Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2
LAPORAN AKHIR Gambaran Umum Wilayah Bab 2 Bab 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH 2.1. Tinjauan Administrasi dan
Bab 2
Bab 2

GAMBARAN UMUM WILAYAH

Gambaran Umum Wilayah Bab 2 Bab 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH 2.1. Tinjauan Administrasi dan Geografis Wilayah

2.1. Tinjauan Administrasi dan Geografis Wilayah

Kabupaten Boalemo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo yang terletak antara 0 o 23’55’’ - 0 o 55’38’’ LU dan 122 o 01’12’’ - 122 o 39’17’’ BT. Secara geografis, Wilayah Kabupaten Boalemo memiliki luas sebesar 2.362,58 km 2 . Jika dilihat dari topografinya, sebagian besar wilayah Kabupaten Boalemo merupakan perbukitan yang terletak pada ketinggian 0 - 970 meter di atas permukaan laut. Batas wilayah Kabupaten Boalemo adalah:

Sebelah utara Sebelah timur Sebelah Selatan Sebelah barat

: Kabupaten Gorontalo Utara, : Kabupaten Gorontalo, : Teluk Tomini : Kabupaten Pohuwato.

Kabupaten Boalemo terdiri atas tujuh kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Mananggu,

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

2. Kecamatan Tilamuta,

3. Kecamatan Dulupi,

4. Kecamatan Botumoito,

5. Kecamatan Paguyaman,

6. Kecamatan Wonosari, dan

7. Kecamatan Paguyaman Pantai.

2.1.1. Administrasi Wilayah

Kecamatan Botumoito merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar, yaitu sebesar 486,24 km 2 atau 26,59 persen dari luas Kabupaten Boalemo secara keseluruhan. Sementara itu, Kecamatan Paguyaman merupakan kecamatan dengan luas terkecil, yaitu sebesar 145,2 km 2 atau 7,9 persen dari total luas Kabupaten Boalemo.

Masing-masing wilayah administrasi Kecamatan terbagi menjadi beberapa Desa. Pada tahun 2015, Kabupaten Boalemo terdiri dari 82 desa definitif, satu desa persiapan dan tiga UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi). Kecamatan Paguyaman memiliki desa terbanyak yaitu 23 desa yang terdiri atas 22 desa definitif dan satu UPT. Nama Desa pada setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Nama Kecamatan dan Desa di Kabupaten Boalemo

 

KECAMATAN

 

DESA

   

1. Bolihutuo

2. Botumoito

3. Dulangeya

4. Hutamonu

1.

Botumoito

5. Patoameme

6. Potanga

7. Rumbia

8. Tapadaa

9. Tutulo

   

1. Dulupi

2.

Dulupi

2. Kotaraja

3. Pangi

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2
   

4. Polohungo

5. Tabongo

6. Tanah Putih;

7. Tangga Barito

8. Tangga Jaya

   

1. Bendungan

2. Buti

3. Kaaruyan

4. Keramat

3.

Mananggu

5. Mananggu

6. Pontolo

7. Salilama

8. Tabulo

9. Tabulo Selatan

   

1. Balate Jaya

2. Batu Kramat

3. Bongo

4. Bongo Tua

5. Bualo

6. Diloato

7. Girisa

8. Hulawa

9. Huwongo

10. Karya Murni

11. Kuala Lumpur

4.

Paguyaman

12. Molombulahe

13. Mustika

14. Mutiara

15. Permata

16. Rejonegoro

17. Saripi

18. Sosial

19. Sumber Jaya

20. Tangkobu

21. Tenilo

22. Wonggahu

23. UPT

   

1. Apitalawu

2. Bangga

5.

Paguyaman Pantai

3. Bubaa

4. Bukit Karya

   

5. Limbatihu

6. Lito

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2
   

7. Olibu

8. Towayu

   

1. Ayuhulalo

2. Bajo

3. Hungayonaa

4. Lahumbo

5. Lamu

6. Tilamuta

6. Limbato

7. Modelomo

   

8. Mohungo

9. Pentadu Barat

10. Pentadu Timur

11. Piloliyanga

12. Tenilo

   

1. Dimito

2. Dulohupo

3. Harapan

4. Jati Mulya

5. Makmur

6. Mekar Jaya

7. Pangea

7. Wonosari

8. Raharja

9. Sari Tani

   

10. Sejahtera

11. Suka Maju

12. Suka Mulia

13. Tanjung Harapan

14. Tri Rukun

15. UPT SP1

16. UPT SP2

2.1.2. Iklim Keadaan iklim di Kabupaten Boalemo ditandai dengan keadaan curah hujan dan intensitas hujan, sedangkan kondisi iklim sendiri ditandai dengan keadaan dimana suatu wilayah mempunyai keadaan bulan basah dan bulan kering. Dengan tipe iklim yang ada di Kabupaten Boalemo maka berdasarkan Schmidt dan Ferguson, wilayah ini termasuk iklim dengan Tipe C yaitu iklim sedang yang merupakan daerah tidak kering dan tidak basah. Kabupaten

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Boalemo dipengaruhi oleh iklim laut dan iklim pegunungan dengan temperatur berkisar antara 220 340 o C. Intensitas hujan merupakan nilai perbandingan antara curah hujan dengan hari hujan baik dalam bulanan maupun tahunan. Berdasarkan jumlah hari hujan di masing-masing kecamatan, rata-rata hari hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada bulan Januari hingga Juni dan hari hujan dengan intensitas rendah terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober. Curah hujan di Kabupaten Boalemo pada Tahun 2015 dengan hujan maksimum mencapai 188 mm yang terjadi pada Bulan Mei dan Bulan Juni 176,50 mm. Hujan rata- rata adalah 70,41 mm/bulan dengan jumlah hari hujan rata-rata 10 hari hujan/bulan. Rata rata kelembaban relatif udara adalah 76,05 dan presentasi penyinaran matahari rata-rata 2015 sekitar 75,08 %.

2.1.3 Topografi Kabupaten Boalemo mempunyai topografi yang bervariasi ada yang datar, bergelombang hingga berbukit. Wilayah Kabupaten Boalemo sebagian besar adalah perbukitan. Oleh karenanya, Kabupaten Boalemo mempunyai banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda. Gunung Pontolo di Kecamatan Mananggu merupakan gunung tertinggi dengan ketinggian 970 m di atas permukaan laut. Selain punya banyak gunung, Kabupaten Boalemo juga dilalui banyak sungai. Sungai terpanjang adalah Sungai Paguyaman yang terletak di Kecamatan Paguyaman dengan panjang 139,50 km. Sedang sungai terpendek adalah Sungai Tilamuta dengan panjang 13,7 km yang terletak di Kecamatan Tilamuta. Di Kabupaten Boalemo terdapat 6 (enam) sungai, yaitu Sungai Tabulo, Nantu, Tilamuta, Tapadaa, Tabongo, dan Paguyaman. Pola aliran sungai-sungai yang ada di Kabupaten Boalemo tersebut pada umumnya memiliki pola radial, dengan sebagian besar merupakan sungai musiman yaitu sungai yang meresapkan air hujan ke dalam tanah, atau disebut juga sungai influent [Asdak, 2002]. Sedangkan sungai pola radial merupakan ciri

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

khas sungai yang mengalir di daerah gunung berapi pada batuan alluvial

[Lillesand, 2004], hal ini sesuai dengan kualifikasi produk sebaran batuan,

bahwa jenis batuan adalah alluvial bekas aktivitas gunung berapi

Kawasan yang mempunyai kemiringan lahan 0-8% adalah kawasan yang

berada dibagian Utara dan Barat wilayah Kabupaten Boalemo. semakin ke

Timur kemiringan semakin besar karena kawasan tersebut merupakan

perbukitan yang membentang dari Utara ke Selatan.

Kondisi fisik wilayah Kabupaten Boalemo secara umum memiliki karakteristik

wilayah pesisir. Kota tumbuh pada dataran rendah di sepanjang pinggir

pantai dengan limitasi perkembangan berupa kondisi topografi wilayah yang

berbukit. sedangkan wilayah datar berada pada tempat-tempat yang saat ini

merupakan pusat-pusat permukiman. Kondisi geomorfologi/bentang alam

merupakan elemen penting dalam penentuan kesesuaian pemanfaatan lahan

atau kemampuan daya dukung lahan. Kabupaten Boalemo dikelilingi oleh

daerah belakang (hinterland) berupa dataran yang termasuk dalam kelas

kelerengan agak curam yaitu berkisar antara 15% sampai dengan 40% dan

kelerengan di atas 40% (sangat curam) serta beberapa bagian wilayah

dengan kelerengan antara 2% hingga 15% (landai). Kelerengan yang cukup

tinggi merupakan limitasi dalam pengembangan pusat-pusat permukiman di

Kabupaten Boalemo terutama ke arah Selatan. wilayah-wilayah dengan

kelerengan di atas 15 % dimanfaatkan untuk perkebunan dan hutan. Tinggi

rata-rata permukaan tanah di Kabupaten Boalemo dari permukaan laut

adalah 30,14 m. Di seluruh kecamatan terdapat semua kelas lereng karena

batas kecamatan dibuat memanjang dari wilayah pesisir di Selatan hingga

wilayah berbukit di Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Gorontalo.

Tabel 2.2 Sebaran Kelerengan (Ha) Pada Tiap Kecamatan

           

Grand

Kecamatan

0 - 8 %

8 - 15 %

15 - 25 %

25 - 40 %

> 40 %

Total

Botumoito

1,678.99

7,152.70

18,466.12

25,856.14

11,548.81

64,702.76

Dulupi

5,068.61

4,510.67

4,209.53

2,872.82

7.07

16,668.71

Mananggu

2,756.61

3,857.41

9,120.82

11,690.66

4,483.04

31,908.53

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Paguyaman

13,280.16

2,703.81

4,113.41

7,515.87

1,261.52

28,874.77

Paguyaman

           

pantai

122.73

1,867.07

3,394.60

2,146.54

863.92

8,394.87

Tilamuta

5,292.03

4,653.70

12,090.04

15,965.69

9,770.01

47,771.47

Wonosari

13,541.22

5,052.40

3,661.99

414.35

 

22,669.95

Grand Total

41,740.35

29,797.77

55,056.50

66,462.07

27,934.37

220,991.07

Sumber: Hasil hitungan dari peta kelerengan Kab. Boalemo, 2010

2.1.4. Tanah

Jenis tanah di Kabupaten Boalemo cukup bervariasi. Jenis tanah ini sangat

mempengaruhi jenis tanaman yang dapat tumbuh dan dikembangkan di

Kabupaten Boalemo. Dari jenis tanah inipun dapat diketahui kesesuaian

pemanfaatan lahan.

Berdasarkan data yang diperoleh, jenis tanah di Kabupaten Boalemo

didominasi oleh jenis tanah Poszolik (108,630.09 ha) yang tersebar di

seluruh kecamatan dan terluas di kecamatan Botumoito (32,000 ha). Urutan

berikutnya adalah jenis tanah Latosol (53,623.27 ha) yang terluas di

kecamatan Tilamuta dan Paguyaman (masing-masing sekitar 17,000 ha).

Jenis tanah lainnya yang terdapat di Kabupaten Boalemo namun dalam

luasan yang relatif sempit adalah tanah Lithosol, Alluvial, dan Grumosol.

Jenis tanah Grumosol hanya terdapat di Kecamatan Paguyaman dan

Wonosari. Masing-masing jenis tanah tersebut mempunyai karakteristik yang

berbeda. Untuk lebih jelasnya jenis tanah di Kabupaten Boalemo dapat

dilihat pada uraian berikut :

(1) Alluvial

a. Bahan induk : alluvial dari aneka macam asal

b. Sifat dan Corak :

Warna

: kelabu;

tekstur

: liat;

keasaman

: aneka;

zat organik

: kadar lemah;

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

kejenuhan

permeabilitas

kepekaan erosi

: sedang hingga tinggi

: rendah

: tinggi, tetapi karena daerahnya datar tidak

sampai lanjut tingkatnya

Pemakaian

: padi sawah, palawija dan perikanan

(2) Grumosol

a. Bahan induk : merjel, liat, tuf vulkan

b. Sifat dan Corak :

Warna : kelabu hingga hitam

tekstur : liat makin ke bawah makin meningkat

keasaman : sedikit asam hingga alkalin

zat organik : kadar rendah

kejenuhan : basa tinggi

permeabilitas : rendah

kepekaan erosi : besar

pemakaian : padi sawah, jagung, kedelei, tebu, kapas dan

hutan jati

(3) Latosol

a. Bahan induk : Tuf Vulkan, Bahan Vulkan

b. Sifat dan Corak :

Warna : Merah hingga kuning

tekstur : liat tetap dari atas hingga bawah

keasaman : masam hingga agak masam

zat organic : Kadar rendah hingga agak sedang dilapisan atas

menurun ke bawah

kejenuhan : basa, rendah hingga sedang

permeabilitas : tinggi

kepekaan erosi : kecil

pemakaian : padi sawah, jagung, umbian, karet, kelapa sawit,

coklat, cengkeh, kopi dan hutan tropika

(4) Litosol

II | 29

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

a. Bahan induk : Batuan beku, batuan sedimen keras

b. Sifat dan Corak :

Warna

: aneka

tekstur

: Aneka umumnya berpasir

keasaman

: aneka

zat organik

: aneka

kejenuhan

: basah

permeabilitas

: aneka

kepekaan erosi : besar

pemakaian

: tanaman keras, rumput ternak, palawija

Sedangkan kedalaman efektif tanah (solum) menunjukkan bahwa wilayah

Kecamatan Paguyaman dan Wonosari memiliki luasan terbesar untuk

kedalaman tanah >60 cm (masuk kategori ketebalan 60-90 cm dan >90 cm).

Kedalaman tersebut terdapat juga dalam luasan lebih sempit dan tersebar

secara sporadis di Kecamatan Dulupi, Tilamuta, Botumoito dan Mananggu.

Sedangkan sebagian besar Kecamatan Paguyaman Pantai, Botumoito dan

Mananggu memiliki kedalaman kurang dari 30 cm.

Tabel 2.3. Jenis tanah dan Penyebarannya Di Kabupaten Boalemo Tahun

2009

Kecamatan

ALUVIAL

GRUMUSOL

LATOSOL

LITOSOL

PODSOLIK

Total

BOTUMOITO

9,350.94

 

5,049.00

18,384.69

31,918.14

64,702.76

DULUPI

2,942.60

 

2,083.52

 

11,642.59

16,668.71

MANANGGU

7,757.97

 

2,300.85

7,426.94

14,422.77

31,908.53

PAGUYAMAN

 

276.19

17,563.03

2,825.94

8,209.61

28,874.77

PAGUYAMAN PANTAI

0.00

   

420.64

7,974.23

8,394.87

TILAMUTA

5,585.04

 

16,431.65

2,508.75

23,246.03

47,771.47

WONOSARI

 

1,258.02

10,195.22

 

11,216.71

22,669.95

Total

25,636.54

1,534.20

53,623.27

31,566.96

108,630.09

220,991.07

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Menurut Peta geologi Lembar Tilamuta, secara geologis wilayah Boalemo dan sekitarnya terbentuk sejak zaman kuarter yang terjadi selama era holosen dan pristosen dan pada zaman tersier selama era miosen, ologosen dan eosen. Formasi geologis yang terbentuk selama itu adalah:

1. Formasi endapan danau (Qpl) yang terdiri atas batu lempung, batu pasir, dan kerikil

2. Formasi batuan gunung api Pinogu (TQpv) yang dibentuk oleh aglomerat, tufa, lava andesit, dan basalt Penyebaran satuan batuan ini tidak terlalu luas, hanya menempati daerah perbukitan selatan Tilamuta sampai Dulupi , berada pada elevasi 100 300 m diatas muka laut. Satuan batuannya terdiri dari, aglomerat, tuf dan lava dan kalkarenit umumnya kompak, sebagaimana yang tersingkap pada bukit sebelah barat sungai Randangan

3. Formasi diorit Boliohuto (Tmbo) yang terdiri atas diorit, granodiorit, lava basal, basal sepilitan. Merupakan batuan intrusi, dari sistim Pegunungan Dapi, penyebaran sebelah barat sampai kebagian tengah daerah penelitian, berada pada elevasi 100 900 m di atas muka laut

4. Formasi Tinombo (Teot) yang dibangun oleh lava andesit, breksi gunung api, batu pasir weke, dan batu lanau. Satuan batuan-batuan dari formasi tinombo (Teot) yang berada di sebagian cekungan Marisa sebelah timur tepatnya daerah penyelidikan, pelamparannya sebagian besar menempati komplek pebukitan dan pegunungan Utilemba, Dapi dan Loba pada elevasi 300 1000 m diatas muka laut. Batuan penyusun terdiri dari selang-seling satuan gunung api yang terdiri dari lava basal, lava andesit dan breksi gunung api dengan batu pasir wake, batu lanau, sebagian batuan ini telah mengalami pemalihan tingkat rendah. Litologi satuan ini telah banyak dipengaruhi oleh adanya struktur geologi yang berkembang terutama sesar normal, sesar geser dan intrusi oleh batuan beku granodiorit, didaerah Dulupi pada daerah penyelidikan CAT Marisa bagian Timur juga banyak

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

dijumpai urat-urat kwarsa yang mengisi, celah-celah dari batu pasir malihan berarah N 200 E s/d N 270 E. Kondisi batuan didalam daerah penyelidikan relatif kompak dan banyak dijumpai rekahan dan join, berarah N 40 50 E, tingkat pelapukannya rendah.

5. Formasi aluvium (Qal) yang dibangun oleh batuan basir, lempung, lanau, lumpur, kerikil dan kerakal

6. Formasi Dolokapa (Tmd) yang dibentuk oleh batu pasir, weke, batuan lumpur, batu lanau, konglomerat, tuva lapili, aglomerat, breksi gunung api, lava andesit, sampai basalt. Dari urut-urutan stratigrafi, Formasi Randangan dan Formasi Dolokapa menindih tidak selaras terhadap Formasi Tinombo (Teot). Penyebaran Formasi Randangan, dapat dijumpai pada daerah morfologi perbukitan landai dan dataran dengan elevasi 100 300 m diatas muka laut, tersingkap disebelah barat daerah penyelidikan, penyebaran tidak luas. Formasi Randangan, terdiri dari perselingan konglomerat, batu pasir wake, batu lanau dan batu lumpur, satuan batuan dalam formasi ini juga banyak dipengaruhi oleh struktur geologi yang berkembang, berupa sesar normal dan sesar geser. Sedangkan Formasi Dolokapa (Tmd), penyebarannya juga tidak luas tersingkap di timur, dibagian utara daerah penyelidikan, sekitar daerah Tangga Jaya. Satuan batuan yang mewakili Formasi ini terdiri dari Batupasir Wake, Batu Lanau, Konglomerat, Tuf, Aglomerat dan Breksi Gunung Api.

7. Formasi granodiorit Bumbulan (Tpb) yang terdiri atas granodiorit, granit, dasit, dan kuarsa. Merupakan batuan intrusi, dari sistim Pegunungan Dapi, penyebaran sebelah barat sampai kebagian tengah daerah penelitian, berada pada elevasi 100 900 m di atas muka laut

8. Formasi Gunung api Pani (Tppv) yang dibangun oleh batuan dasit, andesit, tifa, aglomerat dan breksi gunung api. Terutama untuk satuan batuan gunung api Pani (Tppv), penyebarannya didaerah penyelidikan bagian barat mulai dari punggungan Huidu Oitelomo, Gn.

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Pani,bagian timurnya Huidu Sepa, Botuliodu dan Hutiamela berada pada elevasi 200 900 m diatas muka laut. Batuan Gn. Api Pani, terdiri dari Dasit, Andesit, Tuf, Aglomerat, dari kenampakan dilapangan batuannya untuk lapisan tuf dan aglomerat, sifat fisiknya kompak dan banyak rekahan. 9. Untuk satuan breksi Wobudu (Ppwv), penyebarannya tidak luas, jenis batuan terdiri dari breksi Gn. Api, aglomerat dan tuf

Tabel 2.4. Formasi Geologi Penyebarannya Di Kabupaten Boalemo

                     

PAGUYAMAN PANTAI

3.812,81

2.521,58

543,09

1.212,37

8.089,85

TILAMUTA

1.698,56

 

17.071,02

497,90

2.686,48

 

2.475,68

3.659,65

19.016,19

   

47.482,40

WONOSAIR

363,14

 

610,03

 

8.361,85

   

8.501,69

4.833,24

   

22.669,95

Grand Total

Grand Total

6.223,88

5.201,75

66.163,32

11.075,53

23.430,00

1.198,01

10.423,60

21.000,76

62.387,60

79,50

12.462,28

219.646,23

219.646,23

2.2. Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boalemo mencatat bahwa jumlah penduduk Boalemo mencapai 142.624 jiwa, yang terdiri atas 72.779 jiwa laki-laki dan 69.845 jiwa perempuan. Kecamatan Paguyaman merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak, yaitu 23,27 persen dari keseluruhan penduduk Boalemo. Dengan luas wilayah sebesar

145,2 km 2 . Paguyaman merupakan kecamatan paling padat. Setiap satu kilometer persegi wilayah di Paguyaman dihuni 228,55 orang. Jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Kabupaten Boalemo adalah 105.557 jiwa. Sejumlah 64.117 orang dari mereka berstatus bekerja, sedangkan 3.069 orang berstatus menganggur. Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Boalemo tahun 2015 adalah sebesar 4,57 persen. Grafik

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

persentasi jumlah penduduk di Kabupaten Boalemo disajikan pada Gambar

2.1.

penduduk di Kabupaten Boalemo disajikan pada Gambar 2.1. Gambar 2.1. Persentase Jumlah Penduduk Kabupaten Boalemo

Gambar 2.1. Persentase Jumlah Penduduk Kabupaten Boalemo Menurut Kecamatan, 2015

Jumlah penduduk menurut kecamatan Kabupaten Boalemo berdasarkan data

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boalemo Tahun 2015

adalah seperti disajikan pada Tabel 2.5.

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Tabel 2.5. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Boalemo,

2015

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Boalemo, 2015 2.3 Infrastruktur Wilayah a. Transportasi Jalan

2.3

Infrastruktur Wilayah

a.

Transportasi

Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk

mendukung kegiatan perekonomian masyarakat. Status jalan menurut

kewenangan dan sumber pembiayaannya dapat dibedakan menjadi tiga

kelompok, yaitu jalan negara, jalan Provinsi, dan jalan kabupaten. Di tahun

2009, panjang jalan negara di Kabupaten Boalemo tercatat sepanjang 102

km, sedangkan panjang jalan Provinsi adalah 78,1 km dan panjang jalan

kabupaten adalah sejauh 688,83 km. Jika dicermati menurut jenis

permukaan dan kondisi jalan, 67,66 persen sudah di aspal dan 63,39 persen

dalam keadaan baik. Sedangkan untuk jumlah kepemilikan kendaraaan

bermotor, pada tahun 2009 berjumlah 10.675 unit atau terjadi peningkatan

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

sebesar 19,82 persen jika dibandingkan tahun 2008 yang berjumlah 8.909 unit

b. Jaringan energy listrik

Kebutuhan listrik di Kabupaten Boalemo dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui 3 unit distribusi, yaitu Sub Ranting Paguyaman, Payment Point Harapan, dan Kantor Jaga Tilamuta. Pada tahun 2009, total daya yang tersambung sebesar 6.630.750 VA dengan produksi listrik terjual sebesar 9.832.113 KWh. Jumlah KWh yang terjual jika dibandingkan dengan tahun 2008 meningkat sebesar 8,15 persen. Pelanggan listrik yang tercatat di Kabupaten Boalemo pada tahun 2009 sebanyak 9.619 orang dengan pendapatan penjualan listrik mencapai 5,6 milyar

c. Sumberdaya air

Sumber air baku yang dikelola PDAM Kabupaten Boalemo khususnya di Kecamatan Tilamuta berasal dari sungai yaitu Sungai Ayuhulalo (Debit 200 L/det). Sumber air baku ini dialirkan secara gravitasi dan masih sangat memungkinkan untuk tetap digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang (peningkatan pelayanan) sedangkan dari segi kualitas sumber air baku dari kedua sungai tersebut cukup terjamin karena disepanjang alirannya tidak terdapat pabrik yang kemungkinan bisa mencemari air sungai dengan limbah kimianya. Berbeda dengan sumber air yang ada di Kecamatan Paguyaman karena sumber air bakunya berasal dari sumur dalam maka digunakan Pompa submersible ( Kap 5 l/det ). Untuk Kecamatan Botumoito sumber airnya berasal dari sungai namun tidak adanya elevasi ( Perbedaan Ketinggian maka digunakan Pompa submer sible ( Kap 5 l/det ).

Ketersediaan air minum yang bersih dan sehat sangat dibutuhkan masyarakat. Tetapi karena adanya keterbatasan, hanya Kecamatan Tilamuta, Kecamatan Botumoito, dan Kecamatan Paguyaman yang sudah dilayani oleh

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Boalemo. Jumlah pelanggan yang ada pada tiga kecamatan tersebut pada tahun 2009 sebanyak 2.840 orang. Sedangkan volume air yang disalurkan sebesar 492.689 m3. dan nilai rupiahnya mencapai 1,120 milyar setahun.

IPA yang dimiliki PDAM Kabupaten Boalemo berada pada 3 kecamatan yaitu IPA Tilamuta di kecamatan Tilamuta , Sumur Bor di Kecamatan Paguyaman dan IPA Botumoito di Kecamatan Botumoito

d. Limbah dan persampahan

Komposisi timbulan sampah terbesar Kabupaten Boalemo merupakan sampah organik. Berdasarkan komposisinya, bagian terbesar sampah Kota Boalemo berupa sampah organik. Jenis sampah organik ini mendominasi terhadap keseluruhan sampah yang berasal dari berbagai sumber sampah (permukiman, jalan, pasar, terminal, pertokoan, perkantoran, dan lain-lain). Timbulan sampah di

3
3

77,75 m 3 sampah yang belum terangkut. Sampah yang belum terangkat ini dikelola sendiri oleh masyarakat secara konvensional (ditimbun dan / atau dibakar). Pelayanan penyapuan di wilayah Kabupaten Boalemo terutama diarahkan pada tempat-tempat umum yaitu jalan dan trotoar, serta tempat umum lainnya. Frekuensi penyapuan jalan dalam satu hari sebanyak 1 kali yaitu dari pagi hari sampai siang hari. Metode pelaksanaan penyapuan jalan yaitu tenaga penyapu membersihkan jalan dari sampah, selanjutnya sampah diangkut dengan motor sampah ke TPS terdekat, kemudian dibakar dan atau dibawa kendaraan pengangkut ke TPA.

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

2.4 Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kabupaten Boalemo dapat dilihat dari luas dan

jenis penggunaannya, perubahan fungsi lahan, ketersediaan lahan untuk pengembangan. Penggunaan lahan di Kabupaten Boalemo dapat dibedakan menjadi penggunaan lahan terbangun diantaranya berupa permukiman, perdagangan dan jasa, fasilitas umum dan pemerintahan, industri dan pergudangan serta peternakan. Sedangkan kawasan lahan tidak terbangun pada umumnya berupa sawah, ladang, kebun, perkebunan, hutan, semak belukar, padang rumput. Kawasan budidaya di Kabupaten Boalemo berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 03 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Boalemo 2011-2031 seluas 514.912,09 Ha terbagi atas:

: 243.810,38 Ha

Kawasan budidaya perkebunan : 129.802,17 Ha

Kawasan budidaya pertanian

Pertanian lahan kering : 43.757,58 Ha

Sawah Irigasi : 37.912,043 Ha

Sawah Tadah Hujan : 9.705,307 Ha

Kawasan Permukiman : 49.924,61 Ha

Permukiman perkotaan : 794,24 Ha

Permukiman Perdesaan : 49.130,37 Ha

Kawasan hutan produksi

: 91.374,93 Ha

a. Kawasan Hutan

Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Boalemo seluas 55.031,95 Ha atau sama dengan 9,05% dari total luas wilayahnya. Secara lebih rinci luasan

kawasan hutan lindung berdasarkan kecamatan di Kabupaten Boalemo dengan rincian sebagai berikut: Kecamatan Mananggu 7.965,82 Ha, Kecamatan Botumoito 20.656,42 Ha, Kecamatan Tilamuta 14.802,60, Kecamatan Dulupi 104,47 Ha, Kecamatan Paguyaman 4.078,85 Ha, Paguyaman Pantai 4.192,35 Ha, Wonosari 3.231,44 Ha

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Kabupaten Boalemo memiliki kekayaan sumberdaya hutan yang cukup potensial. Luas kawasan hutan Kabupaten Boalemo adalah seluas ± 182.241 Ha., yang terdiri dari Hutan Lindung 28.990 Ha (15,9%), Hutan Produksi Terbatas 43.583 Ha (23,92%), Hutan Produksi Tetap 14.395 Ha (7,9%), Hutan Suaka Alam 10.918 Ha (5,99%), Hutan yang dapat dikonversi 4.959 Ha (2,72%), dan Areal Penggunaan Lain 79.396 Ha (43,57%). Investasi di bidang kehutanan yang prospektif adalah pengembangan hutan tanaman industri pada areal tertentu terutama untuk pengembangan kayu jati, dan jabon. Potensi lainnya adalah pengembangan industri hasil hutan seperti industri meubel berbahan kayu, rotan, industri damar, serta budidaya lebah madu dan lain-lain

b. Kawasan Pertanian Lahan pertanian di Kabupaten Boalemo meliputi persawahan sepanjang tahun yang dapat ditanami padi karena adanya cukup air, baik dari irigasi teknis maupun irigasi sederhana. Sedangkan pertanian lahan kering biasanya beragam, saat musim hujan ditanami padi dan saat kemarau ditanami jagung, tembakau atau palawija, misal: kacang hijau, kedelai, kacang tanah, dan ubi kayu.

1) Sawah

Luas lahan yang ada di Kabupaten Boalemo dapat dibedakan menurut jenisnya menjadi lahan sawah dan lahan bukan sawah. Pada tahun 2009, luas lahan sawah yang sudah dimanfaatkan dapat dibedakan menurut jenis pengairannya. Sekitar 78,25 persen luas lahan sawah di Kabupaten Boalemo menggunakan pengairan tadah hujan. Kemudian diikuti oleh irigasi setengah teknis (21,12 persen) dan kemudian irigasi teknis (0,62 persen). Sesuai dengan kondisi tanah di kabupaten ini, luas lahan bukan sawah sangat nyata perbedaannya dibandingkan dengan luas lahan sawah. Luas lahan bukan sawah mencapai 223.740 hektar

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

atau sekitar 48 kali luas lahan sawah. Namun, luas lahan tersebut sebagian besar belum difungsikan sebagai lahan pertanian.

2) Tanaman Bahan Makanan

Tanaman bahan makanan terdiri dari padi, palawija, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Tanaman padi dan palawija yang dibudidayakan di Kabupaten Boalemo meliputi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah. Diantara tanaman tersebut, luas panen terbesar adalah luas panen padi sawah dan jagung. Luas panen padi pada tahun 2009 adalah 7.774 hektar dengan produksi mencapai 36.866 ton. Dengan demikian, rata-rata produksinya 4,8 ton per hektar. Luas panen jagung di Kabupaten Boalemo meliputi 31.123 hektar dengan produksi mencapai 146.283 ton atau rata-rata produksinya 4,7 ton per hektar. Komoditas sayur-sayuran yang ada di Kabupaten Boalemo adalah bawang merah, tomat, terong, cabai, dan kacang panjang. Di antara tanaman tersebut, tomat dan cabai merupakan komoditas utama sayur-sayuran dengan produksi masing- masing 17.251 ton (22,33 persen) dan 53.922,5 ton (69,82 persen). Sedangkan jenis buah-buahan yang diproduksi pada tahun 2009 adalah pisang, jeruk, pepaya, nanas, nangka, alpukat, dan belimbing. Diantara buah-buahan di atas, jeruk menjadi komoditi utama dengan produksi mencapai 12.090 ton ( 69,69 persen)

3) Holtikultura

Pada tahun 2015, jenis tanaman sayuran dengan produksi paling tinggi di Kabupaten Boalemo adalah cabai rawit, sebanyak 2.634,40 ton yang dihasilkan dari 711 hektar lahan panen di seluruh kecamatan di Kabupaten Boalemo. Sementara itu, untuk jenis tanaman buah-buahan, pisang adalah buah dengan produksi paling banyak di Boalemo di tahun 2015, dengan nilai 3.293,60 ton

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

4) Perkebunan

Di Kabupaten Boalemo, berdasarkan data yang ada terdapat 7 jenis tanaman perkebunan yang dibudidayakan oleh perkebunan rakyat, yaitu kelapa, jambu mente, kakao, kopi, cengkeh, tebu, dan vanili. Hasil tanaman perkebunan yang paling dominan pada tahun 2009 adalah tanaman kelapa dengan produksi sebesar 7.024 ton, diikuti oleh kopi, kakao, jambu mente dan cengkeh yang masing-masing berproduksi 76 ton, 73,35 ton, 9,3 ton, dan 0,996 ton.

c. Peternakan

Peternakan di Kabupaten Boalemo tersebar di beberapa kecamatan, denga Jenis peternakana adalah meliputi: Peternakan sapi potong, Kambing dan peternakan Unggas. Peternakan Sapi Potong terdapat di Kecamatan Paguyaman dan Wonosari. Peternakan Unggas terdapat di Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Dulupi. Dan Peternakan Kambing terdapat di Kecamatan Mananggu, Dulupi dan Paguyaman Pantai.

d. Perikanan

Kawasan peruntukan perikanan di Kabupaten Boalemo pada umumnya terpencar di beberapa wilayah kecamatan. Adapun kawasan peruntukan perikanan meliputi :

1) Kawasan peruntukan perikanan tangkap dikembangkan di wilayah pesisir dan laut yang terdiri dari Kecamatan Mananggu, Botumoito, Tilamuta, Dulupi, Paguyaman dan Paguyaman Pantai. 2) Kawasan peruntukan budidaya perikanan yaitu :

o Kawasan peruntukan budidaya perikanan laut dan perikanan air payau terdapat di Kecamatan Mananggu, Botumoito, Tilamuta, Dulupi dan Paguyaman Pantai; dan

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

o

Kawasan peruntukan budidaya perikanan air tawar terdapat di Kecamatan Mananggu, Botumoito, Tilamuta, Dulupi, Paguyaman dan Wonosari.

3) Kawasan pengolahan hasil perikanan yaitu pengembangan minapolitan di Kecamatan Mananggu, Botumoito, Tilamuta, Dulupi, Paguyaman dan Paguyaman Pantai didukung oleh pembangunan infrastruktur dasar yang dapat menunjang kegiatan usaha perikanan

Produksi perikanan tangkap di Boalemo pada tahun 2015 mencapai angka 14.662.745 ton. Lebih dari setengah produksi perikanan tangkap berasal dari Kecamatan Tilamuta.

e.

Pariwisata

Pariwisata di Kabupaten Boalemo terdiri atas Wisata Alam, Wisata Bahari, Wisata agro, Wisata Budaya dan religi, Wisata Kerajinan, Wisata Kuliner dan Wisata buatan. Secara keseluruhan Objek wisata alam di Kabupaten Boalemo terdiri dari 23 Objek Wisata dan 20 Desa Wisata.

Objek wisata dan lokasi wisata adalah sebagaimana disajikan pada Tabel

2.6.

Tabel 2.6, Objek Wisata di Kabupaten Boalemo

NO

SPOT

ALAMAT

KET

1

Danau Teratai

Desa Salilama, Mananggu

Alam

2

Air Terjun Ayuhulalo

Desa Ayuhulalo, Tilamuta

Alam

3

Air Terjun Dulamayo

Desa Piloliyanga, Tilamuta

Alam

4

Air Terjun Tenilo

Desa Tenilo, Tilamuta

Alam

5

Air Terjun Tangga Barito

Desa Tangga Barito, Dulupi

Alam

6

Taman Polohungo

Desa Polohungo, Dulupi

Buatan

7

Kampung Suku Bajo

Desa Bajo, Tilamuta

 

8

Kampung Multi Etnis

Kec. Wonosari

 

9

Kampung Budaya Gorontalo

Kec. Tilamuta

 

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

NO

 

SPOT

ALAMAT

 

KET

10

 

Pulau Cinta

 

Desa Patoamemem, Botumoito

ODTW Baru

11

 

Pantai Langala

 

Dulupi

ODTW Baru

12

 

Pantai Bolihutuo

 

Desa Bolihutui, Botumoito

Buatan

13

 

Pulau & Taman Laut Bitila

 

Kec. Mananggu

 

Bahari

14

 

Pulau dan Taman laut Monduli

Desa Tapadaa, Botumoito

Bahari

15

 

Pulau dan Taman Laut Limbatihu

Kec. Paguyaman Pantai

Bahari

16

 

Pulau dan Taman Laut Asiangi

Desa Pentadu Timur, Tilamuta

Bahari

17

 

Pulau

dan

Taman

Laut

   

Mohupomba

 

Desa Pentadu Timur, Tilamuta

Bahari

18

 

Taman Laut dan Teluk Bubaa

Desa

Bubaa,

Paguyaman

 
 

Pantai

Bahari

19

Air Panas Dulangeya

 

Desa Dulangeya, Botumoito

Alam

20

 

Waterpark Bolihutuo

 

Desa Bolihutuo, Botumoito

Buatan

21

 

Hutan Nantu

 

Wonosari

 

Alam

22

 

Pantai Batu Buaya

 

Desa Salilama, Mananggu

ODTW Baru

 

20 Desa Wisata Kabupaten Boalemo

 

NO

NAMA DESA

 

WISATA UNGGULAN

LOKAS

1

Desa Buti

Agrowisata, Budaya

Kec. Mananggu

2

Desa Salilama

 

Wisata Alam

 

Kec. Mananggu

3

Desa Kaaruyan

 

Wisata Budaya Religius

Kec. Mananggu

4

Desa Bolihutuo

 

Wisata Alam, Budaya, Bahari

Kec. Botumoito

5

Desa Patoameme

 

Wisata, Bahari, Budaya

Kec. Botumoito

6

Desa Tutulo

 

Wisata, Bahari, Budaya

Kec. Botumoito

7

Desa Hutamonu

 

Wisata, Bahari, Budaya

Kec. Botumoito

8

Desa Pentadu Timur

Wisata, Budaya, Bahari

Kec. Tilamuta

9

Desa Limbato

 

Wisata Budaya, Kuliner

Kec. Tilamuta

10

Desa Ayuhulalo

 

Wisata Budaya, Alam

Kec. Tilamuta

11

Desa Bajo

 

Wisata

Kec. Tilamuta

12

Desa Tenilo

 

Wisata Bahari,Alam

Kec. Tilamuta

13

Desa Tabongo

 

Wisata Bahari, Alam

Kec. Dulupi

14

Desa Bongo I

 

Wisata budaya, Kerajinan

Kec. Wonosari

15

Desa Bongo II

 

Wisata Budaya, Kerajinan

Kec. Wonosari

16

Desa Tri Rukun

 

Wisata Budaya, Kerajinan

Kec. Wonosari

17

Desa Dimito

 

Agrowisata

 

Kec. Paguyaman Pantai

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

NO

NAMA DESA

WISATA UNGGULAN

LOKAS

18

Desa Bangga

Wisata Bahari, Kuliner

Kec. Paguyaman Pantai

19

Desa Limbatihu

Wisata bahari, Kuliner

Kec. Paguyaman Pantai

20

Desa Lito

Wisata Alam, Bahari

Kec. Paguyaman Pantai

Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Boalemo, 2016.

f. Industri

Industri di Kabupaten Boalemo merupakan industri skala menengah dan industri skala kecil/rumah tangga. Industri tersebar di seluruh Kecamatan dengan jenis produksi berupa: Industri pakaian/Tailor, Perabotan rumah tangga, industri makanan, industri furniture/meubel kayu, industri kerajinan, industri bahan bangunan (batu bata dan batako) dan industri etnik Gorontalo yakni Karawo.

g. Pertambangan Kabupaten Boalemo memiliki potensi untuk dikembangkan pada

sektor pertambangan yang tersebar di semua wilayah kecamatan. Kawasan peruntukan pertambangan di Kabupaten Boalemo terdiri atas :

1) Kawasan peruntukan pertambangan mineral logam yaitu berupa kawasan peruntukan pertambangan emas, perak dan tembaga terdapat di Kecamatan Mananggu, Tilamuta, Dulupi, Wonosari dan Paguyaman.

2)

Kawasan pertambangan mineral batuan meliputi :

o

Kawasan peruntukan pertambangan granit granodiorit terdapat di Kecamatan Mananggu, Tilamuta, Paguyaman, Dulupi, Wonosari dan Paguyaman Pantai;

o

Kawasan peruntukan pertambangan basal terdapat di Kecamatan Botumoito dan Tilamuta;

o

Kawasan peruntukan pertambangan dasit terdapat di Kecamatan Mananggu, Tilamuta, dan Dulupi;

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

o

Kawasan peruntukan pertambangan batu gamping terdapat di Kecamatan Paguyaman Pantai;

o

Kawasan peruntukan pertambangan sirtu terdapat di Kecamatan Wonosari; dan

o

Kawasan peruntukan pertambangan tanah liat terdapat di Kecamatan Paguyaman dan Wonosari

Dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal, maka diarahkan ekplorasi tambang ini akan mampu menyebabkan bertambahnya tingkat perekonomian wilayah Kabupaten Boalemo dan sekaligus meningkatkan ekonomi rakyat. Selain itu harus pula dipikirkan pembangunan sumber pendapatan baru dari hasil keuntungan penambangan ini, serta revitalisasi fungsi lingkungan pasca tambang.

h. Perdagangan Jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Boalemo terus bertambah sejak tahun 2012. Pada tahun 2015, total seluruh perusahaan di Kabupaten Boalemo adalah 356, yang pada umumnya berupa CV/Firma. Koperasi yang terdaftar di Boalemo pada tahun 2014 berjumlah 121. Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,14% jika dibandingkan dengan tahun 2012. Jika dilihat dari persebarannya, kecamatan Tilamuta memiliki jumlah koperasi paling banyak yaitu sejumlah 41 koperasi disusul dengan kecamatan Paguyaman dengan koperasi sejumlah 29 kopersai, dan kemudian kecamatan Wonosari dengan jumlah 23 koperasi.

2.5 Keuangan Daerah

Realisasi pendapatan pemerintah daerah kabupaten Boalemo pada 2015 mengalami peningkatan 22,29% bila dibandingkan dengan pendapatan daerah pada 2014. Jika dilihat lebih detail maka peningkatan pendapatan

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

tersebut bersumber dari peningkatan dana perimbangan dan lain-lain

pendapatan daerah yang sah. Untuk PAD sendiri mengalami peningkatan

sekitar 35,78%. Untuk total realisasi belanja pemerintah daerah kabupaten

Boalemo pada 2015 mengalami peningkatan juga sekitar 18,06% bila

dibandingkan dengan tahun 2014. Kenaikan tersebut seiring dengan

peningkatan realisasi pendapatan daerah. Gambaran Realisasi Penerimaan

Daerah Menurut Jenis Penerimaan di Kab. Boalemo disajikan pada Tabel

2.7., dan Realisasi Pengeluaran Daerah Menurut Jenis Pengeluaran pada

Tabel 2.8.

Tabel 2.7. Realisasi Penerimaan Daerah Menurut Jenis Penerimaan di Kab. Boalemo (juta rupiah), 2013-2015

2.8. Tabel 2.7. Realisasi Penerimaan Daerah Menurut Jenis Penerimaan di Kab. Boalemo (juta rupiah), 2013-2015 II

LAPORAN AKHIR

Gambaran Umum Wilayah

Bab 2
Bab 2

Tabel 2.8. Realisasi Pengeluaran Daerah Menurut Jenis Pengeluaran

LAPORAN AKHIR Gambaran Umum Wilayah Bab 2 Tabel 2.8. Realisasi Pengeluaran Daerah Menurut Jenis Pengeluaran II