSTAKA

Anonim (2003) ‘Stability Testing Of New Drug Subtances And Products Q1A(R2)’, ICH
Guidlines, (February). doi: 10.1136/bmj.333.7574.873-a.
Anonim (2013) ‘ASEAN Guidline On Stability Study Of Drug Product’, 2004(February 2005),
pp. 1–40.